Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penerapan ISO 31000:2018 dalam Manajemen Risiko UMKM: Tinjauan Literatur dan Tantangan pada Sektor Tradisional dan Digital Selvy Afrioza; Ahmad Rasyiddin; Alysa Azizah
JEDBUS (Journal of Economic and Digital Business) Vol. 2 No. 2 (2025): JEDBUS (Journal of Economic and Digital Business)
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/jedbus.v2i2.639

Abstract

ABSTRAK Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia karena mampu menyediakan lapangan pekerjaan dalam jumlah besar sekaligus berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di tingkat lokal maupun nasional. Meskipun demikian, keterbatasan modal, teknologi, serta kapasitas manajerial menjadikan UMKM sangat rentan terhadap berbagai risiko, baik yang bersumber dari faktor internal seperti manajemen dan produksi, maupun eksternal seperti fluktuasi harga, perubahan pasar, serta dinamika kebijakan pemerintah. Dalam konteks ini, penerapan manajemen risiko menjadi kunci penting untuk menjaga keberlangsungan usaha. Penelitian ini bertujuan meninjau strategi manajemen risiko UMKM dengan pendekatan ISO 31000:2018 yang menyediakan kerangka kerja sistematis melalui tahap identifikasi, analisis, evaluasi, dan mitigasi risiko. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yang mengkaji artikel, prosiding, serta jurnal nasional terakreditasi SINTA yang terbit antara tahun 2018 hingga 2025. Teknik analisis isi digunakan untuk memetakan tahapan penerapan ISO 31000, strategi pengelolaan risiko yang dilakukan, serta hambatan yang masih dihadapi UMKM. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM belum melaksanakan proses identifikasi risiko, analisis risiko, tahapan evaluasi risiko, dan penanganan risiko secara menyeluruh. Selain itu, terdapat perbedaan karakteristik antara UMKM tradisional dan digital, di mana sektor digital cenderung lebih responsif terhadap risiko pasar, sedangkan UMKM tradisional masih terhambat oleh keterbatasan sumber daya. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi manajemen risiko berbasis ISO 31000 bagi pelaku UMKM. Dukungan berupa pelatihan, pendampingan, serta adaptasi model risiko yang sesuai dengan karakteristik usaha diperlukan agar UMKM, baik tradisional maupun digital, mampu mengelola tantangan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Pitching sebagai Kompetensi Komunikasi Strategis SDM untuk Membangun Kepercayaan dalam Negosiasi Bisnis Digital Refania Hafifah; Selvy Afrioza
MAMEN: Jurnal Manajemen Vol. 5 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/mamen.v5i3.8475

Abstract

Abstract The growth of the digital business landscape requires human resources to possess strategic communication skills that enable them to convey ideas, business values, and competitive advantages in a convincing manner. One form of communication that is becoming increasingly relevant in this context is pitching. Pitching is understood as a brief presentation activity and a strategic HR competency in building trust, shaping perceptions, and strengthening bargaining positions in digital business negotiations. The purpose of this study is to analyze pitching as a strategic communication competency of HR in building trust during digital business negotiation processes. This study employs a qualitative approach using a literature review method. Data were obtained from various scholarly sources, including scientific journals, books, and academic articles relevant to the topics of pitching, strategic communication, HR competencies, trust, negotiation, and digital business. Data analysis was conducted using a descriptive-analytical approach through the processes of identification, classification, synthesis, and interpretation of the literature. The results of the study indicate that pitching plays a crucial role in conveying value propositions, establishing the communicator’s credibility, creating initial trust, and opening avenues for dialogue in digital business negotiations. The effectiveness of pitching is influenced by message clarity, a systematic delivery structure, understanding the audience, emphasizing benefits, and the appropriate use of digital media. This study makes a conceptual contribution by positioning pitching as a strategic communication competency for human resources—not merely a presentation tool, but a crucial instrument for building trust and supporting the success of digital business negotiations. Keywords: Pitching, Strategic Communication Competency, Human Resources, Trust, Digital Business Negotiations Abstrak Perkembangan bisnis digital menuntut sumber daya manusia memiliki kompetensi komunikasi strategis yang mampu menyampaikan ide, nilai bisnis, dan keunggulan kompetitif secara meyakinkan. Salah satu bentuk komunikasi yang semakin relevan dalam konteks tersebut adalah pitching. Pitching dipahami sebagai aktivitas presentasi singkat, kemampuan strategis SDM dalam membangun kepercayaan, membentuk persepsi, dan memperkuat posisi tawar dalam negosiasi bisnis digital. Tujuan penelitian untuk menganalisis pitching sebagai kompetensi komunikasi strategis SDM dalam membangun kepercayaan pada proses negosiasi bisnis digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review. Data diperoleh dari berbagai sumber pustaka berupa jurnal ilmiah, buku, dan artikel akademik yang relevan dengan topik pitching, komunikasi strategis, kompetensi SDM, kepercayaan, negosiasi, dan bisnis digital. Analisis data dilakukan secara deskriptif analitis melalui proses identifikasi, klasifikasi, sintesis, dan interpretasi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa pitching berperan penting dalam menyampaikan proposisi nilai, membangun kredibilitas komunikator, menciptakan kepercayaan awal, serta membuka ruang dialog dalam negosiasi bisnis digital. Efektivitas pitching dipengaruhi oleh kejelasan pesan, struktur penyampaian yang sistematis, pemahaman terhadap audiens, penekanan pada manfaat, serta pemanfaatan media digital secara tepat. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dengan menempatkan pitching sebagai kompetensi komunikasi strategis SDM, bukan sekadar alat presentasi, melainkan instrumen penting dalam membangun kepercayaan dan mendukung keberhasilan negosiasi bisnis digital. Kata kunci: Pitching, Kompetensi Komunikasi Strategis, Sumber Daya Manusia, Kepercayaan, Negosiasi Bisnis Digital