Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

The Effect of NPK Fertilizer on Peanut Crop Production (Arachis hypogaea L.) Andrian Imam Rahmadi; Wahyuni, Siti Hardianti; Meiliana Friska
Jurnal Agricultural Science Vol 19 No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS RATU SAMBAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jas.v19i2.308

Abstract

The need for peanuts from year to year continues to increase in line with the increasing population, community nutrition needs, food diversification, and the increasing capacity of the feed and food industry in Indonesia. N, P, and K are important factors and must be available to plants because they function as metabolic and biochemical processes of plant cells. Nitrogen is used as a builder of nucleic acids, proteins, bioenzymes, and chlorophyll. The purpose of this study was to determine the effect of NPK fertilizer on the growth and production of peanut plants. This research was conducted from January 2023 to April 2023 at the Faculty of Agriculture, Graha Nusantara University Padangsidimpuan. The method in this research is Non Factorial Randomized Group Design (RAK) with 4 types of calcium fertilizer treatments: 0 g/polybag (C0), 3 g/polybag (C1), 5 g/polybag (C2) and 7 g/polybag (C3). The results showed that NPK fertilizer affected the number of pods, pod weight and seed weight. The calcium fertilizer treatment that gives the best results on soybean crop production is in the C2 treatment, namely a dose of 5 3 g / polybag.
PENGEMBANGAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP SERANGAN HAMA PENGGEREK PADA TANAMAN MANGGA (Mangifera indica L). DI DESA AEK TUHUL KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN BATUNADUA Wahyuni, Siti Hardianti; Friska, Meiliana; Nasution, Jumaria; Handayani, Surya; Siregar, Erin Alawiyah; Harahap, Parmanoan; Nasution, Yusriani; Pane, Doharni; Harahap, Darmadi Erwin; Harahap, Basitu Rahmat
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/adam.v2i2.1592

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan hama penggerek cabang dan batang, insidensi serangan yang berupa data jumlah dan panjang gerekan serta untuk mengetahui ciri-ciri gejala serangan yang ditimbulkan oleh  hama penggerek cabang dan batang tanaman mangga di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua. Pengabdian ini dilaksanakan di dua desa di kecamatan Padangsidimpuan Batunadua yaitu desa Pudun Julu dan Aek Tuhul. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan sifat deskriptif dengan tehnik pengumpulan data secara observasi dan dokumentasi. Tehnik sampling yang digunakan dalam penentuan sampel tanaman dilakukan secara Purposive Sampling yaitu pengambilan sumber data dengan pertimbangan tertentu. Pada tiap desa, ditentukan 20 sampel tanaman secara acak dengan demikian total tanaman mangga yang diamati sebanyak 40 tanaman. Parameter yang diamati adalah keberadaan hama penggerek cabang dan batang tanaman mangga, insidensi serangan dan gejala serangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan hama penggerek cabang dan batang tanaman mangga yang tertinggi adalah desa Aek Tuhul , sebanyak 15 (75%) terserang dan 5 (25%) tanaman mangga tidak terserang dan terendah adalah desa Pudun Julu  dengan tanaman mangga yang tidak terserang  13 (65%) dan hanya 7 (35%) terserang.
Pengaruh Suhu Air Panas Untuk Pengendalian Penyakit Busuk Buah Pascapanen Pada Salak Sidimpuan (Salacca sumatrana Becc.) Harahap, Sriwinaty; Friska, Meiliana; Fernando, Ryanov Louis; Wahyuni, Siti Hardianti; Handayani, Surya; Nasution, Jumaria
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v4i3.2185

Abstract

Salak Sidimpuan (Salacca sumatrana Becc.) merupakan salah satu komoditi unggul di Kabupaten Tapanuli Selatan.Umumnya buah salak hanya dapat bertahan disimpan selama kurang lebih 7 hari pada suhu ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pada suhu berapa yang efektif untuk pengendalian busuk buah Salak Sidimpuan. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Fakultas Pertanian Kampus I Tor Simarsayang Universitas Graha Nusantara. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu suhu air panas yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: S0 (Tanpa Perendaman),S1 (Perendaman suhu 40°C),S2 (Perendaman Suhu 45°C),S3 (Perendaman Suhu 50°C)Diulang sebanyak 6 kali dengan 4 perlakuan, setiap perlakuan menggunakan 3 buah salak sehingga total buah salak 72 buah. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa hasil terbaik terdapat pada perlakuan S3 yaitu dengan perendaman dengan suhu 50℃ selama 5 menit untuk mempertahankan kadar air salak Sidimpuan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa disarankan perlakuan perendaman suhu air panas yang efektif dan lama penyimpanan setelah pasca panen untuk salak sidimpuan pada perlakuan S1 dengan suhu air panas 400C dengan lama perendaman 5 menit. Untuk lama penyimpanan yang efektif pada 8 HSS.
Analisa Visual Anatomi Akar Padi Aplikasi Pupuk Organik Nasution, Jumaria; Handayani, Surya; Friska, Meiliana; Wahyuni, Siti Hardianti
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v4i3.2186

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama di banyak negara tropis termasuk Indonesia. Produktivitas padi sangat dipengaruhi oleh kemampuan tanaman dalam menyerap air dan unsur hara melalui sistem perakarannya. Akar padi memiliki struktur anatomi khas tanaman monokotil, yang terdiri atas epidermis, eksodermis, korteks, endodermis, perisikel, serta silinder pusat yang mengandung xilem dan floem. Kondisi anatomis akar tersebut menentukan efisiensi penyerapan hara, Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh dosis pupuk organik yang berbeda (5, 10, dan 15 gram per tanaman) terhadap perubahan struktur anatomi akar padi (Oryza sativa L.). Kajian anatomi penting untuk memahami mekanisme internal yang mendasari peningkatan efisiensi penyerapan hara dan adaptasi akar. Sampel akar dari tiga perlakuan dosis diolah melalui metode histologi rutin (fiksasi FAA, dehidrasi, embedding parafin, dan sectioning mikrotom) dan diwarnai dengan Safranin–Fast Green. Analisis visual dan komparatif dilakukan pada tiga parameter perkembangan korteks, kualitas silinder pusat (stele), serta jumlah dan diameter xilem dari hasil analisa visual dari ketiga gamabr adalah terdapat perlakuan pupuk 15 gr paling signifikan hasilnya pada gambar 3.
Analisis Kandungan Unsur Hara Mikro Pada Tanah dan Pengaruhnya Terhadap Kualitas Kimia Buah Salak (Salacca sumatrana Becc.) Handayani, Surya; Nasution, Jumaria; Friska, Meiliana; Wahyuni, Siti Hardianti
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v4i3.2198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif hubungan antara kandungan unsur hara mikro tanah, khususnya seng (Zn), besi (Fe), mangan (Mn), dan boron (B), dengan parameter kualitas kimia buah salak (Salacca Sumatrana Becc.) yang meliputi total padatan terlarut (TPT), kadar gula reduksi, dan kandungan vitamin C. Penelitian dilaksanakan pada tiga ketinggian agroekosistem yang berbeda untuk mengidentifikasi variasi spasial kandungan unsur mikro dan pengaruhnya terhadap kualitas buah. Metode penelitian menggunakan pendekatan survei analitik dengan pengambilan sampel tanah dan buah secara komposit pada setiap lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif hubungan antara kandungan unsur hara mikro tanah, khususnya seng (Zn), besi (Fe), mangan (Mn), dan boron (B), dengan parameter kualitas kimia buah salak (Salacca Sumatrana Becc.) yang meliputi total padatan terlarut (TPT), kadar gula reduksi, dan kandungan vitamin C. Penelitian dilaksanakan pada tiga ketinggian berbeda untuk mengidentifikasi kandungan unsur mikro dan pengaruhnya terhadap kualitas buah. Metode penelitian menggunakan pendekatan survei analitik dengan pengambilan sampel tanah dan buah secara komposit pada setiap lokasi. Temuan ini menegaskan bahwa ketersediaan unsur hara mikro merupakan faktor penentu dalam pembentukan metabolit primer dan sekunder pada buah salak. Selain itu, kondisi agroekologi ketinggian turut memodulasi interaksi tanah–tanaman melalui perubahan pH, suhu, serta dinamika mineral.
Optimalisasi Lahan Pekarangan melalui Pengembangan Tanaman Jahe di Desa Pargarutan Dolok, Kabupaten Tapanuli Selatan Wahyuni, Siti Hardianti; Meiliana Friska; Surya Handayani; Jumaria Nasution; Sriwinaty Harahap
Jurnal INDONESIA RAYA (Pengabdian pada Masyarakat Bidang Sosial, Humaniora, Kesehatan, Ekonomi dan Umum) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service program aims to optimize the utilization of home gardens through the development of ginger (Zingiber officinale) cultivation in Pargarutan Dolok Village, South Tapanuli Regency. The activity was implemented in response to the low productivity of village home gardens, which are generally underutilized for economic purposes. The implementation method employed a participatory approach involving local residents directly through stages of socialization, training, demonstration plot establishment, technical assistance, and program sustainability evaluation. A total of 42 families actively participated out of 60 targeted households, with a plant growth success rate of 92%. The application of liquid organic fertilizer and botanical pesticides effectively increased the number of shoots and reduced the incidence of plant diseases. The social impact showed an 85% improvement in community awareness and skills in utilizing home gardens, along with the formation of the “Jahe Sejahtera Pargarutan” group as a collaborative business platform. Economically, the potential additional household income from 50 ginger polybags reached IDR 270,000–360,000 per planting cycle. The results of this program demonstrate that optimizing home garden land through ginger cultivation can significantly enhance household welfare and food security while promoting economic independence among rural communities.
Market Opportunity and Consumer Preferences Analysis for Sawo (Manilkara zapota L.) Product Diversification as a Local Agribusiness in Angkola Muaratais District Suleman, Abdul Rahman; Wahyuni, Siti Hardianti; Siregar, Muhammad Noor Hasan
Majalah Ilmiah Bijak Vol. 22 No. 2: September 2025
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31334/bijak.v22i2.4706

Abstract

This study aims to identify the potential for diversification of products from sapodilla fruit (Manilkara zapota L) that need optimally utilized and have high market opportunities in Angkola Muaratais District. Using a descriptive qualitative approach supported by quantitative analysis, this research involved 42 respondents: farmers, workers, SME entrepreneurs, and consumers. Data were collected through in-depth interviews, structured questionnaires, and participatory observation, followed by mixed-method analysis, including product evaluation matrix and market feasibility analysis. Results show three main potential products with significant development opportunities. Premium sapodilla syrup shows the highest potential (score 4.24/5.0), followed by variant sapodilla chips (4.08/5.0) and natural sapodilla jam (3.92/5.0). Market segmentation analysis identifies three main consumer segments: health-conscious (35%), convenience seekers (40%), and traditional value seekers (25%). Digital market penetration projections indicate significant growth potential, reaching 85% through social media and e-commerce channels within six months. Product evaluation reveals that premium sapodilla syrup excels in raw material availability (4.5/5.0) and shelf life (4.5/5.0), while variant sapodilla chips show highest market interest (4.5/5.0) and value addition potential (4.5/5.0). The study indicates substantial market potential with a Total Available Market of 150,000 consumers and a Serviceable Obtainable Market of 15,000 consumers, projecting 15-20% annual market growth. The findings contribute to understanding critical factors in local resource-based product development and support the Green Economy theory regarding sustainable value addition in local economic development. This research provides practical implications for product development strategies and policy recommendations for supporting the sapodilla processing industry at the regional level.