Henry Winnarko
Politeknik Negeri Balikpapan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Penerimaan Teknologi Zoom dalam Pembelajaran Online Mahasiswa Selama Covid-19: Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) Tuatul Mahfud; Henry Winnarko
JSHP : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 7, No 1 (2023): JSHP (Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jshp.v7i1.1620

Abstract

Penggunaan teknologi Zoom sebagai media pembelajaran online sudah banyak digunakan di berbagai lembaga pendidikan khususnya ketika pandemic Covid-19. Sudah hampir dua tahun lebih pembelajaran di perguruan tinggi vokasi menggunakan mode online dengan platfrom Zoom. Namun, hingga kini masih terbatas studi yang mengevaluasi bagaimana pengaruh faktor eksternal yang meliputi pengaruh dosen, teman sejawat, dan dukungan institusi terhadap niat belajar online mahasiswa politeknik menggunakan Zoom. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pembentukan niat mahasiswa menggunakan Zoom untuk belajar online dengan melibatkan faktor anteseden yang meliputi pengaruh dosen, teman sejawat, dukungan institusi, perceived ease of use, dan perceived usefulness. Penelitian ini melibatkan mahasiswa politeknik untuk mengungkapkan persepsi mereka tentang pengaruh dosen, teman sejawat, dukungan institusi, perceived ease of use, perceived usefulness, dan niat menggunakan Zoom untuk belajar online. Penelitian ini menggunakan analisis SEM (structural equation modeling) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil studi menunjukkan bahwa social norms, perceived ease of use, dan perceived usefulness mempengaruhi niat mahasiswa menggunakan video conferencing technology (VCT) dari Zoom untuk pembelajaran online mereka. Secara khusus, social norm memiliki pengaruh positif terhadap perceptions of perceived ease of use dan perceived usefulness. Selain itu, perceived ease of use menggunakan zoom pada pembelajaran online juga mempengaruhi secara positif terhadap perceived usefulness. Temuan lainnya juga menunjukkan bahwa perceived ease of use maupun perceived usefulness memiliki pengaruh terhadap niat mahasiswa menggunakan Zoom untuk belajar online. Dan terakhir, perceived ease of use memediasi pengaruh social norm terhadap niat mahasiswa menggunakan Zoom untuk belajar online.
Pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tiram Tambun Dalam Pengembangan Usaha Homestay Di Desa Wisata Mentawir Kabupaten Panajam Paser Utara Yogiana Mulyani; Ranti Rustika; Henry Winnarko; Tri Retno Nugroho
Journal of Applied Community Engagement Vol 1 No 1 (2021): Journal of Applied Community Engagement (JACE)
Publisher : ISAS (Indonesian Society of Applied Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.673 KB) | DOI: 10.52158/jace.v1i1.127

Abstract

The management of Mentawir Tourism Village in Panajam Paser Utara Regency is carried out by community who are the members of the Tiram Tambun Tourism Awareness Group. In developing Mentawir Tourism Village, one of the requirements that must be fulfilled is the availability of accommodation or lodging facilities in the form of a homestay. Tiram Tambun has started to develop several houses to be used as homestays. However, the lack of knowledge and skills about the homestay causes the management to be not optimal. Therefore, in this community service activity, training and assistance were given to Tiram Tambun regarding homestay management. The results of this activity are in the form of increased insight and knowledge also skills about homestay management. This is indicated by the addition of the number of homestays and the existence of efforts to meet several standard homestay criteria.
Implementasi Skill Passport Bidang Keahlian Tata Boga: Studi Kualitatif di Kalimantan Timur Henry Winnarko; Tuatul Mahfud; Yuli Fitrianto; Yogiana Mulyani; Andi Yasir Amsal; Erick Sorongan
JSHP : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jshp.v9i1.2462

Abstract

Implementasi skill passport membantu siswa dalam merencanakan dan memantau perkembangan mereka sendiri, tetapi juga memfasilitasi proses evaluasi yang holistik oleh guru dan pihak terkait dalam mengukur pencapaian keterampilan. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui implementasi skill passport di SMK bidang keahlian tata boga. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk memperoleh informasi yang mendalam mengenai implementasi skill passport di SMK. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan data dari wawancara dengan kepala sekolah, kaprodi, ketua LSP, dan guru produktif di SMK Pusat keunggulan. Hasil penelitian ini menunjukkan para guru telah mengetahui terkait ASEAN Toolsbox yang dikembangkan dari ACCSTP dan CATC. Namun, sebagian besar guru dan SMK belum menerapkan pembelajaran berbasis ASEAN Toolsbox. Faktor penyebabnya yaitu kurangnya pemahaman dan pelatihan tentang ASEAN Toolsbox dan standar ACCSTP; tantangan dalam menyesuaikan kurikulum dengan standar ASEAN, keterbatasan waktu dan beban kerja guru; dan keterbatasan pengetahuan tentang kebutuhan industri dan globalisasi. Selain itu, pelaksanaan uji kompetensi (UKK) di SMK bidang keahlian Tata Boga dilaksanakan melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) 1. Adanya perubahasan skema uji kompetensi siswa SMK yang semula skema klaster berubah menjadi skema kualifikasi dan pada akhirnya saat ini berubah menjadi skema okupasi. Temuan lainnya, implementasi perekaman capaian kompetensi sebagai portofolio siswa di SMK bidang keahlian Tata Boga di Provinsi Kalimantan Timur masih terbatas pada bentuk asesmen capaian pembelajaran mata pelajaran yang dilakukan setiap semester dan hanya sebatas evaluasi penguasaan konten mata pelajaran dan belum mengarahkan evaluasi capaian kompetensi baik berdasarkan SKKNI maupun ASEAN Toolsbox.