Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS POSTUR TUBUH PEKERJA DEPARTEMEN STAINING FINISHING MENGGUNAKAN METODE REBA (RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT) DI PT BERDIKARI MEUBEL NUSANTARA Mahfut Handriawan; Ken Erliana; Popy Yuliarty
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 16, No 3 (2022): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pasti.2022.v16i3.008

Abstract

PT Berdikari Meubel Nusantara perusahaan manufaktur dengan produk utama beach chair strandkorb. Dalam melakukan pekerjaan operator masih banyak mengeluhkan ketidaknyamanan saat bekerja seperti keluhan rasa nyeri pada bagian tubuh hal ini dibuktikan dari hasil kuisoner Nordic Body Map (NBM) diketahui bahwa departemen staining finishing memiliki persentase keluhan agak sakit sebesar 60% pada punggung, 48% pada pinggang dan 52 % pada bagian lengan kanan atas. Penelitian ini menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk mengukur keseluruhan postur bagian tubuh pekerja yang bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko stasiun kerja di departemen staining finishing. Hasil pengolahan REBA diketahui bahwa stasiun kerja staining dan stasin kerja soft sanding memiliki skor tertinggi dengar skor 7 pada stasiun kerja staining dan skor 5 pada stasiun kerja soft sanding hal ini menunjukkan tingkat risiko medium yang berarti perlu adanya perbaikan stasiun kerja untuk menghindari kemungkinan resiko Muskuloskeletal Disorders (MSDs).
Evaluasi Defect pada Makanan Ringan Kacang Atom Oven Digitha Oktaviani Putri; Kukuh Setya Widodo; Ken Erliana; Primahasmi Dalulia
Journal of Industrial View Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v7i2.16463

Abstract

Quality is one of the factors that can determine the success of a product in order to penetrate its market, besides that quality is also used as a reference for whether or not a product is suitable for use or consumption. One of the efforts to maintain quality is by implementing strict quality control so that defects do not occur. There are several defects in the production process of oven sukro beans such as burnt, overcooked, coupled, broken, and without ose. The type of broken defect is the highest type of defect of 764 kg. From the results of the analysis using 5 why analysis methods, it was found that 4 root causes of broken defects such as the setting of the coating machine carried out by employees is still not in accordance with the provisions, the operator does not understand the inline roasting ignition standards, raw materials that are often changed, and the lack of supervision from the PIC on employees in carrying out the jobdesk. The factors that cause the type of defect to break are human and material. The results of FMEA method based on RPN number show that setting coating machine is priority to be solved   Kualitas merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan keberhasilan dari suatu produk agar menembus pasarnya, selain itu kualitas juga dijadikan sebagai acuan layak atau tidaknya suatu produk untuk dipakai atau dikonsumsi. Upaya untuk menjaga kualitas yaitu salah satunya dengan menerapkan pengendalian kualitas secara ketat agar tidak terjadi defect. Terdapat beberapa defect pada proses produksi kacang sukro oven seperti gosong, overcook, gandeng, pecah, dan tanpa ose. Jenis defect pecah merupakan jenis defect tertinggi sebanyak 764 kg. Dari hasil analisis menggunakan 5 why analysis dan ditemukan 4 akar penyebab terjadinya defect pecah seperti setting mesin coating yang dilakukan karyawan masih kurang sesuai dengan ketentuan, operator kurang memahami standar pengapian roasting inline, bahan baku yang sering ganti, kurangnya pengawasan dari PIC terhadap karyawan dalam melaksanakan jobdesk. Faktor-faktor penyebab jenis defect pecah disebabkan manusia dan material. Hasil analisis FMEA berdasarkan nilai RPN terbesar menunjukkan prioritas penanganan penyebab masalah adalah pada setting mesin coating yang dilakukan karyawan masih kurang sesuai dengan ketentuan