Jardie A. Andaki
Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KONDISI SOSIAL EKONOMI PEDAGANG IKAN LAUT SEGAR DI PASAR RAKYAT SUKUR KECAMATAN AIRMADIDI KABUPATEN MINAHASA UTARA Mega Kereh; Jeannette F. Pangemanan; Jardie A. Andaki; Victoria E.N. Manoppo; Djuwita R.R. Aling
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.44855

Abstract

Abstract The purpose of this study was to find out the general condition of the market and find out the socio-economic conditions of traders in the Sukur People's Market, Airmadidi District, North Minahasa Regency. The population in this study was fresh sea fish traders at the Sukur People's Market. The method that will be used in this study is the survey method. The data analysis that will be used in this study is quantitative analysis and qualitative analysis. Socioeconomic conditions of fresh sea fish traders in Sukur People's Market: 1.)Social conditions: The age of the respondents is at the productive age of 30-50 years, the most education is elementary school and the least is junior high school, the highest number of family dependents is 3-4 people and the religion of each trader is the most from Islam with 7 people and Christianity 1 person. 2) Economic circumstances: the average income of fresh sea fish traders in a year is 46,450,000, monthly expenses with an average of 430,000, start-up capital is sent capital.  Keywords: socio-economic; merchant; fresh fish; Sukur People's Market   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan umum Pasar dan mengetahui kondisi sosial ekonomi pedagang di Pasar Rakyat Sukur Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah pedagang ikan laut segar di Pasar Rakyat Sukur. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Kondisi sosial ekonomi pedagang ikan laut segar di Pasar Rakyat Sukur: 1.) Kondisi sosial: Umur responden berada pada usia produktif 30-50 tahun, Pendidikan yang paling banyak yaitu SD dan yang paling sedikit yaitu SMP, jumlah tanggungan keluarga terbanyak yaitu 3-4 orang dan agama dari setiap pedagang paling banyak dari agama Islam dengan jumlah 7 orang dan Kristen 1 orang. 2) Kondisi ekonomi: rata-rata dari pendapatan pedagang ikan laut segar dalam setahun sebesar 46.450.000, pengeluaran perbulan dengan rata-rata 430.000, modal awal adalah modal sendiri kemudian untuk meningkatkan penghasilan maka jumlah modal sesuai dengan keterangan pada Tabel modal dari pedagang ikan laut segar. Kata Kunci: sosial ekonomi; pedagang; ikan luat segar; Pasar Rakyat Sukur
KEADAAN SOSIAL EKONOMI PELAKU USAHA KECIL MENENGAH (UKM) BIDANG KULINER DI DERMAGA DESA BUDO, KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Excel Golioth; Djuwita R.R. Aling; Jeannette F. Pangemanan; Nurdin Jusuf; Steelma V. Rantung; Jardie A. Andaki
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.45004

Abstract

Abstract Coastal areas have specific conditions. The conditions of the coastal areas are different from one another, so each has differences. Differences in terms of characteristics cause different problems that exist, thus, have differences in how to handle them. Budo Village, Wori District, North Minahasa Regency is one of the coastal villages in North Sulawesi which is famous for its mangrove tourism. There are about 30 hectares of which are overgrown with various mangrove vegetation. This mangrove forest tour was nominated for the 5 (five) best in North Sulawesi. In addition to the potential for mangrove forests, Budo village has a pier which is a place for culinary tours for visitors. The purpose of this study was to determine the socio-economic conditions of culinary SMEs at the docks of Budo Village, Wori District, North Minahasa Regency. The basic method used in this study is a case study, data taken by census on 3 UKM culinary business actors. Analysis of the results of the research data is divided into two, namely quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. Business analysis uses the formula: π = TR − T????, in which case: π = Net income, TR = Total revenue and TC = Total cost. The results obtained regarding social conditions are taken according to age, who are still young and productive, last junior high school education, the number of family dependents of 3 people, more than 1 year of business experience and the condition of a permanent home. The economic situation of the 3 respondents can be seen that the culinary business at the pier of the first Budo Village, the capital of R1, R2 and R3 is in the range of Rp. 2,988,000, Rp. 11,915,000 and Rp. 8,361,000. Total Cost (TC) of each respondent Rp. 684,400, Rp. 984,100, Rp. 619,050. Total Revenue (TR) for each respondent is around Rp. 1,862,000, Rp. 1,957,000 and Rp. 1,166,000 Net income (π) for each respondent is Rp. 1,177,600, Rp. 972,900, and Rp. 546,950 so this business is worth continuing because it is profitable.  Keywords: small business, mangrove tourism, culinary, wharf, social, economy   Abstrak Wilayah pesisir mempunyai kondisi yang spesifik. Kondisi wilayah pesisir yang satu dengan yang lainnya, maka masing-masing memiliki perbedaan. Perbedaan dari sisi karakteristiknyamenyebabkan berbeda pula masalah yang ada, dengan demikian, memiliki perbedaan dalam cara penanganannya. Desa Budo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara merupakan salah satu desa pesisir di Sulawesi Utara yang terkenal dengan wisata mangrove. Terdapat sekitar 30 Ha yang ditumbuhi vegetasi tumbuhan mangrove yang beragam. Wisata hutan mangrove ini masuk nominasi 5 (lima) terbaik di Sulawesi Utara. Selain potensi hutan mangrove, desa Budo memiliki dermaga yang menjadi tempat berwisata kuliner bagi pengunjung. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui keadaan sosial ekonomi pelaku UKM bidang kuliner di dermaga Desa Budo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini ialah studi kasus, data diambil secara sensus atas 3 orang pelaku usaha UKM bidang kuliner. Analisis data hasil penelitian dibedakan atas dua, yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Analisis usaha menggunakan rumus : π = TR − T????, hal mana : π = Pendapatan bersih, TR = Total penerimaan (Total Revenue) dan TC = Total biaya (Total cost). Hasil yang diperoleh tentang keadaan sosial diambil menurut umur, yang masih berumur muda dan produktif, pendidikan terakhir SMP, jumlah tanggungan keluarga 3 orang, pengalaman berusaha di atas 1 tahun dan keadaan rumah permanen. Keadaan ekonomi dari ke-3 responden dapat dilihat bahwa usaha kuliner di dermaga Desa Budo pertama, modal R1, R2, dan R3 berada pada kisaran Rp. 2.988.000, Rp. 11.915.000, dan Rp. 8.361.000. Total Cost (TC) masing-masing responden Rp. 684.400, Rp. 984.100, Rp. 619.050. Total Revenue (TR) masing-masing responden berkisar Rp. 1.862.000, Rp. 1.957.000, dan Rp. 1.166.000 Pendapatan bersih (π) masing-masing responden Rp. 1.177.600, Rp. 972.900, dan Rp. 546.950 sehingga usaha ini layak untuk diteruskan karena menguntungkan. Kata kunci: usaha kecil, wisata mangrove, kuliner, dermaga, sosial, ekonomi
KAJIAN SALURAN PEMASARAN IKAN SEGAR OLEH NELAYAN USAHA PANCING ULUR DI KELURAHAN TATELI II KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Dietrys Maria Mangaro; Victoria E.N. Manoppo; Jeannette F. Pangemanan; Jardie A. Andaki; Christian R. Dien; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.45541

Abstract

Abstract Fresh fish is a commodity that is easily damaged, so it must receive serious attention in its marketing. The short length of the marketing channel will affect quality, costs, margins, profits and efficiency. The purpose of this study was to determine marketing channels, fresh fish marketing margins, and channel efficiency of fresh fish marketing by hand line fishermen in Tateli II Village, Mandolang District. The method used in this research is survey method. The data collected consists of primary data and secondary data. There are three analyses that will be used to answer the objectives in this study, namely First, marketing channel analysis; Second, marketing margin analysis; Third, analysis of marketing efficiency: namely the comparison between marketing costs and the value of products sold (retail prices) expressed in percent. Based on the research results, it can be concluded that the marketing channel for fresh fish by fishermen in the Tateli II Village is a short marketing channel, namely collecting traders sell directly to consumers without involving other marketing institutions. Producers, in this case fishermen, as a source of raw materials in the form of raw tude fish. Fresh fish marketing margin on each marketing channel. the price difference at the consumer level is Rp. 250,000, or a margin of 41.67%. The margin is 41.67%, meaning that the collecting trader gets a profit of 41.67% of the purchase price so that it can be said that the collecting trader still makes a profit after the collecting trader sells it to the final consumer. Meanwhile, the marketing efficiency of tude fish at the collector level is 3.3%, so it can be said to be efficient.   Keywords: marketing channels; fresh fish; Tateli II   Abstrak Ikan segar merupakan salah satu komoditas yang mudah rusak sehingga dalam pemasarannya harus mendapatkan perhatian yang serius. Panjang pendeknya saluran pemasaran akan berpengaruh pada kualitas, biaya, margin, keuntungan, dan efisiensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui saluran pemasaran, margin pemasaran ikan segar, dan efisiensi saluran pemasaran ikan segaroleh nelayan usaha pancing ulur di Kelurahan Tateli II Kecamatan Mandolang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survei. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Ada tiga analisis yang akan digunakan untuk menjawab tujuan dalam penelitian ini, yaitu Pertama, analisis saluran pemasaran; Kedua, analisis margin pemasaran; Ketiga, analisis efisiensi pemasaran: yaitu perbandingan antara biaya pemasaran dengan nilai produk yang dijual (harga eceran) dinyatakan dengan persen. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa saluran pemasaran ikan segar oleh nelayan di Kelurahan Tateli II merupakan saluran pemasaran pendek yaitu pedagang pengumpul menjual langsung kepada konsumen tanpa melibatkan lembaga pemasaran lainnya. Produsen dalam hal ini nelayan sebagai sumber bahan baku berupa ikan tude mentah. Margin pemasaran ikan segar pada masing-masing saluran pemasaran. selisih harga di tingkat konsumen adalah Rp. 250.000, atau margin sebesar 41,67%. Margin 41,67%, artinya pedagang pengumpul mendapat untung sebesar sebesar 41,67% dari harga beli sehingga bisa dikatakan pedagang pengumpul masih memperoleh keuntungan setelah pedagang pengumpul menjualnya ke konsumen akhir. Sedangkan ffisiensi pemasaran ikan tude di tingkat pedagang pengumpul yaitu 3,3%, sehingga dapat dikatakan efisien.   Kata Kunci: saluran pemasaran; ikan segar; Tateli II
KEADAAN SOSIAL EKONOMI KELUARGA NELAYAN HAND LINE DI DESA ONGKAW I KECAMATAN SINONSAYANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN PROVINSI SULAWESI UTARA Gerry Samuel Waraney Tombokan; Srie J. Sondakh; Swenekhe S. Durand; Jardie A. Andaki; Djuwita R.R. Aling; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.45706

Abstract

Abstract Fishermen are a group of people who live in coastal areas, live together and meet their needs from marine resources. Communities living in coastal areas have socio-economic characteristics that are closely related to existing marine resources. The existence of fishermen socially and economically, in the sense that the number of fishermen in Indonesia is on average dominated by small fishermen or traditional fishermen. The purpose of this study was to determine the socio-economic conditions of fishermen's families in Ongkaw I Village, Sinonsayang District, South minahasa District.The method used in this research is survey method. The population in this study were traditional fishing rods in Ongkaw I Village. The data collection method was carried out by census. The census was conducted on a total population of 14 people. The data collected consists of primary data and secondary data. Primary data collection was carried out through observation and interviews guided by questionnaires. Secondary data was obtained from the Ongkaw Village Office. The data analysis used is descriptive qualitative and quantitative analysis.Based on the results of the study, it is known that fishermen's household income comes from their main job as fishermen, and side jobs are still in the fisheries sector as well as outside the fisheries sector. The average total income of fishing families in Ongkaw village per year is IDR 34,200,000. Expenditures for fishing households in Ongkaw I Village, which are divided into expenditures for food needs of IDR 8,460,000 and expenditures for non-food needs, namely IDR 540,843.  Keywords: social economy; fishermen; hand line; Ongkaw Village  Abstrak Nelayan merupakan sekelompok mayarakat yang tinggal di wilayah pesisir, hidup bersama dan memenuhi kebutuhan hidupnya dari sumber daya laut. Masyarakat yang hidup di daerah pesisir memiliki karakteristik secara sosial ekonomi sangat terkait dengan sumber hasil laut yang ada. Keberadaan nelayan secara sosial dan ekonomi, dalam arti jumlah nelayan di Indonesia rata-rata didominasi oleh nelayan kecil atau nelayan tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi keluarga nelayan Desa Ongkaw I Kecamatan sinonsayang Kecamatan Minahasa Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan tradisional pancing ulur yang ada di Desa ongkaw I. Metode pengambilan data yang dilakukan secara sensus. Sensus dilakukan pada total populasi 14 orang. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuisioner. Data sekunder diperoleh dari Kantor Desa Ongkaw I. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pendapatan rumah tangga nelayan bersumber dari pekerjaan pokok sebagai nelayan, dan pekerjaan sampingan masih di bidang perikanan maupun diluar bidang perikanan. Total pendapatan keluarga nelayan di Desa Ongkaw I rata-rata per tahun adalah Rp34.200.000. Pengeluaran rumah tangga nelayan di Desa Ongkaw I yaitu yang terbagi menjadi pengeluaran untuk kebutuhan pangan sebesar Rp8.460.000 dan pengeluaran untuk kebutuhan non pangan yaitu sebesar Rp540.843. Kata Kunci: sosial ekonomi; nelayan; hand line; Desa Ongkaw
GENDER PADA RANTAI NILAI USAHA PERIKANAN TANGKAP HAND LINE DI DESA ONGKAW KECAMATAN SINONSAYANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN Elisabeth Sharon Arshely Wagey; Jardie A. Andaki; Christian R. Dien; Jeannette F. Pangemanan; Srie J. Sondakh; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.45896

Abstract

Abstract The purpose of this study was to analyze the extent to which the contribution of coastal women's businesses to hand line fishermen's household income in Tateli Weru Village, Mandolang District, Minahasa Regency, North Sulawesi Province. The method used in this research is survey. The data collected consists of primary data and secondary data. Data collection was carried out through observation, interviews, questionnaires and documentation, both photo documentation and retrieval of written documents from relevant agencies. The data obtained were analysed by quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis, then analysed the contribution of the hand line fisherman's wife's business to the fishermen's family income. Based on the results of the study, it can be concluded that the contribution of the fishing rod fishermen's income to family income is in the form of work as a seller of yellow rice, petibo, seller of pop ice / cendol / shaved ice, cake seller, fresh fish seller, stall business, fried food seller. The average contribution of hand line fishermen's wives from various jobs is 52.85% Keywords: contribution; fisherman's wife income; Tateli Weru Abstrak Tujuan penelitian ini ialah menganalisis sejauh mana kontribusi usaha perempuan pesisir terhadap pendapatan rumah tangga nelayan pancing ulur di Desa Tateli Weru Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi baik itu dokumentasi foto maupun pengambilan dokumen tertulis pada instansi terkait. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif, selanjutnya dilakukan analisis kontribusi usaha istri nelayan pancing ulur pada pendapatan keluarga nelayan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kontribusi pendapatan istri nelayan pancing ulur terhadap pendapatan keluarga dalam bentuk pekerjaan sebagai penjual nasi kuning, petibo, penjual pop ice/cendol/es cukur, penjual kue, penjual ikan segar, usaha warung, penjual gorengan. Rata-rata kontribusi isteri nelayan pancing ulur dari berbagai pekerjaan yaitu sebesar 52,85% Kata kunci: kontribusi; pendapatan istri nelayan; Tateli Weru
ANALISIS FINANSIAL USAHA PEMASARAN IKAN NILA DI DESA WARUKAPAS KECAMATAN DIMEMBE KABUPATEN MINAHASA UTARA Josua Lenox Siby; Srie J. Sondakh; Swenekhe S. Durand; Jardie A. Andaki; Djuwita R.R. Aling; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46099

Abstract

Abstract The potential for Indonesian aquaculture land is quite large, supported by Indonesia's natural conditions which have favorable physiographical diversity for aquaculture. The water temperature in the tropics is relatively high and stable throughout the year, allowing cultivation activities to take place throughout the year. Diverse landscape and coastal typologies provide opportunities for the development of diverse cultivation commodities. Warukapas Village is one of the tilapia producing villages. It was recorded that tilapia produced in 2010 amounted to 500 tons with an area of ​​15 ha. Warukapas village is one of the tilapia producing villages. It was recorded that 500 tons of tilapia were produced in 2011 with an area of ​​15 ha. The tilapia business is one of the people's choices because tilapia is a type of commercial fish that is profitable. The purpose of this study was to determine the financial feasibility of the tilapia marketing business which is a community business in Warukapas Village, Dimembe District, North Minahasa Regency and the benefits obtained in this study are to provide information on the feasibility of the tilapia business, and can be initial data for future research development. as well as providing insight into knowledge for writers about the feasibility of tilapia business in the village of Warukapas. Methods in data collection using purposive sampling method. The data collected consists of primary data and secondary data. Furthermore, financial analysis, namely Operating Profit, Net Profit, Profit Rate, Benefit Cost Ratio, Profitability, Break Event Point. The results of the study show that the marketing of tilapia in Warukapas Village has a marketing chain that starts from fish farmers to collecting traders after which it is distributed to consumers. The results of the feasibility analysis of tilapia marketing business in Warukapas Village through calculations, namely the value of Operating Profit gets a result of IDR 156,782,000, the value of Net Profit is IDR 149,248,167, Profit Rate gets a percentage of 504%, BCR value shows 6.04 indicating that the business is feasible to run, Profitability shows a value of 382% including the very good category, BEP or break-even point which includes Sales BEP of Rp. 8,593,399.11, and the unit BEP value is 245.525 birds. So the results given through calculations using existing financial analysis tools show that the tilapia marketing business in Warukapas Village is very feasible to run   Keywords: financial analysis; tilapia fish; Warukapas Village   Abstrak Potensi lahan perikanan budidaya Indonesia cukup besar didukung oleh kondisi alam Indonesia yang mempunyai keragaman fisiografis menguntungkan untuk akuakultur. Temperatur air wilayah tropis relatif tinggi dan stabil sepanjang tahun memungkinkan kegiatan budidaya berlangsung sepanjang tahun. Tipologi bentang lahan dan pesisir yang beragam memberi peluang untuk pengembangan komoditas budidaya yang beragam. Desa Warukapas merupakan salah satu Desa penghasil ikan nila. Tercatat ikan nila yang di produksi pada tahun 2010 sebesar 500-ton dengan luas areal sebesar 15 ha. Desa Warukapas merupakan salah satu desa penghasil ikan nila. Tercatat ikan nila yang di produksi pada tahun 2011 sebanyak 500-ton dengan luas areal sebesar 15 ha. Usaha ikan nila menjadi salah satu pilihan masyarakat di karenakan ikan nila merupakan salah satu jenis ikan komersial yang menguntungkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan finansial dari usaha pemasaran ikan nila yang menjadi usaha masyarakat di Desa Warukapas Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara serta manfaat yang didapatkan dalam penelitian ini adalah memberikan informasi layak tidaknya usaha ikan nila, dan bisa menjadi data awal untuk pengembangan penelitian dikemudian hari serta memberikan wawasan pengetahuan bagi penulis tentang kelayakan usaha ikan nila di desa Warukapas. Metode dalam pengambilan data menggunakan metode purposive sampling. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Selanjutnya, menganalisis finansial yaitu Operating Profit, Net Profit, Profit Rate, Benefit Cost Ratio, Rentabilitas, Break Event Point. Hasil dari penelitian bahwa pemasaran ikan nila di Desa Warukapas memiliki rantai pemasaran yang dimulai dari Petani Ikan ke pedagang pengumupul setelah itu disalurkan ke konsumen. Hasil analisis kelayakan usaha pemasaran ikan nila di Desa Warukapas melalui perhitungan yaitu nilai Operating Profit mendapatkan hasil sebesar Rp 156.782.000, nilai dari Net Profit sebesar Rp Rp 149.248.167, Profit Rate mendapatkan persentase sebesar 504%, nila BCR menunjukkan 6,04 menandakan bahwa usaha tersebut layak dijalankan, Rentabilitas menunjukkan nilai 382% termasuk kategori baik sekali, BEP atau titik impas yang meliputi BEP Penjualan sebesar Rp. 8.593.399,11, dan nilai BEP satuan sebesar 245,525 ekor. Maka dengan hasil yang diberikan lewat perhitungan menggunakan alat analisis finansial yang ada menunjukkan bahwa usaha pemasaran ikan nila di Desa Warukapas sangat layak untuk dijalankan.   Kata kunci: analisis finansial; ikan nila; Desa Warukapas
NILAI EKONOMI TIDAK LANGSUNG EKOSISTEM MANGROVE DI KELURAHAN PINTU KOTA KECAMATAN LEMBEH UTARA KOTA BITUNG Joshua Junior Rumengan; Jardie A. Andaki; Florence V. Longdong; Srie J. Sondakh; Siti Suhaeni; Djuwita R.R. Aling
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46104

Abstract

Abstract The purpose of this study was to identify indirect benefits and calculate the indirect economic value of mangrove ecosystems in Pintu Kota Village, Lembeh Utara District, Bitung City. The population in this study are people who own houses and use wells in Pintu Kota Village. The data collection method uses the sampling method, which only takes a portion of the sample from the population. Sampling using incidental sampling technique. The data collected is in the form of primary data and secondary data. Primary data were obtained through interviews and direct field observations. Secondary data was obtained from existing data at the village office or from previous studies. Based on the results of the study, it can be concluded that the indirect benefits of mangrove ecosystems in Pintu Kota Village, Lembeh Utara District, Bitung City are as windbreaks, abrasion prevention, wave arrestors and seawater intrusion barriers. The indirect economic value of the mangrove ecosystem in Pintu Kota Village, Lembeh Utara District, Bitung City for windbreaks is Rp565,782,656/year, for preventing abrasion is Rp4,216,299,500/year, for wave barriers is Rp229,866,184/year, and for anchoring seawater intrusion, which is Rp26,912,550,000/year. The total indirect economic value of the mangrove ecosystem in Pintu Kota Village, Lembeh Utara District, Bitung City, is Rp43,515,887,480/year.   Keywords: economic value, indirect benefits, mangrove   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi manfaat tidak langsung dan menghitung nilai ekonomi tidak langsung ekosistem mangrove di Kelurahan Pintu Kota Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang memiliki rumah dan menggunakan sumur di Kelurahan Pintu Kota. Metode pengumpulan data menggunakan metode sampling, dimana hanya mengambil sebagian sampel dari populasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik incidental sampling. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara, dan observasi langsung ke lapangan. Data sekunder diperoleh dari data yang sudah ada pada kantor kelurahan ataupun dari penelitian-penelitian terdahulu. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa manfaat tidak langsung ekosistem mangrove di Kelurahan Pintu Kota Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung yaitu sebagai penahan angin, pencegah abrasi, penahan gelombang dan penahan intrusi air laut. Nilai ekonomi tidak langsung ekosistem mangrove di Kelurahan Pintu Kota Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung untuk penahan angin yaitu Rp565.782.656/tahun, untuk pencegah abrasi yaitu Rp4.216.299.500/tahun, untuk penahan gelombang yaitu Rp229.866.184/tahun, dan untuk penahan intrusi air laut yaitu Rp26.912.550.000/tahun. Total nilai ekonomi tidak langsung ekosistem mangrove di Kelurahan Pintu Kota Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung yaitu Rp43.515.887.480/tahun.   Kata Kunci: nilai ekonomi, manfaat tidak langsung, mangrove
PERSEPSI NELAYAN TRADISIONAL TERHADAP TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI KELURAHAN PAPUSUNGAN KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG Jesica Rebeca Dunda; Steelma V. Rantung; Jardie A. Andaki; Jeannette F. Pangemanan; Florence V. Longdong; Djuwita R.R. Aling
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46171

Abstract

Abstract Papusungan Village is located on Lembeh Island which is separated by the Lembeh Strait with the mainland of Bitung City where most of the people in Papusungan Village have a livelihood as fishermen and farmers. Education for fishermen, especially fishermen's children, is still concerning. The majority are only junior high school graduates and also some do not continue to the high school level and even to higher education because it is considered that the high costs related to education make parents unable to afford it. The purpose of this study is to determine the perception of traditional fishermen towards children's education in Papusungan Village, South Lembeh District. The method used in this study is the survey method. The population in this study was all traditional fishermen who had school children aged 5-22 years in Papusungan Village. The method of data collection carried out using the census method, that is, the collection of data on all elements of the population investigated one by one. The data collected is primary data and secondary data. The primary data used is by conducting interview observations using oral lists of questions to respondents so that they can provide precise information about the object under study. Secondary data is obtained by taking from existing data at the village office or from previous studies. The data analysis used in this study is qualitative descriptive and quantitative descriptive analysis. Based on the results of the study, it is known that fishermen's knowledge of children's education in Papusungan Village is 60.71% and parents who state that they do not understand and have obstacles in education are 39.29%. Fishermen's Perceptions of Education in Papusungan Village which is based on 3 criteria of statements have a good perception. Almost all traditional fishermen in Papusungan Village, South Lembeh District, Bitung City consider and realize that education is important for the future of children.   Keywords: fishermen's children, education, perception, traditional fishermen, Papusungan   Abstrak Kelurahan Papusungan terletak di Pulau Lembeh yang di pisahkan oleh Selat Lembeh dengan daratan Kota Bitung dimana sebagian besar masyarakat Kelurahan papusungan memiliki mata pencaharian sebagai nelayan dan petani. Pendidikan bagi para nelayan khususnya anak-anak nelayan sampai saat ini masih memprihatinkan. Mayoritas hanya lulusan SMP saja dan juga sebagian tidak melanjutkan ke jenjang SMA bahkan ke pendidikan tinggi karena dinilai mahalnya biaya terkait dengan pendidikan yang membuat orangtua tidak mampu untuk membiayai. Tujuan penelitian ini mengetahui persepsi nelayan tradisional terhadap pendidikan anak di Kelurahan Papusungan Kecamatan Lembeh Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei. Populasi dalam penelitian ini semua nelayan tradisional yang mempunyai anak sekolah usia 5-22 Tahun yang ada di Kelurahan Papusungan. Metode pengambilan data yang dilakukan menggunakan metode sensus, yaitu pengumpulan data seluruh elemen populasi yang diselidiki satu per satu. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yang digunakan yaitu dengan melakukan observasi wawancara menggunakan daftar pertanyaan secara lisan kepada responden sehingga dapat memberikan informasi yang tepat tentang objek yang diteliti. Data sekunder diperoleh dengan cara mengambil dari data yang sudah ada pada kantor Kelurahan ataupun dari penelitian-penelitian yang terdahulu. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan nelayan terhadap pendidikan anak di Kelurahan Papusungan sebesar 60,71% dan orang tua yang menyatakan kurang paham dan memiliki kendala dalam pendidikan yaitu 39,29%. Persepsi Nelayan terhadap Pendidikan di Kelurahan Papusungan yang berdasarkan pada 3 kriteria pernyataan memiliki persepsi yang baik. Hampir semua nelayan tradisional di Kelurahan Papusungan Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung menganggap dan menyadari bahwa pendidikan penting untuk masa depan anak.   Kata kunci: anak nelayan, pendidikan, persepsi, nelayan tradisional, Papusungan
PERSEPSI NELAYAN TRADISIONAL TERHADAP TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI KELURAHAN BATULUBANG KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG Aprillisa Prisillia Lumuko; Swenekhe S. Durand; Olvie V. Kotambunan; Jardie A. Andaki; Jeannette F. Pangemanan; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46172

Abstract

Abstract The purpose of this study was to observe whether the fishing community knew about the function of children's education in the Batuburan Village and to find out the fishermen's perceptions of the level of children's education in the Batuburan Village, Lembeh Selatan District, Bitung City. The method used is survey method. The population in this study were traditional fishermen in the Batuburan Village and who already had children. The data collection method that will be carried out is the sample. The data used consists of primary data and secondary data. Sampling in this study was carried out using a purposive sampling method, namely a sampling technique by determining certain criteria. The data analysis to be used in the research is descriptive quantitative and qualitative descriptive analysis. This study uses the Guttman scale and Likert scale. The Guttman scale is a scale that provides two answer choices, for example yes–no, while the Likert scale is a scale used to measure attitudes, opinions and perceptions of a person or people about social phenomena. The instrument used is in the form of choices that have a gradation from very positive to very negative, such as strongly agree, agree, undecided, disagree, and strongly disagree. Based on the results of the study it was found that fishermen's knowledge of the level of education of children in the Batuburan Village based on Guttman's scale analysis obtained results of 59.34%, while they lacked understanding and had obstacles in children's education, namely 40.66%. Fishermen's perceptions of the education level of children in Batuburan Village based on 3 dimensions, namely, the education dimension as knowledge of being a fisherman has an average of 2.75%, respondents' perceptions are stated to be quite important, while the education dimension for children's skills has an average of 3.92%, respondents' perceptions are stated to be very important and the dimension of continuation of fishing work for children is 1.73%, that is, respondents have unimportant perceptions. From the results of the dimensional average, it can be seen that the total average is 2.80% which states that the level of fishermen's parents has a fairly important perception.   Keywords: Perception, Traditional Fishermen, Batulubung   Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu mengamati apakah masyarakat nelayan mengetahui tentang fungsi pendidikan anak di Kelurahan Batulubang dan mengetahui persepsi nelayan terhadap tingkat pendidikan anak di Kelurahan Batulubang Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung. Metode yang digunakan adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan tradisional yang ada di Kelurahan Batulubang dan sudah memiliki anak. Metode pengambilan data yang akan dilakukan adalah sampel. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Penarikan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pupossive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan menentukan kriteria tertentu. Analisis data yang akan digunakan dalam penelitian yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan skala Guttman dan skala Likert. Skala Guttman adalah skala yang menyediakan dua pilihan jawaban, misalnya ya–tidak, sedangkan skala Likert adalah skala yang digunakan dalam mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau orang tentang fenomena sosial. Instrument yang digunakan berupa pilihan yang mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif seperti sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan nelayan terhadap tingkat pendidikan anak di Kelurahan Batulubang berdasarkan analisis skalah Guttman didapat hasil 59,34%, sedangkan kurang paham dan memiliki kendala dalam pendidikan anak yaitu 40,66%.  Persepsi nelayan terhadap tingkat pendidikan anak di Kelurahan Batulubang yang berdasarkan 3 dimensi yaitu, dimensi pendidikan sebagai pengetahuan menjadi nelayan memiliki rataan 2,75%, persepsi responden dinyatakan cukup penting, sedangkan dimensi pendidikan untuk keterampilan anak memiliki rataan 3.92%, persepsi responden dinyatakan sangat penting dan dimensi kelanjutan pekerjaan nelayan untuk anak 1,73%, yaitu responden memiliki persespi tidak penting. Dari hasil rataan dimensi, maka dapat diketahui total rataan berjumlah 2,80% yang menyatakan bahwa tingkat orang tua nelayan memiliki persepsi cukup penting.   Kata kunci: Persepsi, Nelayan Tradisional, Batulubang
MANAJEMEN USAHA PERIKANAN TANGKAP PANCING ULUR DI DESA KATIALADA KECAMATAN KWANDANG KABUPATEN GORONTALO UTARA Isnawati Mangopa; Srie J. Sondakh; Swenekhe S. Durand; Jardie A. Andaki; Djuwita R.R. Aling; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46174

Abstract

Abstract Katialada Village is one of the villages in Kwandang District, North Gorontalo Regency, Gorontalo Province, which is on the north coast of Gorontalo where as many as 208 people depend on the sea for their lives. Capture fisheries are fisheries whose business base is in the form of fishing in the sea or in public waters. The aim of the Handline research is a simple fishing line. Usually it only consists of a fishing line, fishing line and sinkers and is operated by one person and the fishing line goes directly to the hand. The aim of this research is to find out the management of hand line capture fisheries business. The basic method used in this research is a case study, the data collected consists of primary data and secondary data and data analysis using qualitative descriptive analysis and quantitative descriptive analysis. The results of the research are based on the analysis of hand line business in Katialada Village with an operating profit of Rp214,831,400, net profit or absolute profit from hand line business, namely Rp21,466,400. Based on the analysis results of the hand line fishing business in Katialada Village that has been carried out, it can be concluded that the hand line fishing business is feasible to run.   Keywords: company, canned fish, labour, value chain, gender   Abstrak Desa Katialada merupakan salah satu Desa di Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo yang ada di pesisir utara Gorontalo dimana sebanyak 208 jiwa menggantungkan hidupnya di lautan. Perikanan Tangkap adalah perikanan yang basis usahanya berupa penangkapan ikan di laut maupun di perairan umum. Tujuan dari penelitin Pancing Ulur (handline) yaitu pancing yang sederhana. Biasanya hanya terdiri dari pancing, tali pancing dan pemberat serta dioperasikan oleh satu orang dan tali pancing langsung ke tangan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui manejemen usaha perikanan tangkap pancing ulur. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder serta analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian berdasarkan analisis usaha pancing ulur di Desa Katialada dengan operating profit yaitu Rp214.831.400, net profit atau keuntungan absolut dari usaha pancing ulur yaitu Rp21.466.400. berdasarkan hasil analisis usaha pancing ulur di Desa Katialada yang telah dilakukan dapat disimpulakan bahwa usaha perikanan tangkap pancing ulur ini layak dijalankan.   Kata kunci: manajemen; pancing ulur; Desa Katialada