Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGALAMAN PERAWAT DALAM MERAWAT PASIEN COVID-19 DI RUANG ISOLASI RSUD BALARAJA Kristina Everentia Ngasu; Nabilla Ainiyyah; Zahrah Maulidia Septimar
Nusantara Hasana Journal Vol. 2 No. 8 (2023): Nusantara Hasana Journal, January 2023
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVID-19 has placed a huge burden on the health care system, especially on health workers who are directly involved in handling COVID-19 patients. One of the burdens experienced by health workers is mental disorders such as anxiety, fear, stress, depression, panic, sadness, frustration, anger, and denial. Objective of this study to find out the Experience of Nurses in Caring for COVID-19 Patients in the Isolation Room of the Balaraja Hospital. The method used is qualitative research. The data analysis in this study used a verbatim script. Verbatim identification of key questions. Researchers carried out an internal interpretation process, data analysis tables, Participants' experiences. Psychological changes experienced by participants can be seen from the participants' expressions which stated that they were anxious about being exposed. the Covid-19 virus, the role and support received by participants can be seen from the participants' expressions which state that support from the family plays an important role in carrying out their duties as nurses for Covid-19 patients. Nurses get a lot of new experiences, such as new knowledge about Covid-19 and life experience.
Hubungan Perilaku Menetap dan Aktivitas Fisik terhadap Kualitas Hidup Pasien DM Tipe 2 di RSUD Kabupaten Tangerang Cicirosnita Jayadi Idu; Fadly Ikhyanuddin; Kristina Everentia Ngasu
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 6 No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v6i2.2415

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang berdampak signifikan terhadap penurunan kualitas hidup pasien. Perilaku menetap (sedentary behavior) dan rendahnya aktivitas fisik merupakan faktor risiko yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut. Tujuan: Mengetahui hubungan antara perilaku menetap dan aktivitas fisik dengan kualitas hidup pasien diabetes mellitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Tangerang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional melibatkan 270 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner perilaku menetap, aktivitas fisik, dan kualitas hidup. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi a = 0,05. Hasil: Mayoritas responden berusia 46–55 tahun (30,7%), berjenis kelamin perempuan (57,4%), tidak bekerja (58,9%), dan memiliki lama menderita diabetes 1–5 tahun (45,9%). Sebanyak 58,9% responden memiliki perilaku menetap tinggi, 42,2% aktivitas fisik rendah, dan 60,0% kualitas hidup kurang baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku menetap dengan kualitas hidup (p < 0,001) serta antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup (p < 0,001). Kesimpulan: Perilaku menetap dan aktivitas fisik berhubungan secara signifikan dengan kualitas hidup pasien diabetes mellitus tipe 2. Upaya intervensi kesehatan perlu difokuskan pada pengurangan perilaku menetap dan peningkatan aktivitas fisik untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Bullying Dengan Perilaku Bullying Pada Remaja di SMPN 1 Curug Nabila Putri; Suwardiman; Kristina Everentia Ngasu
Jurnal Dunia Ilmu Kesehatan (JURDIKES) Vol. 2 No. 2 (2024): JURDIKES - DESEMBER
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jurdikes.v2i2.552

Abstract

Pendahuluan: Bullying adalah masalah psikososial yang melibatkan menghina dan merendahkan orang lain secara berulang yang berdampak negatif terhadap pelaku dan korban bullying dengan pelaku memiliki kekuatan yang lebih besar daripada korban. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang bullying dengan perilaku bullying pada remaja di SMPN 1 Curug. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 205 responden yang ditentukan dengan teknik stratified random sampling. Analisa Data: Menggunakan uji korelasi Spearman’s Rank. Hasil dan Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05 sehingga H₀ ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang bullying dengan perilaku bullying pada remaja di SMPN 1 Curug.
The Relationship Between Family Support and Self-Efficacy on Treatment Compliance in Type 2 Diabetes Mellitus Patients at RSUD Kabupaten Tangerang Fadila Fira Damayanti; Cicirosnita Jayadi Idu; Kristina Everentia Ngasu
INDOGENIUS Vol 5 No 3 (2026): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v5i3.1131

Abstract

Background & Objective: Type 2 Diabetes Mellitus is a chronic disease that requires long-term treatment. Treatment compliance is influenced by including family support and self-efficacy. To determine the relationship between family support and self-efficacy with treatment compliance in Type 2 Diabetes Mellitus patients. Method: This quantitative study with a cross-sectional design involved 270 patients with Type 2 Diabetes Mellitus who were undergoing treatment. The sampling technique was purposive sampling. Data analysis was performed using the chi-square test. Result: The analysis showed that the majority of Diabetes Mellitus patients had high family support 147 (54.4%), high self-efficacy 140 (51.9%), and high treatment compliance 159 (58.9%). The chi-square test results showed a p-value <0.001 (p <0.05) which means they are interrelated. Conclusion: Family support and self-efficacy are closely related to medication adherence. The higher the family support and self-efficacy, the higher the adherence to medication. This indicates a relationship between family support and self-efficacy on medication adherence in Type 2 Diabetes Mellitus patients at Tangerang Regency Hospital.
Literatur Review: Pengaruh Senam Kaki Diabetes terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Melitus: Literature Review: Effect of Diabetic Foot Exercises on Reducing Blood Sugar Levels in Patients with Diabetes Mellitus Nilam Sekar Rahayu; Nadila Hamda Prihatni; Rezza Yuliyan; Meynur Rohmah; Kristina Everentia Ngasu
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 9 (2026): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i9.567

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak dikendalikan dengan baik. Senam kaki diabetes merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang sederhana dan dapat membantu pengendalian kadar glukosa darah melalui peningkatan aktivitas otot, sirkulasi perifer, dan pemanfaatan glukosa. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh senam kaki diabetes terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Metode: Penelitian dilakukan secara  literature review dengan data sekunder dari artikel ilmiah yang diperoleh melalui Google Scholar, PubMed, DOAJ, dan ResearchGate. Pencarian dilakukan menggunakan kata kunci terkait senam kaki diabetes, kadar gula darah, dan diabetes melitus, dengan rentang publikasi 2021–2026. Sebanyak 79 artikel ditemukan dan setelah proses identifikasi, penyaringan, serta seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 10 artikel untuk dianalisis. Hasil: Hasil telaah menunjukkan seluruh penelitian yang dianalisis melaporkan penurunan kadar gula darah setelah intervensi. Durasi yang paling banyak digunakan adalah 30 menit per sesi, sedangkan lama intervensi yang paling banyak diterapkan adalah 1 minggu. Penurunan rata-rata kadar gula darah dari sepuluh penelitian sebesar 28,68 mg/dL, dengan penurunan terbesar 54,36 mg/dL dan terendah 7 mg/dL. Kesimpulan: Senam kaki diabetes berpengaruh positif terhadap penurunan kadar gula darah dan dapat dipertimbangkan sebagai intervensi nonfarmakologis pendamping dalam pengelolaan diabetes melitus.