Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENERAPAN PERMAINAN KARPET BILANGAN ANGKA 1-20 DALAM PENGUASAAN NUMBER SENSE PADA ANAK KELOMPOK B Susi Sulastri; Muhammad Kosim Sirodjuddin; Komala Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i3.p%p

Abstract

The purpose of this study was to describe the application of carpet numbers 1-20 in the mastery of number sense in group B children. Learning mathematics will not be separated from numbers, calculations and logic. The process of learning mathematics is usually in the form of activities related to paper and pencil, paper or commonly called child worksheets. This tends to make children bored if done continuously. Tedious activities will cause children to be less interested in the learning process. If children are less interested in the learning process, this will greatly affect children's learning achievement. Therefore, researchers try to do activities other than using children's worksheets, namely games. The subjects in this study were 10 children in group B. Which consisted of four girls and six boys. The research method used is descriptive and uses a qualitative approach. The technique used in this research is observation, interview, documentation with data collection tools that are interview guides, observations, documentation and field notes. From the research results obtained, the implementation of learning carried out involves the child directly in learning activities, the way the teacher guides and evaluates the child in each activity, the child's response in learning at the time of applying the carpet game of numbers numbers the children look happy, cheerful, uplifting and developing very good.Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan permainan karpet bilangan angka 1-20 dalam penguasaan number sense pada anak kelompok B.. Belajar matematika tidak akan lepas dari angka, perhitungan dan logika. Proses pembelajaran matematika biasanya berupa kegiatan yang berkaitan dengan kertas dan pensil, kertas atau yang biasa disebut lembar kerja anak. Hal ini cenderung membuat anak bosan jika dilakukan terus menerus. Kegiatan yang membosankan akan mengakibatkan anak kurang tertarik pada proses pembelajaran. Jika anak kurang tertarik pada proses pembelajaran, ini akan sangat mempengaruhi prestasi belajar anak. Maka dari itu, peneliti mencoba untuk melakukan kegiatan selain menggunakan lembar kerja anak yaitu dengan permainan. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 10 anak kelompok B. Yang terdiri dari empat anak perempuan dan enam anak laki-laki. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dokumentasi dengan alat pengumpul data yaitu panduan wawancara, observasi, dokumentasi dan catatan lapangan. Dari hasil penelitian yang diperoleh, pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan melibatkan anak secara langsung dalam kegiatan pembelajaran, cara guru membimbing dan mengevaluasi anak dalam setiap kegiatan, respon anak dalam pembelajaran pada saat penerapan permainan karpet bilangan angka anak-anak tampak gembira, ceria, semangat dan berkembang sangat baik.
STIMULASI KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MENGGUNAKAN MEDIA ANYAMAN DAUN PISANG PADA ANAK KELOMPOK B RA QURROTA A’YUN CISARUA MELALUI PEMBELAJARAN DARING Tarliah Tarliah; Komala Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i2.10317

Abstract

This research was motivated by the low fine motor skills at RA Qurrota A'yun Cisarua due to the impact of the Covid-19 outbreak. So that learning is carried out online and the stimulation of children's fine motor development is not paid attention to. This research was conducted to stimulate the fine motor skills of children in group B using banana leaf woven media through online learning, can it improve children's fine motor skills? The research method used is descriptive and the approach used is qualitative, data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The analysis technique used is narrative. The subjects of this study were 5 children of group B RA Qurrota A'yun Cisarua consisting of 2 girls and 3 boys. The purpose of this study 1. Planning for stimulation of fine motor skills 2. Children's responses 3. Difficulties experienced by children 4. Obstacles faced by teachers when implementing stimulation activities. The results of this study were that the planning of fine motor stimulation went well, the child responded well, the child had no difficulty nor did he ask his parents for help to do his work, and there were 8 obstacles experienced by the teacher, one of which was a bad internet connection. So the researchers can conclude that the use of banana leaf media to stimulate children's fine motor skills through weaving activities worked well.Latar belakang penelitian adalah rendahnya kemampuan motorik halus di RA Qurrota A’yun Cisarua akibat dampak adanya wabah Covid-19. Sehingga pembelajaran dilaksanakan secara daring dan stimulasi perkembangan motorik halus anak kurang diperhatikan. Penelitian ini untuk stimulasi  kemampuan motorik halus anak kelompok B menggunakan media anyaman daun pisang melalui pembelajaran daring, apakah  dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak?. Metode penelitian  yang digunakan adalah Deskriptif dan pendekatan yang digunakan kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah naratif. Subjek penelitian ini anak kelompok B RA Qurrota A’yun Cisarua berjumlah 5 orang  terdiri dari 2 orang anak perempuan dan 3 orang anak laki-laki. Tujuan  penelitian ini  1. Perencanaan stimulasi kemampuan motorik halus  2. Respon anak 3. Kesulitan-kesulitan yang dialami anak  4. Kendala-kendala yang dihadapi guru saat mengimplementasikan kegiatan stimulasi. Hasil penelitian ini adalah perencanaan stimulasi motorik halus berjalan baik, anak merespon dengan baik, anak sudah tidak mengalami kesulitan juga tidak meminta bantuan orang tuanya untuk mengerjakan tugasnya, dan ada 8 kendala yang dialami guru salah satunya koneksi internet yang buruk. Maka dapat peneliti simpulkan bahwa  pemanfaatan media daun pisang untuk menstimulasi kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan menganyam berhasil baik. 
PENINGKATAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK MELALUI PERMAINAN OUTDOOR PADA KELOMPOK A DI Taman Kanak-kanak Chandra Nur Fitria; Komala Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.551 KB) | DOI: 10.22460/ceria.v2i4.p173-180

Abstract

Child social emotional development at this time requires the attention of all parties, especially teachers in the school because it is not optimal child social-emotional development because teacher learning activities do not provide stimulation to children. In addition, emotional tension possessed by children can reduce or interfere with the motor and mental activities of children. One way to develop children's social emotional and physical can be done through out door games. This research method is classroom action research with the aim of providing information on how the teacher acts in stimulating children's social emotional development through out door games. Based on the results of the study, the results of the initial conditions of development of the social-emotional abilities of group A children are still low, so it needs to be developed. After the implementation of the action through two cycles with three meetings per cycle shows the results of improvement. The results of the research conducted by researchers showed that learning activities through outdoor play activities applied to children showed an increase in the number of early childhood children who were able to master learning about the form of the game. The results of the research conducted by researchers showed that learning activities through outdoor play activities applied to children showed an increase in the number of early childhood children who were able to master learning about the form of the game. Based on the results of this study, children can grow mutual help, get new playmates, train their children to take turns playing, grow joy while playing, and children become brave to play alone without having to be accompanied. So it can be concluded that there is an increase in children's social emotional through out door games.Perkembangan sosial emosional anak pada saat ini memerlukan perhatian dari semua pihak terutama guru di sekolah sebab belum optimalnya perkembangan sosial-emosional anak karena kegiatan pembelajaran guru kurang memberikan stimulasi pada anak. Selain itu ketegangan emosi yang dimiliki anak bisa mengurangi atau mengganggu kesibukan motorik dan jiwa anak. Salah satu cara pengembangan sosial emosional dan fisik anak dapat dilakukan melalui permainan out door. Metode penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas dengan tujuan memberikan informasi bagaimana tindakan guru dalam menstimulasi perkembangan sosial emosional anak melalui permainan out door. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan hasil kondisi awal perkembangan kemampuan sosial-emosional anak kelompok A masih rendah, sehingga perlu dikembangkan. Setelah pelaksanaan tindakan melalui dua siklus dengan tiga pertemuan per siklus menunjukan hasil peningkatan. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti menunjukan bahwa kegiatan pembelajaran melalui kegiatan permainan outdoor yang diterapkan pada anak menunjukkan peningkatan jumlah anak usia dini yang mampu menguasai pembelajaran mengenal bentuk permainan. Berdasarkan hasil penelitian ini anak-anak dapat menumbuhkan rasa saling tolong menolong, mendapatkan teman bermain yang baru, melatih kesabaran anak agar mau bergiliran dalam bermain, menumbuhkan keceriaan saat bermain, serta anak menjadi berani bermain sendiri tanpa harus ditemani. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan sosial emosional anak melalui permainan out door.
ANALISIS PERMAINAN LEGO DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS ANAK USIA DINI Inah Hayati; Komala Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i6.p%p

Abstract

Cognitive is one of the competencies that must be possessed and developed by early childhood. The most important part of cognitive is logical thinking, based on the results of data analysis of previous studies conducted by Sri, Nuzul, and Erlita (2017) and Kartini and Indria (2018) show the situation of the level that is still low in terms of logical thinking ability. This certainly needs to get a good stimulus, one of which is the method of using lego games as an effort in the development of cognitive abilities related to logical thinking in children. The purpose of this article is to find out the lego game in developing children's logical thinking abilities. The method used is the study of literature as a first step in preparing a research framework for obtaining secondary data in the field. The data collection technique is the documentation method based on the published papers and research results. Data analysis using bibliographic annotations (annotated bibliography). The sample in this study was a study entitled "Playing Legos Improves Cognitive Development in Preschool Children (4-5 years)", and a study entitled "The Effect of Lego Learning Media for Increasing Early Childhood Creativity". The results of the research after reading a number of articles and research results that have been published, it can be concluded that there was a significant development of children's logical thinking by applying the lego play method. With lego games, it is hoped that the success of children's logical thinking will be more successful and the teachers will be more varied in conducting learning activities.Kognitif merupakan kompetensi yang harus dimiliki dan dikembangkan oleh anak. Bagian terpenting dari kognitif adalah berpikir logis, Berdasarkan hasil analisis data penelitian yang dilakukan oleh Utami, Qur’aniati, Kusuma (2017) dan Kartini dan Indria (2018) menunjukan situasi tingkatan yang masih rendah dalam kemampuan berfikir logis. Hal ini perlu mendapat stimulus yang baik, salah satunya dengan metode penggunaan permainan lego. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui permainan lego dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis anak. Metode yang digunakan adalah studi literatur sebagai langkah awal dalam mempersiapkan kerangka penelitian untuk mendapatkan data sekunder di lapangan. Teknik pengumpulan data yaitu metode dokumentasi berdasarkan pada karya tulis dan hasil penelitian yang sudah dipublikasikan. Analisis data menggunakan anotasi bibliografi.Sampel dalam penelitian ini adalah penelitian yang berjudul “Bermain Lego Meningkatkan Perkembangan Kognitif Anak Usia Prasekolah (4-5 tahun)”,dan penelitian yang berjudul “Pengaruh Media Pembelajaran Lego Untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini”. Hasil penelitian setelah membaca beberapa artikel dan hasil penelitian yang telah dipublikasikan maka dapat disimpulkan terjadi perkembangan yang signifikan terhadap berpikir logis anak dengan diterapkannya metode bermain lego. Dengan permainan lego diharapkan keberhasilan berpikir logis anak akan semakin berhasil dan para guru akan lebih bervariasi dalam melakukan kegiatan pembelajaran. 
The Effectiveness of BDR (Learning From Home) in Improving Mathematic Thinking Ability through Open Ended Method in Early Chilhood Education Rohmalina Rohmalina; Komala Komala
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 2 (2020): Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga:jpaud.v4i2.7027

Abstract

This study aims to improve the Mathematical Thinking Ability of early childhood Using the Open-Ended Method, at Kartika Siwi Kindergarten Pusdikpal Cimahi. as the object of research, which consists of 20 children and was divided into two groups, namely the experimental group and the control group. In the experimental class the researcher gave treatment using open-ended media, while for the control group, the researcher gave treatment using ordinary learning using children's worksheets. (LKA). The research was started by conducting pretest and posttest in both groups.The results of this study are the use of open-ended methods can develop children's ability to improve mathematical thinking skills. The steps for using the successful open-ended method are as follows: (a). preparing the media before the child enters the room, (b) explaining in advance the activities to be carried out, (c) explaining the media to be used, (d) conditioning a pleasant atmosphere and providing a variety of supporting activities, (e ) counting by showing the blocks, (f) assigning children individually to arrange the numbers on the block, (g) giving motivation to children who are not yet capable.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI METODE PRACTICAL LIFE Anita Galih Kusmah; Komala Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i4.11321

Abstract

Salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh anak usia dini adalah keterampilan motorik halus, dimana anak harus mempunyai keterampilan menggerakan yang melibatkan otot-otot halus dengan koordinasi mata dan tangan sehingga mempunyai pengendalian yang baik. Disalah satu taman kanak-kanak yang ada di kota bandung terlihat motorik halus anak masih dibawah rata-rata peneliti bertujuan untuk meningkatkan motorik halus anak khususnya pada kelompok A ditaman kanak-kanak tersebut dengan menggunakan metode practical Lifedengan kegiatan sederhana yang bisa dilakukan dirumah bersama orangtua, dengan adanya keterlibatan antara guru dan orangtua agar pembelajaran berlangsung dan pencapaian perkembangan sesuai dengan harapan.  Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Adapun teknik penelitian ini adalah observasi dengan analisis data kualitatif dansubjek dalam penelitian ini adalah anak usia dini kelompok A dengan jumlah 10 orang anak yaitu 5 anak laki-laki dan 5 anak perempuan,untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak dengan metode practicallifedengan kegiatan sederhana yaitu membereskan peralatan makannya sendiri. Dengan kegiatan tersebut peneliti mendapatkan hasil akhir 90% keterampilan motorik halus anak meningkat. One skill that must be owned by early childhood is a fine mo-toric skill, where children must have the skills to move that involve subtle muscles with eye and hand coordination so that they have good control. One of the kinds of kindergartens in the city of Bandung looks fine motorbike children still below the average researcher aims to increase the child's balance on a motorbike, especially in the group A in the kindergarten using the Practical Life method with a simple activity that can be done at the house of parents, the involvement between teachers and parents so that learning takes place and the achievement of development by expectations. This research technique is observation with analysis of qualitative data and subjects in this study are early childhood children with several 10 children, namely 5 boys and 5 girls, un-to improves a child's fine motor skills with the Practical Life method With simple activities, namely cleaning its tableware. With the activities of the researchers get the final results of 90% of child's fine motor skills increase.
PENERAPAN MEDIA KOLASE UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS PADA ANAK KELOMPOK B Deti Damayanti; Komala Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i5.12120

Abstract

This research is motivated by the low ability of creativity in children, one of the causes is the lack of use of media in the learning process, because creativity has a very important role in children's lives. Of the many learning media, collage is one of the learning media that can increase children's creativity. This study aims to describe the application of college activities to increase children's creativity. The method used in this research is descriptive qualitative. The subjects in this study were group B children aged 5-6 years in Kober Miftahul Falah. The tools used in this research are interviews, observation, and documentation. The data analysis used is data reduction, data display, and conclusion drawing. The application of this collage media is done by letting the children arrange and glue the materials that have been provided following the child's creativity so that a unique and interesting arrangement is arranged. Based on the results of research before the application of collage media, children's creativity has not developed, it can be seen by the presence of children who have not been able to compose and paste collage materials, and after the implementation of collage media shows that children's creativity increases as seen from the presence of children who can make different works, able to make works without assistance and able to stick according to their wishes so that children can produce new and unique arrangements following children's creativityPenelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan kreativitas pada anak, salah satu penyebabnya adalah kurangnya pemanfaatan media pada proses pembelajaran, karena kreativitas mempunyai peran yang begitu penting dalam kehidupan anak. Dari sekian banyak media pembelajaran, kolase merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitas anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan kegiatan kolase untuk meningkatkan kreativitas anak. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini anak kelompok B usia 5-6 tahun di Kober Miftahul Falah. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Penerapan media kolase ini dilakukan dengan cara membiarkan anak menyusun dan merekatkan bahan yang telah di sediakan sesuai dengan kreativitas anak sehingga tersusun suatu tatanan yang unik dan menarik. Berdasarkan hasil penelitian sebelum diadakannya penerapan media kolase kreativitas anak belum berkembang terlihat dengan adanya anak yang belum mampu menyusun dan menempel bahan kolase, dan setelah diterapkannya media kolase  menunjukan bahwa kreativitas anak meningkat terlihat dari adanya anak yang mampu membuat karya yang berbeda,  mampu membuat karya tanpa bantuan dan mampu menempel sesuai dengan keinginannya sehingga anak dapat menghasilkan tatanan yang baru dan unik sesuai dengan krearivitas anak.
PAPAN ULAR TANGGA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG ANAK USIA DINI PADA PEMBELAJARAN DARING Elis Sumiati; Komala Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i1.13924

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini yaitu semenjak pembelajaran daring kemampuan berhitung anak di Kober Al-Furqon masih kurang berkembang. Hal tersebut disebabkan oleh guru yang masih memberikan materi pembelajaran secara monoton lewat whatsapp hanya disuruh menulis dengan melihat lembar kerja anak dan buku-buku tanpa adanya media yang digunakan. Oleh karena itu peneliti mencari solusi dengan menggunakan media papan ular tangga dalam pembe- lajaran daring untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui skenario dan implementasi pembelajaran daring, kesulitan anak dan kendala guru pada pembelajaran daring dalam meningkatkan kemampuan berhitung anak melalui media pa- pan ular tangga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan dalam delapan kali pertemuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis kualitatif yaitu reduksi data, penyajian, dan verifikasi data. Subjek penelitian berjumlah 10 orang, 5 laki-laki dan 5 perempuan Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media papan ular tangga dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak melalui pembelajaran daring, respon anak dan gu- rupun menunjukan respon yang positif, namun dalam pembelajaran daring ini terdapat beberapa kesulitan yang dihadapi anak dan kendala yang dihadapi guru namun dapat teratasi sehingga pembelajaran dapat terlaksana dan menunjukan hasil yang signifikan dalam kemampuan berhitung.The background of this research is that since online learning children's numeracy skills in Kober Al-Furqon are still underdeveloped. This is because teachers who still provide learning materi- als monotonously via WhatsApp are only told to write by looking at children's worksheets and books without any media used. Therefore, researchers are looking for a solution by using the snake and ladder board media in online learning to improve children's numeracy skills. This study aims to determine the scenario and implementation of online learning, the difficulties of children and the teacher's obstacles in online learning in improving children's numeracy skills through the snake and ladder board media. This study used a qualitative descriptive research method which was conducted in eight meetings. Data collection techniques were carried out through observation, interviews and documentation. Data were analyzed using qualitative analysis, namely data reduction, presentation, and data verification. The research subjects were 10 people, 5 men and 5 women. The results of this study indicate that the use of snake and lad- der board media can improve children's numeracy skills through online learning, the responses of children and teachers also show a positive response, but in this online learning there are some difficulties faced by children and obstacles faced by teachers but can be overcome so that learn- ing can be carried out and show significant results in numeracy skills.
STIMULASI KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN KOLASE BERBASIS BAHAN ALAM DALAM PEMBELAJARAN DARING Mayasari Mayasari; Komala Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i1.12700

Abstract

Salah satu aspek perkembangan yang dikembangkan pada pendidikan anak usia dini adalah perkembangan fisik motorik, salah satunya adalah motorik halus. Perkembangan motorik halus dikembangkan agar anak mampu menggerakan jarinya dengan luwes. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan motorik halus pada anak, respons anak, kesulitan yang di- hadapi oleh anak, dan kendala yang dihadapi guru di KB Al-Basyariyyah pada kegiatan pember- ian stimulasi perkembangan motorik halus pada anak melalui kegiatan kolase berbasis bahan alam. Deskriptif adalah metode yang digunakan pada penelitian ini dengan pendekatan kuali- tatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi pada penelitian ini. Subjek dari penelitian ini adalah anak kelompok B di KB Al-Basyariyyah. dengan jumlah 3 orang perempuan dan 2 orang laki-laki Teknik analisis data yang digunakan adalah naratif. Dalam perencanaan pembelajaran daring pada penelitian ini berjalan dengan baik dan mendapat respons yang baik dari anak maupun pendidik. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara daring tentunya terdapat kendala dan kesulitan yang dihadapi anak, diantaranya yaitu anak masih telihat kesulitan dan kaku dalam menggerakan otot-otot halusnya. Adapun kendala yang dihadapi oleh guru ialah saat pembelajaran daring adalah sinyal yang kurang mendukung dan kuota yang kurang memadai. Maka dapat disimpulkan peneliti bahwa kolase berbasis bahan alam dapat menstimulasi motorik halus anak.One aspect of development that is developed in early childhood education is physical motor de- velopment, one of which is fine motor skills. Fine motor development is developed so that chil- dren can move their fingers flexibly. This study was conducted to determine the development of fine motor skills in children, children's responses, difficulties faced by children, and obstacles faced by teachers at Al-Basyariyyah Family Planning in providing stimulation for fine motor development in children through college activities based on natural materials. The method used in this study is descriptive and the approach used is qualitative with data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The subjects of this study were group B chil- dren in KB Al-Basyariyyah with a total of 3 girls and 2 boys. The data analysis technique used was narrative. The online learning planning in this study went well and received good responses from both children and educators. Learning activities carried out online, of course, have obsta- cles and difficulties faced by children, including children who still have difficulty and are stiff in moving their smooth muscles. The obstacles faced by teachers are when online learning is a less supportive signal and an inadequate quota. So it can be concluded that the researchers that college based on natural materials can stimulate children's fine motor skills.
Implementasi Pendidikan Berbasis Budaya Sunda di SMPN 5 Lembang Desi Lia Aprilaini; Indira Aristianti; Trias Komala Desmayanti; Rima Irmayanti
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 6 (2023): Juli
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8109714

Abstract

This research aims to gain an understanding of the events or phenomena that occur within the context of the community, particularly in the context of Sundanese culture-based education. The research adopts a qualitative research method and is conducted at SMPN 5 Lembang. The research findings indicate several points: (1) The students at SMPN 5 Lembang show great enthusiasm towards Sundanese culture. (2) The Sundanese language is widely used in the school. (3) There is an implementation of guidance and counseling based on Sundanese culture at SMPN 5 Lembang.