Fitriani Fitriani
Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN IMPLEMENTASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI DESA BENTE WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMBOWA safrin hardiansah; Rininta Andriani; Fitriani Fitriani
Kampurui Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023): Kampurui Jurnal Kesehatan Masyarakat (KJKM) The Journal of Public Health
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/kjkm.v5i1.1005

Abstract

The low implementation PHBS in households Bente Village can be influenced by lack of understanding and lack of public awareness of PHBS program. This study aims to describe implementation of PHBS in form delivery assistance by health workers, exclusive breastfeeding, weighing infants and toddlers, using clean water, washing hands with water and soap, using healthy latrines, eradicating mosquito larvae, eating fruits and vegetables every day,  do physical activity every day, do not smoke. This type of research uses quantitative methods with a descriptive approach. Population is 116 people and sample is 116 people and sampling method is total sampling. Research data collection consisted of primary data obtained by questionnaire and secondary data obtained from records. Data processing is computerized using SPSS program. Analysis is univariate analysis, which is to see appearance of frequency distribution of each variable studied. Results obtained implementation of PHBS is 20.7%, delivery assistance health workers is 100%, exclusive breastfeeding is 62.9%, weighing infants and toddlers is 57.8%, using clean water is 100%, washing hands with water by 68.1%, using healthy latrines by 100%, eradicating mosquito larvae by 66.4%, eating fruit and vegetables every day by 67.2%, doing physical activity every day by 100%, not smoking by 39. ,7%. Conclusion shows that community in Bente Village, Kambowa Health Center Working Area, does not implement PHBS implementation. Suggestions for need for health workers to improve services for PHBS activities and need for families to increase knowledge so that they are able to carry out daily PHBS.
Hubungan Sanitasi Dasar dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Meomeo Kota Baubau Fitriani Fitriani; Hasrullah Hasrullah; Muhamad Subhan; Rininta Andriani
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v5i1.1737

Abstract

Diare masih menjadi masalah kesehatan utama pada balita dan berkaitan erat dengan kondisi sanitasi lingkungan. Di wilayah kerja Puskesmas Meomeo Kota Baubau yang melayani 19.303 jiwa dengan jumlah balita sebanyak 1.706, tercatat 124 kasus diare pada balita selama periode 2024–2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan sanitasi dasar rumah tangga dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Meomeo Kota Baubau. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada November–Desember 2025. Sampel berjumlah 95 balita usia 12–59 bulan yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Variabel penelitian meliputi kualitas dan ketersediaan air bersih, kepemilikan dan kelayakan jamban sehat, sistem pembuangan limbah cair rumah tangga, serta pengelolaan sampah rumah tangga. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Prevalence Ratio (PR) dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas dan ketersediaan air bersih (PR=6,60; 95%CI=4,09–10,66; p<0,001), kepemilikan dan kelayakan jamban sehat (PR=10,14; 95%CI=3,88–26,53; p<0,001), sistem pembuangan limbah cair rumah tangga (PR=10,66; 95%CI=4,52–25,13; p<0,001), serta pengelolaan sampah rumah tangga (PR=6,60; 95%CI=4,09–10,66; p<0,001) dengan kejadian diare pada balita. Disimpulkan bahwa seluruh komponen sanitasi dasar rumah tangga berhubungan signifikan dengan kejadian diare pada balita. Peningkatan akses air bersih, perbaikan jamban sehat, pengelolaan limbah cair, dan pengelolaan sampah rumah tangga perlu diperkuat untuk menurunkan kejadian diare pada balita.