Aswita Emmawati
Universitas Mulawarman

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Proksimat Dari Kombinasi Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dan Buah Sirsak (Annona Muricata L.) Rahmadi Bambang Premadi; Aswita Emmawati; Yulian Andriyani
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kelor mengandung zat gizi makro hingga zat gizi mikro. Sirsak memiliki manfaat untuk kesehatan, berupa kandungan vitamin C yang bermanfaat sebagai antioksidan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh perbandingan daun kelor dan buah sirsak terhadap kukis, proksimat, serat dan kalori kukis. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap 3 kali ulangan dan 2 faktor. Pengolahan data menggunakan anova dan jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji lanjut Duncans Multiple Range Test. Parameter yang dianalisis yaitu kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat, serat, dan kalori. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbandingan daun kelor dan buah sirsak berpengaruh nyata terhadap kadar air, abu, protein, serat dan kalori, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar lemak, dan karbohidrat. Nilai kalori dan jumlah serat kukis pada penelitian ini lebih rendah dibandingkan nilai kalori dan jumlah serat pada kukis komersial.
Penambahan Bubuk Kulit Kayu Bangkal (Nauclea subdita) Dalam Pembuatan Sabun Kesehatan Pada Berbahan Baku VCO (Virgin Coconut Oil) Mechael Jordan; Aswita Emmawati; Marwati
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayu tanaman bangkal (Nauclea subdita) secara tradisional digunakan oleh masyarakat di Kalimantan untuk perawatan wajah. Tanaman bangkal mengandung senyawa-senyawa bioaktif yang bersifat antioksidan dan antimikroba, sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan manfaat sabun bagi kesehatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk kayu bangkal terhadap karakteristik mutu sabun sesuai dengan SNI Sabun. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan dan 3 kali pengulangan. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan bubuk kulit kayu bangkal sejumlah 0, 2, 4, 6 dan 8 g per 100 g bahan sabun. Parameter yang dianalisis adalah kadar air, pH 0,1 persen, kadar bahan tak larut dalam etanol dan kadar alkali bebas. Pengolahan data dilakukan dengan sidik ragam (Anova), dan jika terdapat perbedaan yang signifikan antar perlakuan, maka akan dilakukan uji lanjut dengan menggunakan Duncan's multiple range test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubuk kayu bangkal pada sabun padat VCO berpengaruh nyata terhadap kadar air, pH 0,1 persen, bahan tak larut dalam etanol dan kadar alkali bebas. Penambahan bubuk kayu bangkal akan meningkatkan kadar air, pH 0,1 persen, dan kadar bahan tak larut dalam etanol, serta menurunkan kadar alkali bebas dalam sabun. Penggunaan kayu bangkal sebagai bahan sabun masih membutuhkan pengujian lebih lanjut untuk aspek kelayakan industri dan keamanannya bagi pengguna.
Sensory Response of Durian Lai Tempoyak and Its Potential as A Functional Food Marwati; Selviana Ave Maria Funan; Maulida Rachmawati; Aswita Emmawati; Miftakhur Rohmah; Agustu Sholeh Pujokaroni; Yudha Agus Prayitno; hamka nurkaya
Jurnal Loupe Vol 20 No 01 (2024): June 2024
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v20i01.2999

Abstract

Tempoyak, a fermented food made from durian, is a popular seasoning in Malay communities in Malaysia and Indonesia. Produced using low-quality durian, it serves as an alternative to prevent spoilage. Tempoyak has functional benefits as it contains lactic acid bacteria (LAB), a probiotic providing digestive health benefits. Research on East Kalimantan's durian lai explores its potential for tempoyak production. The study, utilizing a Completely Randomized Design, examined salt concentrations and fermentation times. Optimal quality was achieved with a 5% salt concentration and a 7-day fermentation period, yielding favorable organoleptic results, with "liked" ratings for color and texture, and "somewhat liked" for aroma and taste. The hedonic quality included an orange-yellow color, sour aroma, salty taste, and soft texture. The total LAB reached 4.1 x 108 CFU/g, meeting probiotic criteria, with a pH of 3.85.