Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Effectiveness of Islamic Law in Protecting The Copyright of Indigenous Peoples of Indonesia in The Form of Traditional Knowledge & Traditional Cultural Expressions Baiq Ratna Mulhimmah; Ridwan Olagunju
Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan Vol 10, No 3: December 2022 : Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ius.v10i3.1141

Abstract

Copyright Protection of Indonesian Indigenous Peoples in the form of Traditional Knowledge (TK) &Traditional Cultural Expression (TCE) currently does not meet the sense of justice. The state is obliged to provide comprehensive protections capable of guarding the rights of Indigenous peoples under an adequate legal umbrella. Because the existence of Indigenous peoples, along with copyrights in the form of TK & TCE is part of the wealth and identity of the nation, this research focuses on how the view of Islamic law (Legal Opinion of Indonesian Ulama Council No.1 of 2003 concerning Copyright and Legal Opinion Of Indonesian Ulama Council No.1 of 2005 concerning Intelectual Property Right) with the maqasid al Shari’ah approach in protecting the rights of indigenous peoples. Islamic law is one of the secondary legal materials in determining state law and is expected to strengthen in providing solutions to this problem. The research method is normative with a concept and case approach to conclude that Islamic law (legal Opinion Of Indonesian Ulama Council) with the Maqasid al Shari’ah approach in protecting Traditional Knowledge (TK) &Traditional Cultural Expression (TCE) is a must. This is based on an obligation order covering several matters, including; the protection of life and hifzul nafsi/hifzul ‘irdhi, protection of reason (hifzul aqli), and protection of property (hifzul maal).
Peran Koperasi Syariah Dalam Pembiayaan Modal Usaha Anggota Untuk Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Ahyar Harianto; Baiq Ratna Mulhimmah; Muh. Azkar
Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 7, No 02 (2023): Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ad.v7i02.5102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menegetahui apakah sebuah koperasi tersebut bisa dikatakan ikut andil dalam membangun ekonomi masyarakat di Desa Gelogor haruslah dikaji serta diamati dengan lebih mendalam. Tidak hanya melalui pandangan kasat mata pendapatan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) meningkat atau tidak, namun dibutuhkan metode untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Adapun jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Artinya peneliti berusaha memberikan pandangan maupun gambaran sekaligus peneliti akan langsung terjun kepada masyarakat melalui proses observasi lapangan, in-depth interview (wawancara mendalam) maupun tatap muka dan diskusi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi denghan peneliti sebagai instrumen kunci yang selalu terlibat langsung dalam segala proses penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah Koperasi Serba Usaha Syariah Gelogor Sejahtera Barokah memberikan kontribusi 9,7% dari total jumlah Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di Desa Gelogor. Lahirnya UKM binaan merupakan langkah yang sangat tepat bagi perkembangan ekonomi masyarakat Desa Gelogor. Respon nasabah terhadap eksistensi Koperasi Serba Usaha Syariah Gelogor Sejahtera Barokah sangat menyambut baik dan terbantu dengan adanya produk modal usaha anggota yang diberikan.
Pola Pemberdayaan Zakat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Terhadap Masyarakat Miskin Pesisir Pantai Ampenan Kota Mataram Rina Margasari; Muh. Salahuddin; Baiq Ratna Mulhimmah
Journal of Management and Bussines (JOMB) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Management and Bussines (JOMB)
Publisher : IPM2KPE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jomb.v5i2.6370

Abstract

This research aims at the mechanism for empowering the Mataram City BAZ zakat towards the poor coastal communities of Ampenan and to analyze the economic impact of the poor coastal communities of Ampenan on empowering the zakat provided by the Mataram City BAZ. The type of research used is qualitative with research procedures that produce descriptive data in the form of written or spoken words from people and observable behavior. The results of this research show that the first Empowerment Pattern of zakat funds carried out by BAZNAS Mataram City is distributed through 5 patterns to mustahik in the form of consumptive zakat and productive zakat such as (1) Mataram Peduli Program (2) Mataram Takwa Program (3) Smart Mataram Program. (4) Healthy Mataram Program. Productive zakat is distributed through (5) Mataram Sejahtera Programs. Conclusion, secondly, the economic impact of zakat can improve the welfare of mustahiq and some mustahiq who have not been able to improve their standard of living because the funds provided are too minimal. There are 345 poor people on the Ampenan coast who have been helped. With the help of these zakat funds, people are able to survive amidst their lower middle class economic conditions and become middle class. Of the total 345 mustahik who received zakat assistance, there was an increase in the change of 0.40% from mustahik to muzzaki. Keywords: Poverty, Empowerment, Zakat
Peran Koperasi Syariah Dalam Pembiayaan Modal Usaha Anggota Untuk Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Ahyar Harianto; Baiq Ratna Mulhimmah; Muh. Azkar
Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 02 (2023): Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ad.v7i02.5102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menegetahui apakah sebuah koperasi tersebut bisa dikatakan ikut andil dalam membangun ekonomi masyarakat di Desa Gelogor haruslah dikaji serta diamati dengan lebih mendalam. Tidak hanya melalui pandangan kasat mata pendapatan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) meningkat atau tidak, namun dibutuhkan metode untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Adapun jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Artinya peneliti berusaha memberikan pandangan maupun gambaran sekaligus peneliti akan langsung terjun kepada masyarakat melalui proses observasi lapangan, in-depth interview (wawancara mendalam) maupun tatap muka dan diskusi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi denghan peneliti sebagai instrumen kunci yang selalu terlibat langsung dalam segala proses penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah Koperasi Serba Usaha Syariah Gelogor Sejahtera Barokah memberikan kontribusi 9,7% dari total jumlah Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di Desa Gelogor. Lahirnya UKM binaan merupakan langkah yang sangat tepat bagi perkembangan ekonomi masyarakat Desa Gelogor. Respon nasabah terhadap eksistensi Koperasi Serba Usaha Syariah Gelogor Sejahtera Barokah sangat menyambut baik dan terbantu dengan adanya produk modal usaha anggota yang diberikan.
Local Wisdom-Based Gender-Transformative Parenting for Preventing Child Violence in Muslim Communities of West Nusa Tenggara Mohamad Abdun Nasir; Baiq Ratna Mulhimmah; Syukri Syukri; Nisfawati Laili Jalilah; Siti Aminah
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 28, No 1 (2026): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v28i1.39074

Abstract

Violence against children remains a serious social problem in Indonesia, including in the West Nusa Tenggara (NTB) region, which is inhabited by three major ethnic groups: Sasak, Samawa, and Mbojo (Sasambo). The problem lies not only in economic and educational factors but also in gender-insensitive child-rearing practices that overlook local values. This article examines gender-transformative parenting based on local wisdom as a strategy to prevent violence against children among these three ethnic groups. It employs a descriptive qualitative approach within a phenomenological paradigm, drawing on literature reviews and field data analysis. The study shows that child-rearing patterns in the Sasak, Samawa, and Mbojo (Sasambo) communities are still influenced by patriarchal structures. However, these communities also uphold noble values such as respect, responsibility, cooperation, and compassion, which can serve as a foundation for preventing violence. A gender perspective plays an important role in balancing the roles of fathers and mothers in parenting. At the same time, local wisdom practices, such as deliberation (Pepaduan in the Sasak, Satemung Panangar in the Samawa, and Mbolo Weki in the Mbojo) and communal responsibility in problem-solving (Wirang in the Sasak, Basiru in the Samawa, and Karawi Kaboju in the Mbojo), function as social mechanisms for shaping children’s character in a humanistic manner. This study confirms that the synergy between cultural values and a gender-equality approach to parenting is an effective strategy for preventing violence against children. Future studies should explore more diverse local wisdom-based parenting models beyond this setting to prevent child violence. Kekerasan terhadap anak masih menjadi masalah sosial yang serius di Indonesia, termasuk di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), yang dihuni oleh tiga kelompok etnis utama, yaitu Sasak, Samawa, dan Mbojo (Sasambo). Permasalahan ini tidak hanya terletak pada faktor ekonomi dan pendidikan, tetapi juga pada pola pengasuhan anak yang tidak sensitif gender dan mengabaikan nilai-nilai lokal. Artikel ini mengkaji pengasuhan transformatif gender berbasis kearifan lokal sebagai strategi untuk mencegah kekerasan terhadap anak di antara ketiga kelompok etnis tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dalam paradigma fenomenologi dengan memanfaatkan kajian pustaka dan analisis data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengasuhan anak dalam masyarakat Sasak, Samawa, dan Mbojo (Sasambo) masih dipengaruhi oleh struktur patriarki. Namun demikian, masyarakat tersebut juga menjunjung tinggi nilai-nilai luhur seperti rasa hormat, tanggung jawab, kerja sama, dan kasih sayang yang dapat menjadi dasar pencegahan kekerasan. Perspektif gender berperan penting dalam menyeimbangkan peran ayah dan ibu dalam pengasuhan. Pada saat yang sama, praktik kearifan lokal seperti musyawarah (Pepaduan pada masyarakat Sasak, Satemung Panangar pada masyarakat Samawa, dan Mbolo Weki pada masyarakat Mbojo), serta tanggung jawab komunal dalam penyelesaian masalah (Wirang pada masyarakat Sasak, Basiru pada masyarakat Samawa, dan Karawi Kaboju pada masyarakat Mbojo), berfungsi sebagai mekanisme sosial dalam membentuk karakter anak secara humanis. Penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antara nilai-nilai budaya dan pendekatan kesetaraan gender dalam pengasuhan merupakan strategi yang efektif untuk mencegah kekerasan terhadap anak. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi model-model pengasuhan berbasis kearifan lokal yang lebih beragam di luar konteks penelitian ini guna mencegah kekerasan terhadap anak.
Upaya Mewujudkan Ketahanan Keluarga Long Distance Marriage (LDM) Perspektif Mubādalah Faqihuddin Abdul Qadir Suci Ramadhani Putri; Baiq Ratna Mulhimmah; Nizamudin
MAHAKIM Journal of Islamic Family Law Vol 9 No 1 (2025): June 2025
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/mahakim.v9i1.624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya mewujudkan ketahanan keluarga pada pasangan long distance marriage (LDM) melalui perspektif mubādalah yang dikembangkan oleh Faqihuddin Abdul Qadir. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Sumber data utama berasal dari karya Qirā’ah Mubādalah serta literatur hukum keluarga Islam, tafsir, dan psikologi keluarga yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan keluarga dalam konteks LDM dapat diwujudkan melalui penerapan lima pilar mubādalah, yaitu: komitmen pada ikatan janji yang kokoh (mitsāqan ghalīzhan), prinsip berpasangan dan berkesalingan (zawaj), sikap saling memberi kenyamanan (tarādhin), saling memperlakukan dengan baik (mu’āsyarah bil ma’ruf), dan musyawarah dalam pengambilan keputusan keluarga (musyawarah). Implementasi prinsip tersebut memperkuat ketahanan emosional, komunikasi, serta keseimbangan peran antara suami dan istri dalam menghadapi tantangan keterpisahan fisik. Perspektif mubādalah tidak hanya menekankan kesetaraan dan keadilan gender, tetapi juga menghadirkan solusi teologis, yuridis, dan praktis bagi keluarga LDM dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan prinsip kesalingan dan keadilan menjadi dasar penting dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.