Christian R. Dien
Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PEMBENTUKAN DAN PENGEMBANGAN MODALPADA USAHA TRANSPORTASI LAUT DI KELURAHAN PAPUSUNGAN KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG Edwin Tindige; Victoria E.N. Manoppo; Christian R. Dien; Jeannette F. Pangemanan; Steelma V. Rantung; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.45499

Abstract

Abstract The purpose of this study is to describe the profile of the sea transportation business and to analysed in depth the formation and development of sea transportation business capital in Papusungan Village. How do they obtain or form and develop their capital both for capital for procuring boats/vessels, and capital for operations? In connection with the things that exist in the mind in accordance with the reality on the ground, it is felt necessary to conduct a study to obtain clear and scientific answers. The research method uses a survey method, the data comes from primary data and secondary data and will be discussed and analysed based on quantitative descriptive and qualitative descriptive analysis. This research was conducted from August–December 2022. Based on the results of research on capital formation in sea transportation business actors, it can be concluded: 1) capital formation is the initial capital of sea transportation business actors originating from their own capital, some of them work as hand line fishermen and light boats in collaboration with the soma pajeko business; and 2) the development of marine capital obtained from the capital saved during the taxi. They will use this capital to develop their business, where previously sea transportation business actors only had one unit of boat, one outboard engine unit and makeshift facilities when starting a business, now they are expanding their business using the results of existing capital while running the sea transportation business.  Keywords: sea transportation, profile, formation, development, capital   Abstrak Tujuan penelitian ini mendeskripsikan profil usaha transportasi laut dan menganalisis secara mendalam pembentukan dan pengembangan modal usaha transportasi laut di Kelurahan Papusungan. Bagaimana cara mereka memperoleh atau membentuk dan mengembangkan modal mereka baik untuk modal pengadaan perahu/kapal, dan modal untuk operasional. Berkaitan dengan hal-hal yang ada dalam benak sesuai realita di lapangan maka dirasakan perlu untuk mengadakan suatu penelitian untuk mendapatkan jawaban secara jelas dan ilmiah. Metode penelitian menggunakan metode survei, data berasal dari data primer dan data sekunder dan akan dibahas dan dianalisis berdasarkan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dari Agustus–Desember 2022. Berdasarkan hasil penelitian pada pembentukan modal pelaku usaha transportasi laut dapat disimpulkan: 1) pembentukan modal merupakan modal awal dari pelaku usaha transportasi laut berasal dari modal sendiri, mereka ada yang pekerjaannya sebagai nelayan pancing ulur dan perahu lampu yang bekerja sama dengan usaha soma pajeko; dan 2) pengembangan modal laut diperoleh dari modal hasil tabungan selama bertaksi. Modal tersebut akan mereka gunakan untuk pengembangan usahanya, yang pada sebelumnya pelaku usaha transportasi laut hanya memiliki satu unit perahu, satu unit mesin tempel dan fasilitas yang seadanya saat memulai usaha, kini mengebangkan usahanya menggunakan hasil modal yang ada selama manjalankan usaha transportasi laut. Kata kunci: transportasi laut, profil, pembentukan, pengembangan, modal
KAJIAN SALURAN PEMASARAN IKAN SEGAR OLEH NELAYAN USAHA PANCING ULUR DI KELURAHAN TATELI II KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Dietrys Maria Mangaro; Victoria E.N. Manoppo; Jeannette F. Pangemanan; Jardie A. Andaki; Christian R. Dien; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.45541

Abstract

Abstract Fresh fish is a commodity that is easily damaged, so it must receive serious attention in its marketing. The short length of the marketing channel will affect quality, costs, margins, profits and efficiency. The purpose of this study was to determine marketing channels, fresh fish marketing margins, and channel efficiency of fresh fish marketing by hand line fishermen in Tateli II Village, Mandolang District. The method used in this research is survey method. The data collected consists of primary data and secondary data. There are three analyses that will be used to answer the objectives in this study, namely First, marketing channel analysis; Second, marketing margin analysis; Third, analysis of marketing efficiency: namely the comparison between marketing costs and the value of products sold (retail prices) expressed in percent. Based on the research results, it can be concluded that the marketing channel for fresh fish by fishermen in the Tateli II Village is a short marketing channel, namely collecting traders sell directly to consumers without involving other marketing institutions. Producers, in this case fishermen, as a source of raw materials in the form of raw tude fish. Fresh fish marketing margin on each marketing channel. the price difference at the consumer level is Rp. 250,000, or a margin of 41.67%. The margin is 41.67%, meaning that the collecting trader gets a profit of 41.67% of the purchase price so that it can be said that the collecting trader still makes a profit after the collecting trader sells it to the final consumer. Meanwhile, the marketing efficiency of tude fish at the collector level is 3.3%, so it can be said to be efficient.   Keywords: marketing channels; fresh fish; Tateli II   Abstrak Ikan segar merupakan salah satu komoditas yang mudah rusak sehingga dalam pemasarannya harus mendapatkan perhatian yang serius. Panjang pendeknya saluran pemasaran akan berpengaruh pada kualitas, biaya, margin, keuntungan, dan efisiensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui saluran pemasaran, margin pemasaran ikan segar, dan efisiensi saluran pemasaran ikan segaroleh nelayan usaha pancing ulur di Kelurahan Tateli II Kecamatan Mandolang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survei. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Ada tiga analisis yang akan digunakan untuk menjawab tujuan dalam penelitian ini, yaitu Pertama, analisis saluran pemasaran; Kedua, analisis margin pemasaran; Ketiga, analisis efisiensi pemasaran: yaitu perbandingan antara biaya pemasaran dengan nilai produk yang dijual (harga eceran) dinyatakan dengan persen. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa saluran pemasaran ikan segar oleh nelayan di Kelurahan Tateli II merupakan saluran pemasaran pendek yaitu pedagang pengumpul menjual langsung kepada konsumen tanpa melibatkan lembaga pemasaran lainnya. Produsen dalam hal ini nelayan sebagai sumber bahan baku berupa ikan tude mentah. Margin pemasaran ikan segar pada masing-masing saluran pemasaran. selisih harga di tingkat konsumen adalah Rp. 250.000, atau margin sebesar 41,67%. Margin 41,67%, artinya pedagang pengumpul mendapat untung sebesar sebesar 41,67% dari harga beli sehingga bisa dikatakan pedagang pengumpul masih memperoleh keuntungan setelah pedagang pengumpul menjualnya ke konsumen akhir. Sedangkan ffisiensi pemasaran ikan tude di tingkat pedagang pengumpul yaitu 3,3%, sehingga dapat dikatakan efisien.   Kata Kunci: saluran pemasaran; ikan segar; Tateli II
PEMBENTUKAN MODAL PEDAGANG PENJUAL MAKANAN DI KAWASAN PESISIR PANTAI MALALAYANG II KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Fransisco Magofa; Victoria E.N. Manoppo; Grace O. Tambani; Djuwita R.R. Aling; Christian R. Dien; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.45656

Abstract

Abstract The aim of this research is to know and analyze the capital formation of traders who sell food on the coast of Malalayang II Beach, Malalayang District, Manado City. This research was conducted in the Malalayang II Village, Malalayang District, Manado City. The research time is approximately 5 months, from August to December 2022.The method used in this research is survey method. The data collected in this study consisted of primary data and secondary data. The data analysis technique used in this study is descriptive analysis. The data obtained in the research is made in a simpler form so that it is easy to understand. In order to answer the research objectives, the data needed includes: a description of the food seller's business, as well as their daily activities, while for the needs of age, education, condition of the house where they live, length of time doing business, side jobs are needed as food seller profile data and economic data in the form of capital, operating income and operating expenses.Based on the results of the study, it can be concluded that the formation of capital for traders who sell food on the coast of Malalayang II Beach, Malalayang District, Manado City comes from their own savings, the help of parents and close relatives. There is capital for investment, capital for operations and loan capital. Keywords: culinary, capital formation, coast, Malalayang Beach   Abstrak Tujuan penelitian mengetahui serta menganalisis pembentukan modal pedagang yang menjual makanan di pesisir Pantai Malalayang II Kecamatan Malalayang Kota Manado. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Malalayang II Kecamatan Malalayang Kota Manado. Waktu penelitian kurang lebih 5 bulan, yaitu dari bulan Agustus sampai Desember 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survei. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif. Data yang diperoleh dalam penelitian dibuat dalam bentuk yang lebih sederhana agar mudah dipahami. Guna menjawab tujuan penelitian, data yang diperlukan antara lain: deskripsi usaha penjual makanan, serta aktivitas mereka sehari-hari, sedangkan untuk kebutuhan umur, pendidikan, keadaan rumah tempat tinggal, lamanya menjalani usaha, pekerjaan sampingan diperlukan sebagai data profil penjual makanan dan data ekonomi berupa permodalan, pendapatan usaha serta pengeluaran operasional. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembentukan modal pedagang yang menjual makanan di pesisir Pantai Malalayang II Kecamatan Malalayang Kota Manado berasal dari tabungan sendiri, bantuan orang tua dan saudara dekat. Ada modal untuk investasi, modal untuk operasional dan modal pinjaman.   Kata kunci: kuliner, pembentukan modal, pesisir, Pantai Malalayang
GENDER PADA RANTAI NILAI USAHA PERIKANAN TANGKAP HAND LINE DI DESA ONGKAW KECAMATAN SINONSAYANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN Elisabeth Sharon Arshely Wagey; Jardie A. Andaki; Christian R. Dien; Jeannette F. Pangemanan; Srie J. Sondakh; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.45896

Abstract

Abstract The purpose of this study was to analyze the extent to which the contribution of coastal women's businesses to hand line fishermen's household income in Tateli Weru Village, Mandolang District, Minahasa Regency, North Sulawesi Province. The method used in this research is survey. The data collected consists of primary data and secondary data. Data collection was carried out through observation, interviews, questionnaires and documentation, both photo documentation and retrieval of written documents from relevant agencies. The data obtained were analysed by quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis, then analysed the contribution of the hand line fisherman's wife's business to the fishermen's family income. Based on the results of the study, it can be concluded that the contribution of the fishing rod fishermen's income to family income is in the form of work as a seller of yellow rice, petibo, seller of pop ice / cendol / shaved ice, cake seller, fresh fish seller, stall business, fried food seller. The average contribution of hand line fishermen's wives from various jobs is 52.85% Keywords: contribution; fisherman's wife income; Tateli Weru Abstrak Tujuan penelitian ini ialah menganalisis sejauh mana kontribusi usaha perempuan pesisir terhadap pendapatan rumah tangga nelayan pancing ulur di Desa Tateli Weru Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi baik itu dokumentasi foto maupun pengambilan dokumen tertulis pada instansi terkait. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif, selanjutnya dilakukan analisis kontribusi usaha istri nelayan pancing ulur pada pendapatan keluarga nelayan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kontribusi pendapatan istri nelayan pancing ulur terhadap pendapatan keluarga dalam bentuk pekerjaan sebagai penjual nasi kuning, petibo, penjual pop ice/cendol/es cukur, penjual kue, penjual ikan segar, usaha warung, penjual gorengan. Rata-rata kontribusi isteri nelayan pancing ulur dari berbagai pekerjaan yaitu sebesar 52,85% Kata kunci: kontribusi; pendapatan istri nelayan; Tateli Weru
PROFIL USAHA BUDIDAYA IKAN KUWE (BOBARA) MENGGUNAKAN JARING APUNG DI KELURAHAN SINDULANG I KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO Octavian Rudolf Bulele; Jardie A. Andaki; Swenekhe S. Durand; Djuwita R.R. Aling; Christian R. Dien; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.44960

Abstract

Abstract The aim of this research is to determine the profile of the trevally fish (bobara) cultivation business using floating nets in Sindulang I Village, Tuminting District, Manado City. The basic method used in this research is the survey method. The data analysis used in the research is qualitative descriptive analysis and quantitative descriptive analysis. Based on the results and discussion, it can be concluded: 1) the pompano fish farming business consists of 10 people, the highest level of education is Bachelor's degree and the lowest is elementary school, the highest age is 72 years and the lowest is 27 years; 2) length of running the business 1 – 15 years; 3) the investment required is an average of IDR 17,500,000, namely making cages with an average investment amount of IDR 8,500,000, boats with an average amount of IDR 5,250,000 and other costs an average of IDR 3,750,000; 4). The average income per year is IDR 52,500,000, where in 1 year there is only 1 harvest and the average sales target is to sell to markets and restaurants, with an average market price of IDR 55,000-60,000/kg. Keywords: giant travelly; profile; cultivator; cages; income Abstrak Tujuan penelitian ini mengetahui profil usaha budidaya ikan kuwe (bobara) menggunakan jaring apung di Kelurahan Sindulang I Kecamatan Tuminting Kota Manado. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulan: 1) usaha budidaya ikang kuwe berjumlah 10 orang, tingkat pendidikan paling tinggi S1 dan paling rendah SD, umur yang paling tinggi 72 tahun dan paling rendah 27 tahun; 2) lama menjalankan usaha 1 – 15 tahun; 3) investasi yang perlukan rata-rata Rp17.500.000 yaitu pembuatan keramba dengan rata-rata jumlah investasi Rp8.500.000, perahun jumlah rata-rata Rp5.250.000 dan biaya lain-lain rata-rata Rp3.750.000; 4). Pendapatan rata-rata per tahun Rp52.500.000, hal mana dalam 1 tahun hanya 1 kali panen dan sasaran penjualan rata-rata dijual ke pasar dan rumah makan, dengan harga pasar rata-rata Rp55.000-60.000/kg. Kata kunci: bobara; profil; pembudidaya; karamba; pendapatan
KONTRIBUSI ISTRI NELAYAN JUBI TERHADAP EKONOMI KELUARGA DI KELURAHAN BATULUBANG KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG Josua Amy Hamel; Florence V. Longdong; Olvie V. Kotambunan; Jardie A. Andaki; Christian R. Dien; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.46615

Abstract

Abstract The purpose of this study is to determine the contribution of income and source of income from the wife of a nelayan jubi” in Batulubang Village. This type of research is descriptive with a sampling method of data collection. The respondent was the wife of a nelayan jubi” who contributed to the family. The data was taken from 16 respondents who were fishermen's wives who had side jobs other than being housewives. The sampling method chosen is purposive sampling with its limitations. Has the age of under 60 years and as a fisherman's wife has been running a business for more than 1 year and the husband's length of time as a jubi fisherman is not less than 3 years. Based on the results of the study, it can be concluded that the work of the wife of a “nelayan jubi” in Batulubang Village, South Lembeh District, Bitung City, is a business selling garden products, a business selling credit, a fish seller business, a food stall business, a beverage selling business, a housekeeper, a sound system business and a stall business. The average contribution of jubi fishermen's wife's income to the family economy is 18.81% of the total family income of Rp5,015,750 per month.  Keywords: contribution; fisherman's wife; “nelayan jubi”   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi pendapatan dan sumber pendapatan dari istri nelayan jubi di Kelurahan Batulubang. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan metode pengumpulan data secara sampling. Responden merupakan istri nelayan jubi yang memberi kontribusi terhadap keluarga. Data diambil dari 16 responden yang merupakan istri nelayan yang memiliki pekerjaan sampingan selain menjadi ibu rumah tangga. Metode sampling yang dipilih adalah purposive sampling dengan batasannya. Memiliki umur dibawah 60 tahun dan sebagai istri nelayan telah menjalankan usaha lebih dari 1 tahun dan lama suami menjadi nelayan jubi tidak kurang dari 3 tahun. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pekerjaan istri nelayan jubi di Kelurahan Batulubang Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung yaitu usaha jual hasil kebun, usaha jual pulsa, usaha penjual ikan, usaha warung makan, usaha jualan minuman, pembantu rumah tangga, usaha sound system dan usaha warung. Rata-rata kontribusi pendapatan istri nelayan jubi terhadap ekonomi keluarga sebesar 18,81% dari total pendapatan keluarga yang sebesar Rp5.015.750 per bulan. Kata Kunci: kontribusi; istri nelayan; nelayan jubi
POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP ANAK PADA KELUARGA NELAYAN TRADISIONAL PANCING ULUR DI DESA BORGO KECAMATAN TOMBARIRI KABUPATEN MINAHASA Keith Imanuel Kandey; Djuwita R.R. Aling; Grace O. Tambani; Swenekhe S. Durand; Christian R. Dien; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.46633

Abstract

Abstract This study aims to determine the general condition of traditional fishermen families in Borgo Village, Tombariri Subdistrict, Minahasa Regency, and also to determine the parenting patterns of parents towards children in traditional fishermen families in Borgo Village, Tombariri Subdistrict, Minahasa Regency. The method used in this research is a case study. A case study is an exploration of a bounded system or a case or various case over time through data collection and involving various rich sources of information in a context. The population in this study was 136 traditional fishing families in Borgo Village. Data were collected using purposive sampling technique. The sample taken was 15 fishermen families (11% of the total population) who had children. Primary data collection used observation, interviews and questionnaires, while secondary data were obtained from statistical records available at government institutions in Borgo Village Office. The data analysis used was descriptive qualitative and descriptive quantitative analysis, using the Guttman scale, which is research that when you want to get a firm answer to a stated problem and is always made in the choice of "Yes or No". The results of research on Parenting of Children in Traditional Fishing Rod Families in Borgo Village, Tombariri District, Minahasa Regency, showed that the dominant form of Democratic Parenting is giving freedom to children to choose what is best for them, characterized by parents' recognition of children's abilities, listening to children's opinions, involving children in discussions, and providing opportunities for children not to always depend on their parents. The percentage of Democratic Parenting (53.33%) where parents who are responsive to children's needs, parents who are realistic about children's abilities, parents who are warm and try to guide children, parents who provide explanations about the impact of good or bad actions, and parents who involve children in decision making.  Keywords: parenting; family; fishermen; traditional   Abstrak Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui keadaan umum keluarga nelayan tradisional di Desa Borgo Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa, selain itu juga untuk mengetahui pola asuh orang tua terhadap anak pada keluarga nelayan tradisional di Desa Borgo Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus (case study). Studi kasus adalah sebuah eksplorasi dar suatu sistem yang terikat atau suatu kasus atau beragam kasus yang dari waktu ke waktu melalui pengumpulan data serta melibatkan berbagai sumber informasi yang kaya dalam suatu konteks. Populasi dalam penelitian ini adalah 136 keluarga nelayan tradisional yang ada di Desa Borgo. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 15 keluarga nelayan (11% dari keseluruhan populasi) yang mempunyai anak. Pengumpulan data primer menggunakan cara observasi, wawancara dan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari catatan statistik yang ada pada lembaga pemerintahan di Kantor Desa Borgo. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif, menggunakan skala Guttman yaitu penelitian yang bila ingin mendapatkan jawaban yang tegas terhadap suatu permasalahan yang dinyatakan dan selalu dibuat dalam pilihan "Ya atau Tidak". Hasil penelitian pada Pola Asuh Orang Tua terhadap Anak pada Keluarga Nelayan Tradisional Pancing Ulur di Desa Borgo Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa, didapatkan hasil dominan bentuk Pola Asuh Demokratis yaitu memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih apa yang terbaik bagi dirinya, ditandai dengan pengakuan orang tua terhadap kemampuan anak, mendengarkan pendapat anak, melibatkan anak dalam diskusi, dan memberikan kesempatan kepada anak untuk tidak selalu bergantung pada orang tuanya. Persentase Pola Asuh Demokratis (53,33%) dimana orang tua yang responsif terhadap kebutuhan anak, orang tua yang realistis terhadap kemampuan anak, orang tua yang bersikap hangat dan berupaya membimbing anak, orang tua yang memberikan penjelasan tentang dampak perbuatan yang baik ataupun buruk, dan orang tua yang melibatkan anak dalam pengambilan keputusan. Kata Kunci: pola asuh; keluarga; nelayan; tradisional
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN IKAN CAKALANG ASAP DI KELURAHAN GIRIAN ATAS KECAMATAN GIRIAN KOTA BITUNG Glen Silaban; Nurdin Jusuf; Christian R. Dien; Jeannette F. Pangemanan; Siti Suhaeni; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.47001

Abstract

Abstract The purpose of this study was to determine the general condition of the smoked skipjack tuna business and to determine the feasibility of the smoked skipjack tuna business in Upper Girian Village, Girian District, Bitung City. The basic method in this study is a case study approach obtained from all parties concerned with data collection techniques using the census method with a population of 10 respondents as owners of smoked skipjack tuna businesses. The data collected is in the form of primary data and secondary data. Primary data were obtained through site surveys, interviews and filling out questionnaires and secondary data were obtained from data in companies or journals and other literature to support this research. Then the data obtained in the analysis using business feasibility analysis such as operating profit, net profit, profit rate, benefit cost ratio, rentabilitas, break even point dan payback period. Based on the analysis carried out, it can be concluded that the smoked skipjack tuna business in Girian Atas Village is feasible to run,  because it gets a net profit per year of Rp266,286,000 with an Operating Profit (OP) value of Rp269,224,000, a positive Profit Rate (PR) value of 50.1%, a BCR >1 value of 1.5. The rentability value is >100% which is 3341%, the BEP value is Rp8,641,176.47 and the breakeven point per year is 19,920 clasps and the Payback Period is 0.36 months or 11 days with sales proceeds of Rp697,800,000.  Keywords: feasibility; business; smoked skipjack fish   Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan umum usaha ikan cakalang asap dan untuk mengetahui kelayakan usaha ikan cakalang asap di Kelurahan Girian Atas Kecamatan Girian Kota Bitung. Metode dasar dalam penelitian ini adalah pendekatan studi kasus yang diperoleh dari semua pihak yang bersangkutan dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode sensus dengan populasi adalah 10 orang responden sebagai pemilik usaha ikan cakalang asap. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui survei lokasi, wawancara dan pengisian kuesioner dan data sekunder diperoleh dari data yang ada di perusahaan atau jurnal dan literatur lain untuk menunjang penelitian ini. Kemudian data yang diperoleh di analisis dengan menggunakan analisis kelayakan usaha seperti operating profit, net profit, profit rate, benefit cost ratio, rentabilitas, break even point dan payback period. Berdasarkan analisis yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa usaha ikan cakalang asap di Kelurahan Girian Atas layak untuk dijalankan, karena mendapatkan keuntungan bersih pertahun sebesar Rp266.286.000 dengan nilai Operating Profit (OP) adalah Rp269.224.000, nilai Profit Rate (PR) positif yaitu 50,1 %, nilai BCR >1 yaitu 1,5. Nilai rentabilitas >100% yaitu 3341% , nilai BEP sebesar Rp8.641.176,47 dan titik impas per tahun adalah 19,920 jepit dan Payback Period yaitu 0,36 bulan atau 11 hari dengan hasil penjualan sebesar Rp697.800.000. Kata kunci: kelayakan; usaha; ikan cakalang asap
KONTRIBUSI PENDAPATAN ALAT TANGKAP PANAH IKAN (JUBI) TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI PULAU MANTEHAGE DESA TINONGKO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA Amelia Atmi Lussy; Steelma V. Rantung; Nurdin Jusuf; Siti Suhaeni; Florence V. Longdong; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.47104

Abstract

Abstract The purpose of this study was to determine the amount of income using arrow fishing gear, the amount and other sources of income for fishing households and to find out how much the income of arrow fishing gear contributes to the household income of arrow fishing gear fishermen on Mantehage Island, Tinongko Village. used in this study is the survey method. The population in this study were fishermen who used fish arrow fishing gear and had 17 families in Tinongko Village. Methods of data collection using the census method. The data collected are primary data and secondary data. Primary data collection was carried out by means of interviews guided by questionnaires and observation. Secondary data collection by citing existing data from related agencies or previous research. Based on the research results, it is known that the income of fishermen using arrow fishing gear in Tinongko Village is IDR 18,818,138 per year. The household income of fishermen using other fishing gear is Rp4,800,000, and another household income is Rp10,035,294, so that the total income of fishing households is Rp33,653,432. The income contribution of fishermen using fish arrow fishing gear to family income is 55.54%. Keywords: contribution; arrow fish fishermen; Mantehage Island   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jumlah pendapatan menggunakan alat tangkap panah ikan, berapa jumlah dan sumber pendapatan lain rumah tangga nelayan serta mengetahui berapa besar besar kontribusi pendapatan alat tangkap panah ikan terhadap pendapatan rumah tangga nelayan alat tangkap panah ikan di Pulau Mantehage Desa Tinongko.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan yang menggunakan alat tangkap panah ikan dan sudah berkeluarga yang ada di Desa Tinongko berjumlah 17 orang. Metode pengambilan data menggunakan metode sensus. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara yang dipandu dengan kuisioner dan observasi. Pengumpulan data sekunder dengan cara mengutip data yang sudah ada dari instansi terkait ataupun penelitian yang terdahulu. Berdasarkan hasil penelitian diketahui pendapatan nelayan menggunakan alat tangkap panah ikan di Desa Tinongko ialah Rp18.818.138 per tahun. Pendapatan rumah tangga nelayan menggunakan alat tangkap lain ialah Rp4.800.000, dan pendapatan rumah tangga lainnya ialah Rp10.035.294, sehingga total pendapatan rumah tangga nelayan ialah Rp33.653.432. Kontribusi pendapatan nelayan dengan menggunakan alat tangkap panah ikan terhadap pendapatan keluarga ialah 55,54%. Nilai tersebut sedikit lebih besar dibandingkan dengan pendapatan dari pekerjaan lainnya yaitu sebesar 44,46% sehingga dapat disimpulkan bahwa beberapa dari kebutuhan hidup keluarga nelayan ditopang dengan penghasilan dari alat tangkap panah ikan. Kata Kunci: kontribusi; nelayan panah ikan; Pulau Mantehage
NILAI TUKAR NELAYAN ALAT TANGKAP JUBI DI DESA BUHIAS PULAU MANTEHAGE KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Sukmawati Potabuga; Florence V. Longdong; Swenekhe S. Durand; Victoria E.N. Manoppo; Olvie V. Kotambunan; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.47273

Abstract

Abstract This study aims to determine the Fishermen's Exchange Rate (NTN) for jubi fishing gear in Buhias Village, Mantehage Island, Wori District, North Minahasa Regency. The basic method used in this research is a case study. The types of data collected in this study are primary data and secondary data. Primary data was collected through interviews using questionnaires to respondents of jubi fishing gear fishermen. The sampling technique in this study was purposive sampling in which 15 samples were taken in stages with the following criteria: 1). Business has been more than 3 years. 2) Has its own fishing gear unit 3). Residents whose place of domicile is clear 4). Willing to be interviewed. Analysis of research data results are divided into two types, namely quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. The results of the research on the total income of traditional fishermen using chart fishing gear can cover the subsistence needs (basic needs) of fishing families, where the NTN value is 1.76, while fishermen's income can cover the costs of fishing businesses using jubi fishing gear with NTN of 4.34. Observations and calculations in December 2022 and January 2023 did not experience an increase or decrease in NTN, with an NTN index value (iNTN) of 100. Keywords: NTN; jubi fishing gear; Buhias Village   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Nilai Tukar Nelayan (NTN) alat tangkap jubi di Desa Buhias Pulau Mantehage, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner kepada responden nelayan alat tangkap jubi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling dimana sebanyak 15 sampel diambil secara bertahap dengan kriteria: 1). Lama usaha sudah lebih dari 3 tahun. 2) Memiliki unit alat tangkap sendiri 3). Penduduk yang jelas tempat domisili 4). Bersedia diwawancarai. Analisis data hasil penelitian dibedakan dalam dua macam, yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian pendapatan total nelayan tradisional menggunakan alat tangkap bagan dapat menutupi kebutuhan subsisten (kebutuhan dasar) keluarga nelayan, dimana nilai NTN diperoleh sebesar 1,76, sedangkan pendapatan nelayan dapat menutupi biaya usaha nelayan dengan menggunakan alat tangkap jubi dengan NTN sebesar 4.34. Pengamatan dan perhitungan pada bulan Desember 2022 dan bulan Januari 2023 tidak mengalami kenaikan dan penurunan NTN, dengan nilai indeks NTN (iNTN) sebesar 100. Kata kunci: NTN; alat tangkap jubi; Desa Buhias