Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MOTIVASI MASYARAKAT DALAM MEMILIH PEMIMPIN (Studi Kasus Pada Pemilihan Kepala Desa Hargomulyo, Gedangsari, Gunungkidul) Indri Astuti; Widodo Widodo
Aliansi : Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 14, No 1 (2019): Aliansi : Jurnal Manajemen dan Bisnis
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen IMMI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46975/aliansi.v14i1.33

Abstract

Society always hunger for a leader which can be expected by its protecting people is more when commutation moment hence people surely hope the leader which will more baih in holding governance wheel. At authors opportunity start from survey later; then communicate with the society of either through direct and also through/passing media social later; then do/conduct this research with the descriptive method qualitative Hence at this opportunity is writer will pare and explain how society motivation in chosening leader? Highest expectation 31% improving people earnings, equal to 15% that is hold responsible. equal to 13%, People 11%, 11%, in activity RT / rw 8%, Cleanness 5%, 3%, and Agamis 3%. Suggestion from writer that society of if wishing happy peaceful and prosperous life and also have to and is obliged to remember the Allah SWT. by diligent of religious service. Because place Allah curtsey and place ask. If that leader as medium, because good leader is which religious.
PENGARUH PERSEPSI KARIER DAN KEDISIPLINAN TERHADAP PRESTASI KERJA Widodo Widodo
Jurnal Pengembangan Wiraswasta Vol 21, No 1 (2019): JPW Edisi April 2019
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.851 KB) | DOI: 10.33370/jpw.v21i1.241

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menjawab perumusan masalah : (a) Apakah terdapat pengaruh Persepsi Karier terhadap Prestasi Kerja? (b) Apakah terdapat pengaruh Kedisiplinan terhadap Prestasi Kerja? (c) Apakah terdapat pengaruh antara pengaruh Persepsi Karier  dan Kedisiplinan  terhadap  Prestasi Kerja?Penelitian ini merupakan studi pustaka terhadap Persepsi karier, Kedisiplinan  dan Prestasi Kerja. Metode yang dilakukan dengan memperguakan penelitian deskriptif kuantitaif.Hasil penelitian menunjukan bahwa secara bersama-sama terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel Persepsi karier (X1) dan variabel Kedisiplinan  (X2) terhadap variabel Prestasi Kerja (Y).Saran yang ditujukan adalah harus meningkatkan persepsi karier, meningkatkan Kedisiplinan dan meningkatkan Prestasi Kerja. Kata kunci:Persepsi karier, Kedisiplinan dan Prestasi Kerja
IMPAK GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA ATAS KINERJA KARYAWAN PADA INDUSTRI PADAT KARYA DI BOGOR Dede Mulyana; Angka Utama; Widodo Widodo; Cecep Cecep
Jurnal Manajemen Kewirausahaan Vol 19, No 2 (2022): JMK EDISI DESEMBER 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonimi IPWI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33370/jmk.v19i2.830

Abstract

Tujuan dari peneltian ini untuk melakukan uji impak gaya kepemimpinan juga motivasi kerja atas kinerja karyawan di industri padat karya di Bogor. Maka pada pelaksanaannya digunakan metode deskriptif, melakukan uji (butir pernyataan, korelasi, regresi simpel dan ganda, determinan, serta parsial, simultan). Keluaran regresi diperoleh ada impak yang nyata antara gaya kepemimpinan atas variabel kinerja karyawan. Kesimpulannya adalah gaya kepemimpinan yang baik mampu menaikan kinerja karyawan. Motivasi berpengaruh kuat atas kinerja karyawan. Hasil uji regresi diperoleh ada impak yang nyata (signifikan) motivasi atas kinerja karyawan. Artinya semakin baiknya motivasi akan meningkat pula kinerja karyawan. Gaya kepemimpinan, motivasi kerja secara simultan memiliki dampak positif atas kinerja karyawan. Kata kunci: gaya kepemimpinan, motivasi kerja, kinerja karyawan  ABSTRACT The influence of leadership style and work motivation on employee performance manufacturing industry in Bogor. To apply these objectives, descriptive analysis methods, validity tests, reliability tests, correlation tests, simple regression, multiple regression, determinant tests, and partial and simultaneous tests are used. Regression obtained that there is a strong effect between leadership style on employee performance variable. A good leadership style will improve employee performance. Motivation has a significant effect on employee performance. The results of the regression analysis obtained that there is a significant (significant) influence on the motivation variable on the employee performance variable. Keywords: corporate social responsibility, entrepreneurship orientation, SME innovation
HAMBATAN PEMBANGUNAN WISATA GUNUNG BEDUG DI DUSUN SURUH, DESA HARGOMULYO, KEPANEWONAN GEDANGSASI Widodo Widodo; Dede Mulyana; Angka Utama
Aliansi : Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 18, No 1 (2023): ALIANSI : Jurnal Manajemen dan Bisnis
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen IMMI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46975/aliansi.v18i1.460

Abstract

Pada adasrnya bahwa dalam penelitian ini mengandung dua tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus : Tujuan Umumber kaitan pada permasalahan  yang dijabarkan di atas, bahwa tujuan  penelitian ini diharapkan dapat mengetahui apa saja sebenarnya hambatan yang terjadi pada pembangunan Wisata Gunung Bedug dan bagaimana solusi yang lakukan untuk menyelesaikan masalah pembangunan wisata Gunung Bedug di Dusun Suruh, wilayah Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.Tujuan Khusus, bahwa penelitian ini untuk mendapatkan gambaran tentangi Hambatan pembangunan Wisata Gunung Bedug di pedukuhan Suruh, Desa Hargomulyo, Kepanewonan Gedangsari, Kabupaten GunungkidulPenelitian ini dapat dikategorikan atau digolomgkan  sesuai tujuan penelitian, Penelitian yang dipilih adalah sifat deskripsi artinya bahwa penelitian ini sifatnya menjabarkann sesuatu yang dilakukan pada objek penelitian.Pada  penelitian ini ditemukan hambatan-hambatan sebagai berikut: -Tanah milik rakyat yang tidak ada keinginan untuk menjual. -Kurangnya kesadaran masyarakat untuk kemakmuran kehidupan. -Tidak mengenal Hibah. -Belum ada wacana tukar guling. -Belum ada rencana pembuatan saham untuk aktiva tetap milik warga. -Jalan menuju puncak Gunung Bedug belum memadahi. -Rakyat masih berpikir primitive. -Belum adanya kesadaran masyarakat tentang  kebiasaan  Hidup Bersih dan juga hidup secara Sehat. Dari beberapa hambatan tersebut yang paling dominan adalah dominan adalah bahwa tanah tersebut oleh warga tidak dilepas dalam status apapun.Hambatan-hambatan yang sifatnya umum dapat segera diatasi dengan mudah tinggal mengatasi masalah tanah yang tidak dijual oleh masyarakat. Jika tanah tersebut tidak dijual, maka pembangunan wisata pada tanah tersebut akan dilakukan melalui mekanisme seperti pemindahan hak atas tanah atau pengelolaan bersama. Dalam hal ini, pemilik tanah mempertahankan hak atas tanah dan memberikan izin kepada pengembang untuk membangun wisata di atasnya. Kebijakan dan perjanjian yang mengatur hal tersebut harus dilaksanakan dan disetujui oleh berbagai pihak secara hukum
PERSEPSI KARYAWAN TERHADAP PROGRAM PELATIHAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PERUSAHAAN MANUFAKTUR Edi Wibowo; Inti Nuswandari; Widodo Widodo
Derivatif : Jurnal Manajemen Vol. 20 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jm.v20i1.2946

Abstract

Perubahan lingkungan industri manufaktur yang semakin dinamis menuntut organisasi untuk tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis karyawan, tetapi juga memahami faktor psikologis yang memengaruhi efektivitas pengembangan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran persepsi karyawan terhadap program pelatihan sebagai determinan kinerja karyawan. Novelty penelitian ini terletak pada penekanan persepsi karyawan sebagai mekanisme kognitif yang menjembatani efektivitas pelatihan dengan hasil kinerja, yang masih relatif terbatas dikaji secara empiris dalam konteks perusahaan manufaktur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori terhadap 30 karyawan yang telah mengikuti program pelatihan. Variabel persepsi pelatihan diukur melalui dimensi kesesuaian materi, metode, kualitas instruktur, dan manfaat pelatihan, sedangkan kinerja karyawan diukur melalui produktivitas, kualitas kerja, ketepatan waktu, dan kemampuan adaptasi. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memiliki konsistensi internal yang sangat tinggi (Cronbach’s Alpha > 0,90). Analisis regresi menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara persepsi pelatihan dan kinerja karyawan dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 99,6%. Namun, temuan ini perlu diinterpretasikan secara hati-hati, mengingat potensi bias metodologis seperti ukuran sampel yang terbatas, kemungkinan redundansi item, serta penggunaan data self-report yang berisiko menimbulkan common method bias. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan pentingnya persepsi karyawan sebagai faktor yang memperkuat efektivitas pelatihan. Secara praktis, hasil ini mengindikasikan bahwa keberhasilan pelatihan tidak hanya bergantung pada desain program, tetapi juga pada bagaimana pelatihan tersebut dipersepsikan oleh karyawan. Penelitian ini menyarankan perlunya pengembangan model yang lebih komprehensif dan penggunaan desain metodologis yang lebih kuat pada studi selanjutnya untuk menguji konsistensi temuan.Kata kunci: persepsi karyawan, program pelatihan, kinerja karyawan, perusahaan manufaktur