Florence V. Longdong
Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

NILAI TUKAR NELAYAN ALAT TANGKAP JUBI DI DESA BUHIAS PULAU MANTEHAGE KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Sukmawati Potabuga; Florence V. Longdong; Swenekhe S. Durand; Victoria E.N. Manoppo; Olvie V. Kotambunan; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.47273

Abstract

Abstract This study aims to determine the Fishermen's Exchange Rate (NTN) for jubi fishing gear in Buhias Village, Mantehage Island, Wori District, North Minahasa Regency. The basic method used in this research is a case study. The types of data collected in this study are primary data and secondary data. Primary data was collected through interviews using questionnaires to respondents of jubi fishing gear fishermen. The sampling technique in this study was purposive sampling in which 15 samples were taken in stages with the following criteria: 1). Business has been more than 3 years. 2) Has its own fishing gear unit 3). Residents whose place of domicile is clear 4). Willing to be interviewed. Analysis of research data results are divided into two types, namely quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. The results of the research on the total income of traditional fishermen using chart fishing gear can cover the subsistence needs (basic needs) of fishing families, where the NTN value is 1.76, while fishermen's income can cover the costs of fishing businesses using jubi fishing gear with NTN of 4.34. Observations and calculations in December 2022 and January 2023 did not experience an increase or decrease in NTN, with an NTN index value (iNTN) of 100. Keywords: NTN; jubi fishing gear; Buhias Village   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Nilai Tukar Nelayan (NTN) alat tangkap jubi di Desa Buhias Pulau Mantehage, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner kepada responden nelayan alat tangkap jubi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling dimana sebanyak 15 sampel diambil secara bertahap dengan kriteria: 1). Lama usaha sudah lebih dari 3 tahun. 2) Memiliki unit alat tangkap sendiri 3). Penduduk yang jelas tempat domisili 4). Bersedia diwawancarai. Analisis data hasil penelitian dibedakan dalam dua macam, yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian pendapatan total nelayan tradisional menggunakan alat tangkap bagan dapat menutupi kebutuhan subsisten (kebutuhan dasar) keluarga nelayan, dimana nilai NTN diperoleh sebesar 1,76, sedangkan pendapatan nelayan dapat menutupi biaya usaha nelayan dengan menggunakan alat tangkap jubi dengan NTN sebesar 4.34. Pengamatan dan perhitungan pada bulan Desember 2022 dan bulan Januari 2023 tidak mengalami kenaikan dan penurunan NTN, dengan nilai indeks NTN (iNTN) sebesar 100. Kata kunci: NTN; alat tangkap jubi; Desa Buhias
NILAI EKONOMI TIDAK LANGSUNG EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI DESA BUHIAS PULAU MANTEHAGE KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Mulya Irawati; Jardie A. Andaki; Christian R. Dien; Swenekhe S. Durand; Florence V. Longdong; Siti Suhaeni
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51537

Abstract

Abstract Buhias Village is one of the villages located on Mantehage Island, Wori District, North Minahasa Regency which has a coral reef ecosystem. Buhias Village has the potential of a coral reef ecosystem that can be found along the coast. Existing coral reef ecosystems can be a source of income, namely in the form of catches such as fish, shrimp, and tourism businesses such as diving and fishing. The importance of calculating the indirect economic value of coral reef ecosystems is expected to be information for the community and government in making decisions and policies in the utilization of coral reef ecosystems so that they do not have negative impacts in the future. The population in this study are people who own houses and use wells in Buhias Village, namely 153 families. The sample taken was 10% of the existing population, namely 15 people. Methods of data collection in this study using the sampling method. The sampling technique is incidental sampling. The sampling technique is based on coincidence, namely consumers who meet by chance/accidentally with researchers can be used as a sample, if it is deemed that the person met by chance is suitable as a data source. The results of the research and discussion can be concluded that the indirect benefits of the coral reef ecosystem in Buhias Village are as a wave barrier, sea water intrusion barrier and abrasion prevention. The indirect economic value of the coral reef ecosystem in Buhias Village, namely wave breakers, amounts to IDR 486,030,038/year or 4,860,300,388/10 years, for seawater intrusion barriers amounts to IDR 4,708,226,225/year or IDR 47,082,262,250/10 years , and for abrasion prevention amounting to IDR 42,286,050,000/year or IDR 422,860,500,000/10 years, for a total of IDR 47,480,306,263/year or IDR 474,803,062,630/10 years. Keywords: economic value; indirect benefits; coral reefs; Buhias Village   Abstrak Desa Buhias merupakan salah satu desa yang terletak di Pulau Mantehage, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara yang memiliki ekosistem terumbu karang. Desa Buhias memiliki potensi ekosistem terumbu karang yang dapat dijumpai pada sepanjang pesisir. Ekosistem terumbu karang yang ada dapat menjadi sumber penghasilan, yaitu berupa hasil tangkapan seperti ikan, udang, dan usaha pariwisata seperti menyelam dan memancing. Pentingnya dilakukan perhitungan nilai ekonomi tidak langsung dari ekosistem terumbu karang, diharapkan dapat menjadi informasi bagi masyarakat maupun pemerintah dalam pengambilan keputusan dan kebijakan dalam pemanfaatan ekosistem terumbu karang sehingga tidak memberikan dampak buruk dimasa mendatang. Populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat yang memiliki rumah dan menggunakan sumur di Desa Buhias yaitu sebanyak 153 KK. Sampel yang diambil sebanyak 10% dari populasi yang ada yaitu 15 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan metode sampling. Teknik pengambilan sampel yaitu incidental sampling. Teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu konsumen yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui cocok sebagai sumber data. Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa manfaat tidak langsung ekosistem terumbu karang di Desa Buhias yaitu sebagai penahan gelombang, penahan intrusi air laut dan pencegah abrasi. Nilai ekonomi tidak langsung dari ekosistem terumbu karang di Desa Buhias yaitu penahan gelombang berjumlah Rp486.030.038/tahun atau 4.860.300.388/10 tahun, untuk penahan intrusi air laut berjumlah Rp4.708.226.225/tahun atau Rp47.082.262.250/10 tahun, dan untuk pencegah abrasi berjumlah Rp42.286.050.000/tahun atau Rp422.860.500.000/10 tahun, dengan total Rp47.480.306.263/tahun atau Rp474.803.062.630/10 tahun. Kata kunci: nilai ekonomi; manfaat tidak langsung; terumbu karang; Desa Buhias
NILAI TUKAR NELAYAN USAHA PANCING ULUR DI DESA MANTEHAGE BUHIAS KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Bigbraian Talu; Jeannette F. Pangemanan; Florence V. Longdong; Djuwita R.R. Aling; Victoria E.N. Manoppo; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51544

Abstract

Abstract Mantehage Buhias Village is located on Mantehage Island, Wori District, North Minahasa Regency which has an area of 631 Ha. The boundaries of the village area are: Mantehage Tangkasi Village to the North, Mantehage Tinongko Village to the South, Sea to the East, Mantehage Bango Village to the West. How is the situation in Mantehage Buhias Village regarding the exchange rate of fishermen in the hand line business and the income and expenses of fishing communities? This is the writer's attention to conduct research. Data collection was carried out by census, where the population in this study were traditional fishing line operators in Mantehage Buhias Village, Wori District, North Minahasa Regency. The census taking method is a data determination technique when all members of the population are used as respondents. In analyzing the data, it was carried out in a qualitative descriptive manner to describe statements using sentences or the author's own feelings, while quantitative descriptive was to provide results through calculations, such as addition using tools/additional tools. After all the data has been collected, the writer will use the NTN and INTN formulas in the solution. The total income of traditional fishing businesses using hand line fishing gear in Buhias Village, Wori District, North Minahasa Regency can cover the basic needs of fishing families. With a NTN of 1.09 while fishermen's income can cover the business costs of traditional hand line fishing with an NTN of 1.38. Observations and calculations in November and December 2022 did not experience a decrease or increase in total NTN revenue, so it remained at the income standard with an INTN value of 100. Keywords: NTN; INTN; Mantehage Buhias   Abstrak Desa Mantehage Buhias terletak di Pulau Mantehage, Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara yang memiliki luas wilayah sebesar 631 Ha. Batas-batas wilayah desa yakni: Sebelah Utara dengan Desa Mantehage Tangkasi, Sebelah Selatan dengan Desa Mantehage Tinongko, Sebelah Timur dengan Laut, Sebelah Barat dengan Desa Mantehage Bango. Bagaimana keaadan di Desa Mantehage Buhias mengenai nilai tukar nelayan usaha pancing ulur serta pendapatan dan pengeluaran masyarakat nelayan? Hal tersebut menjadi perhatian penulis untuk melakukan penelitian. Pengambilan data dilakukan secara sensus, dimana populasi dalam penelitian ini adalah pelaku usaha nelayan tradisional pancing ulur di Desa Mantehage Buhias, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Metode pengambilan sensus merupakan teknik penentuan data bila semua anggota populasi digunakan sebagai responden. Dalam menganalisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk mengambarkan keterangan-keterangan menggunakan kalimat atau perasaan penulis itu sendiri, sedangkan deskriptif kuantitatif untuk memberikan hasil melalui perhitungan, seperti penjumlahan dengan menggunakan alat bantu/tambahan. Setelah data terkumpul semua maka penulis akan menggunakan rumus NTN dan juga INTN dalam penyelesaiannya. Pendapatan total usaha nelayan tradisional dengan menggunakan alat tangkap pancing ulur di Desa Buhias Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara dapat menutupi kebutuhan dasar keluarga nelayan. Dengan NTN sebesar 1,09 sedangkan pendapatan nelayan dapat menutupi biaya usaha nelayan tradisional pancing ulur dengan NTN sebesar 1,38. Pengamatan dan perhitungan pada bulan November dan Desember 2022 tidak mengalami penurunan ataupun kenaikan pada total pendapatan NTN, sehingga tetap berada pada standar pendapatan dengan nilai INTN sebesar 100. Kata Kunci: NTN; INTN; Mantehage Buhias
KONTRIBUSI USAHA PERIKANAN PANCING ULUR TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI DESA MANTEHAGE I BANGO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Alfeki Yangkobus; Jeannette F. Pangemanan; Florence V. Longdong; Jardie A. Andaki; Srie J. Sondakh; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51545

Abstract

Abstract Mantehage I Bango Village is one of the villages in Wori District, North Minahasa Regency. This village has an area of ​​330 km2, the distance between Mantehage I Bango Village and the Capital City of North Sulawesi Province is 26 km and it takes about 2 hours from Mantehage I Village. Bango to the Capital City of North Sulawesi Province by using a sea taxi. Mantehage I Bango Village has abundant marine resources, especially in the field of fisheries, and some residents in Mantehage I Bango Village depend on marine products to meet their family needs, especially hand line fishermen. The purpose of this study was to find out how much the hand line fishing business contributed to family income in Mantehage I Bango Village. The population in this study were hand line fishermen in Mantehage I Bango Village, 15 fishermen who were married, and all fishermen had side jobs such as 8 construction workers, 3 coconut plantation workers, 2 banana farmers, and 2 coconut farmers. . Data collection in this study was carried out using the census method. Census research is research that takes one population group as a sample as a whole and uses a structured questionnaire as the principal data collection tool to obtain specific information. Data analysis that will be used in this study is to use descriptive qualitative and quantitative descriptive analysis. Qualitative descriptive analysis, namely analysis to provide an overview and explanation using the author's sentences are systematic and easy to understand according to the data obtained. Quantitative descriptive analysis is data analysis by providing a discussion or study of existing data using calculations. Based on the results of this study it can be concluded that the net income of hand line fishermen in Mantehage I Bango Village per year is Rp15,286,933, - The income of a hand line fisherman's family in Mantehage I Bango Village is Rp22,093,600.- per year which originates from the main livelihood, namely as hand line fishermen plus a side job income of Rp6,806,667. The contribution of the hand line fishing business is 69%, this means that work as hand line fishermen is the main job, but income from side jobs also affects fishermen's families in meeting family needs. Keywords: contribution; income; hand line   Abstrak Desa Mantehage I Bango merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara, Desa ini memiliki luas wilayah 330 km2, jarak antara Desa Mantehage I Bango ke Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara yaitu 26 km dan butuh waktu sekitar 2 jam dari Desa Mantehage I Bango ke Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara dengan menggunakan taxi laut. Desa Mantehage I Bango memiliki sumber daya laut yang melimpah terutama di bidang perikanan, dan sebagian penduduk di Desa Mantehage I Bango menggantungkan hidupnya dari hasil laut untuk memenuhi kebutuhan keluarga terutama nelayan pancing ulur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar kontribusi usaha perikanan pancing ulur terhadap pendapatan keluarga di Desa Mantehage I Bango. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan pancing ulur Desa Mantehage I Bango sebanyak 15 nelayan yang sudah berkeluarga, dan semua nelayan memiliki pekerjaan sampingan seperti buruh bangunan sebanyak 8 nelayan, buruh pekerja kebun kelapa 3 nelayan, petani pisang 2 nelayan, dan petani kelapa sebanyak 2 nelayan. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode sesnsus, penelitian sensus merupakan penelitian yang mengambil satu kelompok populasi sebagai sampel secara keseluruhan dan menggunakan kuesioner yang terstruktur sebagai alat pengumpulan data yang pokok untuk mendapatkan infromasi yang spesifik. Analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif yaitu analisis untuk memberikan gambaran serta penjelasan dengan menggunakan kalimat penulis sistematis dan mudah dimengerti sesuai dengan data yang diperoleh. Analisis deskriptif kuantitatif merupakan analisis data dengan memberikan bahasan atau kajian terhadap data yang ada dengan menggunakan perhitungan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendapatan bersih nelayan pancing ulur di Desa Mantehage I Bango per tahun sebesar Rp15.286.933 Pendapatan keluarga nelayan pancing ulur di Desa Mantehage I Bango Rp22.093.600 per tahun yang bersumber dari mata pencaharian utama yaitu sebagai nelayan pancing ulur ditambah dengan penghasilan pekerjaan sampingan Rp6.806.667. Kontribusi dari usaha perikanan pancing ulur yaitu 69% hal ini berarti bahwa pekerjaan sebagai nelayan pancing ulur merupakan pekerjaan utama, namun pendapatan dari pekerjaan sampingan juga berpengaruh bagi keluarga nelayan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Kata Kunci: kontribusi; pendapatan; pancing ulur
PERAN PEREMPUAN PEDAGANG IKAN KELILING DALAM MENUNJANG EKONOMI KELUARGA DI DESA TUMPAAN KECAMATAN TUMPAAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN Yola Fiona Najoan; Florence V. Longdong; Swenekhe S. Durand; Steelma V. Rantung; Djuwita R.R. Aling; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51647

Abstract

AbstractThe rapid economic development in Indonesia has led to an increase in household needs. The active participation of women in economic activities is crucial for achieving inclusive and sustainable economic growth. One significant effort made by women to support their family's economy is their involvement in small-scale fisheries, mainly through selling the catch of local fishermen. This research aims to explore the general condition of women fishmongers who operate mobile fish vending businesses in Tumpaan Village, Tumpaan Subdistrict, South Minahasa Regency, and to describe their role in supporting household economies. The findings of this study can provide insights into the role of women fishmongers in contributing to family economics, which is an essential requirement for completing studies at the Faculty of Fisheries, Sam Ratulangi University, Manado, and serve as a foundation for future research in similar areas. This research is conducted as a descriptive study using a census method for data collection. Data is gathered through observations, interviews, and documentation in the form of photographs. The collected data is then subjected to qualitative and quantitative descriptive analysis. The annual income of women fishmongers is found to be Rp29,702,400, while the total household income is Rp63,302,400, resulting in a contribution of 46.92% from women fishmongers towards the household economy. However, with a contribution of less than 50%, it is evident that the income generated by women fishmongers in Tumpaan Village, Tumpaan Subdistrict, is not their primary source of income. This indicates that within the family's economy, wives are considered supporting contributors and do not replace the husband's role as the main breadwinner. Keywords: roles, women; selling fish; income Abstrak Perkembangan ekonomi di Indonesia yang semakin pesat membuat kebutuhan rumah tangga semakin meningkat. Partisipasi perempuan dalam kegiatan ekonomi juga sangat penting untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan perempuan untuk menunjang ekonomi keluarga yaitu berpartisipasi di sektor perikanan berskala kecil, umumnya mereka menjual hasil tangkap laut nelayan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keadaan umum perempuan pedagang ikan keliling di Desa Tumpaan Kecamatan Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan dan untuk mendeskripsikan bagaimana peran perempuan pedagang ikan keliling dalam menunjang ekonomi keluarga. Manfaat dari penelitian ini adalah dapat dijadikan bahan untuk memahami peran perempuan pedagang ikan keliling dalam menunjang ekonomi keluarga, salah satu syarat dalam menyelesaikan studi di Fakultas Perikanan Universitas Sam Ratulangi Manado dan sebagai sarana penunjang dalam penelitian sejenis di masa mendatang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode pengumpulan data secara sensus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Analisis data hasil penelitian dibedakan dalam dua macam, yaitu analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif yang diperoleh melalui observasi dan wawancara ataupun dokumentasi dalam bentuk foto. Data yang diperoleh akan dikumpulkan dan di analisis kemudian akan dikalimatkan menjadi suatu kalimat yang sesuai dengan kata. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pendapatan perempuan pedagang ikan keliling sebesar Rp29.702.400 per tahun dan dengan pendapatan rumah tangga sebesar Rp63.302.400 per tahun, maka kontribusi yang diberikan oleh perempuan pedagang ikan keliling dalam menunjang ekonomi keluarga adalah sebesar 46,92%. Dapat dilihat dari nilai tersebut yang kurang dari 50% bahwa dapat dikatakan pendapatan dari perempuan pedagang ikan keliling di Desa Tumpaan Kecamatan Tumpaan bukan sebagai pendapatan utama. Hal ini menunjukkan bahwa dalam perekonomian keluarga, seorang istri hanya sebagai penunjang dan tidak menggeser kedudukan suami sebagai pencari nafkah utama. Kata kunci : peran; perempuan; penjual ikan keliling; pendapatan