Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Adaptasi Mahad Aly Al Hasaniyah Sendang Senori Tuban Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 Mafiyah Tukhfatun Nafi; Ahmad Suyanto
Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 4 No 2 (2022): July : Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan 
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah, Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/mudir.v4i2.698

Abstract

The curriculum is the most important thing in the educational process. This study aims to examine the adaptation of salaf pesantren to era 4.0 with the presence of Mahad Aly in changes in curriculum management. The research method used by the researcher is descriptive qualitative with a field research approach. Sources of data in this study obtained from observations, interviews, and documentation. The results of the study show that: (1) Understanding Salaf Islamic Boarding Schools and Era 4.0. (2) The management of the Mahad Aly Al Hasaniyah curriculum entering the 4.0 era has three stages, namely: (a) Mahad Aly Al Hasaniyah curriculum planningentering 4.0 era three stages, namely the computer skills program, the preparation of the lesson schedule. (b) Implementation of the Mahad Aly Al Hasaniyah curriculum entering the 4.0 era, namely the implementation of daily learning, the implementation of computer skills twice a week, the use of streaming media in an activity, the use of E-book references (maktabah syamilah), and dawah skills through various media. (c) Evaluation of the Mahad Aly Al Hasaniyah curriculum entering this 4.0 era, namely applying the sorogan method, observing student activity in class, Mid-Semester Examination (UTS), Final Semester Examination (UAS), Making minutes and observing activities.
The Effect of Budget Efficiency Policies on the Quality and Sustainability of Islamic Education in Indonesia: Challenges and Strategic Responses Vita Fitriatul Ulya; Ahmad Suyanto; Masdar Hilmy; Ah. Zakki Fuad
JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN MANUSIA Vol 10 No 2 (2025): Education and Human Development Journal
Publisher : Universitas Nahdatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/ehdj.v10i2.8091

Abstract

The purpose of this study is to investigate the impact of government budget efficiency measures on the quality of Islamic education in Indonesia. As Islamic education plays a crucial role in the national education system—serving millions of students across Islamic boarding schools (pesantren) and madrasas—budgetary policies are likely to have significant consequences for educational outcomes, teacher welfare, infrastructure, and institutional sustainability. This research employs a qualitative literature review methodology, drawing on secondary sources such as scholarly publications, policy reports, recent academic articles, and digital media content, including YouTube and other social platforms. A descriptive analytical approach is utilized to assess the extent to which budget efficiency policies influence the quality of Islamic educational institutions. The findings indicate that budget reductions adversely affect teacher professional development initiatives, availability of educational facilities, and the overall welfare of teachers. Furthermore, diminished financial support has led to reduced access to essential educational resources for students in madrasas and pesantren. To address these challenges, the study recommends the implementation of alternative strategies, including strengthened governance mechanisms, increased collaboration with the private sector, and more transparent, targeted budget management practices. The study concludes with a call for further empirical research to deepen understanding of the long-term implications of budget efficiency measures on Islamic education in Indonesia.
Manajemen Kesiswaan Dalam Meningkatkan Vocational Skill Siswa MA Bahrul Ulum Binangun Singgahan Tuban Mela Anggilia; Ahmad Suyanto
EDUSIANA Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2023): Edusiana : Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam
Publisher : EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/edusiana.v10i2.436

Abstract

Untuk mengatasi beberapa siswa lulusan yang tidak dapat melanjutkan studi pendidikannya ditingkat perguruan tinggi karena faktor ekonomi dan kemampuan siswa yang terbatas. untuk itu meningkatkan kemampuan keterampilan siswa perlu beberapa kegiatan ketrampilan, akan tetapi tidak mudah untuk menerapkan kegiatan ini karena masih terdapat beberapa kendala. penelitian ini dilakukan di MA Bahrul Ulum Binangun Singgahan Tuban, karena lembaga pendidikan ini memiliki kegiatan ketrampilan siswa yang dapat mengembangkan bakat-bakat siswanya. fokus penelitian ini Pertama, tentang Manajemen Kesiswaan Dalam Meningkatkan vocational Skill Siswa. kedua, kendala-kendala yang dialami dalam pelaksanaannya.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif.Jenis penelitian ini termasuk penelitian lapangan yang diharapkan dapat memberi gambaran dari tempat penelitian.Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi.Sumber data penelitian ini adalah kepala Sekolah, wakil kepala Sekolah Bidang Keiswaan, pembimbing vocational skill siswa. dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa penerapan manajemen kesiswaan melalui empat fungsi empat manajemen yaitu, 1)perencanaan dengan pembuatan program kerja serta tujuan kegiatan, 2) pengorganisasian dengan mengrekrut siswa dan pembuatan struktur kegiatan, 3) pelaksanaan pembuatan desain untuk efent-efent tertentu, penguploudan 122 desain ke social media, pembuatan 20 gantungan kunci dan 6 tas dari songket,serta 5 anak yang mahir dalam public speaking dan 16 anak yang dalam proses pelatihan public speaking. 4) evaluasi melalui pengecekan jurnal kegiatan, absen serta LPJ kegiatan. kendala yang di alami yaitu kurangnya sarana dan prasarana dalam pelaksanaan kegiatan serta kondisi siswa mulai dari motivasi belajar serta lingkungan sekitar yang kurang mendukung. kata kunci: manajemen kesiswaan, vocational skill, siswa
MANAJEMEN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DALAM MENINGKATKAN LIFE SKILL SANTRI DI PONPES DAARUL ITTIHAAD AL-HUSAINI BAURENO Husnul Khotimah; Ahmad Suyanto
TADBIR : Journal of Islamic Education Management Vol 1 No 02 (2023): Tadbir
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Universitas Al-Hikmah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35896/25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan:1) manajemen pendidikan kewirausahaan dalam meningkatkan life skill santri di Ponpes Daarul Ittihaad Al-Husaini 2) faktor penghambat dan pendukung dalam wirausaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode dalam pengumpulan data, menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. 1) Kewirausahaan dalam pesantren ini menggunakan fungsi manajemen perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengevaluasian. Pada perencanaan pendidikan kewirausahaan di Ponpes Daarul Ittihaad Al-Husaini dilakukan oleh ro’is , ustadz/ pengurus dan santri yang bersangkutan, dalam perencanaan membahas tentang wirausaha apa yang sesuai di jalankan di pesantren mengingat pemanfaatan sumber daya yang ada. Pada pengorganisasian didalamnya terdapat pembagian tugas dan tanggung jawab yaitu ro’is pesantren sebagai evaluator, pengurus sebagai koordinator para santri dan santri sendiri sebagai pelaksana kegiatan kewirausahaan. Dalam pelaksanaan santri Ponpes Daarul Ittihaad Al-Husaini bertanggung jawab penuh terhadap wirausaha yang mereka pegang. Hal tersebut merupakan strategi dari pengasuh, sehingga diharapkan santri mendapat ilmu wirausaha secara penuhkarena mereka yang menjalankan / penggerak wirausaha. dengan adanya pelaksanaan pendidikan kewirausahaan di Ponpes Daarul Ittihaad Al-Husaini, santri mendapat bekal hidup berupa beberapa life skill wirausaha yang di dapat saat menjalankan kewirausahaan. Dalam pengevaluasian terdapat penangung jawab kewirausahaan yang memberikan laporan. Selain itu, ro’is pesantren juga melakukan monitoring kelapangan secara langsung, kemudian kedua hasil tersebut dicocokan kembali oleh ro’is apakah sudah benar atau terdapat ketidakcocokan hasil. Apabila terjadi ketidakcocokan hasil maka ro’is akan melakukan perbaikan dengan musyawarah yang diikuti oleh seluruh anggota yang bersangkutan. 2) faktor penghambat pendidikan kewirausahaan di Ponpes Daarul Ittihaad Al-Husaini kurangnya modal usaha, sarana dan prasarana yang seadanya, kurangnya tenaga ahli, kurangnya distributor, sedang faktor dari luar yaitu, harga pakan yang mahal, terjadi cuaca yang ekstrem, predator alam, dan kurangnya pemasaran. Sedangkan faktor pendukung kewirausahaan di Ponpes Daarul Itihaad Al-Husaini yaitu terdapat faktor individu, faktor pendidikan dan faktor lingkungan.
PENGELOLAAN PROGRAM KAJIAN KITAB KUNING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN TEKS ARAB DI MADRASAH ALIYAH UNGGULAN ULUMIYYAH KEBONHARJO JATIROGO Ahmad Fauzin; Ahmad Suyanto
TADBIR : Journal of Islamic Education Management Vol 2 No 01 (2024): Tadbir :
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Universitas Al-Hikmah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35896/18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) untuk mendiskripsikan pengelolaan program kajian kitab kuning dalam meningkatkan pemahaman teks Arab di Madrasah Aliyah Unggulan Ulumiyyah Kebonharjo Jatirogo. 2) untuk mendiskripsikan hasil pengelolaan program kajian kitab kuning dalam meningkatkan pemahaman teks Arab di Madrasah Aliyah Unggulan Ulumiyyah Kebonharjo Jatirogo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data sederhana digunakan dalam penelitian ini, yaitu semua data di reduksi, diverifikasi kemudian ditarik sebuah kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) pengelolaan program unggulan kajian kitab kuning dalam meningkatkan pemahaman teks arab berhasil dan efektif untuk dilanjutkan bahkan perlu dilakukan pendampingan khusus dalam proses pembelajaran sehingga semakin baik kedepannya. 2) Hasil pengelolaan program kajian kitab kuning dalam meningkatkan pemahaman teks Arab menjadikan siswa meningkatkan pemahaman teks arab namun, ada beberapa catatan yang mana kemampuan peserta didik berbeda-beda sehingga perlu dilakukan pendekatan secara khusus dan privat dalam membuat siswa tersebut paham dan mampu memahami teks arab melalui kajian kitab kuning.
Religious Moderation in Early Childhood Education: Integration, Implementation, and Challenges within the Merdeka Curriculum Nur Lailatul Fitri; Ahmad Suyanto
Al Hikmah Indonesian Journal of Early Childhood Islamic Education Vol 9 No 1 (2025): IJECIE
Publisher : Universitas Al-Hikmah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35896/ijecie.v9i1.987

Abstract

This study aims to examine 1) the integration of religious moderation values into the Merdeka Curriculum at RA Muslimat Al Hidayah, 2) the implementation of these values in the learning process at RA Muslimat Al Hidayah, and 3) the challenges faced by teachers in applying religious moderation at RA Muslimat Al Hidayah.This research employs a qualitative descriptive method and was conducted at RA Muslimat Al-Hidayah in Gesikharjo, Tuban. The informants in this study consisted of four classroom teachers and the school principal. Data collection techniques included observation, structured interviews, and document analysis. The data were analyzed using the Miles and Huberman model.The findings of this study are as follows, 1) Religious moderation values can be integrated into various components of the Early Childhood Education (ECE) curriculum within the implementation of the Merdeka Curriculum.2)The application of religious moderation values in the ECE curriculum is carried out through both intracurricular activities and the implementation of student character development projects at the early childhood level. 3) One of the main challenges faced by teachers is the limited understanding of the concept of religious moderation among educators.