Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Uji Diagnostik Soal Pilihan Ganda Berbasis Kasus Dan Script Concordance Test Dalam Penentuan Kompetensi Penalaran Klinis Mahasiswa D3 Kebidanan Lia Nurwiliani
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 3 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.332 KB) | DOI: 10.58550/jka.v3i2.7

Abstract

Kemampuan penalaran klinis sangat penting untuk mendukung kompetensi bidan dalam mengambil keputusan klinik. Situasi gawat darurat seringkali muncul tidak terduga, seperti halnya kasus-kasus perdarahan. Kompetensi penalaran klinik bidan dalam mengatasi perdarahan tersebut perlu dikuasai dan diuji dengan alat uji yang baik. Dua set soal tentang perdarahan dalam bentuk Soal Pilihan Ganda Berbasis Kasus (SPGBK) dan Script Concordance Test (SCT) telah dikembangkan. Perlu diketahui bagaimana nilai diagnostik SCT, SPGBK dalam menyaring mahasiswa yang belum kompeten dalam penalaran klinis. Penelitian potong silang dilakukan terhadap 62 subjek penelitian, yakni Mahasiswa tingkat 3 program Studi DIII kebidanan Poltekes TNI AU Ciumbuleuit yang telah lulus mata kuliah obstetri patologi dan ASKEB IV . Mereka yang sudah lulus dinilai sudah kompeten dalam penalaran klinis menurut hasil ujian dengan Soal Pilihan Ganda (SPG), termasuk materi ujian perdarahan. Responden diminta untuk mengerjakan 3 set soal, yakni SPG, SPGBK dan SCT. Nilai dari setiap jenis soal dianalisis untuk membandingkan kinerja tiap jenis soal dengan uji diagnostik. Korelasi antara nilai mahasiswa dalam dua ujian (SPGBK & SCT) diuji dengan uji korelasi Pearson Product Momen. Kesepakatan antara jenis soal dalam menilai penalaran klinis, diuji dengan metode Bland- Altman. Hasil hitung sensitifitas SPGBK 72,5%, spesifisitas 45%, Nilai Duga Positif (NDP) 70,7%, Nilai Duga Negatif (NDN) 47,6%, Rasio Kemungkinan Positif (RKP) 1,3 dan Rasio Kemungkinan Negatif (RKN) 0,6. Hasil hitung sensitifitas SCT 67,5%, spesifisitas 27,3%, NDP 62,8%, NDN 31,6%, RKP 0,93 dan RKN 1,19.Nilai r-hitung uji korelasi SPGBK dan SCT adalah r=0,08 dengan nilai p=0,496. Hasil uji Bland Altman menunjukkan selisih simpangan kesepakatan SPG dan SPGBK adalah 68,9, selisih simpangan kesepakatan SPG dan SCT adalah 66,9 dan selisih simpangan kesepakatan SPGBK dan SCT adalah 43,3. Batas simpangan yang dapat diterima adalah 44. Penelitian ini menunjukkan bahwa SPGBK dan SCT tidak dapat menggantikan SPG dalam menguji penalaran klinis. Tidak terdapat korelasi antara skor SCT dan SPGBK diduga karena karakteristik alat uji yang berbeda. Meskipun demikian SCT dan SPGBK sama-sama dapat digunakan dalam menguji penalaran klinis.
HUBUNGAN STUNTING DENGAN USIA MENARCHE PADA REMAJA PUTRI DI POSYANDU REMAJA PUSKESMAS IBRAHIM ADJIE Lia Nurwiliani; Nisa Suci Erlinda
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan UMTAS
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/bimtas.v5i1.1822

Abstract

Menarche adalah menstruasi pertama yang biasa terjadi dan merupakan ciri khas kedewasaan seorang wanita yang sehat dan tidak hamil. Dewasa ini usia menarche bergeser menjadi lebih muda, namun masih ada remaja yang mengalami menarche terlambat salah satu faktor penyebabnya status gizi kronik (TB/U). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan stunting dengan usia menarche pada remaja putri usia 10-15 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di rw 5, 7, 8, 11 Cibangkong dan rw 8 Kebon Waru Posyandu Remaja pada bulan Juni, semua responden yang memenuhi syarat inklusi sebanyak 81 responden. Instrumen penelitian yang digunakan google form dan software WHO Anthros Plus. Penelitian ini menggunakan total sampling, dan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden tidak mengalami stunting (80,2%), dan mengalami usia menarche normal (53,1%), hasil uji statistik didapatkan p-value 0,02 (p<0,05). Simpulan terdapat hubungan stunting dengan usia menarche pada remaja putri usia 10-15 tahun di Posyandu Remaja Wilayah Kerja Puskesmas Ibrahim Adjie.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Trimester 3 Tentang Pentingnyan Pemeriksaan Kehamilan Dengan Frekuensi Kunjungan Antenatal Care Masa Pandemi Covid-19 di BPM Bidan Sri Sumarni Bandung Metha Solihati Rayuna; Lia Nurwiliani; Atika Ramdini
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.831 KB) | DOI: 10.58550/jka.v8i1.135

Abstract

Pandemi COVID-19 berpengaruh terhadap layanan kesehatan ibu dan anak. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI baru-baru ini, terjadi penurunan kunjungan pemeriksaan kehamilan dan pelayanan kesehatan bayi, balita dan anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisa hubungan antara pengetahuan ibu hamil trimester 3 tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan dengan frekuensi kunjungan Antenatal care di masa pandemi covid-19 di BPM Bidan Sri Sumarni Bandung. Metode penelitian ini adalah cross sectional menggunakan kuisioner dan catatan kunjungan. Sampel penelitian ini berjumlah 30 responden dengan quota sampling. Analisa data menggunakan Spearman Rank Test diperoleh hasil p value 0, 293 dengan significant 0, 621. Maka Ha diterima dan H0 ditolak. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki pengetahuan kurang dengan > 2 kali kunjungan sebanyak 19 responden (86,4%), berpengetahuan cukup dengan >2 kali kunjungan sebanyak 2 responden (100%) dan berpengetahuan baik dengan > 2 kali kunjungan hanya 1 responden (100%). Diharapkan ibu hamil lebih memperdulikan kesehatan kandungannya dengan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan /antenatal care sesuai dengan masa kehamilan untuk menurunkan AKI dan AKB.
PERBEDAAN BREAST CARE DAN PIJAT OKSITOSINTERHADAP KECUKUPAN ASI PADA IBU NIFAS Lia Nurwiliani; Marjani Khoirunnisa; Helma Herawati
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 10 No 1 (2023): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v10i1.380

Abstract

Low production of breast milk could interfere with the breastfeeding process. Breast care and oxytocin massage were alternative actions to increase the production of breast milk. A preliminary study conducted at PMB Delima Cimahi showed that there were 6 out of 10 postpartum mothers whose breast milk was not flowing smoothly. The purpose of this study was to determine the difference in the adequacy of breast milk in postpartum mothers who were given breast care vs oxytocin massage. The research method was comparative. Sampling was defined by purposive sampling technique as many as 30 postpartum mothers were divided into two groups. The analytical test used was the chi-square test with the results tests obtained as p-value 0.023 < = (0.05) meaning that there was a difference in the adequacy of breast milk in postpartum mothers who were given breast care vs oxytocin massage. The odds ratio (OR) with a confidence interval of 95% was obtained at 9,750. It was hoped that every postpartum mother can do breast care and oxytocin massage correctly and regularly to support the adequacy of breast milk.
The Relationship Between Flight Hours Duration And Menstruation Disturbances In Flight Attendant Nurwiliani, Lia; Nuromah, Norma; Chotimah, Ratih Ayu Chusnul
Journal Midwifery Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Gorontalo Vol 10, No 1 (2024): Journal Midwifery
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jm.v10i1.630

Abstract

A Flight attendant has a higher risk of menstrual disturbances than a non-flight crew. Moreover, a flight attendant has high work pressure with flight duration of 225 hours (3 months) which will cause work stress and menstrual disturbance. The purpose of this study was to find out the relationship between flight hours and menstrual disturbances in flight attendants. This research method is quantitative study with a cross-sectional approach and was carried out to 51 respondents. The sampling technique used was total sampling, while the data collection used interview guidelines. In addition, the data analysis used Chi-Square. The results of the study were based on the Chi-Square test of flight attendants with flying hours 225 hours in the last 3 months. There were28 respondents (96.6%) who experienced menstrual disturbances, while there was 1 respondent (3.4%) who did not experience menstrual disturbances. The obtained P value was 0.000 which meant the P value was < 0.05, while the Odd Ratio (OR) was 40,444, so it can be concluded that there was a significant  relationship between flight hour duration and menstrual disturbances among the flight attendants at Mess Kanya Sena 2, Jakarta
Efektivitas Pemberian Aromaterapi Lavender terhadap Kualitas Tidur pada Ibu Menopause di RT04/RW15 Kec. Baleendah Kab. Bandung Tahun 2023 Nurwiliani, Lia; Nency, Aprilya; Dewi, Meinasari Kurnia
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 3 (2024): JUPIN Agustus 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.466

Abstract

Gangguan tidur merupakan salah satu gejala yang paling banyak dilaporkan oleh wanita menopause, Dampak gangguan tidur diantaranya adalah penurunan kualitas hidup, penurunan produktivitas kerja, peningkatan prevalensi kecemasan, depresi serta penyakit kardiovaskuler.(Proserpio et al., 2020) Perlu adanya upaya yang dilakukan bidan untuk mengatasi gangguan tidur pada menopause, pemberian essential oil Aromaterapi lavender merupakan salah satu cara untuk mengatasi gangguan tidur pada menopause. Tujuan penelitian ini adalah  mengetahui Efektifitas Aromtherapi Lavender terhadap kualitas tidur menopause di RT04 RW 15 Kec. Baleendah tahun 2023. Karya penulisan ini disusun menggunakan metode Study Case Literature Review. Data diperoleh dengan cara mengukur kualitas tidur menggunakan kuisioner PSQI terhadap 2 orang ibu menopause dengan intervensi aromaterapi lavender pada salah satunya, kemudian di evaluasi sebanyak 3 kali yaitu hari ke 1, 4 dan 7. Didapatkan hasil penelitian yaitu, terdapat pengurangan skor PSQI yang artinya perbaikan kuallitas tidur pada kedua responden. Akan tetapi pada responden dengan intervensi aromaterapi lavender memiliki perbaikan kualitas tidur yang lebih banyak dengan hasil kualitas tidur pada hari ke 1, 4, dan 7 yaitu, buruk, cukup kemudian baik. Berbeda dengan responden 2 diketahui kualitas tidur, yaitu buruk, buruk dan cukup. Disarankan pada ibu menopause dengan gangguan tidur untuk menggunakan aromaterapi lavender
Hubungan Dukungan Suami Dengan Kesehatan Mental Pada Ibu Hamil Trimester III Di UPTD Puskesmas Padasuka Kota Bandung: The Relationship Between Husband's Support and Mental Health in Pregnant Women in the Third Trimester at the Padasuka Community Health Center UPTD, Bandung City Apriliani, Niani; Nurwiliani, Lia; Nurohmah, Norma
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.359

Abstract

Kehamilan trimester III merupakan periode rentan terhadap perubahan fisik dan psikologis, sehingga dukungan suami sangat penting untuk menjaga kesehatan mental ibu. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan suami dengan kesehatan mental ibu hamil trimester III di UPTD Puskesmas Padasuka Kota Bandung. Metode yang digunakan adalah analisis korelasi kuantitatif dengan desain cross sectional, melibatkan 21 ibu hamil yang dipilih melalui kuota sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan suami dan SRQ-20, kemudian data dianalisis dengan uji Chi-Square menunjukkan 11 responden (52%) mendapat dukungan suami dan 15 responden (72%) tidak mengalami gangguan mental. Hasil uji statistik nilai P Value 0,02 maka  terdapat hubungan signifikan antara dukungan suami dengan kesehatan mental ibu hamil. Kesimpulannya, maka semakin besar dukungan suami semakin kecil resiko terjadinya gangguan mental pada ibu hamil. Oleh karena itu, perlu ditingkatkan dalam proses kehamilan guna mendukung kesehatan mental ibu hamil.   The third trimester of pregnancy is a vulnerable period due to physical and psychological changes, making a husband’s support crucial for maintaining maternal mental health. This study aimed to determine the relationship between husband support and mental health among third-trimester pregnant women at UPTD Puskesmas Padasuka, Bandung. The method used was quantitative correlation analysis with a cross-sectional design, involving 21 pregnant women selected through quota sampling. The research instruments consisted of a husband support questionnaire and the SRQ-20. Data were analyzed using the Chi-Square test, which showed that 11 respondents (52%) received support from their husbands and 15 respondents (72%) did not experience mental health disorders. The statistical test resulted in a p-value of 0.02, indicating a significant relationship between husband’s support and the mental health of pregnant women. In conclusion, the greater the support from the husband, the lower the risk of mental health disorders in pregnant women. Therefore, increasing husband support during pregnancy is essential to promote maternal mental health.
Hubungan Tingkat Bullying Dengan Gangguan Menstruasi Remaja Putri Di SMP Negeri 20 Bandung: The Relationship Between Bullying Levels and Menstrual Disorders in Female Adolescents at SMP Negeri 20 Bandung Nurwiliani, Lia; Nurohmah, Norma; Aurel Nursalshabila, Marshelia
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.371

Abstract

Masa remaja merupakan fase kritis dalam perkembangan fisik dan psikologis, di mana bullying menjadi salah satu stresor yang sering dialami dan berdampak pada gangguan kesehatan, termasuk gangguan menstruasi, di SMP Negeri 20 Bandung terdapat 4 orang siswa dari 10 orang mengalami bullying dan diantaranya mengalami gangguan menstruasi. Sehingga Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat bullying dengan gangguan menstruasi pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain uji korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Dengan jumlah sampel 41 remaja putri kelas 8 di SMPN 20 Bandung, dan menggunakan data uji korelasi Pearson product moment. Diketahui bahwa (54%) responden mengalami bullying dan (95%) diantaranya mengalami gangguan menstruasi. Uji korelasi Pearson menunjukkan nilai p 0,79 (>0,05), sehingga terdapat hubungan yang kuat antara tingkat bullying dengan gangguan menstruasi pada remaja putri di SMPN 20 Bandung. Dan diperlukan perhatian khusus dari pihak sekolah dan orang tua dalam upaya pencegahan bullying sebagai bagian dari menjaga kesehatan reproduksi dan mental remaja putri. Adolescence is a critical phase in physical and psychological development, where bullying is a common stressor and can impact health, including menstrual disorders. At SMP Negeri 20 Bandung, 4 out of 10 students experience bullying, and some of them experience menstrual disorders. Therefore, this study aims to determine the relationship between the level of bullying and menstrual disorders in adolescent girls. This study used a correlational test design with a quantitative approach. The sample size was 41 eighth-grade female adolescents at SMPN 20 Bandung, and data from the Pearson product-moment correlation test was used. It was found that 54% of respondents experienced bullying and 95% of them experienced menstrual disorders. The Pearson correlation test showed a p-value of 0.79 (>0.05), indicating a strong correlation between the level of bullying and menstrual disorders in adolescent girls at SMPN 20 Bandung. Special attention is needed from schools and parents in efforts to prevent bullying as part of maintaining the reproductive and mental health of adolescent girls.