Claim Missing Document
Check
Articles

Legal Transformation of Artificial Intelligence Technology to Strike a Balance Between Law and Technology Francisca Romana Nanik Alfiani; Faisal Santiago
Rechtsnormen: Journal of Law Vol. 2 No. 4 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/rjl.v2i4.1653

Abstract

Background: Artificial Intelligence (AI) is transforming various sectors globally, including business and healthcare. In Indonesia, this transformation is supported by initiatives like the Palapa Ring project and 5G infrastructure. However, the rapid growth of AI poses legal and ethical challenges. Current regulations, such as the Personal Data Protection Act, are insufficient to address the complexities of AI technology, creating a gap between legal frameworks and technological advancements. Objective: This study aims to identify the gaps in Indonesia’s AI-related legal frameworks and propose strategies for balancing the development of law and technology to ensure ethical and accountable AI integration. Methodology: Using a normative legal research approach, the study examines existing AI-related legal frameworks, compares international regulations, and analyzes their implications for Indonesia. Findings: The study reveals that while online motorcycle taxis contribute significantly to the transportation sector, current legislation does not fully recognize them as legitimate public transport providers. This gap affects passenger protection and the certainty of service standards. Conclusion: To ensure safety, reliability, and legal clarity, it is imperative to establish a comprehensive legal framework that formally categorizes online motorcycle taxis as recognized public transportation.
The Urgency of Risk Mitigation Strategies in Business Agreements M Arif Syahputra; Faisal Santiago
Rechtsnormen: Journal of Law Vol. 2 No. 4 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/rjl.v2i4.1695

Abstract

Background: Business agreements are vital in establishing relationships between parties but are susceptible to various legal risks that may disrupt their execution. Such risks include unclear clauses, legal disputes, and unexpected legal changes, which can threaten the sustainability and stability of agreements. Objective: This study aims to emphasize the importance of risk mitigation strategies in business agreements to prevent disputes and ensure fair execution. It seeks to provide insights into effective risk management practices that contribute to the long-term stability of legal relationships. Methods: The research employs a qualitative approach, analyzing existing literature and case studies on risk mitigation techniques. It focuses on the role of protective clauses, dispute resolution mechanisms, and adaptability to evolving legal frameworks. Results: Findings indicate that robust risk mitigation strategies, including clear contract drafting, the use of force majeure clauses, and the implementation of internal legal systems, significantly reduce potential disputes and enhance agreement sustainability. Conclusion: Risk mitigation is an essential aspect of business agreements, requiring proactive measures from drafting to execution. By adopting effective strategies, businesses can foster stability, fairness, and efficiency in their legal relationships.
Pengembangan Kecakapan Hidup Warga Binaan di dalam Lembaga Pemasyarakatan melalui Bimbingan Kerja sebagai Bentuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia Hendra Ekaputra; Faisal Santiago
Jurnal HAM Vol 11 No 3 (2020): Edisi Desember
Publisher : Badan Strategi Kebijakan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30641/ham.2020.11.431-444

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan memiliki tugas dan fungsi melakukan pembinaan terhadap warga binaan yang bertujuan mencegah terjadinya tindak pidana, memulihkan keseimbangan, dan menyelesaikan konflik, serta memperbaiki warga binaan agar nantinya mampu berbaur dengan masyarakat. Lembaga Pemasyarakatan perlu melaksanakan sistem pemasyarakatan yang berorientasi terhadap pembinaan. Dalam hukum hak asasi manusia, pembinaan kepribadian dan kemandirian warga binaan pemasyarakatan adalah upaya pemenuhan hak asasi manusia yakni hak untuk memperoleh pendidikan dan kesempatan pengembangan diri. Pada penelitian ini membahas kajian terhadap pertanyaan (1) bagaimana peraturan perundangan yang mengatur tentang penyelenggaraan pelatihan kerja dan keterampilan bagi warga binaan pemasyarakatan; (2) bagaimana peraturan perundangan dapat memberikan jaminan hukum terhadap pelaksanaan pelatihan kerja dan keterampilan warga binaan pemasyarakatan sebagai bentuk pemenuhan hak asasi manusia. Jenis penelitian ini adalah yuridis empiris, yaitu penelitian terhadap kajian ketentuan hukum yang berlaku serta apa yang terjadi dalam kenyataanya pada masyarakat. perlu diketahui bahwa dari perautran-peraturan yang ada, pembinaan yang dilakukan oleh lembaga pemasyarakatan berorientasi terhadap pembinaan warga binaan guna memperbaiki pribadinya sehingga tidak mengulangi lagi tindak pidana yang pernah dilakukannnya dan dapat melanjutkan hidup serta membangun hidupnya kembali untuk memperoleh hidup yang sejahtera dan dapat hidup berdampingan dengan masyarakat lainnya.