Krest D. Tolosang
EKONOMI PEMBANGUNAN-FEB-UNSRAT

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA COFFEE SHOP DI KOTA DEPOK Benjamin G. Rorie; Ita Pingkan F. Rorong; Krest D. Tolosang
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 22 No. 7 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan nasional menempatkan manusia sebagai titik sentral sehingga mempunyai ciri-ciri dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Coffee Shop merupakan salah satu usaha UMKM yang turut ambil andil dalam mendrongkrak perekonomian daerah dimana seperti yang di ketahui minum kopi telah menjadi tren gaya hidup kosmopolitan. Fenomena global ini dapat dilihat di mancanegara, termasuk indonesia. Kebiasaan berbincang di kafe sebenarnya sudah lama menjadi kebiasaan orang Prancis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Modal Usaha, Jumlah Tenaga Kerja, Lama Usaha dan Biaya Promosi terhadap Pendapatan Usaha Coffee Shop Di Kota Depok. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat di tarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Secara parsial variabel Modal Usaha memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Pendapatan Usaha Coffee Shop di Kota Depok, Secara parsial variabel Tenaga Kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap Pendapatan usaha coffee shop di Kota Depok, Secara parsial variabel Lama Usaha tidak memiliki pengaruh secara statistik terhadap Pendapatan usaha coffee shop di Kota Depok, Secara parsial variabel Biaya Promosi memiliki pengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap Pendapatan usaha coffee shop di Kota Depok dan Secara simultan variabel Modal Usaha,Tenaga Kerja, Lama Usaha dan Biaya promosi secara bersama-sama memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan usaha coffee shop di Kota Depok.
ANALISIS PEREKONOMIAN KABUPATEN MINAHASA UTARA (PENDEKATAN BASIS, DAYA SAING DAN POTENSI SEKTORAL) Patricia D.T Silalahi; Daisy S.M Engka; Krest D. Tolosang
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 22 No. 8 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Minahasa Utara adalah salah satu daerah otonomi dengan berbagai potensi yang dimiliki dalam perencanaan pembangunan daerah. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis Location Quotient (LQ), metode Shift Share, dan metode Klassen Tipologi. Hasil penelitian metode LQ menunjukkan bahwa sektor ekonomi yang menjadi sektor basis dalam perekonomian di Kabupaten Minahasa Utara adalah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan, sektor listrik dan gas, sektor konstruksi, sektor real estate, sektor jasa pendidikan. Hasil penelitian metode Shift Share menunjukkan bahwa sektor yang memiliki daya saing dalam perekonomian Kabupaten Minahasa Utara adalah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan, sektor pengadaan air,pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang, sektor konstruksi, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi sepeda dan mobil sektor transportasi dan pergudangan, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor real estate, sektor jasa perusahaan, sektor jasa pendidikan, sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial. Hasil penelitian metode Klassen Tipologi menunjukkan bahwa sektor ekonomi yang menjadi sektor yang maju dalam perekonomian adalah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan, sektor konstruksi, sektor real estate dan sektor jasa Pendidikan. Kata Kunci : Sektor Basis; Daya Saing; Potensi Ekonomi
PENGARUH TINGKAT HUNIAN HOTEL DAN PAJAK DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA MANADO Jonathan J. Katiandagho; Josep Bintang Kalangi; Krest D. Tolosang
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 22 No. 8 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kota Manado pendapatan asli daerah salah satunya ditopang dari pendapatan dari sector pariwisata salah satunya adalah tingkat hunian hotel yang ada di Kota Manado. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh tingkat hunian hotel terhadap pendapatan asli daerah di Kota Manado melalui pajak daerah sebagai variable intervening. Penelitian ini merupakan kuantitatif khususnya penelitian di bidang ekonomi perencanaan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan jenis data runtutan waktu atau time series. Analisis data penelitian menggunakan analisis jalur. Tingkat Hunian Hotel tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan Pajak Daerah di Kota Manado. Pajak Daerah berpengaruh signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Manado. Tingkat Hunian Hotel tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Manado. Tingkat Hunian Hotel secara tidak langsung tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah yang dimediasi oleh Pajak Daerah di Kota Manado. Pemerintah Kota Manado dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) perlu fokus meningkatkan pajak daerah karena telah terbukti berdampak terhadap peningkatan PAD lebih dari 15 tahun.
KAJIAN POTENSI PEREKONOMIAN KABUPATEN TALAUD PERIODE 2017-2021 Prilly Pontororing; Ita Pingkan F. Rorong; Krest D. Tolosang
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 2 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kepulauan Talaud adalah salah satu daerah otonomi yang berada di provinsi Sulawesi Utara dan dengan berbagai potensi sumberdaya alama yang dimiliki. Oleh karena itu, perlu dilakukan identifkasi terhadap sektor-sektor ekonomi yang ada agar dapat dipakai sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan daerah. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis LQ, metode DLQ dan metode Shift Share. Hasil penelitian menggunakan metode analisis menunjukkan bahwa terdapat sepuluh sektor yang memiliki prospek untuk menjadi sektor basis atau tetap mempertahankan posisi sebagai sektor basis. Sepuluh sektor tersebut yaitu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sektor pengadaan listrik dan gas, sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor, sektor transportasi dan pergudangan dan Sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (sebagai sektor basis dan prospek kedepannya adalah tetap sebagai sektor basis), sektor konstruksi, sektor penyediaan akomodasi dan akan minum, sektor informasi dan komunikasi, Sektor jasa keuangan dan asuransi, dan Sektor jasa pendidikan (bukan sektor basis, namun prospek ke depannya bisa menjadi sektor basis). Hasil penelitian dengan metode Shift Share menunjukkan bahwa hanya 2 sektor yang memiliki daya saing terhadap sektor yang sama pada perekonomian Sulawesi Utara yaitu Sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi sepeda dan mobil dan sektor jasa keuangan dan asuransi. Kata kunci: Sektor Basis; Potensi; Daya Saing
ANALISIS KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH DALAM PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN MINAHASA SELATAN Bima Christian; Een N. Walewangko; Krest D. Tolosang
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 2 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan otonomi daerah tidak lepas dari kemampuan suatu daerah dalam bidang keuangan. Daerah otonom harus memiliki kewenangan dan kemampuan optimal untuk menggali sumber-sumber keuangan sendiri. Aspek keuangan merupakan salah satu dasar kriteria untuk dapat mengetahui secara nyata kemampuan daerah dalam mengurus rumah tangganya sendiri. Kemampuan daerah yaitu daerah mampu menggali sumber-sumber keuangan sendiri guna membiayai kebutuhan keuangannya tanpa bergantung kepada pemerintah pusat. Objek dalam penelitian ini adalah badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten Minahasa Selatan. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kemampuan keuangan daerah dalam pelaksanaan otonomi daerah di kabupaten Minahasa Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kauntitatif yang selanjutnya dianalisis menggunakan beberapa rasio yaitu, rasio kemandirian, rasio derajat fiskal, rasio pertumbuhan dan rasio efektivitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemerintah kabupaten Minahasa Selatan tidak mampu mengelolah keuangan daerah yang menyebabkan masih kurangnya tingkat kemandirian pengelolaan keuangan daerah dengan katagori rendah sekali dikarenakan pemerintah kabupaten minahasa selatan masih berharap pada transfer dana perimbangan. Kata Kunci: Pengelolaan Keuangan Daerah; Otonomi Daerah
ANALISIS PENDAPATAAN BECAK MOTOR (BENTOR) DI KOTAMOBAGU Arif Buntuan; Ita Pingkan F. Rorong; Krest D. Tolosang
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 3 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi pada dasarnya adalah kebutuhan sehari-hari masyarakat untuk bepergian. Angkutan kota yang ada di Indonesia saat ini semakin berkembang pesat. Jenis-jenis angkutan kota yang ada saat ini adalah mikrolet, taksi online, ojek sepeda motor, dan bahkan becak motor atau bentor. Bentor adalah singkatan dari becak motor yang merupakan kendaraan beroda tiga yang asal mulanya berasal dari wilayah provinsi Gorontalo. Jenis angkutan ini memiliki ruang muatan seperti becak yang dirakit dengan menambahkan kendaraan bermotor jenis sepeda motor di bagian belakangnya. Sistem perakitan dan kondisi lain jalan kendaraan ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tidak sesuai peruntukkan sehingga secara legalnya beroperasinya bentor sebagai angkutan umum belum mendapatkan ijin dari instansi terkait, namun demikian jumlah bentor semakin berkembang sampai saat ini terutama di daerah provinsi Gorontalo dan kota Kotamobagu provinsi Sulawesi Utara. Usaha becak motor di kota Kotamobagu pendapatannya dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya adalah tarif, jumlah penumpang, dan jumlah jam kerja. Kata Kunci: Tarif; Jumlah Penumpang; Jumlah Jam Kerja; Pendaptan Sopir Bentor
ANALISIS PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN JUMLAH ANGKATAN KERJA TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DI KOTA-KOTA YANG ADA DI PROVINSI SULAWESI UTARA Maria Greistina Egeten; George M.V Kawung; Krest D. Tolosang
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 3 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengangguran merupakan masalah yang mendesak dan harus segera dipecahkan karena dampak pengangguran itu akan sangat berbahaya bagi tatanan kehidupan sosial dan perekonomian. Besarnya angka pengangguran dapat dikatakan sangat penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan ekonomi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Tingkat Pendidikan dan Jumlah Angkatan kerja terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota-Kota yang ada di Provinsi Sulawesi Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan periode pengamatan sepuluh tahun yaitu tahun 2012-2021 dengan silang tempat 4 kota di Provinsi Sulawesi Utara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model. Menggunakan software Eviews 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial : 1). Tingkat pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota-Kota yang ada di Provinsi Sulawesi Utara. 2). Jumlah Angkatan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota-Kota yang ada di Provinsi Sulawesi Utara. 3). Tingkat Pendidikan dan Jumlah Angkatan Kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota-Kota yang ada di Provinsi Sulawesi Utara. Kata Kunci : Tingkat Pendidikan; Jumlah Angkatan Kerja; Tingkat Pengangguran Terbuka; Regresi data panel.
Dampak Dana Desa dan Alokasi Dana Desa Terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat di Desa Kiama Kecamatan Melonguane Kabupaten Talaud Jefi B. Apena; Ita Pingkan F. Rorong; Krest D. Tolosang
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 4 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan desa merupakan sebagai subjek pembangunan, dan sebagai gerakan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan yang dilandasi oleh kesadaran untuk meningkatkan kehidupan yang lebih baik. Diketahui bahwa hampir semua penduduk Indonesia bertempat tinggal dipedesaan. Dana Desa yang dianggarkan setiap desa dapat melakukan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa sehingga desa dapat tumbuh menjadi desa yang unggul, maju, dan mandiri. Adanya Alokasi Dana Desa harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dengan memprioritaskan kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang bersifat mendesak untuk dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dana desa dan alokasi dana desa terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat di desa kiama, kecamatan melonguane, kabupaten kepulauan talaud dan untuk mengetahui seberapa besar pendapatan desa dalam mengelola dana desa dan alokasi dana desa. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif, dengan menggunakan data sekunder dan primer dari tahun 2016 - 2021 di desa kiama, kecamatan melonguane, kabupaten kepulauan talaud.Hasil penelitian menunjukan bahwa Dana Desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kesejahteraan di desa kiama, sedangkan Alokasi Dana Desa berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat kesejahteraan di desa kiama. Kata kunci: Dana Desa; Alokasi Dana Desa; Kesejahteraan Masyarakat; Pemberdayaan Masyarakat.
Pengaruh Jumlah Penduduk dan Pendidikan Terhadap Pengangguran di Kabupaten Minahasa Tahun 2010-2020 Marshela Jini Pangemanan; Josep Bintang Kalangi; Krest D. Tolosang
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 4 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh jumlah penduduk dan pendidikan terhadap pengangguran di Kabupaten Minahasa. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu metode kuantutatif dengan menggunakan data sekunder selama 11 tahun dari 2010-2020. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari perubahan suatu variabel dengan dengan variabel lainnya. Dalam penelitian ini digunakan data panel dari Badan Pusat Statistik Minahasa dari tahun 2010-2020. Setelah melakukan uji analisis maka dapat diketahui hasil penelitian: Jumlah penduduk dan pendidikan berpengaruh signifikan terhadap pengangguran di Kabupaten Minahasa tahun 2010-2020. Untuk jumlah penduduk berpengaruh negatif terhadap penganguran di Kabupaten Minahasa tahun 2010-2020, untuk pendidikan berpengaruh positif. Secara simultan jumlah pendudukdan pendidikan  juga berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran di Kabupaten Minahasa tahun 2010-2020. Kata Kunci : Jumlah Penduduk; pendidikan; Pengangguran; Rata-rata Lama Sekolah; Pertumbuhan Ekonomi
ANALISIS DAMPAK MINIMARKET (INDOMARET) TERHADAP WARUNG TRADISIONAL DI KECAMATAN JAILOLO KABUPATEN HALMAHERA BARAT Falentino Junior Timbuleng; Een N. Walewangko; Krest D. Tolosang
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 5 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar merupakan tempat berlangsungnya transaksi barang antara pembeli dan penjual. Pasar terdiri dari dua yaitu pasar tradisional dan pasar modern. Pasar tradisional atau pedagang kelontong kian semakin terjepit akibat kehadiran usaha ritel pasar modern. Pasar modern merupakan tempat dimana konsumen dapat membeli barangbarang yang diinginkan tapi di tempat ini tidak dapat lagi melakukan tawar-menawar seperti pasar tradisional karena harganya sudah terpatok. Salah satu contoh dari pasar modern ini adalah minimarket seperti alfamart, alfamidi, indomart dan lain sebagainya. Dalam 1 tahun terakhir, di Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat telah berkembang cukup pesat bisnis konsep warabala yaitu Indomaret. Ketika Perizinan Grey, Indomaret di Kecamatan Jailolo masih menjadi polemik. Usaha Kecil dan Usaha Menengah menolak masuknya Indomaret di karenakan mempengaruhi pendapatan dan jumlah pembeli di warung tradisional. Penelitian ini mengenai dampak minimarket (Indomaret) terhadap pendapatan warung tradisional di kecamatan Jailolo kabupaten Halmahera Barat dengan menggunakan data hasil observasi penelitian yang berupa kuisioner dan wawancara dengan responden kemudian data tersebut peneliti melakukan uji beda menggunakan aplikasi pengolah data SPSS 25. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya H0 ditolak dan Ha diterima, dapat diambil kesimpulan bahwa hasil uji dengan metode Sample Paired T-Test menunjukkan variabel tingkat pendapatan dan jumlah pembeli mengalami perubahan yang signifikan setelah munculnya minimarket (Indomaret). Kata kunci: Pendapatan; Jumlah Pembeli; Daya Saing, Pasar Tradisional