Florence V. Longdong
Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

TARAF HIDUP RUMAH TANGGA NELAYAN PENANGKAP GURITA DI DESA BULUTUI KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Adhiah Mella Cahyani; Siti Suhaeni; Srie J. Sondakh; Florence V. Longdong; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.45468

Abstract

Abstract The purpose of this study, first to find out what are the sources and how much income of octopus-catching fisherman households, secondly to find out what types and amounts of octopus-catching fisherman households spend, and thirdly to find out how the standard of living of octopus-catching fishermen is. The method used in this research is survey method. The population in this study were octopus fishermen in Bulutui Village. The data collection method used is census. The census was conducted on a total population of 38 respondents. The data collected consists of primary data and secondary data. Primary data collection was carried out through observation and interviews guided by questionnaires. Secondary data were obtained from the Bulutui Village Office and previous studies related to this research. The data analysis used is descriptive qualitative and quantitative analysis. The standard of living of octopus fishing households was analyzed using the Engel Index. Based on the research results, it is known that fishermen's household income comes from work as octopus fishermen, and side jobs are still in the field of fisheries, such as crew members. Other jobs outside the fishery sector such as being a construction worker and animal breeder. The average total household income of octopus fishermen in Bulutui Village for one year is Rp. 34.254.349. There are 2 types of expenditure for fishing households in Bulutui Village, which is expenditure for food and expenditure for non-food. The average total expenditure for one year is Rp. 34.254.349, which is divided into expenditure for food needs of Rp. 17.981.053 and expenditure for non-food needs which are Rp. 16.273.296. The results of the analysis of the Engel Index are 52,49%, meaning that more than half of the total income of octopus fishermen is used to meet food needs only. The proportion for food, which is 52,49%, is greater than the proportion for non-food, which is 47,51%. This indicates that the standard living or welfare level of octopus fishermen in Bulutui Village is still relatively low because more than half of their income is only sufficient to meet food needs.   Keywords: standard of living, fishermen, octopus, Bulutui.  Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sumber dan jumlah pendapatan rumah tangga nelayan penangkap gurita, dan untuk mengetahui jenis dan jumlah pengeluaran rumah tangga nelayan penangkap gurita, serta untuk mengetahui bagaimana taraf hidup nelayan penangkap gurita di Desa Bulutui. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survei. Populasi dalam penelitian ini ialah nelayan penangkap gurita yang ada di Desa Bulutui yang berjumlah 38 orang. Metode pengambilan data menggunakan metode sensus Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuisioner. Data sekunder diperoleh dari Kantor Desa Bulutui dan penelitian-penelitian terdahulu yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Analisis data yang digunakan iaalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Taraf hidup rumah tangga nelayan gurita dianalisis dengan Indeks Engel. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pendapatan rumah tangga nelayan bersumber dari pekerjaan sebagai nelayan penangkap gurita, dan pekerjaan sampingan masih dibidang perikanan, seperti ABK. Pekerjaan lain diluar bidang perikanan seperti menjadi tukang bangunan dan peternak hewan. Total pendapatan rumah tangga nelayan penangkap gurita di Desa Bulutui rata-rata per tahun adalah Rp. 34.254.349. Pengeluaran rumah tangga nelayan di Desa Bulutui ada 2 macam, yaitu pengeluaran untuk pangan dan pengeluaran untuk non pangan. Total pengeluaran rata-rata per tahun adalah sebesar Rp. 34.254.349 yang terbagi menjadi pengeluaran untuk kebutuhan pangan sebesar Rp. 17.981.053 dan pengeluaran untuk kebutuhan non pangan yaitu sebesar Rp. 16.273.296. Hasil analisis Indeks Engel ialah 52,49%, artinya total pendapatan nelayan penangkap gurita lebih dari setengah pendapatan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan saja. Proporsi untuk pangan yaitu 52,49% lebih besar dibanding proporsi untuk non pangan yaitu 47,51%. Hal ini menandakan bahwa taraf hidup atau tingkat kesejahteraan nelayan penangkap gurita di Desa Bulutui masih tergolong rendah. Kata Kunci: taraf hidup, nelayan, gurita, Bulutui
NILAI EKONOMI TIDAK LANGSUNG EKOSISTEM MANGROVE DI KELURAHAN PINTU KOTA KECAMATAN LEMBEH UTARA KOTA BITUNG Joshua Junior Rumengan; Jardie A. Andaki; Florence V. Longdong; Srie J. Sondakh; Siti Suhaeni; Djuwita R.R. Aling
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46104

Abstract

Abstract The purpose of this study was to identify indirect benefits and calculate the indirect economic value of mangrove ecosystems in Pintu Kota Village, Lembeh Utara District, Bitung City. The population in this study are people who own houses and use wells in Pintu Kota Village. The data collection method uses the sampling method, which only takes a portion of the sample from the population. Sampling using incidental sampling technique. The data collected is in the form of primary data and secondary data. Primary data were obtained through interviews and direct field observations. Secondary data was obtained from existing data at the village office or from previous studies. Based on the results of the study, it can be concluded that the indirect benefits of mangrove ecosystems in Pintu Kota Village, Lembeh Utara District, Bitung City are as windbreaks, abrasion prevention, wave arrestors and seawater intrusion barriers. The indirect economic value of the mangrove ecosystem in Pintu Kota Village, Lembeh Utara District, Bitung City for windbreaks is Rp565,782,656/year, for preventing abrasion is Rp4,216,299,500/year, for wave barriers is Rp229,866,184/year, and for anchoring seawater intrusion, which is Rp26,912,550,000/year. The total indirect economic value of the mangrove ecosystem in Pintu Kota Village, Lembeh Utara District, Bitung City, is Rp43,515,887,480/year.   Keywords: economic value, indirect benefits, mangrove   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi manfaat tidak langsung dan menghitung nilai ekonomi tidak langsung ekosistem mangrove di Kelurahan Pintu Kota Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang memiliki rumah dan menggunakan sumur di Kelurahan Pintu Kota. Metode pengumpulan data menggunakan metode sampling, dimana hanya mengambil sebagian sampel dari populasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik incidental sampling. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara, dan observasi langsung ke lapangan. Data sekunder diperoleh dari data yang sudah ada pada kantor kelurahan ataupun dari penelitian-penelitian terdahulu. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa manfaat tidak langsung ekosistem mangrove di Kelurahan Pintu Kota Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung yaitu sebagai penahan angin, pencegah abrasi, penahan gelombang dan penahan intrusi air laut. Nilai ekonomi tidak langsung ekosistem mangrove di Kelurahan Pintu Kota Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung untuk penahan angin yaitu Rp565.782.656/tahun, untuk pencegah abrasi yaitu Rp4.216.299.500/tahun, untuk penahan gelombang yaitu Rp229.866.184/tahun, dan untuk penahan intrusi air laut yaitu Rp26.912.550.000/tahun. Total nilai ekonomi tidak langsung ekosistem mangrove di Kelurahan Pintu Kota Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung yaitu Rp43.515.887.480/tahun.   Kata Kunci: nilai ekonomi, manfaat tidak langsung, mangrove
ANALISIS NILAI TAMBAH PADA PENGOLAHAN IKAN KAYU DI PT. CELEBES MINAPRATAMA KOTA BITUNG Patrisia Hurup; Grace O. Tambani; Nurdin Jusuf; Victoria E.N. Manoppo; Florence V. Longdong; Srie J. Sondakh
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46138

Abstract

Abstract Added value is added value that occurs because a commodity undergoes processing, transportation and storage in a production process (use of functional input). Added value is influenced by technical factors and non-technical factors. This study aims to identify and analyze the added value of wooden fish processing at PT. Celebes Minapratama Bitung City. The method used in this study was a survey, the data taken in this study consisted of primary data and secondary data. Primary data is data obtained from interviews using questionnaires and direct field observations. Primary data collection in this study was carried out using the census method. The respondents in this study were production managers, heads of personnel and heads of finance. Secondary data is data obtained from various written sources both from related agencies, companies and literature related to added value analysis. The data analysis used in this study is a qualitative descriptive analysis and a quantitative descriptive analysis. The data described in the qualitative descriptive analysis is in the form of an explanation regarding the general condition of the fishing industry, organizational structure, workforce, products and processing activities of PT. Sulawesi Minapratama. Quantitative descriptive analysis was carried out to analyze the added value of wooden fish products using an analysis tool in the form of Microsoft Excel. Systematically the added value function (NT) using the method of Hayami, et al (1987) in Nurhayati (2004) can be formulated as NT = f (T,H,U,h) The results of the study can be concluded: 1). The factors that affect the added value of wood fish processing are: Input and output, input and output prices, labor and labor wages. 2). The added value for wood fish products of size <1 kg is an added value of Rp.477,400,000, sizes> 1 kg is Rp.263,640,000 and for tuna is Rp.205,320,000. Based on the results of the research, it is suggested that there should be an increase in added value so that PT. Celebes Minapratama get higher profits and there is a need for socialization on the use of timber fish for public consumption.   Keywords: processing; wooden fish; fish company, added value   Abstrak Nilai tambah merupakan pertambahan nilai yang terjadi karena suatu komoditi mengalami proses pengolahan, pengangkutan, dan penyimpanan dalam suatu proses produksi (penggunaan input fungsional). Nilai tambah dipengaruhi oleh faktor teknis dan faktor non teknis. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi dan memganalisis nilai tambah pengolahan ikan kayu di PT. Celebes Minapratama Kota Bitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei, data yang diambil dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan menggunakan kuesioner dan observasi langsung ke lapangan. Pengambilan data primer dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sensus. Adapun responden dalam penelitian ini adalah manajer produksi, kepala bagian personalia dan kepala bagian keuangan. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari berbagai sumber tertulis baik dari instansi terkait, perusahaan maupun pustaka yang berhubungan dengan analisis nilai tambah. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Data yang digambarkan dalam analisis deskriptif kualitatif berupa penjelasan mengenai keadaan umum industri perikanan, struktur organisasi, tenaga kerja, produk dan kegiatan pengolahan PT. Celebes Minapratama. Analisis deskriptif kuantitatif dilakukan guna menganalisis nilai tambah produk ikan kayu dengan menggunakan alat bantu analisis berupa microsoft excel. Secara sistematis fungsi nilai tambah (NT) menggunakan metode Hayami, dkk (1987) dalam Nurhayati (2004) dapat dirumuskan NT = f (T,H,U,h) Hasil penelitian dapat disimpulkan: 1). Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tambah untuk pengolahan ikan kayu yaitu: Input dan output, harga input dan output, tenaga kerja dan upah tenaga kerja. 2). Nilai tambah pada produk ikan kayu ukuran <1 kg terjadi nilai tambah sebesar Rp.477.400.000, ukuran >1 kg sebesar Rp.263.640.000 dan untuk ikan tongkol sebesar Rp.205.320.000. Berdasarkan hasil penelitian disarankan perlu adanya peningkatan nilai tambah sehingga PT. Celebes Minapratama mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi dan perlu adanya sosialisasi pemanfaatan ikan kayu untuk konsumsi umum.   Kata kunci: pengolahan; ikan kayu; perusahaan ikan, nilai tambah
PERSEPSI NELAYAN TRADISIONAL TERHADAP TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI KELURAHAN PAPUSUNGAN KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG Jesica Rebeca Dunda; Steelma V. Rantung; Jardie A. Andaki; Jeannette F. Pangemanan; Florence V. Longdong; Djuwita R.R. Aling
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46171

Abstract

Abstract Papusungan Village is located on Lembeh Island which is separated by the Lembeh Strait with the mainland of Bitung City where most of the people in Papusungan Village have a livelihood as fishermen and farmers. Education for fishermen, especially fishermen's children, is still concerning. The majority are only junior high school graduates and also some do not continue to the high school level and even to higher education because it is considered that the high costs related to education make parents unable to afford it. The purpose of this study is to determine the perception of traditional fishermen towards children's education in Papusungan Village, South Lembeh District. The method used in this study is the survey method. The population in this study was all traditional fishermen who had school children aged 5-22 years in Papusungan Village. The method of data collection carried out using the census method, that is, the collection of data on all elements of the population investigated one by one. The data collected is primary data and secondary data. The primary data used is by conducting interview observations using oral lists of questions to respondents so that they can provide precise information about the object under study. Secondary data is obtained by taking from existing data at the village office or from previous studies. The data analysis used in this study is qualitative descriptive and quantitative descriptive analysis. Based on the results of the study, it is known that fishermen's knowledge of children's education in Papusungan Village is 60.71% and parents who state that they do not understand and have obstacles in education are 39.29%. Fishermen's Perceptions of Education in Papusungan Village which is based on 3 criteria of statements have a good perception. Almost all traditional fishermen in Papusungan Village, South Lembeh District, Bitung City consider and realize that education is important for the future of children.   Keywords: fishermen's children, education, perception, traditional fishermen, Papusungan   Abstrak Kelurahan Papusungan terletak di Pulau Lembeh yang di pisahkan oleh Selat Lembeh dengan daratan Kota Bitung dimana sebagian besar masyarakat Kelurahan papusungan memiliki mata pencaharian sebagai nelayan dan petani. Pendidikan bagi para nelayan khususnya anak-anak nelayan sampai saat ini masih memprihatinkan. Mayoritas hanya lulusan SMP saja dan juga sebagian tidak melanjutkan ke jenjang SMA bahkan ke pendidikan tinggi karena dinilai mahalnya biaya terkait dengan pendidikan yang membuat orangtua tidak mampu untuk membiayai. Tujuan penelitian ini mengetahui persepsi nelayan tradisional terhadap pendidikan anak di Kelurahan Papusungan Kecamatan Lembeh Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei. Populasi dalam penelitian ini semua nelayan tradisional yang mempunyai anak sekolah usia 5-22 Tahun yang ada di Kelurahan Papusungan. Metode pengambilan data yang dilakukan menggunakan metode sensus, yaitu pengumpulan data seluruh elemen populasi yang diselidiki satu per satu. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yang digunakan yaitu dengan melakukan observasi wawancara menggunakan daftar pertanyaan secara lisan kepada responden sehingga dapat memberikan informasi yang tepat tentang objek yang diteliti. Data sekunder diperoleh dengan cara mengambil dari data yang sudah ada pada kantor Kelurahan ataupun dari penelitian-penelitian yang terdahulu. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan nelayan terhadap pendidikan anak di Kelurahan Papusungan sebesar 60,71% dan orang tua yang menyatakan kurang paham dan memiliki kendala dalam pendidikan yaitu 39,29%. Persepsi Nelayan terhadap Pendidikan di Kelurahan Papusungan yang berdasarkan pada 3 kriteria pernyataan memiliki persepsi yang baik. Hampir semua nelayan tradisional di Kelurahan Papusungan Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung menganggap dan menyadari bahwa pendidikan penting untuk masa depan anak.   Kata kunci: anak nelayan, pendidikan, persepsi, nelayan tradisional, Papusungan
ANALISIS FINANSIAL USAHA FILLET IKAN DI CV. CAMAR LAUT KOTA GORONTALO PROVINSI GORONTALO Pratewo Ibrahim; Grace O. Tambani; Florence V. Longdong; Nurdin Jusuf; Srie J. Sondakh; Swenekhe S. Durand
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46264

Abstract

Abtrack Efforts to increase value and optimize the utilization of marine catch production are by developing value-added products, both traditional and modern preparations. Fish fillets are one of the fishery product processing technologies that can provide added value. The results of this study have the goal of knowing the cost structure of fish fillet business in CV. Gorontalo Seagull and find out whether the fish fillet business is feasible or not. The basis of this research is a census, with the respondents identified as business owners who are also directors and managers. Source of data obtained through primary and secondary data. Primary data in this study were taken by means of observation and interviews guided by questionnaires conducted on respondents. The results of the research are based on the financial analysis of the fish fillet business in CV. Gorontalo Sea Gull, Gorontalo City is suitable for use because the value of the operating profit is IDR 120,750,000, the net profit or absolute profit from the fish fillet business is IDR 100,117,000, the profit rate or profit level obtained in the fish fillet business is 6%, the BCR is obtained that is equal to 1.06, the value of profitability is equal to 49%, BEP sales of IDR 276,581,769 and BEP units of 6,146 kg. Keywords: financial analysis; fish fillets; Gorontalo city Abstrak Upaya untuk meningkatkan nilai dan mengoptimalkan pemanfaatan produksi hasil tangkapan laut adalah dengan pengembangan produk bernilai tambah, baik olahan tradisional maupun modern. Fillet ikan adalah salah satu teknologi pengolahan hasil perikanan yang dapat memberi nilai tambah. Hasil penelitian ini memiliki tujuan yaitu mengetahui struktur biaya usaha fillet ikan di CV. Camar Laut Gorontalo serta mengetahui analisis finansial usaha fillet ikan apakah layak atau tidak. Dasar penelitian ini adalah sensus, dengan responden yang ditetapkan adalah pemilik usaha yang merangkap direktur dan para menejer. Sumber data diperoleh melalui data primer dan sekunder. Data primer dalam penelitian ini diambil dengan cara observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuisioner yang dilakukan terhadap responden. Hasil penelitian berdasarkan analisis finansial usaha fillet ikan yang ada di CV. Camar Laut Gorontalo Kota Gorontalo layak digunakan karena nilai dari oprating profit yaitu Rp120.750.000, net profit atau keuntungan absolut dari usaha fillet ikan ialah Rp100.117.000, profit rate atau tingkat keuntungan yang didapat pada usaha fillet ikan yaitu 6%, BCR yang didapat yaitu sebesar 1,06, nilai dari rentabilitas yaitu sebesar 49%, BEP penjualan sebesar Rp276.581.769 dan BEP satuan sebesar 6.146 kg. Kata kunci; analisa finansial; fillet ikan; kota Gorontalo
KONTRIBUSI PEKERJAAN SAMPINGAN NELAYAN PANCING ULUR TERHADAP PEREKONOMIAN KELUARGA DI DESA TATELI WERU KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Esgit Pangidunan; Victoria E.N. Manoppo; Olvie V. Kotambunan; Srie J. Sondakh; Florence V. Longdong; Djuwita R.R. Aling
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46458

Abstract

Abtrack The research objectives are: to analyze the extent to which fishermen's side jobs contribute to the family economy in Tateli Weru Village, Mandolang District. Benefits of Research: Adding information and knowledge about fishermen's side jobs. The basic method used in this research is survey. The population in this study were hand line fishermen in Tateli Weru Village, totaling 45 people. The data collected consists of primary data and secondary data. Data collection was carried out through observation, interviews, questionnaires and documentation, both photo documentation and retrieval of written documents from relevant agencies. The data obtained were analyzed based on quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. The results showed that the large contribution of side jobs to the income of hand line fishermen, both farm laborers (38.57%), construction workers (59.63%), and motorcycle taxi drivers (88.17%), is not more than half of the total fishermen's income. The suggestion from this research is that the contribution of side jobs can be greater or equal to the main job and fishermen should also be more diligent or more focused on developing and increasing income from this side job.   Keywords: contribution, side job, fisherman, Tateli Weru   Abstrak Tujuan penelitian yaitu: untuk menganalisis sejauh mana kontribusi pekerjaan sampingan nelayan terhadap perekonomian keluarga di Desa Tateli Weru Kecamatan Mandolang. Manfaat Penelitian: Menambah informasi dan pengetahuan tentang pekerjaan sampingan nelayan. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan pancing ulur yang berada di Desa Tateli Weru yang berjumlah 45 orang. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi baik itu dokumentasi foto maupun pengambilan dokumen tertulis pada instansi terkait. Data yang diperoleh di analisis berdasarkan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya kontribusi pekerjaan sampingan terhadap pendapatan nelayan pancing ulur baik buruh tani (38,57%), buruh bangunan (59,63%), dan tukang ojek (88,17%), tidak lebih dari separuh total keseluruhan pendapatan nelayan. Saran dari penelitian ini adalah agar supaya kotribusi pekerjaan sampingan bisa lebih besar atau setara dengan pekerjaan utama dan sebaiknya para nelayan juga bisa lebih rajin atau lebih fokus lagi dalam pengembangan dan peningkatan pendapatan pada pekerjaan sampingan tersebut.   Kata kunci : kontribusi, pekerjaan sampingan, nelayan, Tateli Weru
KONTRIBUSI ISTRI NELAYAN JUBI TERHADAP EKONOMI KELUARGA DI KELURAHAN BATULUBANG KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG Josua Amy Hamel; Florence V. Longdong; Olvie V. Kotambunan; Jardie A. Andaki; Christian R. Dien; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.46615

Abstract

Abstract The purpose of this study is to determine the contribution of income and source of income from the wife of a nelayan jubi” in Batulubang Village. This type of research is descriptive with a sampling method of data collection. The respondent was the wife of a nelayan jubi” who contributed to the family. The data was taken from 16 respondents who were fishermen's wives who had side jobs other than being housewives. The sampling method chosen is purposive sampling with its limitations. Has the age of under 60 years and as a fisherman's wife has been running a business for more than 1 year and the husband's length of time as a jubi fisherman is not less than 3 years. Based on the results of the study, it can be concluded that the work of the wife of a “nelayan jubi” in Batulubang Village, South Lembeh District, Bitung City, is a business selling garden products, a business selling credit, a fish seller business, a food stall business, a beverage selling business, a housekeeper, a sound system business and a stall business. The average contribution of jubi fishermen's wife's income to the family economy is 18.81% of the total family income of Rp5,015,750 per month.  Keywords: contribution; fisherman's wife; “nelayan jubi”   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi pendapatan dan sumber pendapatan dari istri nelayan jubi di Kelurahan Batulubang. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan metode pengumpulan data secara sampling. Responden merupakan istri nelayan jubi yang memberi kontribusi terhadap keluarga. Data diambil dari 16 responden yang merupakan istri nelayan yang memiliki pekerjaan sampingan selain menjadi ibu rumah tangga. Metode sampling yang dipilih adalah purposive sampling dengan batasannya. Memiliki umur dibawah 60 tahun dan sebagai istri nelayan telah menjalankan usaha lebih dari 1 tahun dan lama suami menjadi nelayan jubi tidak kurang dari 3 tahun. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pekerjaan istri nelayan jubi di Kelurahan Batulubang Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung yaitu usaha jual hasil kebun, usaha jual pulsa, usaha penjual ikan, usaha warung makan, usaha jualan minuman, pembantu rumah tangga, usaha sound system dan usaha warung. Rata-rata kontribusi pendapatan istri nelayan jubi terhadap ekonomi keluarga sebesar 18,81% dari total pendapatan keluarga yang sebesar Rp5.015.750 per bulan. Kata Kunci: kontribusi; istri nelayan; nelayan jubi
GENDER PADA USAHA PENGOLAHAN IKAN KAYU DI PT. CELEBES MINAPRATAMA KOTA BITUNG Christania Walukow; Srie J. Sondakh; Steelma V. Rantung; Jeannette F. Pangemanan; Swenekhe S. Durand; Florence V. Longdong
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.46999

Abstract

Abstract The purpose of this study is to find out and find differences in gender work in each wood fish processing unit starting from the receipt of raw materials to exports and knowing the division of labor or the role of women and men (gender roles) in wood fish processing activities. Case studies are the basic method used in this study with data collection techniques using the purposive sampling method which is carried out with several considerations so that the data obtained will be more precise. The sample interviewed amounted to 10% of the population determined at each processing unit. Data collection is carried out through observation, interviews, questionnaires and documentation, both photo documentation and taking written documents at relevant agencies. Data collection is carried out through observation, interviews, questionnaires and documentation, both photo documentation and taking written documents at relevant agencies. The data obtained were then analyzed with an analysis of the Harvard Model developed by the Harvard Institute for International Development based on the Women in Development (WID) efficiency approach which is the earliest gender analysis and gender planning framework. All genders are employed in appropriate portions or corridors, namely the number of women is more in productive processing activities with a percentage of 61.42% because it is considered that these activities are easy to do and reach by female workers while men in reproductive processing activities with a percentage of 80.77% because these activities require extra energy but are assisted by machines to facilitate workers. The role of men is more in jobs that require extra energy, while women play an important role in light to moderate work with the characteristics of work that requires accuracy, patience and repetitiveness.  Keywords: gender; processing; wooden fish   Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menemukan perbedaan pekerjaan gender pada setiap unit pengolahan ikan kayu mulai dari penerimaan bahan baku sampai ke ekspor serta mengetahui pembagian kerja atau peran perempuan dan laki-laki (peran gender) dalam kegiatan pengolahan ikan kayu. Studi kasus merupakan metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini dengan teknik pengambilan data adalah dengan menggunakan metode purposive sampling yang diakukan dengan beberapa pertimbangan agar data yang diperoleh akan lebih tepat. Sampel yang diwawancarai berjumlah 10% dari populasi yang ditentukan pada setiap unit pengolahan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi baik itu dokumentasi foto maupun pengambilan dokumen tertulis pada instansi terkait. Data yang diperoleh kemudian dianalis dengan analisis Model Harvard yang dikembangkan oleh Harvard Institute for International Development ini didasarkan pada pendekatan efisiensi Women In Development (WID) yang merupakan kerangka analisis gender dan perencanaan gender yang paling awal. Semua gender dipekerjakan pada porsi atau koridor yang sesuai yaitu jumlah perempuan lebih banyak pada kegiatan produktif pengolahan dengan persentase 61,42% karena dianggap kegiatan tersebut mudah dilakukan dan dijangkau oleh tenaga perempuan sedangkan laki-laki pada kegiatan reproduktif pengolahan dengan persentase 80,77% karena pada kegiatan tersebut membutuhkan tenaga ekstra tetapi dibantu dengan mesin untuk mempermudah pekerjan. Peranan laki-laki lebih banyak pada pekerjaan yang membutuhkan tenaga ekstra, sedangkan perempuan berperan penting pada pekerjaan ringan sampai sedang dengan karakteristik pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, kesabaran dan berulang-ulang. Kata kunci: gender; pengolahan; ikan kayu
ANALISIS NILAI TUKAR PEKERJA PADA PENGOLAHAN IKAN KAYU DI PT. CELEBES MINAPRATAMA KOTA BITUNG Shalomika Rompis; Jardie A. Andaki; Jeannette F. Pangemanan; Florence V. Longdong; Victoria E.N. Manoppo; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.47000

Abstract

Abstract The purpose of this research is to describe the profile of workers in PT. Celebes Minapratama Bitung City and determines the exchange rate for workers at PT. Celebes Minapratama Bitung City. The research method used is a case study. Data collection was obtained by interviewing, observing and studying various documents related to the topic under study. Data collection will use the Porposive Sampling method, namely for workers with a total of 141 workers, namely 15 workers in the labor unit section in wood fish processing, so that data collection is as much as 10% at PT. Celebes Minapratama. Data collection is carried out through observation, observation is a process of systematic observation of human activities and physical settings where these activities take place continuously from natural activities. (Adler, 1991). To calculate the exchange rate of these workers, an analysis of the NTP will be carried out. There are two models, namely according to Sugiarto (2009) NTP = Yt/Et, Yt = YFt + YNFt, Et = EFt + Ekt and according to Basuki, et al (2001) NTP can be shown in the index INTP worker exchange rate = IYt/IEt x 100%. Family income of wooden fish processing workers at PT. Celebes Minapratama in October 2022 to November 2022 processing Rp. 3,367,467 (100%) and non-fish processing Rp. 673,333 (100%), while the expenses of working families in processing wooden fish are Rp. 1,250,000 (100%) and household expenses of Rp. 1,257,867 (100%). The exchange rate of workers in total income and fish processing income is 1.61% and 2.69%, meaning that workers are able to meet subsistence needs and the cost of processing wooden fish.  Keywords: fish processing; NTP; INTP   Abstrak Tujuan dari penelitian ini, yaitu menggambarkan profil pekerja yang ada di PT. Celebes Minapratama Kota Bitung dan menentukan nilai tukar pekerja yang ada di PT. Celebes Minapratama Kota Bitung. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengambilan data diperoleh dengan wawancara, observasi dan mempelajari berbagai dokumen yang terkait dengan topik yang diteliti. Pengambilan data akan menggunakan metode Porposive Sampling, yaitu pada pekerja dengan jumlah 141 pekerja yaitu 15 pekerja pada bagian unit tenaga kerja di pengolahan ikan kayu, sehingga pengambilan data sebanyak 10% di PT. Celebes Minapratama. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, observasi adalah proses pengamatan sistematis dari aktivitas manusia dan pengaturan fisik dimana kegiatan tersebut berlangsung secara terus menerus dari aktivitas yang bersifat alami. (Adler, 1991). Untuk menghitung nilai tukar pekerja ini maka akan dilakukan analisis NTP ada dua model yaitu menurut Sugiarto (2009) NTP = Yt/Et, Yt = YFt + YNFt, Et = EFt + Ekt dan menurut Basuki, dkk (2001) NTP dapat ditunjukkan dalam indeks nilai tukar pekerja INTP=IYt/IEt x 100%. Pendapatan keluarga pekerja pengolahan ikan kayu di PT. Celebes Minapratama pada bulan Oktober 2022 sampai November 2022 pengolahan ikan sebanyak Rp. 3.367.467 (100%) dan non pengolahan ikan sebesar Rp. 673.333 (100%), sedangkan pengeluaran keluarga pekerja pada pengolahan ikan kayu Rp. 1.250.000 (100%) dan biaya rumah tangga sebanyak Rp. 1.257.867 (100%). Nilai tukar pekerja pada total pendapatan dan pendapatan pengolahan ikan sebesar 1,61% dan 2,69% artinya pekerja mampu memenuhi kebutuhan subsisten dan biaya pengolahan ikan kayu. Kata Kunci: pengolahan ikan; NTP; INTP
KONTRIBUSI PENDAPATAN ALAT TANGKAP PANAH IKAN (JUBI) TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI PULAU MANTEHAGE DESA TINONGKO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA Amelia Atmi Lussy; Steelma V. Rantung; Nurdin Jusuf; Siti Suhaeni; Florence V. Longdong; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.47104

Abstract

Abstract The purpose of this study was to determine the amount of income using arrow fishing gear, the amount and other sources of income for fishing households and to find out how much the income of arrow fishing gear contributes to the household income of arrow fishing gear fishermen on Mantehage Island, Tinongko Village. used in this study is the survey method. The population in this study were fishermen who used fish arrow fishing gear and had 17 families in Tinongko Village. Methods of data collection using the census method. The data collected are primary data and secondary data. Primary data collection was carried out by means of interviews guided by questionnaires and observation. Secondary data collection by citing existing data from related agencies or previous research. Based on the research results, it is known that the income of fishermen using arrow fishing gear in Tinongko Village is IDR 18,818,138 per year. The household income of fishermen using other fishing gear is Rp4,800,000, and another household income is Rp10,035,294, so that the total income of fishing households is Rp33,653,432. The income contribution of fishermen using fish arrow fishing gear to family income is 55.54%. Keywords: contribution; arrow fish fishermen; Mantehage Island   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jumlah pendapatan menggunakan alat tangkap panah ikan, berapa jumlah dan sumber pendapatan lain rumah tangga nelayan serta mengetahui berapa besar besar kontribusi pendapatan alat tangkap panah ikan terhadap pendapatan rumah tangga nelayan alat tangkap panah ikan di Pulau Mantehage Desa Tinongko.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan yang menggunakan alat tangkap panah ikan dan sudah berkeluarga yang ada di Desa Tinongko berjumlah 17 orang. Metode pengambilan data menggunakan metode sensus. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara yang dipandu dengan kuisioner dan observasi. Pengumpulan data sekunder dengan cara mengutip data yang sudah ada dari instansi terkait ataupun penelitian yang terdahulu. Berdasarkan hasil penelitian diketahui pendapatan nelayan menggunakan alat tangkap panah ikan di Desa Tinongko ialah Rp18.818.138 per tahun. Pendapatan rumah tangga nelayan menggunakan alat tangkap lain ialah Rp4.800.000, dan pendapatan rumah tangga lainnya ialah Rp10.035.294, sehingga total pendapatan rumah tangga nelayan ialah Rp33.653.432. Kontribusi pendapatan nelayan dengan menggunakan alat tangkap panah ikan terhadap pendapatan keluarga ialah 55,54%. Nilai tersebut sedikit lebih besar dibandingkan dengan pendapatan dari pekerjaan lainnya yaitu sebesar 44,46% sehingga dapat disimpulkan bahwa beberapa dari kebutuhan hidup keluarga nelayan ditopang dengan penghasilan dari alat tangkap panah ikan. Kata Kunci: kontribusi; nelayan panah ikan; Pulau Mantehage