Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Kompetensi Anak Buah Kapal Dalam Penanganan Limbah Sesuai Dengan Implementasi MARPOL 73/78 Priadi, Antoni Arif; Tristanti; Sunaryanto; M. Hasan Habli
Meteor STIP Marunda Vol 10 No 2 (2017): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36101/msm.v10i2.69

Abstract

Penanganan limbah adalah salah satu isu penting dalam keselamatan pelayaran. Sebagai contoh penanganan limbah terkait dengan resiko kecelakaan kapal yang mengakibatkan tumpahan minyak di laut. Kecelakaan kapal tanker, misalnya, sangat beresiko menumpahkan minyak dalam jumlah yang besar yang dapat mencemari lingkungan perairan. Kompetensi pelaut/ ABK sangat dibutuhkan dalam mencegah dan mengendalikan resiko pencemaran limbah baik dalam keadaan normal maupun darurat. Tinjauan utama penelitian ini adalah untuk meneliti sejauhmana pelaut telah memahami, memiliki keterampilan, dan mampu mengimplementasikan regulasi terkait penanganan limbah. Disamping itu, penelitian ini juga menggali faktor-faktor lain dalam sistem penanganan limbah yang berpengaruh pada efektifitas pelaksanaan prosedur dan ketentuan terkait. Dengan demikian bila di kapal dan pelabuhan sebagai lingkungan kerja pelaut ada persoalan, sejauhmana pelaut bersikap dan mengantisipasinya. Sehingga dapat diteliti lebih lanjut, apakah faktor kompetensi menjadi faktor utama dalam penanganan limbah di kapal dan pelabuhan, ataukah faktor lain menyangkut peralatan, manajemen perusahaan, atau prosedur yang ditetapkan dan diimplementasikan otoritas pelabuhan terkait penanganan limbah di kapal.
Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Di PT. Andalas Bahtera Baruna Jakarta Warsono; Tristanti; Putri, Lylla Maulidiena
Meteor STIP Marunda Vol 14 No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36101/msm.v14i2.190

Abstract

Perusahaan ini dibangun pada tahun 1995. PT Andalas Bahtera Baruna merupakan perusahaan pertama yang mengangkut semen, dengan kapasitas 6800 DWT yang beroperasi di Dalam Negeri maupun Luar Negeri. Saat ini PT Andalas Bahtera Baruna mempunyai dan mengopersikan sebanyak 34 kapal yaitu, 27 kapal semen, 4 pusher barge, dan 3 tugboat. Berdasarkan data permasalahan yang ada membahas tentang kompensasi tidak sesuai dengan kinerja karyawan yang ada di PT. Andalas Bahtera Baruna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa seberapa besar pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan. Penelitian dilakukan dengan mengolah data dari kompensasi, dan kinerja karyawan. Dalam penelitian ini ditemukan hasil data dari pengaruh kompesasi terhadap kinerja karyawan. Untuk perusahaan pelayaran ini perlu memperhatikan lagi hal-hal yang mendorong terciptanya kinerja yang baik, perlu penempatan karyawan pada bidang pekerjaan yang sesuai dengan bidang kemampuannya, dan memberi kompensasi kepada karyawan yang sesuai dengan kemampuannya untuk mendorong karyawan mencapai.
The Effect of Work Facilities on Employee Performance in the Process of Clearance in and Clearance Out Arrangement of Ship Agency at PT. Bahari eka Nusantara Samarinda Branch Desamen Simatupang; Tristanti Tristanti; Yonas Vieri
Dinasti International Journal of Management Science Vol 4 No 2 (2022): Dinasti International Journal of Management Science (November - December 2022)
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/dijms.v4i2.1531

Abstract

Work facilities must be a concern of each organization because they can affect the overall performance of employees in a company / organization, as one of the agencies that pay attention to the performance of their employees and prepare work facilities that support the implementation of the Main Duties and Functions (TUPOKSI) of each employee. Meanwhile, the duties and functions of the ship agency, one of which is the process of managing clearance in and clearance out. The success of an enterprise can be viewed from the results of the work done by its employees. As explained above, the factor to improve employee performance is work facilities. With work facilities, it is possible to improve employee performance in order to achieve the goals that have been determined by managers with all potential effectively and efficiently. The purpose of this study was to determine the effect between work facilities on employee performance in the process of managing clearance in and clearance out of the ship agency. The approach method used is a descriptive quantitative method, while the data collection technique uses documentation, observation, and questionnaires so that the influence of work facilities can be found on employee performance. The results of this study show that there is an influence between work facilities on employee performance in the process of managing clearance in and clearance out of the ship agency.
Persepsi Taruna Stip Terhadap Pembelajaran Bahasa Inggris Maritim Secara Online Tristanti Tristanti; Sakila Bewafa
Meteor STIP Marunda Vol 15 No 2 (2022): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36101/msm.v15i2.238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi taruna tentang pembelajaran online yang dilakukan selama pandemi Covid-19, menggunakan survei yang dibagikan kepada taruna tingkat I yang dipilih secara acak untuk mengeksplorasi efektivitas, tantangan, kekurangan dan kelebihan dari pendidikan online di STIP Jakarta. Analisis menunjukkan bahwa platform online yang umum di STIP adalah dengan link Zoom ataupun Edlink yang menawarkan kelas interaktif online, dan WhatsApp untuk berkomunikasi dengan taruna di luar kelas
Hubungan Antara Kemampuan Speaking Taruna Dengan Skor TOEIC Tristanti Tristanti; Laila Puspitasari
Meteor STIP Marunda Vol 11 No 2 (2018): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36101/msm.v11i2.12

Abstract

Substansi penelitian ini adalah mengkaji sejauh mana efektifitas pengukuran atau evaluasi yang dipakai dalam menilai kemampuan berbicara Bahasa Inggris dengan menggunakan TOEIC dan wawancara langsung. Mengingat pentingnya proses pembelajaran dan evaluasi berkomunikasi bagi taruna sehingga yang bersangkutan dapat memenuhi ketentuan SMCP. Dengan demikian output dan outcome pembelajaran praktik Bahasa Inggris semakin terukur. Dalam penelitian ini jumlah sampel yang ada cukup memadai, dan uji validitas dan reliabilitas soal ujian yang lebih baik secara statistik. Dalam penelitian ini menggunakan metode ujian wawancara langsung dan menggunakan data sekunder berupa nilai TOEIC yang telah dilaksanakan oleh Unit Bahasa STIP. Kedua nilai yang diperoleh tadi akan diperbandingkan untuk melihat ada tidaknya hubungan satu sama lain dan selanjutnya untuk mengetahui apakah keduanya mempunyai hubungan saling mempengaruhi atau tidak satu sama lain Dari penelitian ini ada saran dan rekomendasi untuk menunjang evaluasi praktik Bahasa Inggris baik dengan bantuan paper test ataukah wawancara langsung. Sebagai bahan evaluasi, apakah nilai Toeic juga mencerminkan kemampuan taruna dalam berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara signifikan atau tidak.
Enhancing maritime english through intercultural communication strategies: lessons from indonesian and korean seafarers Tristanti Tristanti; Jin-Chul Choi; Fauzan Atsari
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1185900

Abstract

Effective communication is vital for ensuring safety, efficiency, and teamwork in multicultural maritime environments. However, cultural differences often create communication barriers that extend beyond language. This study aims to identify intercultural communication barriers between Indonesian and South Korean seafarers and to propose English learning strategies for seafarers, based on intercultural communication principles, to enhance linguistic competence and cultural awareness. Using a qualitative descriptive design, data were collected through in-depth interviews and participant observations involving eight Indonesian seafarers who had worked with Korean crews. Thematic analysis with NVivo 12 identified recurring patterns of communication barriers and adaptive strategies. Findings revealed five dominant barriers: language, hierarchy, communication style, work ethics, and cultural sensitivity. To address these challenges, six pedagogical strategies for Maritime English instruction are proposed, including Task-Based Language Learning, simulation and role-play, collaborative and reflective learning, technology integration, and intercultural awareness modules. This study contributes to the development of Maritime English education by embedding intercultural communication principles into English learning for seafarers, preparing them to communicate more effectively, respectfully, and professionally in diverse global maritime workplaces. By understanding these barriers, practical solutions and improved strategies can foster more effective intercultural interaction among seafarers from these two distinct cultural backgrounds.
Intercultural Communication Development in Maritime English Professional Communication Competence Tristanti; Jin Chul Choi; Fauzan Atsari
International Journal of Educational Practice and Policy Vol. 4 No. 1 (2026): March-April 2026
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66314/ijepp.v4i1.211

Abstract

This study investigates how intercultural communication development can be integrated into Maritime English professional communication competence within Indonesian maritime vocational education. Employing a qualitative design, semi-structured interviews were conducted with 12 maritime communication experts, 18 maritime English lecturers, and 15 recent maritime graduates from three maritime polytechnic institutions. Data were analyzed through thematic analysis, cross-group comparison, and narrative synthesis. The findings identify five thematic dimensions: multilingual professional communication demands, culturally situated discourse competence, multimodal instructional integration, industry-aligned communicative assessment, and intercultural experiential learning gaps. Cross-group analysis revealed that experts prioritized regulatory and operational communication standards, lecturers emphasized pedagogical constraints in teaching cultural dimensions, and graduates reported persistent inadequacy in real-world intercultural maritime encounters. The study contributes a conceptually grounded framework for embedding intercultural communication within Maritime English curricula, arguing that professional communication competence in maritime contexts requires the integration of linguistic, discursive, cultural, and situational knowledge dimensions beyond conventional English for Specific Purposes approaches. These findings suggest that future research should examine the implementation of intercultural communication-based Maritime English curricula, evaluate pedagogical interventions such as simulation and experiential learning, and conduct comparative or longitudinal studies across different maritime education systems to strengthen global understanding of intercultural communication competence in maritime professional education.