Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

UPAYA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) DALAM MITIGASI BENCANA KEKERINGAN DI KABUPATEN BOJONEGORO Merintha Suryapuspita; Anggara Setya Saputra; Suryoto Suryoto; Nidya Ayu Wulandari Ramdan
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 9, No 3 (2022): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v9i3.9088

Abstract

Salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur bernama Bojonegoro. Karena topografi Kabupaten Bojonegoro yang unik, kemungkinan terjadinya kekeringan di Labupaten Bojonegoro cukup tinggi. Karena karakteristik tanah Kabupaten Bojonegoro, air tidak dapat diserap pada musim hujan, yang menyebabkan tanah mengering pada musim kemarau. Dengan menggunakan penelitian kualitatif dan teknik deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi praktik penanggulangan bencana yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Studi ini menemukan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bojonegoro telah melakukan beberapa proyek, antara lain pembangunan waduk, sumur bor, fasilitas pengolahan air, geo membran, toren air, dan jaringan pipa air bersih (masih dalam pembangunan), serta inisiatif sosialisasi untuk menangani kekeringan dan inisiatif lain untuk mempromosikan konservasi air.
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PROSES KOLABORASI PENGEMBANGAN UMKM DI KABUPATEN BANYUMAS Devit Bagus Indranika; Anggara Setya Saputra; Suryoto Suryoto; Sartono Sartono; Nidya Ayu Wulandari Ramdan
PARADIGMA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): PARADIGMA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Department of Public Administration, University Wijaykusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah dan nasional, termasuk di Kabupaten Banyumas. Namun, tantangan seperti keterbatasan modal, akses pasar, serta rendahnya adopsi teknologi masih menjadi hambatan utama dalam pengembangannya. Program sosialisasi dan pendampingan kolaboratif menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kapasitas UMKM melalui pemahaman strategi bisnis, pemasaran digital, dan penguatan jaringan kemitraan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini mencakup sosialisasi dalam forum diskusi dan pendampingan berbasis kebutuhan spesifik usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemerintah daerah merespons positif rekomendasi pengembangan UMKM dengan kebijakan yang mendukung, akses pembiayaan yang lebih fleksibel, serta pelatihan dan digitalisasi UMKM. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan komunitas UMKM terbukti menjadi faktor kunci dalam mempercepat pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan. Dengan adanya sinergi yang erat, UMKM di Kabupaten Banyumas dapat lebih kompetitif dan berkontribusi lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
ANALISIS KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MODEL SIRKULAR DI KABUPATEN BANYUMAS Anggara Setya Saputra; Rindy Putri Hapsari; Johar Mamuri; Nidya Ayu Wulandari Ramdan; Devit Bagus Indranika
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 13, No 1 (2026): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v13i1.24017

Abstract

Permasalahan sampah di Kabupaten Banyumas menjadi isu krusial sejak terjadinya krisis sampah pada tahun 2018 yang dipicu oleh keterbatasan Tempat Pembuangan Akhir dan meningkatnya volume sampah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas dengan menggunakan model sirkular dalam perspektif kebijakan publik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur berdasarkan berbagai penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengelolaan sampah di Banyumas telah mengalami transformasi dari pola konvensional menuju sistem berbasis ekonomi sirkular melalui program seperti pengelolaan sampah dari hulu, pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi seperti RDF dan aplikasi digital. Namun demikian, implementasi kebijakan masih menghadapi kendala pada aspek sumber daya manusia, partisipasi masyarakat, serta konsistensi pelaksanaan program. Model sirkular menunjukkan bahwa proses kebijakan berjalan secara berulang mulai dari perumusan masalah hingga evaluasi yang menghasilkan inovasi kebijakan baru. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa keberhasilan pengelolaan sampah di Banyumas dipengaruhi oleh integrasi kebijakan, partisipasi masyarakat, dan keberlanjutan inovasi berbasis ekonomi sirkular. Kata Kunci: model sirkular; kebijakan publik; pengelolaan sampah
PEMBERDAYAAN PENGHUNI RUMAH SINGGAH DISOSPERMADES BANYUMAS MELALUI KEGIATAN BAKTI SOSIAL Anggara Setya Saputra; Devit Bagus Indranika; Nidya Ayu Wulandari Ramdan; Sartono Sartono
PARADIGMA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): PARADIGMA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Department of Public Administration, University Wijaykusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service activity aims to provide assistance and empowerment to residents of Rumah Singgah Disospermades Banyumas through social service programs. The subjects of this activity were residents of Rumah Singgah consisting of homeless people, neglected people (PGOT), and people with mental disorders (ODGJ). The method used was a participatory approach involving residents, shelter managers, and companions in every stage of activity. Data collection was carried out through direct observation and evaluative discussions with shelter managers. The activities carried out included providing basic needs assistance, exercise together, painting as creative therapy, as well as various recreational and educational activities. The results showed that social service activities were able to increase the participation and social interaction of residents, strengthen psychosocial conditions through creative activities, and improve the physical health of residents. However, there were obstacles related to differences in the psychological conditions of residents which required a more sustainable and flexible approach. This activity demonstrates that participatory-based empowerment programs can have a positive impact on the quality of life of Rumah Singgah residents and can be a strategic model for social rehabilitation of vulnerable groups in society.
Evaluation of Regional Government Policy in Handling Beggars in Banyumas (Study on Beggars on the Krumput Route, Kemranjen District) Silvia Amanda Putri; Nidya Ayu Wulandari Ramdan
DYNAMICS: Journal Of Public Administration Vol. 4 No. 2 (2026): DYNAMICS: Journal of Public Administration
Publisher : Department of Public Administration, University Wijaykusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/dynamics.v4i2.157

Abstract

Poverty is a social problem that is often found in society. One of the causes of the high poverty rate is beggars. Banyumas Regency as the policy maker has made efforts to address this problem by establishing Regional Regulation Number 16 of 2015 concerning the Management of Social Diseases, but beggars on the Krumput Route are a real case of the persistence of beggars in Banyumas Regency after the Regional Regulation was enacted. This study uses a qualitative descriptive method with data obtained through observation, interviews, and documentation. The purpose of this study is to describe and analyze the evaluation of local government policies in dealing with beggars in Banyumas (a study of beggars on the Krumput Route, Kemranjen District). The results of the study refer to William N. Dunn's 6 Evaluation aspects, which show that in terms of effectiveness, the policies made have not been able to reduce the number of beggars on the Krumput Route, in terms of efficiency, there are limitations in the human resources involved, while in terms of adequacy, there is a problem, namely the support provided by the Regional Government. In terms of policy equality, it has not been implemented comprehensively. Meanwhile, in terms of responsiveness, there is a problem, namely that there are no complaints received regarding beggars on the Krumput route to the Regional Government, while in terms of the accuracy of the policies that have been implemented, they are general and not specific to the problems that exist on the Krumput Route. Therefore, the government is expected to be able to develop specific programs for the Krumput Route, improve the quality and quantity of human resources involved, solutions that involve collaboration between related parties, consistent and intensive control and socialization regarding complaint stalls to increase active community participation.
TANTANGAN DAN POTENSI UMKM DESA DI ERA MODERN SEBAGAI STRATEGI PERTUMBUHAN EKONOMI MASYARAKAT DESA BANGSA KABUPATEN BANYUMAS Nidya Ayu Wulandari Ramdan; Emiraldo Win Pazkara; Taufik Purboyo; Hera Fahdillah Violeta
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.583

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Namun, perkembangan UMKM di era modern masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan pemanfaatan teknologi digital, pemasaran, inovasi produk, branding, administrasi, dan legalitas usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan tantangan UMKM serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai strategi pengembangan usaha dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Bangsa, Kabupaten Banyumas. Kegiatan dilaksanakan oleh tim Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Wijayakusuma (UNWIKU), melalui pendekatan partisipatif yang meliputi sosialisasi, seminar, diskusi, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaku UMKM memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan media digital, inovasi produk, penguatan branding, pencatatan administrasi, serta peningkatan pemahaman mengenai legalitas usaha. Kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi UMKM secara berkelanjutan. Dengan demikian, penguatan kapasitas dan pendampingan yang berkelanjutan menjadi strategi penting dalam menjadikan UMKM sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Bangsa.