Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Pelayanan Jasa Keagenan Dalam Bidang Komunikasi Terhadap Peningkatan Kepuasan Konsumen Di PT Adam Makmur Sejahtera Banten Desamen Simatupang; Lutfhiyah Khoirunnisa Nafi'ah; Titis Ari Wibowo; Arif Hidayat; Roma Dormawaty
Meteor STIP Marunda Vol 15 No 2 (2022): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36101/msm.v15i2.236

Abstract

keagenan menurut R. P Suyono adalah ketika adanya sebuah hubungan antara dua pihak yaitu pihak agen dan pihak lain yaitu pemilik, mereka membuat suatu perjanjian yang disetujui bersama dengan adanya syarat yaitu pihak pemilik dapat tetap mengawasi agen sebagai pihak yang telah dipercaya dan diberikan kewenangan. Dikarenakan banyaknya perusahaan pelayaran di Banten, membuat persaingan semakin ketat dan turunnya kepercayaan para konsumen untuk menggunakan jasa dibidang agen. Para konsumen dapat berkomunikasi terlebih dahulu kepada pihak perusahaan pelayaran terkait bagaimana pelayanan yang diinginkan para konsumen. Dalam hal ini pelayanan pada bidang sumber daya manusia cenderung kurang maksimal. Apabila pelayanan relatif kurang baik maka konsumen akan beralih ke perusahaan lain. Tujuan penelitian ini untuk Mendeskripsikan pengaruh jasa keagenan dalam bidang komunikasi PT Adam Makmur Sejahtera terhadap konsumen jasa keagenan serta Untuk mencari pemecahan masalah tentang bagaimana upaya peningkatan jasa di bidang keagenan di PT Adam Makmur Sejahtera. Metode pendekatan yang digunakan yaitu menggunakan Survey Deskriptif, sedangkan pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner, studi pustaka, dan dokumentasi sehingga dapat ditemukannya penyebab masalah menggunakan teknik analisis data Survey Kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pelayanan jasa keagenan terhadap kepuasan konsumen diakibatkan kurangnya penilaian konsumen dibidang komunikasi kurang dan pengetahuan para karyawan yang masih kurang dan cara menanggulanginya dilakukan meningkatkan pelayanan sesuai dengan moto service excellent terhadap konsumen dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi karyawan karena kunci kepuasan pelanggan adanya pelayan merespon melalui etika komunikasi yang baik.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Penerbitan Dokumen E-Delivery Order Terhadap Kepuasan Customer Di PT. Evergreen Shipping Agency Indonesia Virginia Dea Clara; Titis Ari Wibowo; Arif Hidayat; Roma Dormawaty
Meteor STIP Marunda Vol 15 No 2 (2022): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36101/msm.v15i2.237

Abstract

Pandemi virus yang membuat seluruh dunia terkejut berawal pada pemberitahuan oleh otoritas Cina bahwa mereka telah menemukan sebuah virus baru yang disebut Novel Coronavirus. Pelayanan di bidang transportasi barang melalui khususnya impor perlu ditngkatkan mengingat semakin terbatasnya intreaksi dan tatap muka antara penyedia jasa dengan konsumen. Penelitian kali ini dilakukan di PT. Evergreen Shipping Agency Indonesia khususnya pada divisi impor, untuk melihat bagaimana pengaruh peningkatan pelayanan penerbitan dokumen e-delivery order terhadap kepuasan customer. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui kuesioner terhadap 45 responden. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa peningkatan pelayanan untuk penerbitan dokumen e-delivery order sebesar satu satuan dapat meningkatkan kepuasan para pelanggan sebesar 0,7992 satuan
Pengaruh Pandemi Covid-19 terhadap Keterlambatan Crew Change di LPG Marianna Golden pada PT Equinox Bahari Utama Defia Rizky Pratiwi; Roma Dormawaty; Z. Intan Bernadeth Bulan
Meteor STIP Marunda Vol 15 No 2 (2022): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36101/msm.v15i2.243

Abstract

Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang luas di seluruh negara di dunia. Bidang maritim menjadi salah satu yang terdampak oleh pandemic yang terjadi secara merata di dunia. Adanya pandemi Covid-19 memberikan permasalahan yang baru bagi proses pergantian crew yang sering dilaksanakan di luar negeri. Perizinan agar pelaut dapat masuk ke suatu negara tidak hanya menggunakan dokumen saja, regulasi juga ditetapkan di negara-negara yang memperbolehkan pelaut masuk. Regulasi yang diberlakukan contohnya adalah karantina mandiri. Karantina mandiri wajib diberlakukan bagi pelaut yang baru datang ke suatu negara
Ship Captain's Readiness to Face the Threat of Cyber Attack on the Ship's Navigation System Agus Widodo; Siwi Woro Herningsih; Roma Dormawaty; Riza Nur Amala
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Vol. 8 No. 3 (2026): Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jequi.v8i3.380

Abstract

Background: The maritime sector is highly dependent on technological infrastructure, including port management systems, ship monitoring systems, and satellite-based communication systems. This infrastructure is crucial for ensuring the smooth flow of goods between countries and maintaining port operations and safe ship navigation. Objective: This study identifies cyberattack pathways targeting shipboard navigation and operational technology (OT) systems in Indonesian waters, develops attack-tree scenarios for those pathways, and evaluates ship captains' readiness to detect and respond to them. Methods: Attack-tree modeling was used to describe, analyze, and represent potential attack scenarios. The model draws on a literature review and interviews with twelve maritime experts: four captains and deck officers, four cybersecurity specialists, and four technical consultants. Validation was conducted through two Delphi rounds until an agreement level of 80% was reached. Results: Four attack trees produced eighteen validated attack paths across three primary attack goals: crashing the ship (five paths), sinking the ship (three paths), and disabling the ship (six paths), along with four shared enabling paths. Experts rated the attack scenarios for crashing and disabling the ship as highly feasible, whereas sinking the ship was considered unlikely. Overall, nine attack paths were classified as high risk. Conclusion: The attack tree serves not only as a vulnerability assessment tool but also as a structured, prioritized risk assessment instrument for maritime cybersecurity. Mapping each validated attack path to International Maritime Organization (IMO) and National Institute of Standards and Technology (NIST) cybersecurity controls enables shipping companies