Christian R. Dien
Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PERSEPSI NELAYAN TERHADAP TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI DESA TINONGKO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Gilbert Demas Lengkong; Nurdin Jusuf; Steelma V. Rantung; Srie J. Sondakh; Grace O. Tambani; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.47585

Abstract

Abstract Fishermen are a group of people living in coastal areas who live together and meet their needs from marine resources. Tinongko Village is one of four villages on Mantehage Island, Wori District, North Minahasa Regency. The condition of the village which is still in the coastal area causes most of the people to work as fishermen. Education is an activity to develop all aspects of human personality that lasts a lifetime, in other words, education does not only take place in the classroom, but also takes place outside the classroom. Education is not only formal, but also non-formal. Substantially, education is not limited to human intellectual development, meaning that it does not only increase intelligence, but also develops all aspects of human personality. The purpose of this study was to determine fishermen's perceptions of the education level of children in Tinongko Village, Wori District, North Minahasa Regency. The research method used is the survey method, the population in this study is the fishing community in Tinongko Village who already have children. The data collection method is done by sampling, the data used are secondary data and primary data. Based on the results of the study it was found that fishermen's knowledge of the education level of children in Tinongko Village based on the Guttman scale analysis resulted in 62.78% agreeing results, while those who disagreed and had obstacles in children's education obtained 37.22% results. There are 3 dimensions to see perceptions, namely the education dimension as knowledge to become a fisherman obtained an average score of 2.62%, which means that it is quite important, while the educational dimension for children's skills gets an average score of 3.47% which states that this perception is very important , and the dimensions of fishermen's perceptions of children's education get an average score of 2.07%. This perception states that education is quite important for the success of children in the future. Keywords: perception; children's education; fisherman community; Tinongko Village   Abstrak Nelayan adalah sekelompok masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir yang hidup bersama dan memenuhi kebutuhan hidupnya dari sumber daya laut. Desa Tinongko merupakan salah satu dari empat desa yang ada di pulau Mantehage Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Keadaan desa yang letaknya masih berada di daerah pesisir menyebabkan sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Pendidikan adalah suatu aktivitas untuk mengembangan seluruh aspek kerpibadian manusia yang berjalan seumur hidup, dengan kata lain pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi berlangsung pula di luar kelas. Pendidikan bukan hanya bersifat formal, tetapi juga yang nonformal. Secara substansial, pendidikan tidak terbatas pengembangan intelektual manusia, artinya tidak hanya meningkatkan kecerdasan, melainkan mengembangkan seluruh aspek kepribadian manusia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui persepsi nelayan terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Tinongko Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat nelayan di Desa Tinongko yang sudah memiliki anak. Metode pengambilan data dilakukan dengan pengambilan sampel, data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan nelayan terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Tinongko berdasarkan analisis skala Guttman di dapat hasil yang setuju 62,78% sedangkan kurang setuju dan memiliki kendala dalam pendidikan anak mendapatkan hasil 37,22%. Terdapat 3 dimensi untuk melihat persepsi yaitu dimensi pendidikan sebagai pengetahuan untuk menjadi nelayan diperoleh skor rata-rata 2,62% yang artinya menyatakan cukup penting, sedangkan dimensi pendidikan untuk keterampilan anak di dapat skor rataan 3,47% yang menyatakan bahwa persepsi ini sangat penting, dan dimensi persepsi nelayan terhadap pendidikan anak di dapat skor rataan 2,07% persepsi ini menyatakan bahwa pendidikan cukup penting untuk keberhasilan anak di masa depan. Kata kunci: persepsi; pendidikan anak; masyarakat nelayan; Desa Tinongko
KONTRIBUSI USAHA PENANGKAPAN IKAN DENGAN ALAT TANGKAP PANCING ULUR TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA NELAYAN DI PULAU MANTEHAGE DESA TINONGKO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Anjas A. Gagola; Steelma V. Rantung; Jeannette F. Pangemanan; Nurdin Jusuf; Jardie A. Andaki; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51536

Abstract

Abstract Tinongko Village is one of four villages on Mantehage Island, Wori District, North Minahasa Regency. The condition of the village which is located in a coastal area causes many people to have a livelihood as fishermen, one of which is hand line fishing. The level of fishermen's income is largely determined by the catch where the number of catches is also reflected in the amount of income received. This income, which depends on erratic catches, raises questions about how much the hand line fishermen's catch contributes to meeting their daily needs. The purpose of this study is to find out how much the contribution of capture fisheries products using hand line fishing gear to the income of fishermen households in Tinongko Village. The method used in this research is survey method. The population in this study were all hand line fishermen who had families in Tinongko Village. The data collection method used is the census method, which is a complete data collection procedure for all population units. The data collected are primary data and secondary data. Primary data is collected through observation and interviews using a list of questions asked directly. Secondary data was collected through existing data at the village administration office, or citing existing research journals. Data analysis used in this research is descriptive quantitative and qualitative. The purpose of this study was achieved by analyzing the calculation of fishermen's household income and analyzing the contribution of income from capture fisheries. Based on the results of the study it can be concluded that the net income of hand line fishermen in Tinongko Village per year is Rp40,911,600. The income of fishermen families in Tinongko Village is Rp45,378,267 per year, sourced from the main livelihood, namely as fishermen using hand line fishing gear plus fishery income outside of hand line fishing gear and income outside fisheries. The contribution of handline catches to fishermen's household income is 90.16%, this means that work as handline fishing gear fishermen is the main job, but income from outside handline fishing gear also affects fishermen's families in meeting their daily needs.   Keywords: contribution; family income; long fishing line Abstrak Desa Tinongko merupakan salah satu dari empat desa yang ada di pulau Mantehage Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Keadaan desa yang letaknya di daerah pesisir menyebabkan banyak masyarakat yang bermata pencaharian sebagai nelayan, salah satunya nelayan tangkap pancing ulur. Tingkat pendapatan nelayan sangat ditentukan oleh hasil tangkapannya dimana banyaknya tangkapan tercermin pula dari besarnya pendapatan yang diterima. Pendapatan yang begantung pada hasil tangkapan yang tidak menentu ini menimbulkan pertanyaan mengenai berapa kontribusi hasil tangkapan nelayan pancing ulur dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui berapa besar kontribusi hasil perikanan tangkap menggunakan alat tangkap pancing ulur terhadap pendapatan rumah tangga nelayan yang ada di Desa Tinongko. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nelayan pancing ulur yang sudah berkeluarga yang ada di Desa Tinongko. Metode pengambilan data yang dilakukan adalah menggunakan metode sensus, yaitu prosedur pendataan lengkap terhadap semua unit populasi. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder, data primer dikumpulkan melalui hasil observasi dan wawancara menggunakan daftar pertanyaan yang ditanyakan langsung. Data sekunder dikumpulkan melalui data yang sudah ada di kantor pemerintahaan desa, atau mengutip dari jurnal-jurnal penelitian terkait yang sudah ada. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Tujuan penelitian ini dicapai dengan analisis perhitungan pendapatan rumah tangga nelayan dan analisis kontribusi hasil pendapatan dari perikanan tangkap. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendapatan bersih nelayan alat tangkap pancing ulur di Desa Tinongko per tahun adalah sebesar Rp40.911.600. Pendapatan keluarga nelayan di Desa Tinongko sebesar Rp45.378.267 per tahun, bersumber dari mata pencaharian utama yaitu sebagai nelayan menggunakan alat tangkap pancing ulur ditambah dengan penghasilan perikanan diluar alat tangkap pancing ulur dan penghasilan diluar perikanan. Kontribusi dari hasil tangkapan pancing ulur terhadap pendapatan rumah tangga nelayan yaitu 90,16% hal ini berarti bahwa pekerjaan sebagai nelayan alat tangkap pancing ulur merupakan pekerjaan utama, namun pendapatan dari luar alat tangkap pancing ulur juga berpengaruh bagi keluarga nelayan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kata kunci: kontribusi; pendapatan keluarga; pancing ulur
NILAI EKONOMI TIDAK LANGSUNG EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI DESA BUHIAS PULAU MANTEHAGE KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Mulya Irawati; Jardie A. Andaki; Christian R. Dien; Swenekhe S. Durand; Florence V. Longdong; Siti Suhaeni
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51537

Abstract

Abstract Buhias Village is one of the villages located on Mantehage Island, Wori District, North Minahasa Regency which has a coral reef ecosystem. Buhias Village has the potential of a coral reef ecosystem that can be found along the coast. Existing coral reef ecosystems can be a source of income, namely in the form of catches such as fish, shrimp, and tourism businesses such as diving and fishing. The importance of calculating the indirect economic value of coral reef ecosystems is expected to be information for the community and government in making decisions and policies in the utilization of coral reef ecosystems so that they do not have negative impacts in the future. The population in this study are people who own houses and use wells in Buhias Village, namely 153 families. The sample taken was 10% of the existing population, namely 15 people. Methods of data collection in this study using the sampling method. The sampling technique is incidental sampling. The sampling technique is based on coincidence, namely consumers who meet by chance/accidentally with researchers can be used as a sample, if it is deemed that the person met by chance is suitable as a data source. The results of the research and discussion can be concluded that the indirect benefits of the coral reef ecosystem in Buhias Village are as a wave barrier, sea water intrusion barrier and abrasion prevention. The indirect economic value of the coral reef ecosystem in Buhias Village, namely wave breakers, amounts to IDR 486,030,038/year or 4,860,300,388/10 years, for seawater intrusion barriers amounts to IDR 4,708,226,225/year or IDR 47,082,262,250/10 years , and for abrasion prevention amounting to IDR 42,286,050,000/year or IDR 422,860,500,000/10 years, for a total of IDR 47,480,306,263/year or IDR 474,803,062,630/10 years. Keywords: economic value; indirect benefits; coral reefs; Buhias Village   Abstrak Desa Buhias merupakan salah satu desa yang terletak di Pulau Mantehage, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara yang memiliki ekosistem terumbu karang. Desa Buhias memiliki potensi ekosistem terumbu karang yang dapat dijumpai pada sepanjang pesisir. Ekosistem terumbu karang yang ada dapat menjadi sumber penghasilan, yaitu berupa hasil tangkapan seperti ikan, udang, dan usaha pariwisata seperti menyelam dan memancing. Pentingnya dilakukan perhitungan nilai ekonomi tidak langsung dari ekosistem terumbu karang, diharapkan dapat menjadi informasi bagi masyarakat maupun pemerintah dalam pengambilan keputusan dan kebijakan dalam pemanfaatan ekosistem terumbu karang sehingga tidak memberikan dampak buruk dimasa mendatang. Populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat yang memiliki rumah dan menggunakan sumur di Desa Buhias yaitu sebanyak 153 KK. Sampel yang diambil sebanyak 10% dari populasi yang ada yaitu 15 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan metode sampling. Teknik pengambilan sampel yaitu incidental sampling. Teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu konsumen yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui cocok sebagai sumber data. Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa manfaat tidak langsung ekosistem terumbu karang di Desa Buhias yaitu sebagai penahan gelombang, penahan intrusi air laut dan pencegah abrasi. Nilai ekonomi tidak langsung dari ekosistem terumbu karang di Desa Buhias yaitu penahan gelombang berjumlah Rp486.030.038/tahun atau 4.860.300.388/10 tahun, untuk penahan intrusi air laut berjumlah Rp4.708.226.225/tahun atau Rp47.082.262.250/10 tahun, dan untuk pencegah abrasi berjumlah Rp42.286.050.000/tahun atau Rp422.860.500.000/10 tahun, dengan total Rp47.480.306.263/tahun atau Rp474.803.062.630/10 tahun. Kata kunci: nilai ekonomi; manfaat tidak langsung; terumbu karang; Desa Buhias
NILAI TUKAR NELAYAN USAHA PANCING ULUR DI DESA MANTEHAGE BUHIAS KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Bigbraian Talu; Jeannette F. Pangemanan; Florence V. Longdong; Djuwita R.R. Aling; Victoria E.N. Manoppo; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51544

Abstract

Abstract Mantehage Buhias Village is located on Mantehage Island, Wori District, North Minahasa Regency which has an area of 631 Ha. The boundaries of the village area are: Mantehage Tangkasi Village to the North, Mantehage Tinongko Village to the South, Sea to the East, Mantehage Bango Village to the West. How is the situation in Mantehage Buhias Village regarding the exchange rate of fishermen in the hand line business and the income and expenses of fishing communities? This is the writer's attention to conduct research. Data collection was carried out by census, where the population in this study were traditional fishing line operators in Mantehage Buhias Village, Wori District, North Minahasa Regency. The census taking method is a data determination technique when all members of the population are used as respondents. In analyzing the data, it was carried out in a qualitative descriptive manner to describe statements using sentences or the author's own feelings, while quantitative descriptive was to provide results through calculations, such as addition using tools/additional tools. After all the data has been collected, the writer will use the NTN and INTN formulas in the solution. The total income of traditional fishing businesses using hand line fishing gear in Buhias Village, Wori District, North Minahasa Regency can cover the basic needs of fishing families. With a NTN of 1.09 while fishermen's income can cover the business costs of traditional hand line fishing with an NTN of 1.38. Observations and calculations in November and December 2022 did not experience a decrease or increase in total NTN revenue, so it remained at the income standard with an INTN value of 100. Keywords: NTN; INTN; Mantehage Buhias   Abstrak Desa Mantehage Buhias terletak di Pulau Mantehage, Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara yang memiliki luas wilayah sebesar 631 Ha. Batas-batas wilayah desa yakni: Sebelah Utara dengan Desa Mantehage Tangkasi, Sebelah Selatan dengan Desa Mantehage Tinongko, Sebelah Timur dengan Laut, Sebelah Barat dengan Desa Mantehage Bango. Bagaimana keaadan di Desa Mantehage Buhias mengenai nilai tukar nelayan usaha pancing ulur serta pendapatan dan pengeluaran masyarakat nelayan? Hal tersebut menjadi perhatian penulis untuk melakukan penelitian. Pengambilan data dilakukan secara sensus, dimana populasi dalam penelitian ini adalah pelaku usaha nelayan tradisional pancing ulur di Desa Mantehage Buhias, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Metode pengambilan sensus merupakan teknik penentuan data bila semua anggota populasi digunakan sebagai responden. Dalam menganalisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk mengambarkan keterangan-keterangan menggunakan kalimat atau perasaan penulis itu sendiri, sedangkan deskriptif kuantitatif untuk memberikan hasil melalui perhitungan, seperti penjumlahan dengan menggunakan alat bantu/tambahan. Setelah data terkumpul semua maka penulis akan menggunakan rumus NTN dan juga INTN dalam penyelesaiannya. Pendapatan total usaha nelayan tradisional dengan menggunakan alat tangkap pancing ulur di Desa Buhias Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara dapat menutupi kebutuhan dasar keluarga nelayan. Dengan NTN sebesar 1,09 sedangkan pendapatan nelayan dapat menutupi biaya usaha nelayan tradisional pancing ulur dengan NTN sebesar 1,38. Pengamatan dan perhitungan pada bulan November dan Desember 2022 tidak mengalami penurunan ataupun kenaikan pada total pendapatan NTN, sehingga tetap berada pada standar pendapatan dengan nilai INTN sebesar 100. Kata Kunci: NTN; INTN; Mantehage Buhias
KONTRIBUSI USAHA NELAYAN PANCING ULUR TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI DESA MANTEHAGE BUHIAS KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Vicky Imanuel Langi; Grace O. Tambani; Jeannette F. Pangemanan; Nurdin Jusuf; Jardie A. Andaki; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51778

Abstract

Abstract Buhias Village is one of four villages located on Mantehage Island, Wori District, North Minahasa Regency. Its location is in a coastal area so that some people have a livelihood as fishermen, one of which is traditional fishermen with hand line fishing gear. In fulfilling the family economy, the income of hand line fishermen depends on the size of the catch. This is of concern to the author in examining how the hand line fishing business's income contributes to family income. The purpose of this study was to find out how much hand line fishermen's income is and how the hand line fishermen's income contributes to the total family income in Buhias Village. The method used in this research is survey method. The population in this study were hand line fishermen who had families in Buhias Village. The data collection method used is the census method, by making all populations as respondents. The data collected are primary data and secondary data. Primary data will be collected by means of interviews guided by questionnaires and observations. Secondary data obtained through government agencies and other related agencies or previous research. The data analysis used in this study is a qualitative and quantitative descriptive analysis. Qualitative data will be explained descriptively qualitatively such as the condition of the respondent's family income and quantitative data will be explained descriptively quantitatively regarding how much hand line fishermen's income is and its contribution to family income. Based on the results of the study, it can be concluded that the income of handline fishermen in Mantehage Buhias Village is Rp19,150,000 per year. The total income of a hand line fisherman's family is Rp25,083,333, sourced from work as hand line fishermen and side jobs. The contribution of hand line fishermen's income to family income is 76.35%, this means that work as hand line fishermen has a large contribution in meeting the needs of family life. Keywords: contribution; income; hand line fishermen Abstrak Desa Buhias merupakan salah satu dari empat desa yang berada di Pulau Mantehage Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Letaknya yang berada di daerah pesisir sehingga sebagian masyarakat bermata pencaharian sebagai nelayan, salah satunya nelayan tradisional dengan alat tangkap pancing ulur. Dalam memenuhi ekonomi keluarga, pendapatan nelayan pancing ulur bergantung pada besarnya hasil tangkapan. Hal ini menjadi perhatian penulis dalam meneliti bagaimana kontribusi pendapatan usaha nelayan pancing ulur terhadap pendapatan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar pendapatan nelayan pancing ulur dan bagaimana kontribusi pendapatan nelayan pancing ulur terhadap total pendapatan keluarga yang ada di Desa Buhias. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan pancing ulur yang sudah berkeluarga yang ada di Desa Buhias. Metode pengambilan data yang dilakukan adalah menggunakan metode sensus, dengan menjadikan semua populasi sebagai responden. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer akan dikumpulkan dengan cara wawancara yang dipandu dengan kuisioner dan observasi. Data sekunder diperoleh melalui instansi pemerintah dan instansi lain terkait ataupun penelitian terdahulu. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis depkriptif kualitatif dan kuantittif. Data kualitatif akan dijelaskan secara deskrptif kualitatif seperti kondisi pendapatan keluarga responden dan data kuantitatif akan dijelaskan secara deskriptif kuantitatif terkait berapa besar pendapatan nelayan pancing ulur dan kontribusinya dalam pendapatan keluarga. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulakan bahwa pendapatan nelayan pancing ulur di Desa Mantehage Buhias adalah Rp19.150.000 per tahun. Total pendapatan keluarga nelayan pancing ulur adalah Rp25.083.333, bersumber dari pekerjaan sebagai nelayan pancing ulur dan pekerjaan sampingan. Kontribusi pendapatan nelayan pancing ulur terhadap pendapatan keluarga yaitu 76,35%, hal ini berarti bahwa pekerjaan sebagai nelayan pancing ulur memiliki kontribusi yang besar dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Kata Kunci: kontribusi; pendapatan; nelayan pancing ulur
KONTRIBUSI USAHA BUDIDAYA IKAN KUWE DENGAN KERAMBA JARING APUNG TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI KELURAHAN SINDULANG I KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO Jeksen Tiago Wahyu Kulangke; Jardie A. Andaki; Jeannette F. Pangemanan; Djuwita R.R. Aling; Christian R. Dien; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51784

Abstract

Abstract The aim of this research is to find out how much income trevally fish farmers earn and how much contribution the results of the trevally fish farming business make to the income of fishing families in Sindulang I Village. The research method used in this research is a survey. The population in this study are fishermen who work as pompano fish farmers. Data collection was carried out by sampling. Sampling was carried out by purposive sampling. The data collected consists of primary data and secondary data. Primary data collection in this research was carried out through observation and interviews guided by a questionnaire. Secondary data was obtained from agencies related to research. The data obtained was analyzed using quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. Based on the research results, the following results were obtained: 1) the income of fishing families from the trevally fish cultivation business using floating net cages is IDR 74,000,000 per year; 2) opinion outside the cultivation business Rp. 51,000,000; and 3) the contribution of the pompano fish cultivation business to family income is 59.20%. Key words: cultivator; giant trevally; profit; contribution Abstrak Tujuan penelitian ini ialah mengetahui berapa besar pendapatan pembudidaya ikan kuwe dan seberapa besar kontribusi hasil usaha budidaya ikan kuwe terhadap pendapatan keluarga nelayan yang ada di Kelurahan Sindulang I. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei. Populasi dalam penelitian ini ialah nelayan yang berprofesi sebagai pembudidaya ikan kuwe. Pengambilan data dilakukan secara sampling. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner. Data sekunder diperoleh dari instansi yang berkaitan dengan penelitian. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis diskriptif kuantitatif dan diskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian didapat hasil sebagai berikut: 1) pendapatan keluarga nelayan dari usaha budidaya ikan kuwe dengan keramba jaring apung yaitu Rp74.000.000 per tahun; 2) pendapat di luar usaha budidaya Rp51.000.000; dan 3) kontribusi usaha budidaya ikan kuwe terhadap pendapatan keluarga 59,20%. Kata kunci: pembudidaya; ikan kuwe; keuntungan; kontribusi