Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UPAYA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) DALAM MITIGASI BENCANA KEKERINGAN DI KABUPATEN BOJONEGORO Merintha Suryapuspita; Anggara Setya Saputra; Suryoto Suryoto; Nidya Ayu Wulandari Ramdan
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 9, No 3 (2022): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v9i3.9088

Abstract

Salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur bernama Bojonegoro. Karena topografi Kabupaten Bojonegoro yang unik, kemungkinan terjadinya kekeringan di Labupaten Bojonegoro cukup tinggi. Karena karakteristik tanah Kabupaten Bojonegoro, air tidak dapat diserap pada musim hujan, yang menyebabkan tanah mengering pada musim kemarau. Dengan menggunakan penelitian kualitatif dan teknik deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi praktik penanggulangan bencana yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Studi ini menemukan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bojonegoro telah melakukan beberapa proyek, antara lain pembangunan waduk, sumur bor, fasilitas pengolahan air, geo membran, toren air, dan jaringan pipa air bersih (masih dalam pembangunan), serta inisiatif sosialisasi untuk menangani kekeringan dan inisiatif lain untuk mempromosikan konservasi air.
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PROSES KOLABORASI PENGEMBANGAN UMKM DI KABUPATEN BANYUMAS Devit Bagus Indranika; Anggara Setya Saputra; Suryoto Suryoto; Sartono Sartono; Nidya Ayu Wulandari Ramdan
PARADIGMA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): PARADIGMA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Department of Public Administration, University Wijaykusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah dan nasional, termasuk di Kabupaten Banyumas. Namun, tantangan seperti keterbatasan modal, akses pasar, serta rendahnya adopsi teknologi masih menjadi hambatan utama dalam pengembangannya. Program sosialisasi dan pendampingan kolaboratif menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kapasitas UMKM melalui pemahaman strategi bisnis, pemasaran digital, dan penguatan jaringan kemitraan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini mencakup sosialisasi dalam forum diskusi dan pendampingan berbasis kebutuhan spesifik usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemerintah daerah merespons positif rekomendasi pengembangan UMKM dengan kebijakan yang mendukung, akses pembiayaan yang lebih fleksibel, serta pelatihan dan digitalisasi UMKM. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan komunitas UMKM terbukti menjadi faktor kunci dalam mempercepat pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan. Dengan adanya sinergi yang erat, UMKM di Kabupaten Banyumas dapat lebih kompetitif dan berkontribusi lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
ANALISIS KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MODEL SIRKULAR DI KABUPATEN BANYUMAS Anggara Setya Saputra; Rindy Putri Hapsari; Johar Mamuri; Nidya Ayu Wulandari Ramdan; Devit Bagus Indranika
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 13, No 1 (2026): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v13i1.24017

Abstract

Permasalahan sampah di Kabupaten Banyumas menjadi isu krusial sejak terjadinya krisis sampah pada tahun 2018 yang dipicu oleh keterbatasan Tempat Pembuangan Akhir dan meningkatnya volume sampah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas dengan menggunakan model sirkular dalam perspektif kebijakan publik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur berdasarkan berbagai penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengelolaan sampah di Banyumas telah mengalami transformasi dari pola konvensional menuju sistem berbasis ekonomi sirkular melalui program seperti pengelolaan sampah dari hulu, pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi seperti RDF dan aplikasi digital. Namun demikian, implementasi kebijakan masih menghadapi kendala pada aspek sumber daya manusia, partisipasi masyarakat, serta konsistensi pelaksanaan program. Model sirkular menunjukkan bahwa proses kebijakan berjalan secara berulang mulai dari perumusan masalah hingga evaluasi yang menghasilkan inovasi kebijakan baru. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa keberhasilan pengelolaan sampah di Banyumas dipengaruhi oleh integrasi kebijakan, partisipasi masyarakat, dan keberlanjutan inovasi berbasis ekonomi sirkular. Kata Kunci: model sirkular; kebijakan publik; pengelolaan sampah
TANTANGAN DAN POTENSI UMKM DESA DI ERA MODERN SEBAGAI STRATEGI PERTUMBUHAN EKONOMI MASYARAKAT DESA BANGSA KABUPATEN BANYUMAS Nidya Ayu Wulandari Ramdan; Emiraldo Win Pazkara; Taufik Purboyo; Hera Fahdillah Violeta
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.583

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Namun, perkembangan UMKM di era modern masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan pemanfaatan teknologi digital, pemasaran, inovasi produk, branding, administrasi, dan legalitas usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan tantangan UMKM serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai strategi pengembangan usaha dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Bangsa, Kabupaten Banyumas. Kegiatan dilaksanakan oleh tim Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Wijayakusuma (UNWIKU), melalui pendekatan partisipatif yang meliputi sosialisasi, seminar, diskusi, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaku UMKM memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan media digital, inovasi produk, penguatan branding, pencatatan administrasi, serta peningkatan pemahaman mengenai legalitas usaha. Kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi UMKM secara berkelanjutan. Dengan demikian, penguatan kapasitas dan pendampingan yang berkelanjutan menjadi strategi penting dalam menjadikan UMKM sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Bangsa.