Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Detecting of Gunshots Direction Using TDOA (Time Difference of Arrival) Untsa, Risdilah Mimma; Akbar, Fannush Shofi; Faradila Purnama, Arrizky Ayu; Muhsin, M; Rachmaningrum, Nilla
Emitor: Jurnal Teknik Elektro Vol 25, No 3: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/emitor.v25i3.12867

Abstract

In order to avoid shots being fired in undesirable areas, a device is required that can detect the origin of the shot so that the source of the bullet can be identified. This research was conducted to maintain the security and stability of a region. The objective of this study is to develop a device that utilizes the time difference of arrival (TDoA) method to determine the direction of gunshot on a gunshot location device. Prior to the implementation of TDoA, the received sound undergoes a filtration process utilizing an FIR filter. The filtered sound is then subjected to the time-of-arrival (TDoA) method. This method involves the comparison of the direction of sound arrival, followed by calculation and conversion to determine the origin of the gunshot sound. The TDoA coordinates are subsequently determined through the utilization of the multilateration method. In the experiments conducted using a speaker as the sound source and four microphones as receiving sensors, changing the speaker's location demonstrated that the signal-to-noise ratio (SNR) of the sound signal increased as the distance between the sensor and the sound source decreased. Furthermore, the implementation of an FIR filter during post-processing can enhance the SNR of the sound received at the sensor by 27% to 32%. In this research, the TDoA method demonstrated a high degree of efficacy, attaining a detection accuracy of 99.78%.
Analisis Kinerja FMIPv6 Pada Kondisi Handover Jaringan Bergerak Aviel Manuputty, Christine; Shofi Akbar, Fannush; Briantoro, Hendy
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Mobile IPv6 (MIPv6) memungkinkan perangkat bergerak tetap terhubung ke internet saat berpindah jaringan, namun sering mengalami delay dan packet loss selama handover. Fast Mobile IPv6 (FMIPv6) hadir sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi proses handover. Penelitian ini menganalisis kinerja FMIPv6 dibandingkan MIPv6 pada kondisi jaringan bergerak dengan tingkat mobilitas dan kepadatan pengguna yang tinggi. Simulasi menggunakan OMNeT++ menunjukkan bahwa FMIPv6 memiliki performa lebih baik, dengan packet loss 0.70% dan throughput 1.624 Mbps pada skenario ekstrem, dibandingkan MIPv6 yang mencatat packet loss 6.43% dan throughput 1.209 Mbps. Delay kedua protokol tercatat sama, yaitu 370 ms. Hasil ini menunjukkan bahwa FMIPv6 lebih andal dalam menjaga kualitas layanan saat handover. Kata kunci— FMIPv6, jaringan bergerak, handover, delay, packet loss, throughput.
Analisis Kinerja HMIPv6 Pada Handover Jaringan Bergerak Menggunakan Simulasi Omnet++ Tamima Fauziah, Jihan; Shofi Akbar, Fannush; Briantoro, Hendy
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Kebutuhan yang semakin meningkat akan koneksi internet yang stabil dalam situasi mobilitas tinggi mendorong penciptaan protokol jaringan yang lebih efisien. Mobile IPv6 (MIPv6) dan Hierarchical Mobile IPv6 (HMIPv6) adalah dua protokol yang dirancang untuk mendukung pergerakan perangkat dalam jaringan IP. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja kedua protokol tersebut dalam proses handover pada jaringan bergerak dengan skenario 1 dan 10 Mobile Node (MN). Simulasi dilakukan menggunakan OMNeT++ dengan INET Framework, dan parameter yang diamati meliputi kehilangan paket, keterlambatan, serta throughput. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan jumlah MN secara signifikan meningkatkan kehilangan paket pada kedua protokol. Dalam skenario 1 MN, HMIPv6 mencatat kehilangan paket sebesar 5,60% dibandingkan dengan MIPv6 yang mencapai 17,10%. Namun, pada skenario 10 MN, keduanya mengalami penurunan kinerja yang signifikan dengan kehilangan paket lebih dari 81%. Meskipun MIPv6 sedikit lebih baik dalam throughput, HMIPv6 memiliki keuntungan arsitektural dengan kemampuan pengelolaan handover lokal melalui Mobility Anchor Point (MAP). Ini menjadikan HMIPv6 lebih efisien dalam menghadapi skenario mobilitas yang tinggi dan jaringan yang padat. Kata kunci— hmipv6, mipv6, handover, jaringan bergerak, omnet++
Perancangan Antena Mikrostrip Dengan SRR Pada Frekuensi 900 MHz dan 1800 MHz Untuk Penerapan RF Energy Harvesting Pada IoT Richard Gere Kopa , Berchmans; Shofi Akbar, Fannush; Yanuar Hariyawan, Mohammad
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Penelitian ini membahas desain dan analisis antena mikrostrip dual-band yang digunakan untuk menerima sinyal radio frekuensi (RF) dalam mendukung sistem RF energy harvesting pada perangkat IoT. Meningkatnya jumlah perangkat IoT dan keterbatasan dalam penggantian baterai mendorong pengembangan solusi pengisian daya alternatif. Antena yang dirancang memanfaatkan struktur Split Ring Resonator (SRR) untuk menghasilkan karakteristik dual-band pada frekuensi 900 MHz dan 1800 MHz. Proses perancangan dilakukan melalui simulasi menggunakan perangkat lunak CST Studio Suite 2019 serta pengujian eksperimental. Hasil simulasi menunjukkan antena mampu beresonansi pada frekuensi 902 MHz dan 1806 MHz dengan nilai return loss masing masing sebesar –27,52 dB dan –24,24 dB. Sementara itu, hasil pengukuran menunjukkan nilai –19,47 dB dan 18,25 dB. Bandwidth yang diperoleh sebesar 36 MHz untuk 900 MHz dan 75 MHz untuk 1800 MHz. Dengan kinerja tersebut, antena ini berpotensi diterapkan pada berbagai aplikasi IoT, seperti pemantauan lingkungan, manajemen energi, dan sistem kesehatan nirkabel. Kata kunci— (Desain antenna, antenna microstrip, SRR, dan IoT)
Perancangan Antena Mikrostrip Dual-Band Menggunakan Metode S-Shaped Pada Frekuensi 1.8 dan 2.1 GHz Untuk RF Energi Harvesting Novita; Shofi Akbar, Fannush; Rachmaningrum, Nilla
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Penelitian ini membahas perancangan dan realisasi antena microstrip dual band pada frekuensi 1.8 GHz dan 2.1 GHz yang ditujukan untuk Sistem RF Energy Harvesting. Dari sinyal penyedia layanan seluler. Frekuensi 1.8 GHz dan 2,1 merupakan frekuensi utama yang digunakan operator seluler di Indonesia seperti Telkomsel, Indosar, dan XL Axianta untuk layanana 4G LTE. Pemilihan Frekuensi seluler juga didasari oleh tingginya ketersediaan sinyal di lingkukangan perkotaan maupun perumahan, sehingga berpotensi menghasilkan daya RF yang lebih tinggi untuk dipanen dan di konversi menjadi energi Listrik. Antena dirancang menggunakan metode pencatuan koaksial (coaxcial feed) dan dimodifikasi dengan slot membentuk S (S-shaped) pada patch untuk menciptakan resonansi tambahan, sehingga dapat beroperasi pada frekuensi kerja (dual-band). Simulasi dilakukan menggunakan perangkat luna CST Studio Siute 2019 dan memperoleh nilai Return Loss pada kedua frekuensi 16.5314 dan 16.1589 dengan nilai VSWR 1.350 dan 1.322 dengan bandwidth 2% dan 1.523% dan polarisasi linear. Hasil optimasi simulasi kemudian difabrikasi dan diuji menggunakan Vector Network Analyzer (VNA) untuk mengevaluasi performa fisik antena dengan perolehan hasil pengukuran Return Loss pada kedua frekuensi -17.9084 dan 11.8406 dengan nilai VSWR 1.2915 dan 1.6875 dengan persentase bandwidth 3.036% dan 0.952%. Perbedaan antena hasil simulasi dan pengukuran di analisis berdasarkan faktor ketidak sempurnaan fabrikasi. Variasi substrat, dan pengaruh system pencatuan, sehingga antena ini dapat digunakan sebagai antena penerima pada system RF Energy Harvesting untuk memanen energi dari sinyal komunikasi seluler yang tersebar luas di lingkungan sekitar. Kata kunci— Antena Microstrip, Dual-band Frekuensi, RF Energy Harvesting, S-shaped, S Parameter, Bandwidth, Return Loss.
Perancangan Antena Mikrostrip Rectangular Patch Array 2X4 Dengan Truncated Corner Hadi Husodo, Wahyu; Shofi Akbar, Fannush; Muhsin
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B) merupakan teknologi pengawasan lalu lintas udara modern yang bekerja secara real-time dengan memanfaatkan sinyal dari sistem navigasi satelit (GNSS) untuk mendeteksi posisi dan kecepatan pesawat. Dalam sistem ini, antena memiliki peran penting dalam menerima sinyal ADS-B pada frekuensi 1090 MHz. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan merealisasikan antena mikrostrip rectangular patch array 2×4 dengan metode truncated corner, yang diintegrasikan ke dalam sistem receiver ADS-B berbasis Software-Defined Radio (SDR). Antena dirancang menggunakan substrat FR4 Epoxy dan metode pencatuan probe koaksial, dengan target performa berupa polarisasi circular, return loss < –10 dB, VSWR < 2, bandwidth minimal 20 MHz, gain ≥ 3 dBi, dan impedansi 50 ohm. Hasil simulasi menggunakan CST Studio Suite 2019 menunjukkan bahwa desain antena berhasil mencapai axial ratio 1,5107575, return loss -12,270123 dB, VSWR 1,15, dan bandwidth 30,5 MHz. Setelah direalisasikan, antena diuji menggunakan NanoVNA dan metode pengukuran pola radiasi dengan horn antena. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa antena bekerja pada frekuensi 1090 MHz, dengan return loss 13,10 dB, VSWR 1,847, bandwidth 30 MHz, serta pola radiasi omnidireksional dan polarisasi circular/elips dengan gain sebesar 6,76 dBi (co-polar) dan 2,88 dBi (cross-polar). Dengan demikian, antena ini memenuhi spesifikasi teknis dan layak digunakan pada sistem receiver ADS-B berbasis SDR. Kata kunci— ADS-B, Antena Mikrostrip, Truncated corner, SDR, 1090 Mhz
Perancangan Sistem Receiver ADS-B Berbasis SDR Menggunakan Teknologi Mikrostrip Dengan Frekuensi 1090 MHz Widyadhana Putra, Arka; Shofi Akbar, Fannush; Muhsin
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B) merupakan teknologi surveilans modern yang digunakan dalam dunia penerbangan untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan kesadaran situasional. Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan data navigasi dari pesawat, seperti posisi, kecepatan, dan ketinggian, yang diperoleh melalui GPS. Salah satu komponen utama dalam sistem ADS-B adalah antena, yang memiliki peran penting dalam transmisi dan penerimaan sinyal. Didalam antena terdapat filter yang berfungsi sebagai penyaring sinyal dan dapat meningkatkan kinerja sistem ADS-B. Filter mikrostrip dipilih karena sifatnya ringan, ukuran yang kompak dan ekonomis, menjadikannya ideal untuk aplikasi penerbangan khususnya seperti aplikasi ADS-B. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah bandpass filter sederhana yang mampu beroperasi secara efektif pada rentang frekuensi 1.080-1.100 MHz. Filter dirancang pada frekuensi tengah 1.090 MHz dengan menggunakan substrat FR-4. Parameter seperti VSWR, bandwidth, S-parameter, return loss, dan insertion loss akan dioptimasikan melalui simulasi menggunakan software CST Studio Suite 2019. Hasil desain filter menghasilkan performa optimal yang terintegrasi dengan antena sebagai sistem penerima ADS-B. Namun, pada realisasinya terjadi pergeseran frekuensi kerja dari 1.090 MHz ke 890 MHz atau sebanyak −18,35%. Kata kunci— ADS-B, filter hairpin, antena mikrostrip, GPS
Perencanaan Jaringan Private 5G NR Pada Smart Port Untuk Kawasan Industri Petikemas, Pelindo Surabaya Ghinangga Prihaji Putri , Hanung; Shofi Akbar, Fannush; Ayu Faradila Purnama, Arrizky
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — sebagai negara maritim, Indonesia memiliki peran penting bagi perekonomian negara. Namun, dengan meningkatnya volume perdagangan menimbulkan tantangan dan efisiensi operasional pelabuhan. Untuk mengatasi hal tersebut, diterapkan konsep Smart Port (Pelabuhan Pintar) dengan mendukung teknologi 5G yang menawarkan kecepatan tinggi dan latensi rendah. Penelitian ini merancang jaringan private 5G di Kawasan Industri Petikemas, Pelindo Surabaya dengan menggunakan model propagasi Urban Micro (UMI), frekuensi 26 GHz dan bandwidth 200 MHz, dengan simulasi melalui software Atoll. Pada penelitian ini menggunakan Outdoor to Outdoor (O2O) dari downlink dan scenario Line of Sight (LOS) pada perencanaan coverage dan capacity menghasilkan total 2 site gNodeB dengan nilai Synchronization Signal-Reference Signal Received Power (SS-RSRP) sebesar 90,11 dBm dalam kategori Sangat Baik, dan nilai Synchronization Signal-Signal Interference Noise Ratio (SSSINR) sebesar 25,43 dB dalam kategori Sangat Baik menurut Key Performance Indicator (KPI). Pada Troughput nilai yang dihasilkan adalah 94.748 Kbps atau (92 Mbps) dan termasuk dalam kategori Baik menurut Key Performance Indicator (KPI). Kata kunci— Jaringan Private 5G, Smart Port, Coverage, Capacity, Atoll
Rancang Bangun Sistem Receiver ADS-B Berbasis SDR dan Teknologi Mikrostrip Pada Frekuensi 1090 MHz  Ar-Rasyid, Ghiffari; Shofi Akbar, Fannush; Briantoro, Hendy
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Secara tradisional, radar telah menjadi tulang punggung pengawasan lalu lintas udara, namun biaya operasional tinggi dan keterbatasan cakupan mendorong pengembangan alternatif. Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADS-B) menawarkan pengawasan real-time berbasis radio, secara efisien melacak posisi, kecepatan, dan ketinggian pesawat. Penelitian ini merancang sistem penerima ADS-B menggunakan Software Defined Radio (SDR), khususnya RTL-SDR, pada platform embedded Linux. Kombinasi ini menyediakan solusi fleksibel, hemat biaya, dan mudah diintegrasikan untuk pengawasan udara, ideal di wilayah terpencil dengan infrastruktur radar terbatas. Sistem penerima memproses sinyal 1090 MHz menggunakan antena directional, power divider, dan filter untuk meningkatkan sensitivitas serta mengurangi interferensi. Data sinyal yang diterima dikonversi oleh RTL-SDR menjadi digital, lalu dianalisis oleh sistem embedded Linux yang menjalankan GNURadio. Hasil menunjukkan sistem berhasil mendeteksi dan mendekode sinyal ADS-B secara akurat. Uji coba antena omnidirectional mencapai 107.0 km, sementara antena directional memperluas deteksi hingga 119.4 km. Sistem ini efektif memetakan aktivitas lalu lintas udara secara real-time dengan akurasi dan efisiensi tinggi, divalidasi dengan Flightradar24. Solusi pemantauan udara yang fleksibel dan hemat biaya ini berkontribusi signifikan terhadap keselamatan dan efisiensi penerbangan. Kata kunci— ADS-B, RTL-SDR, GNURadio, Linux.