Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kompres Hangat Sebagai Strategi Perawatan Diri untuk Meredakan Dismenore Primer pada Remaja Siti Sholihat; Intan Rosmita Dewi; Benny Novico Zani
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 9, No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.70726

Abstract

Background: Primary dysmenorrhea is a problem that often occurs in adolescents, the incidence of dysmenorrhea is high so it is necessary for adolescents to understand how to deal with dysmenorrhea pain problems independently.Objectives: This study aims to determine the impact of warm compresses in reducing dysmenorrhea in adolescentsMethods: Pre-experimental research design with one group pretest-posttest type, on 30 female students based on inclusion and exclusion criteria. The application of warm compresses was carried out independently, previously given training on SOPs for warm compresses, paying attention to pain using the Verbal Descriptor Scale (VDS) instrument, data analysis using Wilcoxon with a significant level of 0.05.Results and Discussion: The results of the characteristic study found that respondents were at the age of 21 years, the median body mass index (BMI) was 22.2, some respondents had a menstrual period of 27.5 days with regular menstrual cycles and dysmenorrhea that occurred on the first day. The median score before intervention was 5.5 with an interquartile range (IQR) of 1.75 while the median after intervention was 0 with an IQR value of 2. The Wilcoxon test results found a significant reduction in pain before and before warm compresses with a level of 0.000 Conclusion: Compresses have a positive impact in reducing dysmenorrhea pain and can be an alternative to self-care that teenagers can do Keywords: dysmenorrhea; pain; warm compress 
Upaya Penguatan Peran Kader dalam Memberikan Dukungan Psikososial kepada Ibu Hamil dan Menyusui Siti Sholihat; Priharyanti Wulandari
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4483

Abstract

Kader kesehatan memiliki peran strategis dalam pendampingan terhadap ibu di tingkat komunitas, namun pendekatan yang dilakukan saat ini masih berfokus pada aspek fisik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat peran kader dalam memberikan dukungan psikososial kepada ibu hamil dan menyusui melalui program edukasi. Metode kegiatan menggunakan pendekatan participatory Action Research (PAR), dimana pendekatan ini menggabungkan proses pembelajaran, refleksi, dan tindakan kolaboratif dengan melibatkan masyarakat sebagai mitra aktif dalam mengidentifikasi masalah, merencanakan solusi dan menghasilkan perubahan social yang bermakna. PAR dinilai sesuai untuk program dukungan psikososial karena menempatkan kader sebagai subjek perubahan yang terlibat secara langsung dalam memenuhi kebutuhan psikososial ibu hamil dan menyusui serta merumuskan strategi pendampingan yang berkelanjutan. Kegiatan melibatkan kader, ibu hamil dan menyusui di Posyandu Flamboyan II, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis Kota Depok. Adapun tahapan kegiatan meliputi tahapan identifikasi masalah, perencanaan kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi berupa refleksi. Materi edukasi mencakup konsep dukungan psikososial, identifikasi tanda kecemasan dan masalah psikologis, bentuk dukungan emosional dan psikososial dan komunikasi empatik. Hasil menunjukan terdapat pergeseran pemahaman kader dari pendekatan yang berorientasi fisik menuju perspektif yang lebih holistik, dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya dukungan psikososial terdapap ibu. Proses reflektif dalam PAR berperan penting dalam membangun komitmen kader sebagai agen pemberi dukungan psikososial di komunitas. Pendekatan partisifatif ini berpotensi memperkuat layanan kesehatan maternal berbasis komunitas secara berkelanjutan.