Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Future of Education: How Mobile Learning, Microlearning, and Gamification are Revolutionizing Architecture Learning Aryani Widyakusuma; Afriq Sarwarana Ramadhan Sudibyo
Jurnal Syntax Transformation Vol 5 No 11 (2024): Jurnal Syntax Transformation
Publisher : CV. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jst.v5i11.1025

Abstract

Human education has undergone various cycles of reform, yet many current education systems still rely on rigid models that do not meet the individual needs of students. Along with the advancement of technology and the digital revolution, there is a need for significant changes in the way education is delivered, especially in architectural education. This research aims to explore how mobile learning, microlearning, and gamification can revolutionize architecture education by meeting the increasingly diverse needs of students. This research uses a descriptive methodology that combines case studies and literature reviews to analyze current phenomena in architecture education. Findings show that the implementation of gamification, micro-learning, and mobile learning increases engagement, customization, and flexibility in architecture learning. Students now seek learning experiences that are interactive and customizable to their personal needs. By utilizing AI-based tools and more dynamic learning methods, educators can create learning environments that are more productive and responsive to the demands of the digital age. Architecture education in Indonesia, in particular, needs to adapt to international standards and modern challenges such as environmental sustainability. This research underscores the importance of integrating new technologies in architectural education to create more relevant and effective learning experiences. By adopting a more flexible and technology-driven approach, architecture education can better prepare students to face challenges in the world of work.
PENINGKATAN E-RESOURCE PENDUKUNG PUBLIKASI KARYA ILMIAH MELALUI WORKSHOP Setiawan, Indra; Herindiyati, Herindiyati; Fipiana, Wahyu Inggar; Lusia, Vivi; Widyakusuma, Aryani
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.3289

Abstract

Publikasi merupakan suatu kewajiban bagi seluruh insan akademisi. Melalui publikasi, suatu karya, produk ataupun jasa yang dihasilkan lewat penelitian dapat dikenal oleh masyarakat. Namun, untuk melakukan publikasi tidaklah mudah. Banyak elemen-elemen pendukung untuk menyusun karya ilmiah. Salah satunya penggunaan e-resource pendukung publikasi (manajemen referensi, alat parafrase dan pengecekan plagiarisme). Keterbatasan dalam memanfaatkan e-resource pendukung publikasi akan menyulitkan untuk menerbitkan artikel di jurnal bereputasi. Makalah ini disusun untuk mengungkapkan tantangan pengembangan publikasi ilmiah melalui e-resource pendukungnya. Oleh karena itu, Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait penggunaan e-resource untuk mendukung publikasi karya ilmiah. Kebaruan makalah ini adalah mengintegrasikan pelatihan e-resource pendukung publikasi dalam satu workshop. Kegiatan ini dilakukan melalui workshop/pelatihan secara hybrid. Peserta terbagi menjadi dua bagian yaitu daring secara zoom dan luring di Ruang Seminar. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh dosen Fakultas Teknik Universitas Borobudur. Hasil Pengabdian kepada Masyarakat ini memberikan manfaat kepada seluruh sivitas Fakultas Teknik dalam menyusun karya ilmiah. Peserta telah mampu mengoperasikan mendeley, endnote, zotero, plagiarisme checker dan turnitin. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan strategi baru untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi para Dosen Fakultas Teknik
Assistance for Home Industry Businesses in Bekasi for Digital Marketing Development and Packaging Design for Moristevia Tea: Pendampingan Usaha Industri Rumah Tangga Di Bekasi Untuk Pengembangan Marketing Digital Dan Desain Packaging Teh Moristevia Deliyarti, Ida; Taryana, Nana; Herindiyati, Herindiyati; Widyawati, RA. Laksmi; Widyakusuma, Aryani; Herawati, Rahayu Triko
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 5 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i5.23056

Abstract

The moringa industry has quite promising prospects. Currently, a Moristevia tea production business has been developed in Bumi Dirgantara Permai Housing, Jatisari Village, Jatiasih District, West Java Province, which is a Home Industry (IRT) business partner. From the results of the field study, it was found that the marketing business of Moristevia tea production was still using conventional methods, so its reach was limited. Another of that, the packaging display is not representative which results in the business experiencing stagnation. The aim of this Community Service is to increase the potential of the community, in this case the household business partners, to be more independent and productive. The implementation method has 3 stages there is preparation, implementation and evaluation stages. The stage of implementing marketing solutions and digital marketing training, namely designing the packaging for "Moristevia" tea products to be more attractive. The final result of the Digital Marketing mentoring and training activities is that Partner successfully registered the "Bakul Kelor Raya" Brand Account. The success of creating this account was on TikTok Ads, Instagram, Market Place, and WhatsApp Group
INOVASI ARSITEKTUR CERDAS UNTUK PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN Aryani Widyakusuma; Yopy Gunawan
Jurnal Inovasi Konstruksi Vol 5, No 1 (2026): April
Publisher : Politeknik Pekerjaan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56911/jik.v5i1.214

Abstract

Integrasi inovasi, teknologi, dan solusi cerdas dalam bidang arsitektur telah mengubah desain dan pengoperasian fasilitas pariwisata, meningkatkan pengalaman pengunjung dan kinerja lingkungan. Arsitektur cerdas untuk pariwisata menekankan penggunaan teknologi digital seperti Building Information Modeling (BIM), Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, dan sistem desain responsif untuk menciptakan lingkungan yang adaptif, efisien, dan berpusat pada pengguna. Teknologi ini memungkinkan arsitek untuk merancang ruang yang merespons data waktu nyata, mengoptimalkan konsumsi energi, dan memberikan pengalaman yang dipersonalisasi bagi pengunjung. Strategi desain inovatif juga mencakup material berkelanjutan, infrastruktur hijau, dan teknologi imersif seperti realitas virtual dan augmented reality yang memperkaya interpretasi budaya dan sejarah di destinasi wisata. Sinergi antara arsitektur dan teknologi tidak hanya mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan tetapi juga mendorong pelestarian budaya, aksesibilitas, dan ketahanan dalam lingkungan binaan. Penelitian ini menyoroti bagaimana inovasi dan solusi arsitektur cerdas dapat mendefinisikan kembali fasilitas pariwisata sebagai ruang interaktif, cerdas, dan berkelanjutan yang memenuhi kebutuhan wisatawan global yang terus berkembang. Studi ini mengadopsi pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dan berbasis studi kasus untuk mengeksplorasi bagaimana inovasi, teknologi, dan solusi cerdas diintegrasikan ke dalam desain arsitektur untuk pariwisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi praktik terbaik, prinsip desain, dan strategi teknologi yang meningkatkan keberlanjutan, efisiensi, dan pengalaman pengguna dalam arsitektur pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka kerja konseptual atau pedoman untuk mengintegrasikan inovasi dan teknologi cerdas ke dalam arsitektur pariwisata. Hasilnya diharapkan dapat mendukung arsitek dan pembuat kebijakan dalam merancang fasilitas pariwisata yang cerdas, berkelanjutan, dan berpusat pada pengguna. Temuan penelitian diharapkan dapat menghasilkan kerangka kerja konseptual untuk mengintegrasikan teknologi dan desain cerdas dalam arsitektur pariwisata, mendorong efisiensi energi, ketahanan, dan peningkatan pengalaman pengguna. Studi ini berkontribusi pada wacana yang berkembang tentang bagaimana arsitektur dapat mendukung evolusi destinasi pariwisata yang cerdas dan berkelanjutan di era digital.
Crafting Engineers for Tomorrow: Aligning Education with Industry to Achieve Sustainable Development Aryani Widyakusuma; Reza Rachman Hakim
Interdiciplinary Journal and Hummanity (INJURITY) Vol. 3 No. 11 (2024): INJURITY: Journal of Interdisciplinary Studies.
Publisher : Pusat Publikasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58631/injurity.v3i11.1308

Abstract

This study addresses the critical gap between engineering education and industry demands, focusing on the integration of Industry 4.0 technologies and experience-based learning frameworks such as the MBKM program in Indonesia. By emphasizing practical skills, project management, and soft skills, this research explores how academic institutions can better prepare students for the challenges of a rapidly evolving, AI-driven workplace while contributing to Sustainable Development Goals. Using a descriptive methodology that combines case studies and literature reviews, the study evaluates the impact of industry collaboration, experiential learning, and curriculum alignment on workforce readiness and graduate employability. Findings highlight the importance of fostering adaptability, innovation, and sustainability in engineering education, ensuring that graduates are equipped to lead and thrive in dynamic professional environments. The study concludes with actionable recommendations for enhancing academia-industry partnerships, embedding lifelong learning, and advancing sustainability principles in engineering curricula, paving the way for a more robust and globally competitive workforce.