Lathifah Khaerunnisa
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Merdeka Curriculum implementation at Wonoayu 1 Junior High School as Sekolah Penggerak Varary Mechwafanitiara Cantika; Lathifah Khaerunnisa; Rika Yustikarini
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 1 No. 2 (2022): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v1i2.53568

Abstract

The concept of Ki Hadjar Dewantara's education was adopted in Indonesia's current curriculum, known as Kurikulum Merdeka. The Kurikulum Merdeka Curriculum is implemented with the support of all stakeholders and policymakers, following the school's readiness. Wonoayu 1 Junior High School is one of the schools that has become “Sekolah Penggerak” and because of its readiness, the school implements Kurikulum Merdeka. This study aims to describe the implementation of the Merdeka curriculum at Wonoayu 1 Junior High School, Sidoarjo Regency, as “Sekolah Penggerak”. The method used in this research is a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques using interviews and observation. The results showed that implementing Kurikulum Merdeka at Wonoayu 1 Junior High School followed the standards and curriculum guidelines for implementing Kurikulum Merdeka for “Sekolah Penggerak”. These aspects are viewed from three main aspects: the learning planning aspect, the learning implementation aspect, and the learning assessment aspect. Some obstacles require more attention and further handling in implementing Kurikulum Merdeka at Wonoayu 1 Junior High School.   Abstrak Konsep Pendidikan Ki Hadjar Dewantara diadopsi dalam kurikulum di Indonesia saat ini yang dikenal dengan nama Kurikulum Merdeka. Implementasi Kurikulum Merdeka dilaksanakan dengan dukungan seluruh stakeholder dan para pemangku kebijakan, dengan mengikuti kesiapan dari sekolah itu sendiri. SMPN 1 Wonoayu merupakan salah satu sekolah yang menjadi Sekolah Penggerak dan karena kesiapannya, sekolah tersebut mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana implementasi kurikulum Merdeka di SMPN 1 Wonoayu Kabupaten Sidoarjo sebagai sekolah penggerak. Metode yang diggunakan dalam peneltian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum Merdeka di SMPN 1 Wonoayu telah sesuai dengan standar dan pedoman implementasi Kurikulum Merdeka bagi sekolah penggerak. Adapun kesesuaian tersebut ditinjau dari tiga aspek utama, yaitu aspek perencanaan pembelajaran, aspek pelaksanaan pembelajaran, dan aspek penilaian pembelajaran. Pada pelaksanaannya terdapat kendala yang memerlukan perhatian lebih dan penanganan lebih lanjut dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SMPN 1 Wonoayu. Kata Kunci: implementasi; kurikulum; Kurikulum Merdeka; Sekolah Penggerak
Effect of family-school training on improving positive parenting Lathifah Khaerunnisa
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 1 (2026): Inovasi Kurikulum, February 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i1.244

Abstract

Family School is a short-term educational and training program that helps parents learn about behavioral changes and the formation of children's personalities, guided by parents, to improve the quality of childcare within the family. This study aims to determine the effectiveness of the training implemented by analyzing the influence of the reaction rate, learning rate, and level of behavioral change after the training on family care among participants. The sample consisted of 30 participants who had attended the training. Data collection techniques used survey studies and documentation, with multiple regression analysis. The study found three independent variables (reaction rate, learning rate, and level of behavioral change) suspected of influencing the level of positive parenting in families after attending the training, and all had a significant effect simultaneously. This suggests that the training held so far can change behavior, thereby increasing family quality. What needs to be studied further is the selection of training participants, so that the implementation of family school can be more effective.   Abstrak Sekolah Keluarga merupakan proses pendidikan dan pelatihan jangka pendek untuk mempelajari pengetahuan mengenai perubahan tingkah laku atau pembentukan kepribadian anak dalam keluarga yang diikuti oleh para orang tua guna memperbaiki atau meningkatkan kualitas pengasuhan anak di keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan yang telah dilaksanakan dengan melakukan analisis pengaruh tingkat reaksi, tingkat pembelajaran dan tingkat perubahan perilaku pasca pelatihan terhadap pengasuhan keluarga bagi para peserta. Sampel terdiri dari 30 peserta yang telah mengikuti pelatihan. Teknik pengumpulan data menggunakan studi survei dan dokumentasi dengan teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menemukan tiga variabel independen (tingkat reaksi, tingkat pembelajaran, tingkat perubahan perilaku) yang diduga mempengaruhi tingkat pengasuhan positif dalam keluarga sesudah mengikuti pelatihan ternyata secara simultan berpengaruh signifikan. Hal tersebut mengisyaratkan bahwa pelatihan yang selama ini diadakan mampu mengubah perilaku, sehingga tingkat kualitas keluarga meningkat. Adapun yang perlu diteliti lebih dalam adalah pemilihan peserta pelatihan, sehingga pelaksanaan sekolah keluarga dapat lebih efektif. Kata Kunci: pelatihan anak; pengasuhan positif; sekolah keluarga