Agustu Sholeh Pujokaroni
Agricultural Product Technology Program, Faculty Of Agriculture, Mulawarman University, East Kalimantan, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sintesis dan karakterisasi sodium karboksimetil selulosa dari serabut kelapa sawit Agustu Sholeh Pujokaroni; Djagal Wiseso Marseno; Yudi Pranoto
Journal of Tropical AgriFood Volume 3, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.3.2.2021.6656.101-113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode pembuatan CMC dari serabut buah kelapa sawit (SBS). Dua tahapan percobaan dilakukan, yaitu penyiapan selulosa dari SBS dan pembuatan CMC menggunakan selulosa SBS dari perlakuan terpilih. Percobaan tahap pertama merupakan percobaan faktor tunggal (konsentrasi NaOH 5,0-17,5%), sedangkan percobaan tahap kedua merupakan percobaan faktorial (konsentrasi NaOH 5-20%, dan kadar Natrium monokhloro asetat/NaMCA 3-7 g). Setiap perlakuan diulang lima kali. Parameter yang diamati pada percobaan tahap pertama adalah rendemen, kadar selulosa, kadar air, dan kadar abu. Parameter yang diamati pada percobaan tahap kedua adalah hasil, kadar air, kemurnian, kelarutan, viskositas, dan derajat substitusi. CMC SBS dengan karakter terbaik dari percobaan kedua kemudian dianalisis dengan sinar-X dan FTIR. Kecuali data difraksi sinar-X dan spektrum FTIR yang dianalisis secara deskriptif, data lainnya dianalisis dengan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penyiapan selulosa dari SBS dengan formula 5% w/v dalam 15% NaOH merupakan metode paling potensial (rendemen dan kadar selulosa bertuut-turut adalah 25,50% dan 63,34%) dan dipilih sebagai metode penyiapan selulosa SBS. Pada percobaan CMC dari selulosa SBS, ditunjukkan bahwa konsentrasi NaOH dan kadar NaMCA serta interaksinya memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap hasil, kadar air, kemurnian, kelarutan, viskositas, dan derajat substitusi CMC. Metode penyiapan CMC menggunakan formula 5 g selulosa SBS dalam sistem 100 mL isopropanol dan 20 mL 15% NaOH dan 6 gram NaMCA merupakan metode potensial yang menghasilkan CMC SBS dengan karakteristik derajat substitusi 1,19, viskositas 4,1 cps, dan kelarutan 60,25%. Hasil, kemurnian, dan kadar air CMC SBS yang dihasilkan berturut-turut adalah 156,35%, 86,44%, dan 11,83%. CMC SBS yang dihasilkan tersebut mempunyai karakter difraksi sinar-X dan spektrum FTIR yang serupa dengan tepung selulosa dan CMC komersial.
STUDI PENDAHULUAN: PENGUJIAN ALAT PENGEPRES BUAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DENGAN VARIASI LAMA PENGUKUSAN DAN PENGEPRESAN Panggulu A.R. Utoro; Wiwit Murdianto; Agustu Sholeh Pujokaroni; Yulian Andriyani; Maghfirotin Marta Banin; Dwi Sulistiawan; Muhammad Rinaldy Rahmansyah
Cannarium Vol 21, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v21i2.6969

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi dampak durasi pengukusan dan penekanan pada kinerja alat pengepres buah kelapa sawit (kapasitas 5 kg) dalam produksi minyak kelapa sawit mentah (CPO). Pengujian melibatkan kombinasi durasi pengukusan buah kelapa sawit (15, 30, dan 45 menit) dan durasi pengepresan (10 dan 15 menit). Berdasarkan hasil uji menggunakan umpan buah kelapa sawit sebanyak 3 kg, diperoleh rata-rata hasil rendemen padatan sekitar 79,44%. Rata-rata volume CPO yang dihasilkan adalah sekitar 9,42%, dengan hasil minyak tertinggi pada kombinasi 45 menit pengukusan dan 15 menit pengepresan, menghasilkan sekitar 410 ml. Persentase CPO dari proses penyaringan adalah 74,93%, sementara viskositas rata-rata CPO sekitar 30,72 Mp.S, dengan kadar air sebesar 5,80%. Intensitas warna tertinggi dicapai pada kombinasi 30 menit pengukusan dan 15 menit pengepresan, dengan nilai sekitar 0,26 pada panjang gelombang pengujian 600 nm. Nilai analisis warna rata-rata untuk L* (kecerahan), a* (merah), dan b* (kuning) adalah sekitar 19,70, 7680,00, dan 6287,06. Untuk penelitian masa depan, hasil ini dapat dimanfaatkan dalam produksi Minyak Sawit Merah.
Sensory Response of Durian Lai Tempoyak and Its Potential as A Functional Food Marwati; Selviana Ave Maria Funan; Maulida Rachmawati; Aswita Emmawati; Miftakhur Rohmah; Agustu Sholeh Pujokaroni; Yudha Agus Prayitno; hamka nurkaya
Jurnal Loupe Vol 20 No 01 (2024): June 2024
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v20i01.2999

Abstract

Tempoyak, a fermented food made from durian, is a popular seasoning in Malay communities in Malaysia and Indonesia. Produced using low-quality durian, it serves as an alternative to prevent spoilage. Tempoyak has functional benefits as it contains lactic acid bacteria (LAB), a probiotic providing digestive health benefits. Research on East Kalimantan's durian lai explores its potential for tempoyak production. The study, utilizing a Completely Randomized Design, examined salt concentrations and fermentation times. Optimal quality was achieved with a 5% salt concentration and a 7-day fermentation period, yielding favorable organoleptic results, with "liked" ratings for color and texture, and "somewhat liked" for aroma and taste. The hedonic quality included an orange-yellow color, sour aroma, salty taste, and soft texture. The total LAB reached 4.1 x 108 CFU/g, meeting probiotic criteria, with a pH of 3.85.