Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peningkatan Self-Development Narapidana Melalui Program Pembinaan Kemandirian Membatik Di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Batam Djuwita Deffrilia; Lauditta Indahdewi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.11140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan self-development narapidana melalui program pembinaan kemandirian membatik di Lapas Perempuan Kelas IIB Batam. Program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan, rasa percaya diri, dan persiapan reintegrasi sosial narapidana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data diperoleh dari petugas lapas dan narapidana yang terlibat dalam program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembinaan membatik dapat meningkatkan citra diri narapidana, memperkuat kepercayaan diri mereka, dan memberikan harapan untuk kehidupan setelah masa hukuman. Namun, terdapat hambatan terkait dengan keterbatasan fasilitas, kurangnya motivasi, serta stigma sosial yang menghambat perkembangan narapidana. Kesimpulannya, program pembinaan keterampilan seperti membatik memberikan dampak positif dalam meningkatkan self-development narapidana, namun memerlukan perbaikan dalam hal dukungan fasilitas dan motivasi untuk mengoptimalkan hasil program.
Diferensiasi Motivasi Kerja Narapidana Dalam Mengikuti Pembinaan Kemandirian Peternakan Menggunakan Teori X Dan Y Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjung Balai Armando Simangunsong; Lauditta Indahdewi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.11791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis diferensiasi motivasi kerja narapidana dalam mengikuti program pembinaan kemandirian peternakan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjung Balai dengan menggunakan pendekatan Teori X dan Teori Y oleh Douglas McGregor. Program pembinaan kemandirian peternakan merupakan salah satu upaya rehabilitasi narapidana yang bertujuan membekali mereka dengan keterampilan praktis agar mampu mandiri setelah masa pidana berakhir. Namun, partisipasi narapidana dalam kegiatan tersebut menunjukkan variasi yang signifikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap petugas serta narapidana yang terlibat dalam program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narapidana dengan karakteristik Teori X cenderung termotivasi karena pengawasan atau insentif seperti premi kerja, sedangkan narapidana yang termasuk dalam Teori Y memiliki motivasi intrinsik dan rasa tanggung jawab dalam mengikuti program. Hambatan yang memengaruhi motivasi kerja di antaranya adalah kurangnya sarana prasarana, premi yang rendah, serta kondisi psikologis individu. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk merancang strategi pembinaan yang lebih adaptif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik narapidana.
Implementasi Kegiatan Ngasah Jiwo Dalam Upaya Pemenuhan Hak Bagi Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cilacap Lathif Nur Fauzan; Lauditta Indahdewi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.13796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kegiatan Ngasah Jiwo sebagai bagian dari pembinaan kepribadian di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cilacap dalam rangka pemenuhan hak narapidana. Kegiatan Ngasah Jiwo mencakup pembinaan spiritual melalui sholat berjamaah, tadarus, pengajian, hafalan surat-surat pendek, pembelajaran membaca huruf hijaiyah, hingga kesenian hadroh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap petugas pemasyarakatan dan narapidana, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Ngasah Jiwo berjalan cukup baik dan berdampak positif pada kesadaran spiritual, perubahan sikap, dan pemenuhan hak narapidana dalam bidang pendidikan, pengajaran, rekreasi, pengembangan diri, kebebasan beribadah, serta perlakuan manusiawi. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala seperti keterbatasan sarana prasarana, rendahnya partisipasi sebagian narapidana, keterbatasan sumber daya manusia, serta jadwal yang kurang fleksibel. Kegiatan Ngasah Jiwo berperan penting dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, sehingga membutuhkan dukungan struktural dan partisipatif untuk optimalisasi pelaksanaannya