Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Rekaman Getaran Time-Domain Menggunakan Digital Accelerometer 3-Axis Dengan Studi Kasus Beban Impak Pada Beton Bertulang Dimas Pustaka Dibiantara; Akhmad Yusuf Zuhdy; Sukobar Sukobar; Triaswati Moeljono; Rizki Robbi R.A; Ragil Purnamasari; Dovi Pratama Dion; Rizqi Amelia
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 20, No 4 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1275.018 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v20i4.12598

Abstract

Identifikasi kerusakan bangunan merupakan kebutuhan dalam mempertahankan kekuatan struktur bangunan. Untuk memperkirakan proses pengurangan kekuatan struktur perlu dicari suatu metode deteksi kerusakan agar pengaruh pengurangan kekuatan struktur dapat diketahui sedini mungkin. Identifikasi kerusakan non-destruktif merupakan penelitian yang sangat luas dan masih terus berkembang, salah satunya pada pembahasan parameter analisis frekuensi natural. Peninjauan dilakukan dengan membuat 10 titik pada pelat beton, lokasi titik perletakan alat accelometer pada setiap titik dapat mempengaruhi hasil frekuensi alami pada strukturnya. Berdasarkan hasil analisi pada penelitian ini, nilai frekuensi natural yang terdekat dengan alat pendeteksi accelometer memiliki nilai terbesar. Titik yang terdekat dengan alat accelometer dapat dijadikan sebagai prediksi dimana kita dapat mengetahui seberapa besar kerusakan dan dimana lokasi kerusakan yang terjadi pada plat. Namun dalam penelitian ini beberapa titik tidak mendapatkan nilai yang terbesar. Hal ini dijadikan sebagai perbaikan penelitian selanjutnya.
OPTIMALISASI KONSTRUKSI MELALUI HOLLOW CORE SLAB: TINJAUAN KOMPARATIF WAKTU, BIAYA, DAN WASTE MATERIAL DI PROYEK TOWER 3 ITS Naura Firdausi; Nafis Fajar Yuditya; Afif Navir Refani; Ragil Purnamasari; Akhmad Yusuf Zuhdy
Bangunan Vol. 30 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v30i22025p121-128

Abstract

Permasalahan kualitas beton menjadi tantangan utama dalam pembangunan Tower 3 ITS, di mana metode konvensional sering menghasilkan beton keropos dan tulangan yang terekspos. Peristiwa tersebut tidak hanya menurunkan mutu struktur, tetapi juga berpotensi menyebabkan pembengkakan biaya dan keterlambatan proyek akibat pekerjaan perbaikan. Sebagai solusi, penelitian ini mengkaji Hollow Core Slab (HCS) sebagai alternatif pelat konvensional. HCS dipilih karena dianggap lebih unggul dalam hal mutu, kecepatan pemasangan, serta efisiensi tenaga kerja dan material. Selain itu, penggunaan HCS diharapkan dapat mengurangi limbah material konstruksi di lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan komparatif, di mana data primer dan sekunder dikumpulkan untuk menghitung volume pekerjaan, waktu pelaksanaan, biaya, dan limbah material dari kedua metode. Data kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak penjadwalan proyek dan analisis produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan metode HCS mempercepat waktu pengerjaan proyek menjadi 307 hari, 2,56% lebih cepat dibanding metode konvensional yang membutuhkan 315 hari. Pada segi biaya, HCS membutuhkan Rp 22.960.906.082,31, sekitar 2,89% lebih tinggi daripada metode konvensional yang biayanya Rp 22.298.445.817,84. Namun, penghematan paling signifikan terlihat pada pengurangan limbah material. HCS secara drastis mengurangi limbah pembesian sebesar 88,67%, limbah bekisting sebesar 83,7%, dan limbah pengecoran sebesar 93,91% dibandingkan metode konvensional. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun membutuhkan biaya awal yang sedikit lebih besar, penggunaan Hollow Core Slab menawarkan efisiensi waktu dan pengurangan limbah material yang signifikan, menjadikannya pilihan yang layak untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan proyek konstruksi.