Euis Nursa’adah
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Rekontruksi Manual Book Berbasis Etnosains tentang Kadar Sianida dan Kandungan Nutrisi Lemea Terintegrasi Bioteknologi untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Siswa SMP Roleka Julia Marcellina; Bhakti Karyadi; Rendy Wikrama Wardana; Euis Nursa’adah; Afrizal Mayub
COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 11 No 2 (2025): Compton: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika
Publisher : Prodi Pendidikan Fisika Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cjipf.v11i2.20421

Abstract

This study aims to develop an ethnoscience-based guidebook by integrating lemea fermentation as a local context in biotechnology learning to improve junior high school students' science process skills. The development model used is ADDIE with a quasi-experimental design of non-equivalent control groups. The research subjects consisted of 48 ninth-grade students from SMPN 02 Lebong, divided into experimental and control groups. Research instruments included observation, expert validation, pretest, posttest, and questionnaires. Validation results indicated product feasibility of 92% (very feasible category). Effectiveness testing using an independent t-test showed a significant difference between the experimental and control groups (Sig. 0.000 < 0.05), with an average N-Gain of 0.43 (moderate) in the experimental group and 0.17 (low) in the control group. The effect of media use on science process skills was moderate. Student and teacher responses to the media were very positive, particularly in terms of appearance, content, and usefulness. These results indicate that the integration of local culture into science is effective in developing students' scientific skills in a contextual manner.
Karakterisasi Biokimiawi, Mikrobiologis Dan Fisikawi Dari Wine Limbah Buah Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk) Mika Yanti A. Pasaribu; Afrizal Mayub; Euis Nursa’adah
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p17

Abstract

Wine merupakan salah satu jenis minuman yang mengandung alkohol hasil fermentasi yang dibuat dengan menggunakan bahan dasar sari buah. Buah nangka merupakan salah satu buah tropis yang dapat digunakan sebagai bahan fermentasi pembuatan wine buah karena memiliki kandungan gula dan kandungan nutrisi yang tinggi. Produksi buah nangka di Bengkulu mengalami peningkatan, hal ini diikuti dengan meningkatnya limbah dari buah ini. Oleh sebab itu perlu adanya pemanfaatan limbah buah nangka salah satunya menjadi bahan dasar fermentasi wine. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan karakterisasi biokimiawi, mikrobiologis dari wine limbah buah nangka selama proses fermentasi dan karakterisasi fisikawi setelah proses penjernihan wine. Wine limbah nangka difermentasi dengan 3 perlakuan konsentrasi yakni 1:1, 2:1 dan 1:2 serta 3 perlakuan lama waktu fermentasi yakni 4, 8, dan 12 hari, kemudian dilakukan penjernihan wine selama 30 hari. Pengukuraan karakter biokimiawi dan mikrobiologis diukur selama proses fermentasi berlangsung sedangkan pengukuran karakter fisikasi atau organoleptik dilakukan setelah proses penjernihan. Hasil penelitian ini adalah semakin lama waktu fermentasi maka semakin terjadi penurunan gula reduksi dan pH serta peningkatan kadar etanol, total asam, jumlah khamir hidup dan jumlah khamir mati pada setiap wine nangka dengan perbedaan konsentrasi. Wine limbah nangka dengan konsentrasi 2:1 memiliki kadar etanol, total asam, jumlah khamir hidup dan mati tertinggi serta memiliki pH terendah dari kedua perlakuan wine lainnya. Wine limbah nangka dengan konsentrasi 1:2 memiliki warna yang cerah, jernih, memiliki aroma dan rasa buah dan alkohol serta paling disukai oleh panelis dibandingkan kedua perlakuan wine lainnya.
Karakterisasi Biokimiawi, Mikrobiologis Dan Fisikawi Dari Wine Limbah Buah Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk) Mika Yanti A. Pasaribu; Afrizal Mayub; Euis Nursa’adah
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p17

Abstract

Wine merupakan salah satu jenis minuman yang mengandung alkohol hasil fermentasi yang dibuat dengan menggunakan bahan dasar sari buah. Buah nangka merupakan salah satu buah tropis yang dapat digunakan sebagai bahan fermentasi pembuatan wine buah karena memiliki kandungan gula dan kandungan nutrisi yang tinggi. Produksi buah nangka di Bengkulu mengalami peningkatan, hal ini diikuti dengan meningkatnya limbah dari buah ini. Oleh sebab itu perlu adanya pemanfaatan limbah buah nangka salah satunya menjadi bahan dasar fermentasi wine. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan karakterisasi biokimiawi, mikrobiologis dari wine limbah buah nangka selama proses fermentasi dan karakterisasi fisikawi setelah proses penjernihan wine. Wine limbah nangka difermentasi dengan 3 perlakuan konsentrasi yakni 1:1, 2:1 dan 1:2 serta 3 perlakuan lama waktu fermentasi yakni 4, 8, dan 12 hari, kemudian dilakukan penjernihan wine selama 30 hari. Pengukuraan karakter biokimiawi dan mikrobiologis diukur selama proses fermentasi berlangsung sedangkan pengukuran karakter fisikasi atau organoleptik dilakukan setelah proses penjernihan. Hasil penelitian ini adalah semakin lama waktu fermentasi maka semakin terjadi penurunan gula reduksi dan pH serta peningkatan kadar etanol, total asam, jumlah khamir hidup dan jumlah khamir mati pada setiap wine nangka dengan perbedaan konsentrasi. Wine limbah nangka dengan konsentrasi 2:1 memiliki kadar etanol, total asam, jumlah khamir hidup dan mati tertinggi serta memiliki pH terendah dari kedua perlakuan wine lainnya. Wine limbah nangka dengan konsentrasi 1:2 memiliki warna yang cerah, jernih, memiliki aroma dan rasa buah dan alkohol serta paling disukai oleh panelis dibandingkan kedua perlakuan wine lainnya.