p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal POSITA Vonis
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Digital Evidence dalam Sengketa Perceraian: Validitas Chat dan Media Sosial Sebagai Alat Bukti dalam Perspektif Fiqh Asrizal; Muhammad Abrar; Nurisma Aryanti
Posita: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : STIS Ummul Ayman, Pidie Jaya, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52029/pjhki.v4i1.488

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memengaruhi sistem pembuktian dalam sengketa perceraian, khususnya melalui penggunaan digital evidence berupa chat dan media sosial sebagai alat bukti di persidangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas chat dan media sosial sebagai alat bukti dalam sengketa perceraian berdasarkan perspektif fiqh dan hukum positif di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan. Sumber data diperoleh dari peraturan perundang-undangan, literatur hukum, jurnal ilmiah, hadis, Al-Qur’an, dan berbagai referensi yang berkaitan dengan hukum pembuktian serta hukum keluarga Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat bukti elektronik telah diakui secara hukum melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016, khususnya Pasal 5 dan Pasal 6 yang menyatakan bahwa informasi elektronik dan dokumen elektronik merupakan alat bukti hukum yang sah apabila memenuhi unsur keaslian dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam perspektif fiqh, chat dan media sosial dapat diterima sebagai bentuk al-bayyinah atau qarinah yang membantu mengungkap kebenaran suatu perkara, selama memenuhi prinsip keadilan, kejujuran, dan tabayyun. Namun, penggunaan digital evidence tetap memerlukan verifikasi yang ketat karena rentan terhadap manipulasi dan pemalsuan data. Oleh karena itu, validitas digital evidence dalam sengketa perceraian dapat diterima baik menurut hukum positif maupun fiqh Islam dengan tetap memperhatikan aspek autentisitas dan kemaslahatan.
Optimalisasi Proses Sertifikasi Tanah Wakaf Di Desa Sekanah Kecamatan Lingga Utara Kabupaten Lingga Sebagai Bentuk Perlindungan Hukum: Analisis Hifz Al-Mal Femas Septiadi; Supri Yadin Hasibuan; Mohamad Tedy Rahardi; Asrizal; Muhammad Arif Hudaya
Vonis Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waqf land certification plays a crucial role in providing legal certainty and protection for waqf assets in Indonesia. This study aims to analyze the optimization of waqf land certification as a form of legal protection in Sekanah Village, North Lingga District, Lingga Regency, and to examine it through the perspective of hifz al-mal (protection of property) within maqasid al-shariah. Using a qualitative method with a socio-legal (empirical juridical) approach, data were collected through interviews, observation, and documentation involving the Head of the Religious Affairs Office (KUA) as PPAIW, the village head, nazhir, religious leaders, and the Indonesian Waqf Board (BWI). Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings reveal that several plots of waqf land used for mosques and public facilities remain uncertified due to the absence of Waqf Pledge Deeds (AIW) for orally declared old waqf, incomplete ownership documents, and weak coordination among stakeholders, compounded by the archipelagic geography of Lingga Regency. These obstacles are administrative and technical rather than related to the shariah validity of the waqf. The study concludes that certification serves as a substantive instrument of hifz al-mal, ensuring legal certainty and the sustainability of waqf benefits for the community