Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis dan Evaluasi Intensitas Pencahayaan pada Penerangan di Lapangan Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya Astomo, Reynanda Bagus Widyo
CYCLOTRON Vol 7 No 01 (2024): CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cl.v7i01.21722

Abstract

Standar kuat pencahayaan yang dikeluarkan FIFA untuk pelaksanaan suatu pertandingan sepak bola harus lebih besar dari 2000 Lux. Stadion Gelora Bung Tomo merupakan salah satu stadion yang mendapatkan instalasi lampu baru untuk memenuhi regulasi yang diterapkan oleh FIFA. Berdasarkan hal tersebut, peneliti melakukan uji coba terhadap kuat pencahayaan lampu baru stadion yang sudah terpasang. Untuk menganalisis permasalahan diatas, peneliti menggunakan beberapa metode penelitian, yaitu konsep perhitungan Lumen, metode Lux, dan metode Dialux. Berdasarkan hasil pengamatan, sistem pencahayaan buatan pada Lapangan Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya menggunakan lampu dengan dua jenis yang berbeda yaitu lampu Panasonic Flood Lighting LED sebanyak 402 unit dan lampu Philips Konvensional MHNSA sebanyak 16 unit. Dimana tinggi lampu dari permukaan lapangan yaitu 30 meter. Analisis metode Lumen menunjukkan bahwa kebutuhan lampu untuk 2000 lux yaitu sebanyak 371 unit. Hasil perhitungan di lapangan menunjukkan nilai lumen sebesar 2340 lux. Sedangkan dalam metode Dialux didapatkan hasil intensitas cahaya rata-rata sebesar 2919 lux dengan intensitas cahaya terkecil 712 lux dan nilai terbesarnya adalah 3898 lux. Sehingga, dengan menggunakan metode Lumen, Lux, dan Dialux dapat disimpulkan bahwa instensitas cahaya di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya sudah mencapai lebih dari 2000 lux dan telah sesuai dengan standar FIFA. Kata kunci: Pencahayaan, lux, lumen, dialux
Analisis Efisiensi Penggunaan Listrik di Gedung Laboratorium Terpadu UMSurabaya Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Astomo, Reynanda Bagus Widyo; Irmawanto, Rudi
CYCLOTRON Vol 7 No 02 (2024): CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cl.v7i02.23554

Abstract

Gedung 6 lantai merupakan salah satu sarana yang cukup banyak mengkonsumsi energi listrik. Dengan banyaknya fasilitas fasilitas yang disediakan guna mendukung kegiatan operasional dalam gedung, maka diperlukan juga beban-beban yang menunjang semua kegiatan dalam suatu gedung bertingkat. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan audit energi untuk pencapaian efisiensi listrik menggunakan pendekatan AHP (Analytical Hierarchy Process) dengan objeknya berupa Gedung Laboratorium Terpadu, di kampus UMSurabaya. Sehingga dapat diketahui tingkat konsumsi energi di Laboratorium Terpadu UMSurabaya beserta peluang maupun solusi-solusi penghematan yang dapat direkomendasikan kepada pengguna gedung. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa berdasarkan data tahun 2023, nilai IKE menunjukkan penggunaan energi di laboratorium cukup boros, dengan nilai IKE > 18,5 setiap bulan. Implementasi solusi alternatif yang telah dirancang menggunakan metode AHP menunjukkan pengurangan jam kerja fasilitas dengan skor 0,395 adalah kebijakan yang efektif dan memberikan dampak terbesar terhadap penghematan energi di gedung laboratorium terpadu.
Rancang Bangun Mesin Pengering Ikan Memanfaatkan Sirkulasi Udara Panas Bagi Nelayan Desa Lekok Pasuruan Angga Syahputra, Mochammad; Wahyu Nabila, Vivin; Arif Muzaki, Juni; Songgo Panggayudi, Dwi; Bagus Widyo Astomo, Reynanda
Jurnal FORTECH Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal FORTECH
Publisher : FORTEI (Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56795/fortech.v2i2.202

Abstract

The Indonesian region, which has a tropical climate and has a wide sea, is one of the factors that make the population a fisherman. Fishermen from Pasuruan Regency, especially Lekok Village, are one of the producers of high quality marine products so that production reaches foreign exports. This study aims to develop the productivity of marine products in Lekok District, Pasuruan Regency which is constrained by the process of drying fish. Using research methods of literature and empirical studies, an automatic fish drying machine is designed by utilizing a hot air blower which is controlled by a thermistor and accompanied by a rotating system so that the results resemble manual drying using solar radiation. From the results of data analysis and system testing, it shows that the quality of fish that is dried with a rotary system is more effective than drying machines in general, such as the rack type because the results of drying fish are more even. The test results for the drying process require a temperature setting of 45-50 degrees within 220 minutes to reach a moisture content of 0.38% with a drying machine capacity of 32.5 kilograms.
Analisis Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya 400 WP di Gedung Laboratorium Terpadu Universitas Muhammadiyah Surabaya Bagus Widyo Astomo, Reynanda; Angga Syahputra, Mochammad; Songgo Panggayudi, Dwi; Mahmudah, Aida
Jurnal FORTECH Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal FORTECH
Publisher : FORTEI (Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56795/fortech.v3i1.103

Abstract

Abstract - The rooftop of the University of Muhammadiyah Surabaya Integrated Laboratory building which has an area of ​​210 m2 can be used as a solar power plant (PLTS). Installing PLTS in buildings has several advantages, namely as a long-term energy investment and easy to integrate with the grid electrical system. PLTS is designed to save electricity consumption. In addition, if PLTS is connected to a battery, it can meet some of the energy needs at night. To design a PLTS installation in the Integrated Laboratory building, this research uses technical and economic analysis methods. Technical analysis is carried out to determine the capacity and number of PV mini-grid components required for installation. While the economic analysis aims to calculate the investment costs and the length of time for the return on investment compared to buildings without PV mini-grid installations. Based on this research, the results show that the amount of energy required for the Integrated Laboratory building is 482.148 kWh, while the planned PLTS is able to provide energy of 216,128 kWh. The PLTS design requires an initial investment of Rp. 927,700,894,-. So by using the Payback Period (PP) method, it can be concluded that the planned design is feasible, because the comparison of the cost of return on investment is 9.13 years faster than the project age that has been determined previously, which is 20 years.