p-Index From 2021 - 2026
2.189
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Silvarum
Hard N. Pollo, Hard N.
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Silvarum

Penilaian Kualitas Sumberdaya Alam di Kawasan Gunung Sahendaruman Kecamatan Tamako, Kepulauan Sangihe: Capung Jarum Sebagai Bioindikator Manurung, Parulian; Pollo, Hard N.; Koneri, Roni C.
Silvarum Vol. 2 No. 2 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i2.50886

Abstract

Capung merupakan salah satu komponen keanekaragaman hayati yang dapat berperan sebagai bioindikator pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis capung yang dapat berperan sebagai bioindikator dan menganalisis kualitas sumber daya alam menggunakan Family Biotic Index (FBI) di kawasan Gunung Sahendaruman, Kecamatan Tamako, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive random sampling. Penelitian ini dilakukan di bantaran sungai di kawasan Gunung Sahendaruman yang terdiri dari tiga tipe habitat yaitu di hutan sekunder, perkebunan dan pemukiman. Untuk setiap habitat, dibuat tiga transek garis dengan panjang 100 meter. Komposisi capung yang diperoleh terdiri dari 4 famili, 15 spesies dan 547 individu. Famili dengan spesies yang paling banyak ditemukan adalah Platycnemididae. Spesies yang memiliki kelimpahan tertinggi Rhinocypha frontalis dan Teinobasis sp. Indeks kemerataan dan indeks keanekaragaman jenis capung jarum di habitat hutan sekunder lebih tinggi dibandingkan di perkebunan dan pemukiman. Nilai Family Biotic Index (FBI) pada hutan sekunder dan perkebunan adalah 4,55 dan 4,31 tergolong baik dengan tingkat pencemaran terpolusi beberapa bahan organik. Sedangkan tipe ekosistem pemukiman dengan nilai 6,58 tergolong buruk. Spesies yang dapat digunakan sebagai bioindikator adalah Proposticta simplicinervis, Prodasineura autumnalis, Celebargiolestes orri, Teinobasis rufithorax.
Penilaian Sumberdaya Alam di Sekitar Danau Pulisan, Linow dan Tampusu, Kota Tomohon, Sulawesi Utara: Capung (Odonata) sebagai Biondikator Kaligis, Kevin Hiskia; Pollo, Hard N.; Tulung, Max
Silvarum Vol. 2 No. 2 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i2.50890

Abstract

Capung (Ordo Odonata) merupakan salah satu kelompok serangga yang memiliki keanekragaman yang sangat tinggi. Capung mudah dikenali dari tubuhnya yang khas, memiliki sayap dua pasang, licin tanpa bulu maupun sisik umumnya berwarna terang dengan corak beragam. Faktor-faktor tersebut akan menjadi pembatas penyebaran beberapa spesies capung, terutama spesies capung endemik yang memiliki faktor fisik yang spesifik. Kondisi fisik habitat yang optimal akan mempengaruhi keberadaan spesies capung. Tujuan penelitian ini menghitung jumlah species capung, jumlah tumbuhan, mengukur temperatur air, temperatur udara, kekeruhan air, pH air, total partikel terlarut TDS, menganlisis jenis-jenis capung (Odonata) yang bertindak sebagai bioindikator dan menentukan status kualitas air berdasarkan Family Biotic Index FBI. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa species capung yang diperoleh berjumlah 13 species, diantaranya di Danau Linow 8 species dan di Danau Pulisan 5 species. Tumbuhan penyusun ditemukan di Danau Pulisan, Linow dan tampusu yaitu 21 jenis. Hasil perhitungan jumlah total famili dari FBI yaitu 7,94 buruk sekali terpolusi berat bahan organik. Danau Linow bedasarkan FBI terdapat 2 famili Ceonagrionidae dan Libellulidae. Hasil perhitungan jumlah total family dari FBI yaitu 7,84 tingkat pencemaran buruk sekali terpolusi berat bahan organik.
Evaluasi Keberhasilan Kegiatan RHL pada Hutan Produksi Torout di Desa Tambelang, Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan Sabtu, M. Sadman; Pollo, Hard N.; Nurmawan, Wawan
Silvarum Vol. 4 No. 3 (2025): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v4i3.63649

Abstract

Hutan Produksi merupakan kawasan hutan yang diperuntukkan guna memproduksi hasil hutan, untuk memenuhi keperluan masyarakat, industri, dan ekspor. Untuk keperluan pengusahaan ini dikenal tiga macam hutan produksi, yaitu hutan produksi tetap, hutan produksi terbatas dan hutan produksi yang dapat dikonversi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan persen tumbuh tanaman di hutan produksi Torout Desa Tambelang Kecamatan Maesaan Kabupaten Minahasa Selatan pada bulan November-Desember 2024 dengan menggunakan Metode Sistematis Sampling. BPDAS Tondano berperan dalam kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan. Tingkat keberhasilan tanaman dalam kegiatan RHL di Hutan Produksi Torout Desa Tambelang Kecamatan Maesaan Kabupaten Minahasa Selatan dengan luas 100 ha mencapai 75,45 %. Terdapat 2 jenis tanaman yang ditanam yaitu, tanaman pokok berupa nantu (Palaquium obtusifolium) dan cempaka (Magnolia champaca) serta tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) berupa alpukat (Persea americana), duku (Lansium domesticum), pala (Myristica fragrans), durian (Durio zibethinus), matoa (Pometia pinnata), dan kopi (Coffea Sp). Terdapat 8 kelas pengelompokan tinggi mulai dari 20 - 60 cm hingga 300 - 340 cm dengan kelas tinggi 60 - 100 cm merupakan kelas yang paling dominan, mencakup 28,04 % dari total tanaman yang diamati.
Penilaian Keberhasilan Program Pemeliharaan Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan di Resort Dumoga Utara, Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Bawanda, Febriano Rinaldi; Pollo, Hard N.; Nurmawan, Wawan
Silvarum Vol. 4 No. 3 (2025): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v4i3.63826

Abstract

Degradasi pada Daerah Aliran Sungai (DAS) disebabkan oleh penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan prinsip konservasi tanah dan air sehingga mempengaruhi fungsi hidrologi suatu kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tanaman yang berhasil tumbuh, menganalisos tingkat keberhasilan dan presentase tumbuh tanaman pada kegiatan RHL di kawasan Resort Dumoga Utara. Tingkat keberhasilan tanaman dalam kegiatan RHL di kawasan Resort Dumoga Utara Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dengan luas 100 ha mencapai 76,256 %. Terdapat 2 jenis tanaman yang ditanam yaitu, tanaman pokok berupa nantu (Palaquium obtusifolium) dan cempaka (Magnolia champaca) serta tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) berupa pala, durian, matoa, kemiri, dan alpukat. Terdapat 11 rentang tinggi yang dikelompokan, mulai dari 0-20 cm hingga 201-220 cm. Terlihat bahwa kelas tinggi 21-40 cm merupakan kelas yang paling dominan, mencakup 40,52% dari total tanaman yang diamati. Hasil ini menunjukan bahwa tingkat keberhasilan tanaman pada kegiatan RHL dianggap berhasil.