Mufid Mufid
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH WAKTU DAN SUHU PIROLISIS TERHADAP MUTU BRIKET DARI LIMBAH PADAT GONDORUKEM Nabilla Sagita Ramadha; Rizkia Rismalina Nur Azizah; Mufid Mufid
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4180

Abstract

Kebiasaan masyarakat menggunakan satu jenis sumber energi fosil masih sering dijumpai di Indonesia. Industri penghasil gondorukem dari getah pinus menghasilkan limbah padat yang belum diolah secara maksimal. Limbah padat gondorukem terdiri dari dedaunan, ranting, serpihan kayu, getah, dan terpentin. Adapun solusi untuk mengolah limbah ini dan untuk mengganti kebiasaan masyarakat tersebut adalah dengan mengubahnya menjadi energi terbarukan berupa briket. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan pengaruh lamanya waktu dan suhu pirolisis terhadap mutu briket dari limbah padat gondorukem, serta menentukan perbandingan mutu briket dengan SNI 01-6235-2000. Pembuatan briket dilakukan dengan pengeringan bahan selama 12 jam, pengarangan dengan metode pirolisis, penghancuran arang, dan pencetakan. Variabel yang digunakan yaitu waktu (30 menit, 60 menit, 90 menit) dan suhu (250°C, 300°C, 350°C) pirolisis. Dari hasil percobaan didapatkan semakin tinggi suhu pirolisis, maka semakin tinggi kadar abu, kadar zat terbang, dan nilai kalor, serta semakin rendah kadar air dan kadar karbon terikat Semakin lama waktu pirolisis, maka semakin tinggi kadar abu dan kadar zat terbang, serta semakin rendah kadar air, kadar karbon terikat, dan nilai kalor. Beberapa briket memenuhi standar mutu SNI 01-6235-2000. Pada mutu kadar air, kadar zat terbang, dan nilai kalor briket limbah padat gondorukem telah memenuhi standar. Sedangkan pada mutu kadar abu dan karbon terikat briket tidak memenuhi standar.
STUDI LITERATUR KARAKTERISTIK BRIKET DENGAN PERBEDAAN RASIO CAMPURAN ARANG TEMPURUNG KELAPA DAN BIOMASSA LAINNYA Mochammad Agung Indra Iswara; Asalil Mustain; Mufid Mufid; Prayitno Prayitno
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4466

Abstract

Kebutuhan energi dapat dipenuhi dengan mencari sumber energi alternatif yang efisien dan terbarukan. Briket sebagai sumber energi terbarukan merupakan energi alternatif yang berasal dari sisa bahan organik padat dan mempunyai nilai kalor yang tinggi. Banyaknya penelitian briket dengan berbagai bahan baku biomasa dan berbagai rasio tertentu akan menghasilkan spesifikasi briket yang beragam, oleh karena itu perlu kajian mendalam dengan membandingkan nilai kalor, kadar air dan kadar abu pada masing-masing bahan baku briket terhadap spesifikasi yang sesuai dengan SNI 01-6235-2000. Metodologi yang digunakan adalah dengan melakukan studi literatur yang terdiri atas pengumpulan jurnal dan referensi, melakukan analisis dan pengumpulan data, membuat jurnal ilmiah, menganalisis data, serta menarik kesimpulan dan rekomendasi. Hasil kajian yang diperoleh adalah briket dengan kualitas terbaik dengan campuran arang kelapa dan sabut kelapa dengan nilai kalor 6211 kalori/gram, kadar air 5,39% dan kadar abu 2,86%, sedangkan campuran tempurung kelapa dengan kulit durian memiliki nilai kalor sebesar 6847,31 kalori/gram, nilai kadar air dan abu dibawah 8% dan tempurung kelapa dengan kayu madan memiliki nilai kalor 6425 kalori/gram, nilai kadar air dan abu dibawah 8%. Sehingga disimpulkan briket dengan campuran tempurung kelapa dan sabut kelapa memiliki kadar air dan abu lebih baik namun memiliki nilai kalor lebih rendah dibanding campuran tempurung kelapa dengan kulit durian dan kayu madan.
ANALISIS PERHITUNGAN LUAS PEMANASAN JUICE HEATER I PADA STASIUN PEMURNIAN Aliyatus Diva Aurora; Faarisa Nurjihaan Bratastuti; Mufid Mufid; Pandu Jatir Ramadhan
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i2.5212

Abstract

Stasiun pemurnian adalah suatu proses pemisahan dan pengendapan kotoran hingga diperoleh nira dengan kemurnian yang cukup tinggi dan dapat mempengaruhi mutu gula yang dihasilkan sesuai dengan mutu yang telah ditetapkan. Dalam stasiun pemurnian di pabrik gula untuk memanaskan nira mentah menggunakan alat yang bernama juice heater. Fungsi alat tersebut yaitu meningkatkan suhu nira mentah dan meningkatkan konsentrasi gula serta memperbaiki kualitas sebelum dilanjutkan pada tahap pemurnian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai luas permukaan pemanas secara optimal pada alat pemurnian juice heater karena pengaktifan alat yang berlebih dapat meningkatkan pengeluaran energi yang berlebih dan menambah biaya produksi.  Analisis perhitungan dilakukan dengan cara observasi secara langsung di industri dan dilakukan perhitungan menggunakan MS-EXCEL. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan perhitungan secara teoritis data masih memenuhi untuk 4 unit juice heater dengan 2 unit sebagai cadangan dan kebutuhan luas pemanas pada Juice heater I yaitu sebesar 198,1367 m2.
PERHITUNGAN EFISIENSI PANAS PADA HEAT RECOVERY STEAM GENERATOR DI PT PLN INDONESIA POWER UBP GRATI Yulia Santi; Rihhadatul 'Aisy Ansori; Mufid Mufid; Hayuk Dwi Arti
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i1.6872

Abstract

PLN Indonesia Power UBP Grati bergerak di bidang pembangkitan listrik menggunakan gas dan uap. PLTGU Grati menggunakan Heat Recovery Steam Generator (HRSG) untuk menghasilkan uap panas (steam). HRSG merupakan alat boiler yang berasal dari sisa gas buang turbin yang digunakan untuk memanaskan air, kemudian diubah menjadi uap dengan suhu dan tekanan yang tinggi. Turbin uap (steam turbine) memanfaatkan uap tersebut untuk menjalankan proses. Penggunaan HRSG meningkatkan efisiensi bahan bakar pada unit turbin gas (GT) dan sangat efektif untuk menjalankan turbin uap (ST). Kapasitas produksi uap dari HRSG bergantung pada kapasitas energi panas, termasuk gas buang dari unit GT. HRSG berperan penting dalam pembangkitan listrik di PLTGU. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung efisiensi panas HRSG yang dapat meningkat jika kehilangan panas ke atau dari lingkungan. Perhitungan efisiensi panas HRSG dilakukan secara kuantitatif yaitu dengan mengumpulkan data dari Central Control Room (CCR). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa ketika laju aliran energi yang diperlukan untuk mengubah air menjadi uap panas adalah 73,55802 MW dan laju aliran energi gas buang HRSG adalah 118,3423 MW, sehingga efisiensi HRSG optimal adalah 62,16%. Efisiensi HRSG dapat menurun akibat kondisi kurang baik pada dinding HRSG, penyumbatan pada pipa-pipa HRSG, dan korosi akibat pengendapan sulfur.
STUDI LITERATUR PENENTUAN METODE PENGOLAHAN LIMBAH YANG EFISIEN UNTUK LIMBAH CAIR BATIK Rihhadatul 'Aisy Ansori; Mufid Mufid
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i1.6876

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki keragaman budaya yang sangat banyak. Salah satu budaya yang sering ada di masyarakat adalah batik. Batik sangat digemari oleh generasi muda karena fashion batik mengikuti selera anak muda. Dari hal tersebut industri batik semakin meningkat di Indonesia. Berkembangnya industri batik di Indonesia menjadikan tantangan bagi lingkungan sekitar terhadap limbah industri batik. Tujuan dari studi literatur ini untuk menentukan metode yang cocok digunakan dalam pengolahan limbah batik yang efisien dari segi hasil proses maupun ekonomi. Proses terbaik terdiri dari penurunan kadar berbahaya COD dan BOD, serta harga yang ekonomis. Hasil pembahasan menunjukan metode yang cocok digunakan adalah metode adsorpsi, karena metode adsorpsi sangat efisien untuk menurunkan kadar berbahaya dari limbah batik seperti  COD dan BOD. Selain itu metode ini cukup ekonomis atau murah dikarenakan bahan yang mudah ditemui disekitar kita, serta proses nya secara batch dapat digunakan pada lahan yang tidak cukup luas. Sehingga industri atau pengrajin batik dapat mengolah limbah nya sendiri sebelum dibuang ke lingkungan.