Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IMPLEMENTATION OF INVENTORY OF REGULATIONS, CONTROL OF LAND OWNERSHIP AND USE (IP4T) AT SIMPANG GAJAH MENTAH VILLAGE, SUNGAI RAYA DISTRICT, EAST ACEH MUNICIPALITY Enny Mirfa; Fatimah Fatimah
Global Science Society Vol 4 No 2 (2022): Global Science Society (GSS) Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM dan PM Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/gss.v4i2.1519

Abstract

Joint arrangement of the Minister of State in the Republic of Indonesia, the Minister of Forestry of the Republic of Indonesia, General Workers of the Republic of Indonesia, and Head of the Republic of Indonesia's Land Agency No. 79 of 2014, PB3/MENHUT-II/2014, 17PRT/M/2014, 8/SKB/X/2014 concerning procedures for settling land authorities in forest areas, is the basis for implementing the inventory of ownership, ownership, use and land use (IP4T) by the IP4T team in the context of completing land tenure within the forest area. The IP4T activity is a National Priority activity in the framework of supporting agrarian reform so that this activity must have a successful implementation which is one of the activities in the framework of achieving the fifth goal of the Jokowi-Jk Government's Vision and Mission, namely carrying out 9 million hectares of agrarian reform for the peasants / farm workers . In Gampong Simpang Gajah raw Sungai raya sub-district there are people who have mastered the land, but there is no land certification as proof of land ownership, therefore the East Aceh Land Agency through the IP4T program so that the community can issue their land certificates.
PENGADAAN MUKENA DAN SARUNG DI DESA SEUNEUBOK CANTEK KECAMATAN MANYAK PAYET KABUPATEN ACEH TAMIANG Enny Mirfa; Tiara Nadila Fitriani
Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (Mardika) Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (MARDIKA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/mardika.v4i1.14516

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemenuhan kebutuhan sarana ibadah masyarakat pascabencana banjir di Desa Seuneubok Cantek, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi melalui dokumentasi digital, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program dengan melibatkan dosen, mahasiswa, dan pemerintah desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyaluran bantuan berupa mukena dan sarung berhasil dilaksanakan secara tepat sasaran dan mendapat respons positif dari masyarakat. Bantuan tersebut mampu meningkatkan kenyamanan dan kelayakan masyarakat dalam melaksanakan ibadah, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat solidaritas sosial serta memberikan dukungan moral bagi masyarakat terdampak bencana. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pengadaan perlengkapan ibadah merupakan bentuk intervensi yang efektif dalam mendukung pemulihan masyarakat secara spiritual dan sosial, sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas ibadah dengan layak dan nyaman.
Kesadaran Hukum Masyarakat tentang Isbat Nikah sebagai Upaya Mewujudkan Kepastian Hukum dalam Perkawinan (Studi Kasus Desa Kemuning Kota Langsa) Enny Mirfa; Suwastika Rahmadhani; Nazwa Amanadita
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.23845

Abstract

Isbat nikah merupakan mekanisme hukum yang disediakan negara untuk melegalkan perkawinan yang belum tercatat secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA). Melalui isbat nikah, pasangan suami istri memperoleh kepastian hukum atas status perkawinannya sehingga hak dan kewajiban hukum dalam keluarga dapat terlindungi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesadaran hukum masyarakat Desa Kemuning, Kota Langsa, terhadap pentingnya isbat nikah sebagai upaya mewujudkan kepastian hukum dalam perkawinan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis empiris dengan pendekatan sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, yang berkaitan dengan praktik isbat nikah di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Desa Kemuning masih memiliki kesadaran hukum yang rendah terhadap pentingnya pencatatan perkawinan. Banyak pasangan yang hanya melaksanakan nikah secara agama tanpa mengurus pencatatan di KUA, karena faktor ekonomi, kurangnya pengetahuan hukum, serta pengaruh budaya yang menganggap cukup sah secara agama. Rendahnya kesadaran hukum tersebut berdampak pada ketidakpastian status hukum keluarga dan anak. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif pemerintah dan lembaga keagamaan dalam memberikan sosialisasi dan penyuluhan hukum agar masyarakat memahami pentingnya isbat nikah untuk mewujudkan kepastian hukum dalam perkawinan.
Mekanisme Isbat Nikah di Mahkamah Syar’iah Kualasimpang: Prosedur, Pertimbangan Hukum, dan Implikasi Sosial Enny Mirfa; Mira Wahyuni; Zesi Antika; Anggriani
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.23909

Abstract

Mekanisme proses isbat nikah di Mahkamah Syar’iyah Kualasimpang sebagai upaya legalisasi pernikahan yang sah menurut agama namun belum tercatat secara resmi oleh negara. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis prosedur pengajuan, tahapan persidangan, faktor-faktor yang mempengaruhi pengabulan atau penolakan permohonan isbat nikah, serta implikasi hukum dan sosial dari putusan isbat nikah. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis empiris dan normatif, dengan pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara, serta kajian dokumen hukum dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses isbat nikah berjalan secara sistematis dan transparan, yang melindungi hak hukum keluarga dan memperkuat ketertiban administrasi kependudukan. Pengabulan isbat nikah bergantung pada kelengkapan bukti dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku, sementara penolakan biasanya disebabkan oleh kurangnya bukti atau pelanggaran hukum seperti pernikahan di bawah umur tanpa dispensasi. Isbat nikah berimplikasi signifikan dalam memberikan kepastian hukum bagi pasangan dan anak-anak, serta mengurangi potensi konflik keluarga dan mendukung kebijakan nasional dalam administrasi kependudukan. Saran penelitian adalah perlunya peningkatan sosialisasi dan integrasi antar lembaga untuk mempermudah akses masyarakat terhadap layanan isbat nikah, serta penguatan aspek pengawasan terhadap syarat dan prosedur hukum guna menjamin perlindungan keluarga secara optimal.