Swenekhe S. Durand
Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP ANAK PADA KELUARGA NELAYAN TRADISIONAL PANCING ULUR DI DESA BORGO KECAMATAN TOMBARIRI KABUPATEN MINAHASA Keith Imanuel Kandey; Djuwita R.R. Aling; Grace O. Tambani; Swenekhe S. Durand; Christian R. Dien; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.46633

Abstract

Abstract This study aims to determine the general condition of traditional fishermen families in Borgo Village, Tombariri Subdistrict, Minahasa Regency, and also to determine the parenting patterns of parents towards children in traditional fishermen families in Borgo Village, Tombariri Subdistrict, Minahasa Regency. The method used in this research is a case study. A case study is an exploration of a bounded system or a case or various case over time through data collection and involving various rich sources of information in a context. The population in this study was 136 traditional fishing families in Borgo Village. Data were collected using purposive sampling technique. The sample taken was 15 fishermen families (11% of the total population) who had children. Primary data collection used observation, interviews and questionnaires, while secondary data were obtained from statistical records available at government institutions in Borgo Village Office. The data analysis used was descriptive qualitative and descriptive quantitative analysis, using the Guttman scale, which is research that when you want to get a firm answer to a stated problem and is always made in the choice of "Yes or No". The results of research on Parenting of Children in Traditional Fishing Rod Families in Borgo Village, Tombariri District, Minahasa Regency, showed that the dominant form of Democratic Parenting is giving freedom to children to choose what is best for them, characterized by parents' recognition of children's abilities, listening to children's opinions, involving children in discussions, and providing opportunities for children not to always depend on their parents. The percentage of Democratic Parenting (53.33%) where parents who are responsive to children's needs, parents who are realistic about children's abilities, parents who are warm and try to guide children, parents who provide explanations about the impact of good or bad actions, and parents who involve children in decision making.  Keywords: parenting; family; fishermen; traditional   Abstrak Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui keadaan umum keluarga nelayan tradisional di Desa Borgo Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa, selain itu juga untuk mengetahui pola asuh orang tua terhadap anak pada keluarga nelayan tradisional di Desa Borgo Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus (case study). Studi kasus adalah sebuah eksplorasi dar suatu sistem yang terikat atau suatu kasus atau beragam kasus yang dari waktu ke waktu melalui pengumpulan data serta melibatkan berbagai sumber informasi yang kaya dalam suatu konteks. Populasi dalam penelitian ini adalah 136 keluarga nelayan tradisional yang ada di Desa Borgo. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 15 keluarga nelayan (11% dari keseluruhan populasi) yang mempunyai anak. Pengumpulan data primer menggunakan cara observasi, wawancara dan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari catatan statistik yang ada pada lembaga pemerintahan di Kantor Desa Borgo. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif, menggunakan skala Guttman yaitu penelitian yang bila ingin mendapatkan jawaban yang tegas terhadap suatu permasalahan yang dinyatakan dan selalu dibuat dalam pilihan "Ya atau Tidak". Hasil penelitian pada Pola Asuh Orang Tua terhadap Anak pada Keluarga Nelayan Tradisional Pancing Ulur di Desa Borgo Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa, didapatkan hasil dominan bentuk Pola Asuh Demokratis yaitu memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih apa yang terbaik bagi dirinya, ditandai dengan pengakuan orang tua terhadap kemampuan anak, mendengarkan pendapat anak, melibatkan anak dalam diskusi, dan memberikan kesempatan kepada anak untuk tidak selalu bergantung pada orang tuanya. Persentase Pola Asuh Demokratis (53,33%) dimana orang tua yang responsif terhadap kebutuhan anak, orang tua yang realistis terhadap kemampuan anak, orang tua yang bersikap hangat dan berupaya membimbing anak, orang tua yang memberikan penjelasan tentang dampak perbuatan yang baik ataupun buruk, dan orang tua yang melibatkan anak dalam pengambilan keputusan. Kata Kunci: pola asuh; keluarga; nelayan; tradisional
GENDER PADA USAHA PENGOLAHAN IKAN KAYU DI PT. CELEBES MINAPRATAMA KOTA BITUNG Christania Walukow; Srie J. Sondakh; Steelma V. Rantung; Jeannette F. Pangemanan; Swenekhe S. Durand; Florence V. Longdong
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.46999

Abstract

Abstract The purpose of this study is to find out and find differences in gender work in each wood fish processing unit starting from the receipt of raw materials to exports and knowing the division of labor or the role of women and men (gender roles) in wood fish processing activities. Case studies are the basic method used in this study with data collection techniques using the purposive sampling method which is carried out with several considerations so that the data obtained will be more precise. The sample interviewed amounted to 10% of the population determined at each processing unit. Data collection is carried out through observation, interviews, questionnaires and documentation, both photo documentation and taking written documents at relevant agencies. Data collection is carried out through observation, interviews, questionnaires and documentation, both photo documentation and taking written documents at relevant agencies. The data obtained were then analyzed with an analysis of the Harvard Model developed by the Harvard Institute for International Development based on the Women in Development (WID) efficiency approach which is the earliest gender analysis and gender planning framework. All genders are employed in appropriate portions or corridors, namely the number of women is more in productive processing activities with a percentage of 61.42% because it is considered that these activities are easy to do and reach by female workers while men in reproductive processing activities with a percentage of 80.77% because these activities require extra energy but are assisted by machines to facilitate workers. The role of men is more in jobs that require extra energy, while women play an important role in light to moderate work with the characteristics of work that requires accuracy, patience and repetitiveness.  Keywords: gender; processing; wooden fish   Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menemukan perbedaan pekerjaan gender pada setiap unit pengolahan ikan kayu mulai dari penerimaan bahan baku sampai ke ekspor serta mengetahui pembagian kerja atau peran perempuan dan laki-laki (peran gender) dalam kegiatan pengolahan ikan kayu. Studi kasus merupakan metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini dengan teknik pengambilan data adalah dengan menggunakan metode purposive sampling yang diakukan dengan beberapa pertimbangan agar data yang diperoleh akan lebih tepat. Sampel yang diwawancarai berjumlah 10% dari populasi yang ditentukan pada setiap unit pengolahan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi baik itu dokumentasi foto maupun pengambilan dokumen tertulis pada instansi terkait. Data yang diperoleh kemudian dianalis dengan analisis Model Harvard yang dikembangkan oleh Harvard Institute for International Development ini didasarkan pada pendekatan efisiensi Women In Development (WID) yang merupakan kerangka analisis gender dan perencanaan gender yang paling awal. Semua gender dipekerjakan pada porsi atau koridor yang sesuai yaitu jumlah perempuan lebih banyak pada kegiatan produktif pengolahan dengan persentase 61,42% karena dianggap kegiatan tersebut mudah dilakukan dan dijangkau oleh tenaga perempuan sedangkan laki-laki pada kegiatan reproduktif pengolahan dengan persentase 80,77% karena pada kegiatan tersebut membutuhkan tenaga ekstra tetapi dibantu dengan mesin untuk mempermudah pekerjan. Peranan laki-laki lebih banyak pada pekerjaan yang membutuhkan tenaga ekstra, sedangkan perempuan berperan penting pada pekerjaan ringan sampai sedang dengan karakteristik pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, kesabaran dan berulang-ulang. Kata kunci: gender; pengolahan; ikan kayu
KEADAAN SOSIAL-EKONOMI NELAYAN TRADISIONAL PANCING ULUR DI DESA GANGGA II KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Esha Pinkan Manurapon; Djuwita R.R. Aling; Siti Suhaeni; Swenekhe S. Durand; Nurdin Jusuf; Victoria E.N. Manoppo
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.47272

Abstract

Abstract The aim of the research is to find out the social condition of traditional fishermen with hand line fishing gear in Gangga II Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. Knowing the economic condition of traditional fishermen with hand line fishing gear in Gangga II Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. This research will be carried out in Gangga II Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. The research time is planned for five (5) months starting from November 2022 to March 2023. The basic method used in this research is a case study. The respondents were 20 traditional fishermen with hand line fishing gear in Gangga II Village, West Likupang District, North Minahasa Regency which were obtained through a purposive sampling method. The data will then be analyzed using qualitative analysis and quantitative analysis methods. Based on the results of the study it was found that the social condition of hand line fishermen in Gangga II Village was seen in terms of age, all respondents were at a productive age. The education of fishermen for the majority of respondents only graduated from elementary school, although there was one person who graduated from PT. Most of the dependents of the respondent's family are those who have a family of 3 dependents, which is as much as 50%. The economic condition of fishermen as seen from expenditures for investment costs Rp. 6,351,250 with an average expenditure for fixed costs of Rp. 1,411,250 and variable costs used for fishing operations amounting to Rp. 16,993,800. The average net income per year is IDR 31,518,700, so if the average net income per month is IDR. 2,626,000. Keywords: social economy; hand line; Gangga II   Abstrak Tujuan penelitian ialah mengetahui keadaan sosial nelayan tradisional alat tangkap pancing ulur Desa Gangga II, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Mengetahui keadaan ekonomi nelayan tradisional alat tangkap pancing ulur di Desa Gangga II, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini akan dilaksanakan di Desa Gangga II, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Waktu penelitian direncanakan lima (5) bulan di mulai dari bulan November 2022 sampai dengan bulan Maret 2023. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Adapun yang menjadi responden adalah 20 orang nelayan tradisional alat tangkap pancing ulur di Desa Gangga II, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara yang diperoleh melalui metode purposive sampling. Data kemudian akan dianalisis menggunakan metode analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa keadaan sosial nelayan pancing ulur di Desa Gangga II dilihat dari segi usia, semua responden berada pada umur yang produktif. Pendidikan nelayan responden mayoritas hanya lulus SD walaupun ada satu orang yang lulusan PT. Tanggungan keluarga responden yang banyak adalah mereka yang mempunyai tanggungan keluarga 3 orang yaitu sebanyak 50%. Keadaan ekonomi nelayan yang dilihat dari pengeluaran untuk biaya investasi Rp.6.351.250 dengan rata-rata pengeluaran untuk biaya tetap adalah Rp.1.411.250 dan biaya tidak tetap yang digunakan untuk operasional penangkapan ikan adalah sebesar Rp. 16.993.800. Pendapatan bersih rata-rata per tahun adalah Rp.31.518.700, sehingga kalau di rata-ratakan pendapatan bersih per bulan adalah Rp. 2.626.000. Kata kunci: sosial ekonomi; pancing ulur; Gangga II
NILAI TUKAR NELAYAN ALAT TANGKAP JUBI DI DESA BUHIAS PULAU MANTEHAGE KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Sukmawati Potabuga; Florence V. Longdong; Swenekhe S. Durand; Victoria E.N. Manoppo; Olvie V. Kotambunan; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.47273

Abstract

Abstract This study aims to determine the Fishermen's Exchange Rate (NTN) for jubi fishing gear in Buhias Village, Mantehage Island, Wori District, North Minahasa Regency. The basic method used in this research is a case study. The types of data collected in this study are primary data and secondary data. Primary data was collected through interviews using questionnaires to respondents of jubi fishing gear fishermen. The sampling technique in this study was purposive sampling in which 15 samples were taken in stages with the following criteria: 1). Business has been more than 3 years. 2) Has its own fishing gear unit 3). Residents whose place of domicile is clear 4). Willing to be interviewed. Analysis of research data results are divided into two types, namely quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. The results of the research on the total income of traditional fishermen using chart fishing gear can cover the subsistence needs (basic needs) of fishing families, where the NTN value is 1.76, while fishermen's income can cover the costs of fishing businesses using jubi fishing gear with NTN of 4.34. Observations and calculations in December 2022 and January 2023 did not experience an increase or decrease in NTN, with an NTN index value (iNTN) of 100. Keywords: NTN; jubi fishing gear; Buhias Village   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Nilai Tukar Nelayan (NTN) alat tangkap jubi di Desa Buhias Pulau Mantehage, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner kepada responden nelayan alat tangkap jubi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling dimana sebanyak 15 sampel diambil secara bertahap dengan kriteria: 1). Lama usaha sudah lebih dari 3 tahun. 2) Memiliki unit alat tangkap sendiri 3). Penduduk yang jelas tempat domisili 4). Bersedia diwawancarai. Analisis data hasil penelitian dibedakan dalam dua macam, yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian pendapatan total nelayan tradisional menggunakan alat tangkap bagan dapat menutupi kebutuhan subsisten (kebutuhan dasar) keluarga nelayan, dimana nilai NTN diperoleh sebesar 1,76, sedangkan pendapatan nelayan dapat menutupi biaya usaha nelayan dengan menggunakan alat tangkap jubi dengan NTN sebesar 4.34. Pengamatan dan perhitungan pada bulan Desember 2022 dan bulan Januari 2023 tidak mengalami kenaikan dan penurunan NTN, dengan nilai indeks NTN (iNTN) sebesar 100. Kata kunci: NTN; alat tangkap jubi; Desa Buhias
ANALISIS FINANSIAL USAHA PANCING ULUR DI DESA MANTEHAGE BUHIAS KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Christianzen Veron Imanuel Andaki; Jeannette F. Pangemanan; Grace O. Tambani; Swenekhe S. Durand; Victoria E.N. Manoppo; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51534

Abstract

Abstract Mantehage Buhias Village has an area of ​​631 Ha where most of it is plantation land of 127.5 Ha. The boundaries of the village area are: Mantehage Tangkasi Village to the North, Mantehage Tinongko Village to the South, Sea to the East, Mantehage Bango Village to the West. The purpose of this study was to determine the cost structure of the hand line business and to find out the financial analysis of the hand line business in Buhias Village. The method used in this study is the survey method. The survey research method is a method in which data collection can use questionnaires and interviews obtained from a census in the form of people, which of these data will be able to represent a population of fishermen in Buhias Village. The population in this study were hand line fishermen in Buhias Village. The analysis used in this research is descriptive quantitative and qualitative descriptive analysis. Quantitative analysis is to provide a discussion using calculations. Quantitative descriptive analysis was carried out to analyze hand line business in Buhias village, Wori sub-district, North Minahasa regency Data analysis was carried out quantitatively through the data processing stage in the form of tables and descriptive data interpretation. The financial analysis used is to calculate the Operating Profit, Net Profit, Profit Rate, Benefit Cost Ratio, Profitability, Break Even Point and Payback Period Based on the results of the analysis carried out, it can be concluded that the hand line business in Mantehage Buhias Village is feasible to run, because it gets a net profit of Rp18,543,333 with an Operating Profit (OP) value of Rp20,113,333 and the Profit Rate (PR) is 129%. Profitability value > 100%, namely 220%, BCR value > 1, namely 2.29, BEP Sales value from the hand line business is Rp2,572,469, as well as Unit BEP 85.75 and the Payback Period is 5.28 months or 5 months 10 days. Keywords: financial analysis; long-line fishing business; Mantehage Buhias Village   Abstrak Desa Mantehage Buhias memiliki luas wilayah sebesar 631 Ha dimana sebagian besar di antaranya berupa lahan perkebunan sebesar 127,5 Ha. Batas-batas wilayah desa yakni: Sebelah Utara dengan Desa Mantehage Tangkasi, Sebelah Selatan dengan Desa Mantehage Tinongko, Sebelah Timur dengan Laut, Sebelah Barat dengan Desa Mantehage Bango. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui struktur biaya dari usaha pancing ulur dan mengetahui analisis finansial usaha pancing ulur di Desa Buhias. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, Metode penelitian survei adalah suatu metode dimana dalam pengumpulan datanya bisa menggunakan kuesioner dan wawancara yang didapat dari sensus berupa orang, yang mana dari data tersebut akan dapat mewakili suatu populasi nelayan yang ada di Desa Buhias. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan pancing ulur yang ada di Desa Buhias. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Analisis kuantitatif adalah untuk memberikan bahasan dengan menggunakan perhitungan. Analisis deskriptif kuantitatif dilakukan untuk menganalisis usaha pancing ulur di desa Buhias kecamatan wori kabupaten minahasa utara Analisis data yang dilakukan secara kuantitatif melalui tahap pengolahan data berupa tabel dan interpretasi data secara deskriptif. Analisis finansial yang digunakan yaitu dengan menghitung Operating Profit, Net Profit, Profit Rate, Benefit Cost Ratio, Rentabilitas, Break Even Point dan Payback Period Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa usaha pancing ulur di Desa Mantehage Buhias layak untuk dijalankan, karena mendapatkan keuntungan bersih pertahun sebesar Rp18.543.333 dengan nilai Operating Profitnya (OP) adalah Rp20.113.333 dan nilai Profit Rate (PR) yaitu 129%. Nilai Rentabilitas > 100% yaitu 220%, nilai BCR > 1 yaitu 2,29, nilai BEP Penjualan dari hasil usaha pancing ulur sebesar Rp2.572.469, maupun BEP Satuan 85,75 dan Payback Periodnya 5,28 bulan atau 5 bulan 10 hari. Kata Kunci: analisis finansial; usaha pancing ulur; Desa Mantehage Buhias
NILAI EKONOMI TIDAK LANGSUNG EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI DESA BUHIAS PULAU MANTEHAGE KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Mulya Irawati; Jardie A. Andaki; Christian R. Dien; Swenekhe S. Durand; Florence V. Longdong; Siti Suhaeni
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51537

Abstract

Abstract Buhias Village is one of the villages located on Mantehage Island, Wori District, North Minahasa Regency which has a coral reef ecosystem. Buhias Village has the potential of a coral reef ecosystem that can be found along the coast. Existing coral reef ecosystems can be a source of income, namely in the form of catches such as fish, shrimp, and tourism businesses such as diving and fishing. The importance of calculating the indirect economic value of coral reef ecosystems is expected to be information for the community and government in making decisions and policies in the utilization of coral reef ecosystems so that they do not have negative impacts in the future. The population in this study are people who own houses and use wells in Buhias Village, namely 153 families. The sample taken was 10% of the existing population, namely 15 people. Methods of data collection in this study using the sampling method. The sampling technique is incidental sampling. The sampling technique is based on coincidence, namely consumers who meet by chance/accidentally with researchers can be used as a sample, if it is deemed that the person met by chance is suitable as a data source. The results of the research and discussion can be concluded that the indirect benefits of the coral reef ecosystem in Buhias Village are as a wave barrier, sea water intrusion barrier and abrasion prevention. The indirect economic value of the coral reef ecosystem in Buhias Village, namely wave breakers, amounts to IDR 486,030,038/year or 4,860,300,388/10 years, for seawater intrusion barriers amounts to IDR 4,708,226,225/year or IDR 47,082,262,250/10 years , and for abrasion prevention amounting to IDR 42,286,050,000/year or IDR 422,860,500,000/10 years, for a total of IDR 47,480,306,263/year or IDR 474,803,062,630/10 years. Keywords: economic value; indirect benefits; coral reefs; Buhias Village   Abstrak Desa Buhias merupakan salah satu desa yang terletak di Pulau Mantehage, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara yang memiliki ekosistem terumbu karang. Desa Buhias memiliki potensi ekosistem terumbu karang yang dapat dijumpai pada sepanjang pesisir. Ekosistem terumbu karang yang ada dapat menjadi sumber penghasilan, yaitu berupa hasil tangkapan seperti ikan, udang, dan usaha pariwisata seperti menyelam dan memancing. Pentingnya dilakukan perhitungan nilai ekonomi tidak langsung dari ekosistem terumbu karang, diharapkan dapat menjadi informasi bagi masyarakat maupun pemerintah dalam pengambilan keputusan dan kebijakan dalam pemanfaatan ekosistem terumbu karang sehingga tidak memberikan dampak buruk dimasa mendatang. Populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat yang memiliki rumah dan menggunakan sumur di Desa Buhias yaitu sebanyak 153 KK. Sampel yang diambil sebanyak 10% dari populasi yang ada yaitu 15 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan metode sampling. Teknik pengambilan sampel yaitu incidental sampling. Teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu konsumen yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui cocok sebagai sumber data. Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa manfaat tidak langsung ekosistem terumbu karang di Desa Buhias yaitu sebagai penahan gelombang, penahan intrusi air laut dan pencegah abrasi. Nilai ekonomi tidak langsung dari ekosistem terumbu karang di Desa Buhias yaitu penahan gelombang berjumlah Rp486.030.038/tahun atau 4.860.300.388/10 tahun, untuk penahan intrusi air laut berjumlah Rp4.708.226.225/tahun atau Rp47.082.262.250/10 tahun, dan untuk pencegah abrasi berjumlah Rp42.286.050.000/tahun atau Rp422.860.500.000/10 tahun, dengan total Rp47.480.306.263/tahun atau Rp474.803.062.630/10 tahun. Kata kunci: nilai ekonomi; manfaat tidak langsung; terumbu karang; Desa Buhias
GENDER SEKTOR PERIKANAN PADA KELOMPOK NELAYAN KARANG PUTIH DI KAWASAN MEGAMAS WENANG SELATAN KOTA MANADO Zwensy Elizabeth Erina Lempoy; Swenekhe S. Durand; Djuwita R.R. Aling; Jardie A. Andaki; Grace O. Tambani; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51547

Abstract

Abstract The aim of this research is to identify gender differences in traditional fishing businesses in the Megamas area, Wenang Village, Manado City. This research uses a survey method. This research was conducted to determine the role of gender in the fishing business of the Karang Putih fishing group. The sampling method used purposive sampling to obtain fishermen and family members involved in fishing businesses in the southern Megamas Wenang area. Descriptive techniques were used to analyze gender according to USAID (2010) guidelines, namely identifying, understanding, and describing gender differences. Gender analysis components include: 1) Data analysis separated by gender and information; and 2) Check and separate gender data and information collected through surveys. In this research, examination and separation of roles was carried out through questionnaires and interviews. Based on the results and discussion, it can be concluded: there are gender differences in the fisheries sector in the "Karang Putih" fishermen group in the Megamas area, Manado City. As for fishing and selling fish, the role of men is greater than that of women, because women's role is only to take care of household needs. However, men's role is very important because men's role is very necessary as a source of income for the family and to support the family. These two roles are very important to help each other in family life. Keywords: fishermen group; gender; duties and responsibilities   Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu, mengidentifikasi perbedaan gender pada usaha nelayan tradisional di Kawasan Megamas Kelurahan Wenang Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode survei. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gender pada usaha nelayan pada kelompok nelayan Karang Putih. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling untuk mendapatkan nelayan dan anggota keluarga yang terlibat dalam usaha nelayan yang ada di Kawasan Megamas Wenang selatan. Teknik deskriptif dilakukan untuk menganalisis gender menurut petunjuk USAID (2010), yaitu mengidentifikasi, memahami, dan menggambarkan perbedaan gender. Komponen analisis gender, meliputi: 1) Analisis data dipisahkan menurut jenis kelamin dan infomasi; dan 2) Periksa dan pisahkan data jenis kelamin dan informasi yang dikumpulkan melalui survei. Pada penelitian ini pemeriksaan dan pemisahan peran dilakukan melalui kuesioner dan wawancara. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan: terdapat perbedaan gender pada sektor perikanan perikanan pada kelompok nelayan “Karang Putih” di Kawasan Megamas Kota Manado. Adapun pada aktivitas penangkapan ikan serta penjualan ikan, peran laki-laki lebih banyak dari pada perempuan, karena peran perempuan hanya mengurus keperluan rumah tangga. Namun peran laki-laki sangat penting karena peran laki-laki sangat diperlukan untuk sumber pendapatan pada keluarga dan untuk menghidupi keluarga. Kedua peran tersebut sangat penting untuk saling membantu dalam kehidupan keluarga. Kata Kunci: kelompok nelayan; gender; tugas dan tanggung jawab
KONTRIBUSI PEREMPUAN PENJUAL IKAN TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI DESA KEMA L KECAMATAN KEMA KABUPATEN MINAHASA UTARA Ester Syalomitha Israel; Djuwita R.R. Aling; Olvie V. Kotambunan; Srie J. Sondakh; Swenekhe S. Durand; Jardie A. Andaki
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51782

Abstract

Abstract The aim of this research is to determine the number and sources of income of women selling fish in Kema Village, to analyze the contribution of female fish selling income to total family income, to determine the standard of living of the families of women selling fish in Kema 1 Village, Kema District, North Minahasa Regency. The method used in this research is a survey. The data collection method used was using the census method, namely taking all elements of the population as respondents. The data analysis used in this research is quantitative descriptive and qualitative descriptive, to determine the contribution of women fish sellers to family income. Based on this research, it can be concluded: 1) the average gross income per year of women selling fish is IDR 32,297,143, with an average total cost per year of IDR 1,725,000, therefore the average net income per year of women selling fish in Kema I Village is IDR 25,118,000; 2) the household income of women selling fish in Kema I Village is IDR 179,500 per year in total, sourced from income from their main job as a fish seller by being a fish wholesaler, income from children who are already working, and income from outside fisheries, namely as a farmer, artisan , and owns a stall business; and 3) the contribution of female fish sellers' income to family income is 81%, this means that working as a female fish seller is the main job, but income from selling fish also has an influence on the family in helping to meet their needs. Key words: fish seller; woman; family income; contribution; Kema 1 Village   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah dan sumber pendapatan perempuan penjual ikan di Desa Kema, menganalisis kontribusi pendapatan perempuan penjual ikan terhadap total pendapatan keluarga, mengetahui taraf hidup keluarga perempuan penjual ikan di Desa Kema 1 Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey. Metode pengambilan data yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode sensus, yaitu mengambil seluruh elemen populasi dijadikan responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif, untuk menentukan kontribusi perempuan penjual ikan terhadap pendapatan keluarga. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan: 1) rata-rata penerimaan kotor per tahun perempuan penjual ikan adalah Rp32.297.143, dengan rata-rata total biaya per tahun sebesar Rp1.725.000, maka dari itu rata-rata penghasilan bersih per tahun perempuan penjual ikan di Desa Kema I adalah Rp25.118.000; 2) pendapatan rumah tangga perempuan penjual ikan di Desa Kema I adalah Rp179.500 per tahun secara keseluruhan, bersumber dari penghasilan pekerjaan pokok sebagai penjual ikan dengan menjadi pemborong ikan, pendapatan anak yang sudah bekerja, dan pendapatan dari luar perikanan yaitu sebagai petani, tukang, dan memiliki usaha warung; dan 3) kontribusi pendapatan perempuan penjual ikan terhadap pendapatan keluarga yaitu 81%, hal ini berarti bahwa pekerjaan sebagai perempuan penjual ikan merupakan pekerjaan utama, namun pendapatan dari luar penjualan ikan juga berpengaruh bagi keluarga dalam membantu memenuhi kebutuhan. Kata kunci: penjual ikan; perempuan; pendapatan keluarga; kontribusi; Desa Kema 1
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN NELAYAN TERHADAP LAYANAN FASILITAS PELABUHAN SARANA PERIKANAN SAMUDERA (PPS) BITUNG DI KOTA BITUNG Meilanny Juneta Nazar; Siti Suhaeni; Steelma V. Rantung; Swenekhe S. Durand; Srie J. Sondakh; Djuwita R.R. Aling
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51224

Abstract

Abstract Bitung Ocean Fishery Port is one of the centers of capture fisheries activity in Bitung City. The level of user satisfaction is one of the determining factors for the success and sustainability of Bitung Ocean Fishery Port in carrying out its duties and functions to provide the facilities and services needed by fishermen. Based on the background above, it can be formulated that the existing problem is how the level of user satisfaction, namely fishermen, with service facilities, which in this case is limited to the facilities provided by PPS Bitung. The purpose of this research is to: identify what facilities are in Bitung Ocean Fishery Port and analyze the level of user satisfaction, in this case fishermen, with the service facilities provided by Bitung Ocean Fishery Port. The method used in this research is a case study. The population in this study were fishing boat captains who anchored and leaned on Bitung PPS. Data collection used the Sampling method, to determine the size of the sample to be studied using the Slovin method and a sample of 25 skippers was obtained. The data collected in this study are primary data and secondary data. Data analysis used in this research is descriptive qualitative analysis which is quantified. The first objective was achieved by direct observation at Bitung Ocean Fishery Port to identify existing facilities at Bitung Ocean Fishery Port. The second objective is to analyze the level of satisfaction of fishermen using Likert analysis. Based on the results of the Likert scale analysis for the satisfaction level of fishermen with basic facilities, an average value of 4.09 was obtained, functional facilities also obtained an average value of 4.08 and supporting facilities obtained an average value of 4.06. These results are averaged to 4.07 for all existing facilities in Bitung Ocean Fishery Port. It can be concluded that all users feel very satisfied in using all the facilities available at Bitung Ocean Fishery Port.  Keywords: perception; facilities; Bitung Ocean Fishery Port   Abstark Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung merupakan salah satu pusat aktivitas perikanan tangkap di Kota Bitung. Tingkat kepuasan pengguna merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dan keberlanjutan PPS Bitung dalam melakukan tugas dan fungsinya untuk menyediakan fasilitas dan layanan yang diperlukan nelayan. Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan permasalahan yang ada adalah bagaimana tingkat kepuasan pengguna yaitu nelayan terhadap layanan fasilitas yang dalam hal ini dibatasi pada fasilitas sarana saja yang disediakan oleh PPS Bitung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: mengidentifikasi fasilitas sarana apa saja yang ada di PPS Bitung dan menganalisis tingkat kepuasan pengguna dalam hal ini adalah nelayan, terhadap layanan fasilitas sarana yang disediakan oleh PPS Bitung Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah nakhoda kapal perikanan yang berlabuh dan bersandar di PPS Bitung. Pengambilan data menggunakan metode Sampling, untuk menentukan besarnya sampel yang akan diteliti menggunakan metode Slovin dan diperoleh sampel sebesar 25 orang Nakhoda. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif yang dikuantitatifkan. Tujuan pertama dicapai dengan observasi langsung di PPS Bitung untuk mengidentifikasi fasilitas sarana yang ada di PPS Bitung. Tujuan kedua untuk menganalisis tingkat kepuasan nelayan digunakan analisis Likert. Berdasarkan hasil analisis skala likert untuk tingkat kepuasan nelayan terhadap fasilitas pokok memperoleh nilai Rata-rata sebesar 4,09, juga fasilitas fungsional memperoleh nilai Rata-rata sebesar 4,08 dan fasilitas penunjang memperoleh nilai Rata-rata sebesar 4,06. Hasil tersebut kalau di rata-ratakan menjadi 4,07 untuk semua fasilitas sarana yang ada di PPS Bitung. Hal ini dapat disimpulkan bahwa semua pengguna merasa sangat puas dalam menggunakan semua fasilitas sarana yang ada di PPS Bitung. Kata Kunci: persepsi; sarana; PPS Bitung
PERAN PEREMPUAN PEDAGANG IKAN KELILING DALAM MENUNJANG EKONOMI KELUARGA DI DESA TUMPAAN KECAMATAN TUMPAAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN Yola Fiona Najoan; Florence V. Longdong; Swenekhe S. Durand; Steelma V. Rantung; Djuwita R.R. Aling; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51647

Abstract

AbstractThe rapid economic development in Indonesia has led to an increase in household needs. The active participation of women in economic activities is crucial for achieving inclusive and sustainable economic growth. One significant effort made by women to support their family's economy is their involvement in small-scale fisheries, mainly through selling the catch of local fishermen. This research aims to explore the general condition of women fishmongers who operate mobile fish vending businesses in Tumpaan Village, Tumpaan Subdistrict, South Minahasa Regency, and to describe their role in supporting household economies. The findings of this study can provide insights into the role of women fishmongers in contributing to family economics, which is an essential requirement for completing studies at the Faculty of Fisheries, Sam Ratulangi University, Manado, and serve as a foundation for future research in similar areas. This research is conducted as a descriptive study using a census method for data collection. Data is gathered through observations, interviews, and documentation in the form of photographs. The collected data is then subjected to qualitative and quantitative descriptive analysis. The annual income of women fishmongers is found to be Rp29,702,400, while the total household income is Rp63,302,400, resulting in a contribution of 46.92% from women fishmongers towards the household economy. However, with a contribution of less than 50%, it is evident that the income generated by women fishmongers in Tumpaan Village, Tumpaan Subdistrict, is not their primary source of income. This indicates that within the family's economy, wives are considered supporting contributors and do not replace the husband's role as the main breadwinner. Keywords: roles, women; selling fish; income Abstrak Perkembangan ekonomi di Indonesia yang semakin pesat membuat kebutuhan rumah tangga semakin meningkat. Partisipasi perempuan dalam kegiatan ekonomi juga sangat penting untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan perempuan untuk menunjang ekonomi keluarga yaitu berpartisipasi di sektor perikanan berskala kecil, umumnya mereka menjual hasil tangkap laut nelayan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keadaan umum perempuan pedagang ikan keliling di Desa Tumpaan Kecamatan Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan dan untuk mendeskripsikan bagaimana peran perempuan pedagang ikan keliling dalam menunjang ekonomi keluarga. Manfaat dari penelitian ini adalah dapat dijadikan bahan untuk memahami peran perempuan pedagang ikan keliling dalam menunjang ekonomi keluarga, salah satu syarat dalam menyelesaikan studi di Fakultas Perikanan Universitas Sam Ratulangi Manado dan sebagai sarana penunjang dalam penelitian sejenis di masa mendatang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode pengumpulan data secara sensus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Analisis data hasil penelitian dibedakan dalam dua macam, yaitu analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif yang diperoleh melalui observasi dan wawancara ataupun dokumentasi dalam bentuk foto. Data yang diperoleh akan dikumpulkan dan di analisis kemudian akan dikalimatkan menjadi suatu kalimat yang sesuai dengan kata. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pendapatan perempuan pedagang ikan keliling sebesar Rp29.702.400 per tahun dan dengan pendapatan rumah tangga sebesar Rp63.302.400 per tahun, maka kontribusi yang diberikan oleh perempuan pedagang ikan keliling dalam menunjang ekonomi keluarga adalah sebesar 46,92%. Dapat dilihat dari nilai tersebut yang kurang dari 50% bahwa dapat dikatakan pendapatan dari perempuan pedagang ikan keliling di Desa Tumpaan Kecamatan Tumpaan bukan sebagai pendapatan utama. Hal ini menunjukkan bahwa dalam perekonomian keluarga, seorang istri hanya sebagai penunjang dan tidak menggeser kedudukan suami sebagai pencari nafkah utama. Kata kunci : peran; perempuan; penjual ikan keliling; pendapatan