I Gede Sumertha
Universitas Pertahanan Republik Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KOMPETENSI ANGELA MERKEL SEBAGAI MEDIATOR DALAM SENGKETA LAUT TENGAH ANTARA YUNANI-TURKI TAHUN 2020 Khairul Umam Manik; I Gede Sumertha; Pujo Widodo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 2 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i2.2023.756-761

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menanalisis kapabilitas Angela Merkel sebagai mediator dalam konflik wilayah Laut Tengah antara Turki dan Yunani pada tahun 2020. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dengan desain penelitian deskriptif dan desain studi kasus. Peneliti menganalisis penelitian dengan menggunakan teori Kompetensi Konflik oleh Deardorff. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Angela Merkel memiliki kapabilitas sebagai seorang mediator yang terbukti dari adanya pengaruh yang diberikan kepada pihak yang berkonflik untuk melakukan deeskalasi, di mana Turki dan Yunani sama-sama memutuskan untuk meredakan ketegangan dan menarik pasukan militer yang berjaga di wilayah Laut Tengah. Selain itu, terdapat upaya fasilitasi dialog kepada Turki dan Yunani yang diberikan oleh Angela Merkel dalam upaya resolusi konflik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Angela Merkel sebagai Kanselir Jerman dan pemegang kursi kepresidenan Uni Eropa memiliki kapabilitas konflik bila dipandang dari kasus ini.
Kerjasama Indonesia dan Amerika Serikat Mendukung Peran Indonesia Sebagai Leading Sector Dalam Pembentukan Asean Counter Terrorism And Peacekeeping Task Force Yulian Tri Saptono; I Gede Sumertha; Halomoan Freddy Sitinjak Alexandra; Pujo Widodo
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4846

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas tentang peran Association of South East Asian Nations (ASEAN) dalam menangani masalah keamanan di kawasan Asia Tenggara, terutama dalam mengatasi ancaman terorisme yang semakin meningkat. Pembentukan ASEAN pada tahun 1967 didasari oleh keinginan untuk melakukan kerjasama di berbagai bidang, termasuk ekonomi dan keamanan. Namun, prinsip non-intervensi masih menjadi kendala dalam pelaksanaannya. Meskipun ASEAN telah mengadakan berbagai pertemuan dan menghasilkan beberapa kesepakatan, tetapi kasus terorisme masih sering terjadi di kawasan tersebut. Oleh karena itu, pada tahun 2003 Indonesia mengajukan saran kepada ASEAN untuk membentuk ASEAN Peacekeeping Force, namun hal ini tidak mendapat perhatian khusus di antara anggota ASEAN itu sendiri. Baru-baru ini, terjadi serangkaian bom dan serangan teroris di Indonesia yang semakin menguatkan tuntutan untuk ASEAN agar berperan lebih besar dalam menyelesaikan masalah ini. ASEAN diharapkan dapat makin memperkuat kerjasama antar anggotanya khususnya dibidang keamanan kawasan untuk mengatasi tantangan transnasional yang semakin kompleks dan Indonesia dapat berperan sebagai leading sector dalam agenda pembentukan Counter Terrorism and Peacekeeping Task Force di kawasan ASEAN. Kata kunci : ASEAN, Kerjasama, Kontraterorisme, Indonesia, Leading sector. Abstract This research discusses the role of the Association of South East Asian Nations (ASEAN) in addressing security issues in the Southeast Asian region, particularly in dealing with the increasing threat of terrorism. The formation of ASEAN in 1967 was driven by the desire to cooperate in various fields, including economy and security. However, the principle of non-intervention remains a constraint in its implementation. Despite ASEAN holding various meetings and producing several agreements, terrorism cases still frequently occur in the region. Therefore, in 2003, Indonesia proposed the establishment of an ASEAN Peacekeeping Force, but this did not receive significant attention among ASEAN members themselves. Recently, there have been a series of bombings and terrorist attacks in Indonesia, further emphasizing the demand for ASEAN to play a larger role in resolving this issue. ASEAN is expected to strengthen cooperation among its members, particularly in the field of regional security, to address increasingly complex transnational challenges, and Indonesia can take the lead in the establishment of the Counter Terrorism and Peacekeeping Task Force within the ASEAN region. Keywords : ASEAN, Cooperation, Counter-terrorism, Indonesia, Leading sector.
Mencegah Konflik Antara Kelurahan Toboko-Mangga Dua Guna Mewujudkan Perdamaian Positif yang Berkelanjutan Dewi Oktafia Eka Putri; Ichsan Malik; I Gede Sumertha; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4489

Abstract

Abstrak artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana upaya resolusi konflik yang dapat dilakukan untuk mencegah kemunculan konflik antara kedua kampung toboko dan mangga dua yang mungkin terjadi lagi di masa depan. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di Maluku Utara, pengumpulan data dilakukakan menggunakan studi pustaka dan dokumentasi. Hasil penelitian mengatakan bahwa konflik yang terjadi antara Toboko dan Mangga Dua ini begitu dinamis. Dapat dikatakan demikian karena konflik yang awalnya terjadi antara individu, yang saling ejek karena rivalitas pilwako, dan kemudian bereskalasi menjadi konflik antar kampung. Kata Kunci: Konflik, Perdamaian, Abstract This article aims to analyze how conflict resolution efforts can be made to prevent the emergence of conflicts between the two villages of Toboko and Mangga Dua that may occur again in the future. This research approach is qualitative with a descriptive research design. The research location in North Maluku, data collection was carried out using literature studies and documentation. The results of the study said that the conflict that occurred between Toboko and Mangga Dua was so dynamic. It can be said that this is because of the conflict that originally occurred between individuals, which ridiculed each other because of pilwako rivalry, and then escalated into a conflict between villages. Keywords: Conflict, Peace,