Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Tinjauan Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Kota Pariaman Mardepi Saputra; Ardo Okilanda
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 20 No. 3 (2022): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v20i3.10552

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek peneltitian adalah seluruh siswa putra kelas X SMA N 2 Kota Pariaman yang berjumlah 130 orang siswa laki-laki dan 165 siswa perempuan. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 25% dari setiap kelas, sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 73 siswa, dengan 33 siswa laki-laki dan 40 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrument TKJI 2010 yang terdiri dari 5 item tes yaitu: lari 60 m, tes gantung angkat tubuh untuk putra selama 60 detik dan gantung sikuk untuk putri, tes baring duduk 60 detik, tes loncat tegak dan tes lari 1200 m putra dan 1000 m putri. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data didapatkan skor rata-rata yang diperoleh 12,75, maka tingkat kebugaran jasmani siswa peserta putra berada pada kategori kurang karena masuk dalam interval 10-13. Sedangkan untuk peserta putri tingkat kebugaran jasmani peserta putri diperoleh nilai rata-rata 11,11 sehingga termasuk dalam kategori kurang karena berada pada interval 10-13.
Pengaruh Metode Induktif Dan Metode Deduktif Terhadap Kemampuan Motorik Siswa Yogi Arnaldo Putra; Mardepi Saputra; Muhammad Fakhrur Rozi; Niko Zulni Pratama
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 21 No. 3 (2023): Wahana Didaktika: Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v21i3.11829

Abstract

Berdasarkan pengamatan penulis di lapangan, kemampuan motorik siswa MIN Lubuk Buaya Padang masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pengaruh metode induktif dan deduktif terhadap kemampuan motorik siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test. Populasi penelitian terdiri dari 256 siswa, sedangkan sampel diambil dengan menggunakan purposive sampling dengan hasil 40 siswa laki-laki sebagai sampel. Pengukuran kemampuan motorik dilakukan dengan menggunakan Scott Motor Ability yang terdiri dari lemparan bola basket, 4 detik. dash, wall pass, dan broad jump.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) metode induktif memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan motorik siswa dengan thitung = 17,64 > ttabel = 1,73, (2) metode deduktif juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan motorik siswa dengan thitung = 11,57 > ttabel = 1,73, (3) keefektifan metode induktif lebih tinggi dari metode deduktif terhadap kemampuan motorik siswa dengan thitung = 8,23 > ttabel = 1,73. Oleh karena itu disarankan kepada guru olahraga untuk menggunakan metode induktif karena metode ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan motorik siswa MIN Lubuk Buaya Padang. Metode deduktif dan induktif sangat cocok pada pembelajaran siswa sehingga guru dapat menerapkannya pada lingkungan wilayah budaya sumatera.
Understanding The Link Between Nutritional Status and Physical Fitnes Level Among Students: Building Foundation for Health Mardepi Saputra; Riand Resmana; Mario Febrian; Yogi Arnaldo Putra; Muhammad Fakhrur Rozi
Halaman Olahraga Nusantara : Jurnal Ilmu Keolahragaan Vol. 6 No. 2 (2023): Halaman Olahraga Nusantara (Jurnal Ilmu Keolahragaan)
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/hon.v6i2.11834

Abstract

This research is based on the field reality, particularly in Elementary School 04 Kajai, Pariaman City, where the level of student's physical fitness is still low. There are many factors that contribute to this, and one of the suspected factors is the student's nutritional status. The purpose of this study is to investigate the relationship between student's nutritional status and physical fitness, specifically in Elementary School 04 Kajai, Pariaman City. The research design used in this study is correlational. The population of this research consists of 72 students from Elementary School 04 Kajai, Pariaman City. The sampling technique employed was purposive sampling, resulting in a sample size of 39 students, consisting of 24 male students and 15 female students. This study utilizes primary data obtained from measurements of nutritional status and physical fitness tests, as well as secondary data from school archives. The data collection instruments include measurements of nutritional status based on Body Mass Index (BMI) and physical fitness tests such as a 40-meter run, bent-arm hang, sit and reach, standing long jump, and a 600-meter run. The data was analyzed using correlational statistics through SPSS version 10.0. The research findings indicate that (1) the correlation between nutritional status and physical fitness of male students is (rxy) 0.219 < rtab (0.404), (2) the correlation between nutritional status and physical fitness of female students is (rxy) 0.220 < rtab(0.514). Based on the research findings, it can be concluded that there is no significant relationship between nutritional status and physical fitness level among both male and female students at Elementary School 04 Kajai, Pariaman City.
The Contribution of Speed and Leg Muscle Strength to Passing Performance in University Football Students Mardepi Saputra; Riand Resmana; Yogi Arnaldo; Ardo Okilanda; Ozha Wahyu Pra Adha
Halaman Olahraga Nusantara : Jurnal Ilmu Keolahragaan Vol. 8 No. 1 (2025): Halaman Olahraga Nusantara (Jurnal Ilmu Keolahragaan)
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/hon.v8i1.21553

Abstract

Background and Study. Passing is a fundamental skill in football that requires not only technical proficiency but also adequate physical conditioning. This study aimed to examine the contribution of speed and leg muscle strength to passing performance among university students. Methods. A quantitative correlational design with multiple regression analysis was employed in this study. The participants were 100 male students from the Physical Education, Sport, and Recreation program. Data were collected using a 30-m sprint test to measure speed, a standing broad jump test to assess leg muscle strength, and a short passing test to evaluate passing performance. The data were analyzed using correlation and multiple regression techniques. Results. The results showed that speed was significantly correlated with passing performance (r = 0.62, p < 0.05), as was leg muscle strength (r = 0.58, p < 0.05). Both variables had significant partial and simultaneous effects on passing performance, accounting for 42% of the total variance. Discussion and Conlusions. These findings indicate that improving speed and leg muscle strength plays an important role in enhancing passing quality and effectiveness; therefore, these components should be prioritized in university football training programs.
Penerapan Ilmu Pengetahuan Teknologi Dan Identifikasi Bakat Untuk Pelatih Dan Wasit Floorball Ardo okilanda; Alimuddin; Mardepi Saputra; Atradinal; Andri Gemaini
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT OLAHRAGA DAN KESEHATAN (JASO) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Olahraga dan Kesehatan
Publisher : DEPARTEMEN KESEHATAN DAN REKREASI UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jaso.v5i2.111

Abstract

Perkembangan olahraga yang saat ini semakin lebih terarah pada cabang olahraga permainan. Hal ini memberikan kesempatan pada individu untuk dapat berprestasi baik di tingkat nasional dan internasional. Pada kejuaraan di tingkat Asia Oceania, Indonesia telah beberapa kali mengirimkan atletnya pada cabang olahraga Floorball. Olahraga Floorball memiliki karakter khusus yang dapat digemari Masyarakat. Selain itu, olahraga ini menuntut daya tahan tinggi dalam permainannya dan memiliki karakter permainan yang cepat. Floorball adalah olahraga dengan intensitas tinggi sehingga kerap terjadi serang menyerang gawang dalam pertandingan yang berlangsung cukup lama tanpa adanya garis keluar bola. Mengingat Sumatra barat akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional Floorball, tim pengabdian Universitas Negeri Padang ingin membuka peluang seluasluasnya bagi setiap indivisu yang berada di Sumatra Barat agar dapat ikut serta dan berpartisipasi aktif sebagai atlet floorball Sumatra Barat. Harapannya adalah adanua kepesertaan tim Sumatra Barat dalam ajang tingkat nasional. Tujuannya adalah menghasilkan pemain floorball tingkat internasional di masa mendatang. Pada tingkat internasional, keberhasilan tim Indonesia yang tertinggi adalah berada pada peringkat 4 Asia Oceania. Hal ini memberikan signal kepada atlet Sumatra Barat membawa Indonesia menjadi juara atau bahkan medali emas sebagai bagian dari suatu kebanggaan untuk Provinsi Sumatra Barat di masa depan. Cabang olahraga Floorball saat ini memiliki telah dipertandingkan pada event eksebisi PON 2024 tentu akan sangat membutuhkan banyak talenta berbakat lagi agar dapat bermain pada level tertinggi nasional di masa mendatang.
SURVEI KEMAMPUAN TEKNIK DASAR PEMAIN SEPAK BOLA CLUB PERSATUAN SEPAK BOLA JORONG SALIMPEK KECAMATAN LEMBAH GUMANTI KABUPATEN SOLOK Rizky Aidil Fitra; Mardepi Saputra
Jurnal Pedagogik Olahraga Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Pedagogik Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/wpbb6p77

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguasaan teknik dasar dalam permainan sepak bola untuk menunjang prestasi pemain. Hasil observasi pada pemain Club Persatuan Sepak Bola Jorong Salimpek Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok menunjukkan masih adanya kelemahan pada teknik passing dan control, dribbling, shooting, dan heading. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan teknik dasar sepak bola pemain klub tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 45 pemain, sedangkan sampel sebanyak 18 pemain U-15 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan teknik dasar sepak bola yang meliputi passing dan control, dribbling, shooting, dan heading. Analisis data menggunakan deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kemampuan passing dan control pemain berada pada kategori baik dengan rata-rata 10,4. 2) kemampuan dribbling berada pada kategori cukup dengan rata-rata 19,3. 3) kemampuan shooting berada pada kategori baik dengan rata-rata 7. 4) kemampuan heading juga berada pada kategori cukup dengan rata-rata 5,22. 5) Secara keseluruhan, kemampuan teknik dasar sepak bola pemain Club Persatuan Sepak Bola Jorong Salimpek Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok berada pada kategori cukup dengan rata-rata 50. Oleh karena itu, diperlukan latihan yang terprogram, terarah, dan berkesinambungan untuk meningkatkan kemampuan teknik dasar pemain
HUBUNGAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI DAN KOORDINASI MATA KAKI DENGAN KEMAMPUAN PASSING TIM FUTSAL SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2 REJANG LEBONG Rangga Firmansyah Putra; Mardepi Saputra; Khairuddin; Atradinal
Jurnal Pedagogik Olahraga Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Pedagogik Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/0fcekg22

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan passing pemain tim futsal SMAN 2 Rejang Lebong yang diduga dipengaruhi oleh kondisi fisik, terutama kekuatan otot tungkai dan koordinasi mata kaki. Passing merupakan teknik dasar yang sangat penting dalam permainan futsal karena berperan dalam menjaga penguasaan bola, membangun serangan, dan menciptakan peluang mencetak gol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekuatan otot tungkai dengan kemampuan passing, hubungan koordinasi mata kaki dengan kemampuan passing, serta hubungan kedua variabel tersebut secara bersama-sama terhadap kemampuan passing. Penelitian menggunakan metode korelasional dengan populasi seluruh pemain tim futsal SMAN 2 Rejang Lebong yang dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes Leg Dynamometer untuk mengukur kekuatan otot tungkai, tes koordinasi mata kaki melalui menyepak dan menahan bola ke dinding selama 20 detik, serta tes passing and control untuk mengukur kemampuan passing. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Liliefors, korelasi Product Moment, korelasi ganda, uji t, dan uji F pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kekuatan otot tungkai dan kemampuan passing (r = 0,506), koordinasi mata kaki dan kemampuan passing (r = 0,606), serta hubungan kedua variabel secara bersama-sama dengan kemampuan passing (R = 0,613), sehingga kedua komponen fisik tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan passing pemain futsal.
Training on Scout Troop Management and Introduction to Troop Accreditation for Scout Leaders Mardepi Saputra; Andre Igoresky
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v7i1.4534

Abstract

This service aims to improve the quality of scouting coaching and achieve accreditation for the Scout Troop at the scout leader level through troop management training with an introduction to the concept of troop accreditation. This activity is a response to the need for scout leaders who are able to manage troops effectively and understand the importance of the quality standards set in accreditation. This training provides an in-depth understanding of scout troop management, including activity planning, member management, and character building. In addition, participants are also introduced to the concept of scout troop accreditation, which includes the assessment criteria and performance measurement process for scout troops established by KWARNAS in relation to the implementation of scout troop accreditation. The methods used in this service include interactive material delivery, group discussions, case studies, and simulations. The training participants consisted of Scout leaders from various scout troops. They were actively involved in collaborative learning to improve their understanding and skills in scout troop management and preparation for the implementation of scout troop accreditation. The results of this service are expected to have a positive impact on improving the quality of scout training. With a better understanding of troop management and the importance of accreditation, it is hoped that troops will become more organized, efficient, and oriented towards achieving higher quality standards in the implementation of scouting activities