Atiyatus Syarifah
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Konstruk Gagasan Budaya Moralitas Pendidikan Sekolah Menurut Pemikiran Neil Postman dan Azyumardi Azra Achmad As’ad Abdul Aziz; Ach. Nurholis Majid; Atiyatus Syarifah; Nining Rizqi Kurniawati
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 21, No 1 (2023): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v21i1.5239

Abstract

Abstrak Perbincangan budaya moralitas dalam pendidikan sekolah menjadi suatu hal yang sangat esensial. Beberapa tokoh pendidikan memfokuskan pemikiran dalam sebuah karya yang membahas secara utuh permasalahan pendidikan. Neil Postman menekankan bahwa pendidikan moral harus menjadi bagian integral dari kurikulum dan diintegrasikan ke setiap pelajaran. Azyumardi Azra menekankan bahwa pendidikan moral harus berdasarkan pada kearifan lokal, nilai-nilai budaya, dan spiritualitas yang dianut oleh masyarakat setempat. Azyumardi Azra juga menekankan bahwa pendidikan moral harus mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan empati sehingga peserta didik dapat memahami dan menghargai budaya dan pandangan yang berbeda. Neil Postman dan Azyumardi Azra memberikan kontribusi penting dalam memahami konstruk gagasan budaya moralitas dalam pendidikan sekolah dengan menekankan bahwa pendidikan moral harus mencakup aspek intelektual, moral, spiritual, dan harus mencerminkan nilai-nilai budaya dan masyarakat setempat. AbstractDiscussing the culture of morality in school education is very essential. Several educational figures focus their thoughts in a work that discusses educational issues as a whole. Neil Postman emphasizes that moral education must be an integral part of the curriculum and integrated into every lesson. Azyumardi Azra emphasizes that moral education must be based on local wisdom, cultural values, and spirituality adhered to by the local community. Azyumardi Azra also emphasized that moral education must develop critical thinking skills and empathy so that students can understand and appreciate different cultures and views. Neil Postman and Azyumardi Azra made an important contribution in understanding the construct of the idea of a culture of morality in school education by emphasizing that moral education must include intellectual, moral, spiritual aspects, and must reflect local cultural and community values.
Kritik Budaya Akademik Pendidikan Tinggi Prespektif Azyumardi Azra Achmad As'ad Abdul Aziz; Atiyatus Syarifah; Dinka Rosyita Dewi; Habibulloh Habibulloh; Abrori Abrori; Ahmad Ubaidillah
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 5 (2023): October
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i5.5272

Abstract

Kritik budaya akademik dalam pendidikan tinggi merupakan salah satu isu yang terus diperbincangkan di Indonesia. Dalam perspektif Azyumardi Azra, seorang cendekiawan muslim yang berpengaruh, terdapat beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif pustaka (Library Research), yang mana peneliti akan berusaha menggali pemikiran Azyumardi Azra melalui karya-karyanya. Beberapa langkah yang dilakukan dalam mengumpulkan data dilakukan dengan lima tahap yaitu menghimpun literatur, mengklasifikasi buku-buku, mengutip pemikiran, melakukan konfirmasi, dan mengelompokan data. Teknik analisis dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik analisis teks yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis muatan sebuah teks, dapat berupa kata-kata, makna gambar, simbol, gagasan, tema dan bermacam bentuk pesan yang dapat dikomunikasikan. Hasil penelitian mengngkapkan pandangan Azyumardi Azra, salah satu kritik utama adalah kurangnya kemandirian intelektual di kalangan akademisi dan mahasiswa. Ia menyadari bahwa banyak institusi pendidikan tinggi di Indonesia masih menghasilkan lulusan yang kurang mampu berpikir kritis dan mandiri secara intelektual. Pendidikan tinggi seharusnya menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan mampu menghasilkan gagasan-gagasan inovatif. Namun, budaya akademik yang terlalu didominasi oleh model pembelajaran pasif dan hafalan membuat mahasiswa cenderung tidak terbiasa dalam menganalisis, mempertanyakan, dan mengkritisi informasi yang diperolehnya.
Penerapan Aplikasi Fyrebox sebagai Instrumen Penilaian Evaluasi Siswa Sekolah Dasar Syarifah, Atiyatus; Sa’adah, Endah Nikmahtus; Qotrunnada, Elfia; Aziz, Achmad As’ad Abd.
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v6i1.5327

Abstract

Pengembangan aplikasi Fryebox berbasis evaluasi untuk pembelajaran fiqih materi thaharah bab whudhu kelas 1 SD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan pendekatan 4D (Define, Design, Develop). Tahap pendefinisian dilakukan untuk mengumpulkan informasi awal terkait permasalahan pembelajaran, seperti tinjauan kurikulum, karakteristik peserta didik, materi, dan tujuan pembelajaran. Tahap perancangan melibatkan penyusunan tes kriteria, pemilihan media, dan rancangan awal produk. Tahap pengembangan dilakukan melalui penilaian oleh para ahli dan revisi untuk menghasilkan bentuk akhir aplikasi Fryebox. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi Fryebox memiliki kevalidan dan kelayakan yang baik berdasarkan penilaian para ahli. Aplikasi ini diharapkan dapat memanfaatkan media dalam pemecahan masalah bagi peserta didik, memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi materi secara mandiri, dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Pengembangan aplikasi Fryebox ini merupakan kontribusi dalam pengembangan media pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik pada era abad 21.
Moral Sufism Islamic Boarding School Education (Examine the Value of Sufism from the Perspective of Imam Al-Ghazali in Ma'had TMI Al-Amien Prenduan) ATIYATUS SYARIFAH; ACHMAD AS’AD ABD AZIZ; ABU AMAN
Raudhah - Proud To Be Professional مجلد 7 عدد 2 (2022): Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah-DESEMBER 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48094/raudhah.v7i2.204

Abstract

As a result of modernization and industrialization, humans experience moral degradation which can reduce their dignity. Modern life as it is now often displays traits that are not commendable, especially in the face of this sparkling material. The traits that are not commendable are hirsh, namely excessive desire for material things. This article aims to examine more deeply the values ​​of moral sufism in Islamic boarding schools, especially Ma'had TMI al-Amien Prenduan Sumenep Madura by using the study of Muhammad Al-Ghazali's thoughts. This study used a qualitative research method with the type of library research or literature study which is descriptive analysis in nature. Basically, this literature study uses scientific journals or articles, books, and references that are relevant to research. Al-Ghazali's Sufism values ​​include: Tazkiyatun Nafs (cleansing the soul),Mujahadah (not following lust),Ridloh (Exercise),Get over it (alone),Asceticism (away from the world). The process of instilling the values ​​of Al-Ghazali's Sufism in Islamic boarding schools. Process of moral knowledge (Moral Knowledge) through book study:Kitab Ihya' Ulumuddin, Minhajul Abidin, Bidayatul Hidayah, Qifayatul Atqiya'.
Figur Kiai di Madura Perspektif Teori Pemikiran Kekuasaan (Politik) Al-Ghazali Abu Aman; Achmad As’ad Abd. Aziz; Atiyatus Syarifah
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of UIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v20i2.8658

Abstract

The kiai figure is very important in the daily life of the Madurese people. So far, the kiai has been a figure who has contributed greatly in various fields, thus making the kiai a figure in power over the future of society. The purpose of this research is to study and analyze the figure of the kiai in Madura from the perspective of Al-Ghazali's theory of power (political) thought, which figure kiai have a big influence on the sustainability of Madurese society, especially in religion and religious rituals and indirectly the figure of kiai has become the ruling leader so far. This type of research is descriptive qualitative research, the data collection technique uses a literacy study approach related to kiai in Madura and Al-Ghazali's (political) thought of power. Furthermore, the data were analyzed through text analysis techniques used to collect and analyze the content of a text, which can be in the form of words, the meaning of images, symbols, ideas, themes and various forms of messages. This research shows that the figure of the kiai in Madura in the perspective of Al-Ghazali's theory of power (political) thought shows that the kiai is in control of all the problems of the Madurese community who defeats government figures and the kiai is also the successor of the prophet's treatise and is the person who dominates in the realm of religion. (Figur kiai menjadi hal yang sangat penting di kehidupan sehari-hari masyarakat Madura. Selama ini, kiai menjadi sosok yang berkontribusi besar diberbagai bidang, sehingga menjadikan kiai sosok yang berkuasa atas masa depan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji dan menganalisis terkait figur kiai di Madura perspektif teori pemikiran kekuasaan (politik) Al-Ghazali, yang mana figur kiai memiliki pengaruh besar terhadap keberlangsungan masyarakat Madura, khususnya dalam beragama dan ritual keagamaan dan secara tidak langsung sosok kiai menjadi pemimpin yang berkuasa selama ini. Penelitian ini jenis penelitian kualitatif deskritif, teknik pengumpulan datanya menggunakan pendekatan studi literasi yang berkaitan dengan kiai di Madura dan pemikiran kekuasaan (politik) Al-Ghazali. Selanjutnya data dianalisis melalui teknik analisis teks yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis muatan sebuah teks, dapat berupa kata-kata, makna gambar, simbol, gagasan, tema dan bermacam bentuk pesan. Penelitian ini menunjukkan bahwa figur kiai di Madura dalam perspektif teori pemikiran kekuasaan (politik) Al-Ghazali menunjukkan, kalau kiai menjadi pemegang kendali atas semua persoalan masyarakat Madura yang mengalahkan figur pemerintah dan kiai juga menjadi penerus dari risalah nabi serta menjadi orang yang mendominasi dalam ranah agama.)