Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

EVALUATION OF THE EFFECTIVENESS OF QRIS IN IMPROVING THE SECURITY OF INCLUSIVE FINANCIAL TRANSACTIONS FOR CULINARY UMKM IN PALEMBANG CITY Rika Fitri Ramayani
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 1 (2026): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/md0scr45

Abstract

Digital transformation in payment systems is an important factor in encouraging transaction security and financial inclusion for Micro, Small and Medium Enterprises. Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) is a Bank Indonesia innovation that aims to simplify safe and inclusive digital payment transactions. This research aims to evaluate the effectiveness of QRIS in increasing the security of inclusive financial transactions for culinary UMKM in Palembang City. The research uses a quantitative approach with a survey method of 100 culinary UMKM who use QRIS. The data were analyzed using validity, reliability, classical assumption tests, and simple linear regression with the help of SPSS. The research results show that the use of QRIS has a positive and significant effect on increasing the security of financial transactions and encouraging financial inclusion for culinary UMKM. These findings indicate that QRIS is effective as a digital payment instrument that supports an inclusive financial ecosystem at the UMKM level.
SMART UMKM FINANCE: MODEL PENGELOLAAN KEUANGAN DIGITAL BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN BISNIS UMKM DI DAERAH TERPENCIL DI PRABUMULIH Rika Fitri Ramayani; Su’aidy Arahman; Sebri Hesinto; Zakaria Harahap; Nurul Khafizah
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 4 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/924g6462

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor strategis yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, sebagian besar UMKM di daerah terpencil, termasuk Kota Prabumulih, masih menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan keuangan, seperti pencatatan manual, rendahnya literasi digital, keterbatasan akses terhadap teknologi keuangan, serta lemahnya kemampuan dalam melakukan analisis kondisi usaha. Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuka peluang baru dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan melalui otomatisasi pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, analisis arus kas, prediksi pendapatan, serta pemberian rekomendasi pengambilan keputusan secara cepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan Artificial Intelligence terhadap pengelolaan keuangan digital dan dampaknya terhadap ketahanan bisnis UMKM di daerah terpencil Kota Prabumulih. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pelaku UMKM yang tersebar pada beberapa kecamatan di Kota Prabumulih. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan responden pelaku UMKM yang telah menggunakan smartphone dalam aktivitas usahanya. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Model penelitian menguji hubungan antara Artificial Intelligence, Literasi Keuangan Digital, Pengelolaan Keuangan Digital, dan Ketahanan Bisnis UMKM. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa pemanfaatan AI berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan digital. Selain itu, pengelolaan keuangan digital diperkirakan mampu meningkatkan ketahanan bisnis melalui peningkatan efisiensi operasional, kualitas pengambilan keputusan, kemampuan adaptasi terhadap perubahan pasar, serta keberlanjutan usaha. Model SMART UMKM Finance yang dikembangkan diharapkan menjadi model digitalisasi keuangan yang adaptif bagi UMKM di daerah terpencil dan dapat dijadikan rekomendasi bagi pemerintah daerah, lembaga keuangan, serta pelaku usaha dalam mempercepat transformasi digital UMKM.