Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Faktor Risiko Kematian Pasien Covid-19 di RSUD Sayang Rakyat Kota Makassar: Analysis of Risk Factors for Death of Covid-19 Patients at Sayang Rakyat Hospital in Makassar City Muhammad Nurshabri Abdillah; Nur Inayah Rauf; Andi Muhammad Ardan; Nur Hamdani Nur; Darwin Safiu
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i1.2966

Abstract

Latar belakang: Di Indonesia, jumlah kasus COVID-19 terus mengalami peningkatan yang signifikan. Provinsi Sulawesi Selatan merupakan provinsi dengan angka kasus positif yang tertinggi di luar Pulau Jawa. Penyebab kematian pasien Covid-19 di Provinsi Selawesi Selatan sangat beragam, salah satunya penyebabnya yaitu adanya penyakit pemberat atau dikenal dengan komorbid seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, penyakit paru obstruktif kronis, dan diikuti oleh penyakit lain. Tujuan: untuk mengetahui faktor risiko kematian pasien Covid-19 dengan menganalisis faktor risiko hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) serta faktor yang paling dominan menjadi penyebab kematian pasien Covid-19. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan rancangan studi case control dan menggunakan pendekatan retrospektif.Penelitian ini di lakukan di RSUD Sayang Rakyat Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan pada bulan Agustus 2022 dengan sampel sebanyak 60 orang. Hasil: Pasien Covid-19 dengan penyakit Diabetes Militus lebih berisiko 18,30 kali meninggal dibandingkan dengan pasien Covid-19 tanpa Diabetes militus dengan OR:18,30 (p value = 0,000) , Pasien Covid-19 dengan penyakit Hipertensi lebih berisiko 5,23 kali meninggal dibandingkan dengan pasien Covid-19 tanpa Hipertensi dengan OR:5,23, (p value = 0,003). Pasien Covid-19 dengan penyakit PPOK lebih berisiko 1,81 kali meninggal dibandingkan dengan pasien Covid-19 tanpa PPOK dengan OR:1,81 (p value 0,347), dan Pasien Covid-19 dengan penyakit Jantung lebih berisiko 2,25 kali meninggal dibandingkan dengan pasien Covid-19 tanpa Penyakit Jantung dengan OR:2,25 (p value 0,278) Kesimpulan: Diabetes militus merupakan faktor yang paling berisiko menyebabkan kematian pada pasien Covid-19 di RSUD Sayang Rakyat dibandingkan dengan hipertensi, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan penyakit jantung.
INTERVENSI GIZI DALAM PENCEGAHAN GIZI KURANG PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RUMBIA KABUPATEN BOMBANA Anna Maria Daud; Nina Isywara Kusuma; Nurhidayah Tiasya Sanas; Aryanti Indah Jaya; Anggung Dinianti; Desy Shulystiawaty Resky; Nur Inayah Rauf; Sulfianti Fakhrudin; Muhajrin; Rosnaeni
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (JUPENGMAS) Vol 2 No 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : CV. CAHAYA BINTANG CEMERLANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jupengmas.v2i2.117

Abstract

Permasalahan gizi kurang pada balita masih menjadi tantangan dalam pembangunan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Rumbia Kabupaten Bombana. Rendahnya pengetahuan orang tua tentang gizi seimbang serta keterbatasan pemantauan pertumbuhan balita menjadi faktor utama terjadinya gizi kurang. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua serta mencegah terjadinya gizi kurang pada balita melalui intervensi gizi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan dan edukasi gizi kepada orang tua balita, pemantauan status gizi secara berkala, pemberian makanan tambahan (PMT), serta pendampingan kader posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman orang tua mengenai pemenuhan gizi balita, perubahan pola pemberian makan ke arah yang lebih seimbang, serta perbaikan status gizi balita sasaran. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa intervensi gizi berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat efektif dalam mendukung pencegahan gizi kurang pada balita. Keberlanjutan program memerlukan sinergi antara puskesmas, kader kesehatan, dan masyarakat setempat
PENDAMPINGAN PENGGUNAAN APLIKASI EMIS 4.0 BAGI OPERATOR LEMBAGA PENDIDIKAN AL-QUR'AN KECAMATAN TAMALATE KOTA MAKASSAR Nur Inayah Rauf; Andi Ade Ula Saswini; Irwan Irwan; Qamal Qamal; Ismail Ismail
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Mei 2026, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/globalabdimas.v6i1.1048

Abstract

Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (LPQ) merupakan satuan pendidikan keagamaan nonformal yang wajib melaporkan datanya melalui Education Management Information System (EMIS) 4.0, namun sebagian besar operator LPQ di Kecamatan Tamalate Kota Makassar belum menguasai pengoperasian aplikasi tersebut sehingga pelaporan data kerap terlambat dan tidak valid. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan operator LPQ dalam menggunakan aplikasi EMIS 4.0 guna mendukung pengelolaan data pendidikan yang efektif, efisien, dan akuntabel. Kegiatan dilaksanakan pada 16 Mei 2026 di Rumah Tahfidz Husnuddin Wal Amien, Parang Tambung, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, dan diikuti oleh 30 operator LPQ. Metode pelaksanaan terdiri atas empat tahap, yaitu identifikasi kebutuhan melalui survei awal, perencanaan materi dan perangkat, pelaksanaan pendampingan melalui pemaparan materi, simulasi, praktik langsung, dan diskusi, serta evaluasi dan tindak lanjut. Hasil kegiatan pada setiap tahapan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta pada seluruh materi inti, meliputi konsep dan manfaat EMIS 4.0, registrasi dan hak akses, pengelolaan serta validasi data lembaga, manajemen data peserta didik dan tenaga pendidik, hingga pelaporan dan pemanfaatan data untuk pengambilan keputusan. Kendala yang teridentifikasi berupa ketidakstabilan jaringan internet, ketidaksertaan sebagian operator, dan keterbatasan keterampilan pengoperasian laptop pada sebagian pimpinan LPQ. Disimpulkan bahwa pendampingan berlangsung efektif dalam meningkatkan kompetensi operator, dan direkomendasikan pendampingan teknis lanjutan yang berkelanjutan serta penyediaan modul dan video tutorial luring.