Andi Kurnia, Andi
Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro. Jl. Prof. Sudharto, SH., Tembalang-Semarang 50275, Telp. +62247460059

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Keefektifan Model Siklus Belajar Melalui Hipotetikal Deduktif Ditinjau dari Pemahaman Konsep Kimia pada Siswa SMA Reny, Reny; Bahar, Hasrawati; Kurnia, Andi
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 3 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i3.3054

Abstract

This descriptive Pre-Experiment research aims to determine the effectiveness of the hypothetical-deductive learning cycle model in terms of understanding the chemical concepts of SMA Negeri 5 students (subject matter of acid and base solutions). Effectiveness is reviewed from three criteria of completeness, namely individual completeness, class completeness, and indicator completeness. The research subjects were 30 students of class XI IPA 2 SMA Negeri 5. Data collection of learning outcomes was done by giving pretest and posttest. The test used was a choice question, selected as many as 25 numbers from 30 numbers after being validated for content and item validation. The data on learning outcomes obtained were analyzed using descriptive statistical techniques, namely for individual completeness of 76.279% with high effectiveness criteria. Class completeness was 50% with a fairly high effectiveness category and indicator completeness was 79.59% with a high effectiveness category. This means that chemistry learning for XI IPA SMA Negeri 5 with a hypothetical-deductive learning cycle model when viewed from students' concept understanding in solving problems regarding acid and base solutions is effective in achieving the completeness of learning outcomes.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diabetes Melitus Di Puskesmas Tamamaung Kota Makassar Kurnia, Andi; Arman; Andi Rizki Amelia
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i4.1032

Abstract

Diabetes merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah yang dapat menyebabkan kerusakan parah pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf seiring waktu. Dari hasil survey didapatkan pasien yang mengalami DM tahun 2021 di Puskesmas Tamamaung Kota Makassar menempati urutan kedua dari 10 penyakit terbanyak yang diderita oleh pasien setelah penyakit Hipertensi esensial (primer). DM ditahun 2021 di Puskesmas Tamamaung Kota Makassar meningkat sebanyak 237 pasien, terlebih ditahun 2022 ini angka penderita Diabetes Melitus (DM) cukup drastis. Data yang diperoleh dalam kurun Januari – Juni tahun 2022 menemukan sebanyak 556 jumlah Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian DM di Puskesmas Tamamaung Kota Makassar. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode Cross-Sectional Study dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sampel penelitian sebanyak 65 orang. Data diambil dengan menggunakan kuesioner selanjutnya dianalisa dengan menggunakan uji Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian diperoleh ada hubungan antara umur (ρ=0,005) dan pekerjaan (ρ=0,010) dengan kejadian diabetes melitus, sedangkan tidak ada hubungan antara Pendidikan (ρ=0,500), IMT (ρ=0,567), dan Riwayat keluarga (ρ=0,295) dengan kejadian diabetes mellitus di Puskesmas Tamamaung Kota Makassar Tahun 2022. Diharapkan peneliti selanjutnya untuk lebih dapat menganalisa secara mendalam mengenai faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus dengan sasaran yang lebih luas.
Agile Leadership and Innovative Work Behavior: The Mediating Role of Organizational Climate Kurnia, Andi; Etikariena, Arum
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 3 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i3.15482

Abstract

In today's dynamic business environment, innovation is crucial for companies to meet constantly changing industry demands. This study examines the relationships between agile leadership, organizational climate, and innovative work behavior, with a particular focus on the mediating role of organizational climate. Conducted on 115 employees at a consulting firm in Indonesia, the research aims to validate hypotheses suggesting positive correlations among these variables and the mediating effect of organizational climate on the relationship between agile leadership and innovative work behavior. A correlational quantitative design, utilizing regression and structural equation modeling (SEM), was employed for data analysis. The findings indicate that agile leadership positively correlates with both organizational climate and innovative work behavior. Furthermore, organizational climate also shows a positive correlation with innovative work behavior. Significantly, the study demonstrates that organizational climate fully mediates the relationship between agile leadership and innovative work behavior, implying that the impact of agile leadership on innovative work behavior depends on the organizational climate. These results highlight the critical role of agile leadership and a supportive organizational climate in fostering innovative work behavior. Practically, organizations should focus on training leaders to develop agile skills and implementing policies that promote a positive organizational climate to enhance employee innovation. Future research should consider longitudinal designs and diverse organizational contexts to further validate these findings.Dalam lingkungan bisnis yang dinamis saat ini, inovasi sangat penting bagi perusahaan untuk memenuhi tuntutan industri yang terus berubah. Penelitian ini mengkaji hubungan antara kepemimpinan agile, iklim organisasi, dan perilaku kerja inovatif, dengan fokus khusus pada peran mediasi iklim organisasi. Penelitian ini dilakukan pada 115 karyawan di sebuah perusahaan konsultasi di Indonesia, dengan tujuan untuk memvalidasi hipotesis penelitian yakni adanya korelasi positif antara variabel-variabel penelitian dan adanya efek mediasi iklim organisasi pada hubungan antara kepemimpinan yang lincah dan perilaku kerja inovatif. Desain kuantitatif korelasional, menggunakan regresi dan pemodelan persamaan struktural (SEM) digunakan untuk analisis data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan agile berkorelasi positif dengan iklim organisasi dan perilaku kerja inovatif. Selanjutnya, iklim organisasi juga menunjukkan korelasi positif dengan perilaku kerja inovatif. Secara signifikan, penelitian ini menunjukkan bahwa iklim organisasi sepenuhnya memediasi hubungan antara kepemimpinan agile dan perilaku kerja inovatif, yang menyiratkan bahwa dampak kepemimpinan agile pada perilaku kerja inovatif sangat bergantung pada iklim organisasi. Hasil ini menyoroti peran penting kepemimpinan agile dan iklim organisasi yang mendukung dalam mendorong perilaku kerja inovatif. Secara praktis, organisasi harus fokus pada pelatihan pemimpin untuk mengembangkan keterampilan agile dan menerapkan kebijakan yang mempromosikan iklim organisasi yang positif untuk meningkatkan inovasi karyawan. Saran untuk penelitian berikutnya sebaiknya mempertimbangkan desain longitudinal dan konteks organisasi yang beragam untuk lebih memvalidasi temuan dalam penelitian ini.