Muhammad Hasyim
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERAN HABIB MUHAMMAD BIN ANIES DALAM KEBERLANGSUNGAN AKTIVITAS KEAGAMAAN MAJELIS RASULULLAH DI MASA PANDEMI Abdul Muntaqim Al Anshory; Ma'rifatul Munjiah; Muhammad Hasyim
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2022): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v7i2.1975

Abstract

Dewasa ini aktivitas dakwah berbasis komunitas habaib semakin marak dan cenderung menjadi tren.  Meskipun dalam masa pandemi beberapa komunitas masih berjalan, termasuk Majelis Rasulullah kota Malang. Keberlangsungan dan keberhasilan majelis tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan Habib sebagai sentripetal dalam setiap aktivitas keagamaan di dalamnya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisa peran kepemimpinan Habib Muhammad bin Anies dalam keberlangsungan aktivitas keagamaan pada Majelis Rasulullah kota Malang berdasarkan perspektif Henry Mintzberg. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode studi kasus. Sumber data meliputi Habib Muhammad bin Anies, beberapa pengurus, aktivitas majelis, dan dokumen terkait. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan teknik analisa data kualitatif: reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Habib Muhammad bin Anies menjalankan peran kepemimpinan yang meliputi: (1) peran pribadi, berbentuk dalam figur utama pemimpin dalam kegiatan, pengefektifan  setiap fungsional majelis, dan penciptaan jaringan kontak luar majelis, (2) peran informatif, berbentuk dalam pencarian informasi eksternal sebagai peluang dan ancaman, pencarian informasi kekuatan dan kelemahan organisasi, dan pemberian informasi majelis ke pihak luar, dan (3) peran pengambilan keputusan, berbentuk dalam  entrepreneurship, penyelesaian permasalahan, dan pengalokasian sumber daya.
Fenomena Publikasi Ilmiah pada Komunitas Peneliti Muda di Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Humaniora, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Muhammad Hasyim
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 5 Nomor 1 April 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v5i1.15792

Abstract

Fenomena tentang keberhasilan publikasi ilmiah yang dilakukan oleh Komunitas Peneliti Muda di Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Humaniora, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang baik di tingkat nasional maupun di tingkat internasional sangat mengagumkan. Oleh karenanya, proses di balik keberhasilan publikasi ilmiah ini perlu diungkap dan dipahami bersama agar segala proses menembus publikasi ilmiah dapat dipelajari dan ditiru. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) proses Komunitas Peneliti Muda dalam menembus publikasi ilmiah di tingkat nasional dan tingkat internasional terdiri dari: (a) tahap pra menulis; (b) tahap ketika menulis; (c) tahap pasca menulis; dan (d) tahap publikasi karya ilmiah; (2) Faktor – faktor yang Dapat Berdampak pada Keberhasilan Publikasi Ilmiah Komunitas Peneliti Muda terdiri dari dua faktor, yaitu: (a) faktor yang mendukung publikasi ilmiah adalah faktor internal dan faktor eksternal; (b) faktor yang menghambat publikasi ilmiah adalah faktor internal dan faktor eksternal; dan (3) rumusan strategi dalam Menembus Publikasi Ilmiah di Tingkat Nasional dan Tingkat Internasional, yaitu: (a) menetapkan target; (b) membuat jadwal untuk merealisasikan target dan tujuan dalam bentuk teknis; (c) komitmen dengan jadwal yang dibuat; (d) mempelajari gaya selingkung tempat publikasi dan sering memantaunya; dan (e) menabung atau mencari sponsor sebagai sumber pendanaan.
PERAN HABIB MUHAMMAD BIN ANIES DALAM KEBERLANGSUNGAN AKTIVITAS KEAGAMAAN MAJELIS RASULULLAH DI MASA PANDEMI Abdul Muntaqim Al Anshory; Ma'rifatul Munjiah; Muhammad Hasyim
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2022): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v7i2.1975

Abstract

Dewasa ini aktivitas dakwah berbasis komunitas habaib semakin marak dan cenderung menjadi tren.  Meskipun dalam masa pandemi beberapa komunitas masih berjalan, termasuk Majelis Rasulullah kota Malang. Keberlangsungan dan keberhasilan majelis tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan Habib sebagai sentripetal dalam setiap aktivitas keagamaan di dalamnya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisa peran kepemimpinan Habib Muhammad bin Anies dalam keberlangsungan aktivitas keagamaan pada Majelis Rasulullah kota Malang berdasarkan perspektif Henry Mintzberg. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode studi kasus. Sumber data meliputi Habib Muhammad bin Anies, beberapa pengurus, aktivitas majelis, dan dokumen terkait. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan teknik analisa data kualitatif: reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Habib Muhammad bin Anies menjalankan peran kepemimpinan yang meliputi: (1) peran pribadi, berbentuk dalam figur utama pemimpin dalam kegiatan, pengefektifan  setiap fungsional majelis, dan penciptaan jaringan kontak luar majelis, (2) peran informatif, berbentuk dalam pencarian informasi eksternal sebagai peluang dan ancaman, pencarian informasi kekuatan dan kelemahan organisasi, dan pemberian informasi majelis ke pihak luar, dan (3) peran pengambilan keputusan, berbentuk dalam  entrepreneurship, penyelesaian permasalahan, dan pengalokasian sumber daya.
Hal Hadzihi ‘Alamah: Semiotika Cinta Nizar untuk Balqis Muhammad Hasyim; Misbahus Surur; Nur Hasaniyah; Durrotun Humaira
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 8 No 1 (2026): Tsaqofiya: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab UIN Kiai Ageng Muhammad Besari onorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/h25he992

Abstract

This study aims to analyze the matrix and trace the hypogram of the poem Hal Hādhihi ‘Alāmah by Nizar Qabbani through the perspective of Michael Riffaterre’s semiotic theory. The analysis focuses on poetic symbols and expressions of ungrammaticality (indirection) as key mechanisms in the construction of meaning. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through close reading, while analysis was conducted using Riffaterre’s dual reading model, namely heuristic and hermeneutic readings. The study examines selected stanzas that display patterns of symbolic repetition, metaphorical language, poetic diction, and pronoun usage associated with the representation of a female figure. The findings indicate that the matrix of the poem centers on the figure of sayyidatī (سَيِّدَتِيْ), which is actualized through various linguistic models in the form of words, expressions, and poetic imagery that consistently refer to an idealized woman. The potential hypogram is represented by the figure of sayyidatī and its lexical variants, such as anti (أَنْتِ), unṡāyā (أُنْثاَيَ), and dumyyah (دُمْيةٌ), while the actual hypogram refers to Balqis al-Rawi, the poet’s wife, as well as to an intertextually related poem within the same anthology, Hal Ya‘rifu al-Qurrā’?. This study demonstrates that Riffaterre’s semiotic framework is effective in revealing the latent structure of meaning in Qabbani’s romantic poetry through the systematic relationship between matrix, model, and hypogram. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis matriks dan melacak hipogram dalam puisi Hal Hādhihi ‘Alāmah karya Nizar Qabbani melalui perspektif semiotika Michael Riffaterre. Kajian ini berfokus pada simbol-simbol puitik dan ungkapan yang mengandung ketidaklangsungan ekspresi (ungramatikalitas) sebagai mekanisme utama pembentukan makna. Penelitian menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan teknik pembacaan cermat, sementara analisis data dilakukan melalui pembacaan ganda Riffaterre, yakni pembacaan heuristik dan hermeneutik. Analisis dibatasi pada bait-bait utama yang menunjukkan pola repetisi simbolik, penggunaan metafora, diksi puitik, dan kata ganti yang merepresentasikan figur perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa matriks puisi berpusat pada sosok sayyidatī (سَيِّدَتِيْ), yang dimanifestasikan melalui berbagai model linguistik berupa kata, ungkapan, dan citraan puitik yang mengarahkan makna pada figur perempuan ideal. Hipogram potensial puisi ini berupa representasi sosok sayyidatī beserta variasi leksikalnya, seperti anti (أَنْتِ), unṡāyā (أُنْثاَيَ), dan dumyyah (دُمْيةٌ), sedangkan hipogram aktualnya merujuk pada figur Balqis al-Rawi, istri penyair, serta keterkaitannya dengan puisi lain dalam antologi yang sama, yaitu Hal Ya‘rifu al-Qurrā’?. Penelitian ini menegaskan bahwa semiotika Riffaterre efektif dalam mengungkap struktur makna laten puisi romantis Qabbani melalui relasi sistematis antara matriks, model, dan hipogram.