Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Implementasi Leadership Card Gamification Berbasis Token Economy untuk Penguatan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Ajaran Baru Haryasena Panduwiyasa; Dynasti Meilan Legowo; Nazwa Juwita Syahira; Nor Azizah; Rahmat Abrori; Nur Zamzami; Rumaisha Az Zahra; Lucy Lidiawati Santioso
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3194

Abstract

Rendahnya keterlibatan mahasiswa dalam diskusi, presentasi, dan kerja kelompok dapat menghambat pengembangan komunikasi interpersonal pada pembelajaran tahun pertama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan modifikasi perilaku melalui Leadership Card Gamification berbasis token economy untuk meningkatkan partisipasi, kedisiplinan, komunikasi, dan kepemimpinan mahasiswa. Program melibatkan 30 mahasiswa kelas internasional Program Studi S1 Sistem Informasi Universitas Telkom pada Mata Kuliah Komunikasi Interpersonal. Pelaksanaan mencakup pengukuran baseline, observasi, wawancara singkat, asesmen fungsional menggunakan kerangka Antecedent–Behavior–Consequence, serta intervensi melalui active learning, mind mapping, diskusi, presentasi, dan refleksi. Penguatan diberikan melalui cap Leadership Card pada sepuluh perilaku target, yaitu ketepatan waktu, inisiatif, kemampuan menghubungkan teori, pertanyaan kritis, listening, kerja sama, pemecahan masalah, etika debat, public speaking, dan refleksi. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata ketercapaian perilaku sebesar 63,3%. Capaian tertinggi terdapat pada listening dan kerja sama kelompok, masing-masing 73,3%, diikuti ketepatan waktu sebesar 70,0% dan keaktifan diskusi kelompok sebesar 66,7%. Sebanyak 26 mahasiswa atau 86,7% memperoleh skor minimal 70, melampaui target program sebesar 70% peserta. Rata-rata skor Leadership Card mencapai 73,0 dengan median 80. Hasil tersebut menunjukkan bahwa intervensi berjalan cukup baik, meskipun penguatan lanjutan masih diperlukan pada aspek kepemimpinan, inisiatif, partisipasi forum, dan public speaking. Program ini juga mendukung pembelajaran yang lebih aktif, terstruktur, dan reflektif.
Peningkatan Mental Well-being Anak Melalui Psikoedukasi Rekreasi Renang untuk Panti Yatim Hikmah Mandiri Haryasena Panduwiyasa; M. Fajri Alfarizy
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2026): September 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i5.1354

Abstract

Kesejahteraan mental anak memerlukan perhatian dalam lingkungan panti asuhan karena anak membutuhkan rasa aman, dukungan sosial, kepercayaan diri, dan ruang untuk mengekspresikan diri secara sehat. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mental anak di Panti Yatim Hikmah Mandiri Bandung melalui psikoedukasi ringan dan rekreasi renang sebagai aktivitas fisik, sosial, dan reflektif. Program ini melibatkan 40 anak berusia 9–16 tahun, terdiri atas 25 anak laki-laki (62,5%) dan 15 anak perempuan (37,5%) dari jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test dengan Warwick–Edinburgh Mental Well-being Scale (WEMWBS) yang terdiri atas 14 item. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan IBM SPSS versi 26. Pengisian skala didampingi oleh pengasuh panti dan tim pengabdian untuk memastikan pemahaman tanpa mengarahkan jawaban. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 38,80 menjadi 48,20, atau sebesar 9,40 poin, terutama pada relaksasi, kedekatan sosial, keceriaan, kepercayaan diri, energi, dan minat.