Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Meteor STIP Marunda

Upaya Peningkatan Perawatan Terhadap Hatch Cover Tipe Folding Mc Gregor Untuk Menunjang Kelancaran Proses Bongkar Muat Di MV. Pan Bonita Fitrial, Denny; Putro, Bhima Siswo; Setiawan, Doni Sani
Meteor STIP Marunda Vol 14 No 1 (2021): JUNI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36101/msm.v14i1.174

Abstract

Untuk lancarnya proses bongkar muat di MV.PAN BONITA yang memuat muatan curah khususnya garam dalam curah, perlu adanya perawatan yang sesuai standar untuk hatch cover serta adanya pengawasan oleh perwira pada saat perawatan maupun perbaikan. Dalam melakukan perawatan hatch cover harus didukung dengan prasarana peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk perbaikan serta perawatan hatch cover. Karena muatan gandum yang sangat sensitif terhadap air laut, oleh karenanya hatch cover harus kedap terhadap air laut terutama pada saat berlayar di cuaca buruk, dan dapat membuka maupun menutup palka dengan baik pada saat proses bongkar muat. Terjadinya kerusakan muatan garam di kapal MV.PAN BONITA pernah terjadi pada saat penulis melaksanakan prala selama 1(satu) tahun. Kerusakan muatan ini dikarenakan tidak kedapnya hatch cover terhadap air laut serta adanya masalah pada saat membuka dan menutup palka sehingga terganggunya pada saat loading operation maupun discharging operation di kapal. Masalah ini terjadi karena kurang maksimalnya perawatan pada hatch cover serta pengawasan oleh perwira pada saat perawatan maupun perbaikan. Sering terjadi pula masalah pada saat perbaikan maupun perawatan dari hatch cover karena kurangnya keterampilan ABK pada saat pelaksanaan perawatan tutup palka tersebut dan juga kurangnya peralatan maupun perlengkapan untuk perbaikan dan perawatan hatch cover.
Analisis Kesesuaian Alat Keselamatan Jiwa Sesuai Dengan Solas 1974/1978 As Amended Pada Kapal-Kapal Cement Carrier Di PT. Pelayaran Tonasa Lines A. Chalid Pasyah; denny fitrial; Raka Adhitya
Meteor STIP Marunda Vol 13 No 1 (2020): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36101/msm.v13i1.141

Abstract

Dalam pelayaran, keamanan dan keselamatan sangatlah penting. Namun mirisnya di Indonesia masih ditemukan banyak ketidak sesuaian alat-alat keselamatan dengan yang tertera di Solas 1974/1978. Saya ambil contoh dari salah satu perusahaan pelayaran di Indonesia yaitu PT. Pelayaran Tonasa Lines yang mana merupakan perusahaan pelayaran yang memiliki 6 kapal cement carrier yang beroperasi di perairan laut Indonesia untuk mengirimkan semen-semen berkualiatas tinggi ke seluruh pelosok Indonesia, namun kapal-kapal tersebut masih kurang mumpuni jika dilihat pada faktor keselamatannya. Pada saat pengamatan di kapal milik PT. Pelayaran Tonasa Lines, peneliti menemukan adanya ketidak sesuaian persyaratan jumlah alat-alat keselamatan dan juga ditemukan Distress Flares atau Pyrotechnic yang sudah expired. Maka dari itu penelitian ini dibuat untuk menemukan alasan mengapa banyak ditemukannya alat-alat keselamatan jiwa yang sudah expired juga untuk menemukan alasan mengapa banyak alat-alat keselamatan jiwa yang jumlahnya tidak sesuai dengan yang tertera di peraturan yang ada, serta untuk mengetahui kondisi kesesuaian persyaratan alat-alat keselamatan yang diatur dalam Solas 74/78 terhadap kapal-kapal cement carrier milik PT. Pelayaran Tonasa Lines, dan untuk juga mencari solusi dari masalah-masalah diatas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan tekhnik analisis data statistik deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama pelayaran, maka sistem keamanan harus diutamakan dengan selalu mengontrol kondisi Life-Saving Appliances diatas kapal.
Optimalisasi Alat Navigasi Radar Di Atas Kapal MV. Tanto Mandiri Saat Memasuki Alur Pelayaran Sempit Denny Fitrial; Damoyanto Purba; Andi Setiawan
Meteor STIP Marunda Vol 15 No 2 (2022): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36101/msm.v15i2.249

Abstract

Pelayaran merupakan salah satu sarana transportasi angkutan laut yang diatur dalam Undang-Undang No. 17 tahun 2008 tentang pelayaran, yang menjadi sarana sarana vital untuk menghubungan antara pulau pulau di Indonesia mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan. Begitupun dalam pelayaran, manusia memegang peranan yang sangat penting dalam keselamatan pada saat kapal berlayar, terutama pada saat melakukan penjagaan dan pengamatan saat kapal berlayar, khususnya di alur pelayaran sempit. Terkait dengan keadaan laut yang ada di Indonesia semakin ramai kapal kapal yang melintasi lautan Indonesia khususnya di alur pelayaran sempit yang memiliki risiko yang tinggi tubrukan, maka untuk mencegah dan mengurangi risiko bahaya tubrukan di alur pelayaran sempit, maka dari sisi kecakapan perwira di atas kapal dalam melakukan pengamatan saat memasuki alur pelayaran sempit, baik dengan penglihatan, pendengaran dan alat bantu navigasi elektronik yang ada di atas kapal, salah satu contoh yaitu RADAR. Pada saat kita akan melalui alur pelayaran sempit, maka dibutuhkan kecakapan dalam menggunakan RADAR, penggunaan RADAR bukan hanya menentukan posisi, haluan, jarak kapal dengan objek di sekitar kapal, tapi juga dalam keadaan cuaca buruk dan jarak pandang terbatas yang meningkatkan risiko tubrukan di alur pelayaran sempit. Oleh karena itu RADAR sangat berguna pada saat cuaca buruk, keadaan berkabut, dan berlayar dimalam hari apabila penunjuk alur pelayaran seperti lampu suar, dan pelampung tidak dapat diamati. Jadi penggunaan alat navigasi RADAR akan sangat membantu perwira jaga untuk mengurangi risiko tubrukan di atas kapal
Analisis Terjadinya Penurunan Jumlah Produksi Air Tawar Pada Reverse Osmosis Water Maker Di MT. Bratasena Naufal Humam; Denny Fitrial; Damoyanto Purba
Meteor STIP Marunda Vol 15 No 2 (2022): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36101/msm.v15i2.256

Abstract

Reverse Sea Water Osmosis adalah suatu permesinan bantu yang dioperasikan untuk mengubah air laut menjadi air tawar dengan menggunakan prinsip tekanan. Dengan menggunakan tekanan tinggi air laut akan dapat diubah menjadi air tawar melalui proses penyaringan kotoran atau molekul garam melewati membrane semipermeabel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis penyebab dari jumlah produksi air tawar tidak sesuai target. Manfaat peneliitian ini untuk merupakan salah satu masukan dalam membantu dan menambah pengetahuan dari masinis dalam Reverse Osmosis Water Maker. Metode yang di guanakan dalam penelitian ini Studi Kasus dan Deskriptif Kualitatif. Hasil dan pembahasan dalam penelitian ini dibutuhkan koordinasi antara crew kapal yaitu masinis 2 dengan Chief Engineer dan juga seluruh crew mesin untuk meningkatkan perencanaan yang matang guna menunjang produksi air tawar sehingga berjalan dengan lancar dan menghindari miscommunication ataupun permasalahan yang sama terjadi kembali, serta memberikan perhatian lebih dengan cara mengupayakan adanya suku cadang pada pesawat bantu Reverse Osmosis Water Maker di atas kapal selalu tersedia. Kesimpulan yang di dapat jumlah produksi air tawar yang tidak sesuai target disebabkan kondisi air laut dan juga waktu perjalanan yang sebentar, selain itu terjadinya penyumbatan pada catridge filters yang menyebabkan Reverse Osmosis Water Maker mengalami shut down atau bisa dibilang mati mesin, serta terlambatnya pengadaan suku cadang dan kurangnya perhatian pada pesawat bantu tersebut di atas kapal menjadi faktor penyebab dari kurangnya suku cadang di atas kapal.