Awaluddin Awaluddin
FKM Universitas Hasanuddin

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IDENTIFIKASI HAZARD DAN RISK K3 UNIT ARFF BANDARA SULTAN HASANUDDIN MAKASSAR: Identification of Hazard and Ohs Risk Section ARFF Makassar Sultan Hasanuddin Airport Kania Chaerunnisa; Lalu Muhammad Saleh; Awaluddin Awaluddin
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 3 No. 1: FEBRUARY 2022
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v3i1.20217

Abstract

Airport Rescue & Fire Fighting (ARFF) adalah salah satu tempat kerja yang berpotensi menimbulkan bahaya bagi para pekerja karena tugas mereka melakukan pertolongan kecelakaan penerbangan dan kejadiaan darurat di wilayah bandar udara dan sekitarnya. Apabila potensi bahaya tidak dianalisis dan dilakukan tindakan pengendalian, maka akan menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Data BPJS Ketenagakerjaan Indonesia menyebutkan bahwa September 2019 total kecelakaan kerja sebanyak 130.923 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bahaya dan risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada petugas Airport Rescue & Fire Fighting Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode HIRADC. Penelitian dilakukan di Unit ARFF Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan populasi 78 orang. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling, sehingga sampel sebanyak 53 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner, lembar observasi checklist dan lembar observasi HIRADC. Berdasarkan hasil identifikasi, potensi bahaya yang dihadapi petugas unit ARFF yaitu terkena ujung selang (nozzle), coupling selang, asap tebal, debu, berdiri terlalu lama, backdraf, suhu panas, tertimpa, keracunan nitrogen, beban selang, terpotong, terjepit, penularan penyakit dan tumpahan avtur. Hasil penilaian risiko menunjukkan bahwa terdapat 5 bahaya dengan kategori risiko ringan, 6 kategori risiko sedang dan 3 kategori risiko tinggi. Kesimpulan: Setiap tempat dan kegiatan kerja berpotensi menimbulkan bahaya dan risiko bagi pekerjanya begitupun unit Airport Rescue & Fire Fighting. Diharapkan personel ARFF lebih meningkatkan kompetensi pribadi baik soft skill maupun hard skill serta menyadari dan mematuhi instruksi kerja yang ada guna meminimalisir bahaya dan mencegah terjadinya risiko kecelakaan kerja.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN APD PADA PETANI DI DESA LEMPANG : Factors Related to Compliance with PPE use by farmers in Lempang Village RIFDAH SAFIRAH. HS; Andi Wahyuni; Awaluddin Awaluddin
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 3 No. 1: FEBRUARY 2022
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v3i1.20825

Abstract

Penggunaan pestisida yang kurang tepat masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di banyak negara berkembang. Alat Pelindung Diri (APD) secara subtansial dapat mengurangi paparan risiko dari penyemprotan pestisida, tetapi kepatuhan dalam menggunakannya sangat rendah, khususnya di kalangan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri pada petani pengguna pestisida di Desa Lempang Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study, dengan jumlah sampel 70, menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini dilakukan di Desa Lempang Kabupaten Barru pada bulan Februari-Maret 2022. Menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi- square. Hasil: Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan APD p=0,383. Tidak ada hubungan antara sikap dengan kepatuhan penggunaan APD p=1.000. Tidak ada hubungan antara masa kerja dengan kepatuhan penggunaan APD p=0,383. Ada Hubungan antara kenyamanan dengan kepatuhan penggunaan APD p=0,017. Tidak ada hubungan antara pengetahuan, sikap, masa kerja dan ada hubungan antara kenyamanan dengan kepatuhan penggunaan APD pada petani pengguna pestisida di Desa Lempang.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PENGGUNAAN APD DENGAN GANGGUAN PENGLIHATAN PETANI DI KELURAHAN KACA: The Relationship of Knowledge About the Use of PPE with View Disorders of Farmers, in Kaca Subdistrict Tina Gelati Putri; Atjo Wahyu; Awaluddin Awaluddin
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 3 No. 2: JUNE 2022
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v3i2.21971

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris dan sebagian besar penduduknya bergerak di bidang pertanian. Pertanian merupakan salah satu bidang yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Permasalahan yang sangat potensial dalam hal keberhasilan panen adalah hama, pemberantasan hama dilakukan menggunakan pestisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada wajah dengan gangguan penglihatan terhadap petani di Kelurahan Kaca, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng.  Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study dengan teknik analisis jalur (path analysis). Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Mei-Juni 2022. Penarikan sampel secara Simple Random Sampling dengan 85 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner dan kartu Snellen Chart. Data dianalisis secara bivariat dengan uji chi- square dan multivariat dilakukan dengan Path Analysis menggunakan AMOS (Analysis Moment of Structural). Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan dengan penggunaan alat pelindung diri pada wajah p=0,000<0,05. Pengetahuan dengan gangguan penglihatan p=0,000<0,05. Penggunaan alat pelindung diri pada wajah dengan gangguan penglihatan p=0,252>0,05. Pengetahuan berhubungan dengan penggunaan APD, pengetahuan berhubungan dengan gangguan penglihatan, dan penggunaan APD tidak berhubungan dengan gangguan penglihatan. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat dikembangkan lagi dengan rancangan penelitian yang berbeda untuk mengetahui permasalahn yang lebih mendalam berkaitan dengan faktor lain yang berhubungan dengan penggunaan alat pelindung diri pada wajah.