Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TENAGA KESEHATAN DENGAN KEPATUHAN IBU HAMIL MELAKUKAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE SELAMA PANDEMI COVID-19 DI PUSKEMAS PAYUNG SEKAKI KOTA PEKANBARU [THE RELATIONSHIP BETWEEN HEALTH WORKFORCE SOCIAL SUPPORT AND THE COMPLIANCE OF PREGNANT WOMEN IN ANTENATAL CARE VISITS IN PAYUNG SEKAKI PEKANBARU HEALTH CENTRE DURING THE COVID-19 PANDEMIC] Nurul Anisha; Vella Yovinna Tobing; Raja Fitrina Lestari
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 10, No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v10i2.5912

Abstract

Antenatal Care (ANC) is a health service for pregnant women aimed at monitoring the progress of pregnancy to ensure the health of the mother and the development of the unborn baby. It can be achieved optimally if the ANC visit is carried out according to the standards that have been set. The compliance of the mother during ANC visits related to the standard can be influenced by the situation and conditions of the COVID-19 pandemic. Therefore, during pregnancy, pregnant mothers certainly need social support from the health workforce. The objective of this research was to determine the relationship between social support among the health workforce and the compliance of pregnant women in Antenatal Care visits during the Covid-19 pandemic. This quantitative study used a crosssectional approach with 73 respondents using quota sampling technique. The P value for Fisher’s test on social support among the health workforce was 0.435 (p value > 0.05). It can be concluded that there was no relationship between social support among the health workforce and the compliance of pregnant women in Antenatal Care visits during the COVID-19 pandemic. Hence, it demonstrated that the health workforce's social support was not a factor that directly influenced ANC visit compliance. Health workforce social support are indeed needed by pregnant women during the COVID-19 pandemic, but there are other factors that may influence pregnant women’s compliance in ANC visits. It is recommended that further research examines other factors that can influence the compliance of ANC visits such as the attitude of pregnant women.BAHASA INDONESIA ABSTRAK ANC adalah pelayanan kesehatan pada ibu hamil yang bertujuan memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin. Tujuan ini bisa tercapai secara optimal apabila kunjungan ANC dilakukan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Kepatuhan ibu dalam melakukan kunjungan ANC sesuai standar dapat dipengaruhi oleh kondisi pandemi COVID-19 saat ini, sehingga dalam menjalani kehamilan ibu sangat membutuhkan dukungan sosial dari tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial tenaga kesehatan dengan kepatuhan ibu hamil melakukan kunjungan ANC selama masa pandemi COVID-19. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan 73 responden menggunakan teknik quota sampling. Hasil uji fisher’s pada dukungan sosial tenaga kesehatan didapatkan P value 0,435 (P value > 0,05). Dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini bahwa tidak terdapat hubungan antara dukungan sosial tenaga kesehatan dengan kepatuhan ibu hamil melakukan kunjungan ANC selama masa pandemi COVID-19. Dari hasil penelitian ini terlihat bahwa dukungan sosial tenaga kesehatan bukan merupakan faktor yang secara langsung memengaruhi kepatuhan kunjungan ANC. Dukungan sosial tenaga kesehatan memang diperlukan oleh ibu dalam menjalani kehamilan selama pandemi COVID-19, namun terdapat faktor lain yang mungkin dapat memengaruhi kepatuhan ibu dalam melakukan kunjungan ANC. Disarankan agar peneliti selanjutnya bisa menambahkan faktor lain yang dapat memengaruhi kepatuhan kunjungan ANC seperti sikap ibu hamil.
GAMBARAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG KOMUNIKASI SBAR Raja Fitrina Lestari; Susi Erianti
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 6 No 2 (2023): Volume 6 No 2 Januari 2023
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v6i2.2119

Abstract

SBAR communication is used by nurses as an effective framework in conveying clear information on patients' condition to the doctor, meanwhile, its implementation requires good knowledge. It consist of Situation, Background, Assessment, as well as Recommendation and is used when making a handover to the patient. Hence, this study aims to evaluate nurses' knowledge on SBAR communication at Riau University Hospital in 2020. This was a descriptive analysis conducted with a cross-sectional design on 34 respondents selected by the total sampling technique using a questionnaire as the data. collection instrument. The results showed that majority of the nurses' overall knowledge on the SBAR communication was in the sufficient category, namely less than 32 respondents or 94.1%. Based on the results, there is need to evaluate the management of nurses' knowledge on SBAR Communication. Therefore, nurses are expected to re-evaluate SBAR communication utilization in improving patient safety.
SIKAP IBU DALAM PENANGANAN DIARE PADA ANAK BALITA Yuni Hermanita; Dian Roza Adila; Raja Fitrina Lestari; Agnita Utami
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 11 No 2 (2022): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : STIKes Al-Insyirah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v11i2.2309

Abstract

Diare menjadi urutan kedelapan penyebab kematian terbesar bagi balita di dunia juga di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan seriusnya dampak akibat diare yang terjadi, seperti adanya dehidrasi, malnutrisi, bahkan kematian, sehingga penanganan diare harus menjadi penentu keberhasilan pencegahan pertumbuhan kasus, penting bagi ibu dalam memberikan tanggung jawab dan perhatian terhadap balita dalam sikap penanganan diare. Tujuan ini penelitian ini mengetahui gambaran sikap ibu dalam penanganan diare pada anak balita di Puskesmas Harapan Raya. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan desain deskriptif, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling terhadap 85 responden, dari jumlah populasi sebanyak 107 orang. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner skala likert dengan analisa univariat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan mayoritas responden memiliki sikap positif dalam penanganan diare sebanyak 46 orang (54,1%), namun dilihat dari karakteristik responden berdasarkan sikap mayoritas ibu dengan usia dewasa awal (21- 35 tahun) sebanyak 23 orang (27,1%) memiliki sikap negatif, mayoritas ibu berpendidikan tinggi Diploma hingga Sarjana sebanyak 37 orang (43,5%) memiliki sikap negatif, sedangkan pekerjaan IRT sebanyak 23 orang (27,1%) ibu bersikap positif dan negatif sama banyak. Alasan ibu memiliki sikap positif dikarenakan, Ibu sangat setuju penanganan diare pada balita untuk membawa ke pelayanan kesehatan seperti, Puskesmas dan Rumah Sakit, sedangkan ibu bersikap negatif dikarenakan, ibu sangat tidak setuju menghentikan pemberian makanan pada balita dan lebih banyak memberikan asupan air saja. Berdasarkan sikap yang digambarkan menandakan bahwasanya ibu harus lebih aktif untuk mencari informasi dalam memilih penanganan diare secara baik pada balita, dan pihak Puskesmas Harapan Raya dapat melakukan promosi kesehatan terkait penanganan diare pada balita.
Optimalisasi akses pelayanan kesehatan oleh kaum dhuafa dan manajemen data pada Rumah Relawan Dhuafa berbasis web di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau Siska Mayang Sari; Herianto Herianto; Raja Fitrina Lestari
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 4 (2022): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poverty is a social problem in society, especially in developing countries. The poor, also known as the dhu'afa in Indonesia, is a component of society that cannot be isolated and receive guaranteed protection from the state. The government carries out work programs to reduce poverty and provide services that can be reached by all levels of society. Non-Governmental Organizations (NGOs) play a role in assisting the government in carrying out its programs and serving marginal groups (including the poor). The Rumah Relawan Dhuafa Foundation is an NGO in Pelalawan district, Riau with limited facilities and volunteer skills that have carried out activities to facilitate the poor in obtaining health services. This community partnership program activity aims to overcome the problems experienced by the Rumah Relawan Dhuafa. Community service programs carried out during June September 2022 in the form of 1) Designing an administrative information system for the Rumah Relawan Dhuafa, 2) Designing an application for the Rumah Relawan Dhuafa, 3) Providing counseling, training, and guidance on SOPs for service/patient admissions, and 4) Providing counseling, Training and mentoring for volunteers related to first aid handling skills. After a series of service activities were carried out, the results obtained were the formation of a home for poor volunteers, increased knowledge and skills of volunteers regarding the use of application systems, preparation of standard operating procedures for patient acceptance, and first handling of accidents, those will be used by the volunteer in RRD to facilitated the Dhuafa to receive the health care services.
Perbandingan Kualitas Hidup Dan Depresi Lansia di PSTW dan Keluarga Lilis Azura Damayanti; Eka Wisanti; Raja Fitrina Lestari
HealthCare Nursing Journal Vol. 5 No. 1 (2023): HealthCare Nursing Journal
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.536 KB) | DOI: 10.35568/healthcare.v5i1.2898

Abstract

Lansia merupakan suatu proses kehidupan yang mengalami penurunan fungsi fisik maupun psikologi hal ini dapat menyebabkan terganggunya kualitas hidup dan dapat menimbulkan depresi pada lansia baik yang tinggal di PSTW maupun keluarga. Tujuan penelitian ini mengidentifikasikan perbandingan kualitas hidup dan depresi lansia di Panti Sosial Tresna Werdha dan keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan comparative study dengan responden 50 lansia di PSTW dan 61 di keluarga. Instrument penelitian menggunakan WHOQOL-BREF (1996) mengukur kualitas hidup lansia dan Geriatric Depression Scale (GDS) mengukur depresi lansia. Analisis yang digunakan berupa analisis univariat menggunakan uji distribusi frekuensi. Hasil uji distribusi frekuensi didapatkan bahwa terdapat perbandingan kualitas hidup dan depresi lansia di PSTW Khusnul Khotimah Pekanbaru dan keluarga. Lansia yang tinggal di PSTW Khusnul Khotimah Pekanbaru hasil kualitas hidup dari 50 lansia di PSTW Khusnul Khotimah Pekanbaru dengan Dimensi I : Fisik 3.008 (60,16%), Dimensi II : Kesejahteraan Psikologis 3.043 (60,86%), Dimensi III : Sosial 2.719 (54,38%), Dimensi IV : Lingkungan 3.198 (63,96) dan depresi sebanyak 3 orang (6.0%), sedangkan lansia yang tinggal bersama keluarga terdapat Dimensi I : Fisik 3.474 (56,95%), Dimensi II : Kesejahteraan Psikologis 3.677 (60,27%), Dimensi III : Sosial 3.446 (56,49%%), Dimensi IV : Lingkungan 3.911 (64,11%) dan depresi sebanyak 10 orang (16.4%). Diharapkan petugas kesehatan dan keluarga lebih melibatkan lansia dalam pengambilan keputusan dan penyelenggaraan kegiatan baik di panti maupun di lingkungan keluarga agar tidak terjadinya penurunan kualitas hidup dan meningkatnya risiko depresi pada lansia.
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN PENERAPAN TERAPI KOMPRES ALOEVERA TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH Nurul Habibah Saragih; Raja Fitrina Lestari
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v9i1.1142

Abstract

Gejala awal terjadinya demam biasanya disebabkan oleh infeksi, penyakit autoimun, keganasan, ataupun obat-obatan. Intervensi non farmakologi masih minim digunakan salah satunya terapi kompres aloevera. Tujuan terapi kompres aloevera ini digunakan untuk menurunkan suhu tubuh anak yang mengalami hipertermi dengan suhu 37,50c-38,50c. Penerapan terapi kompres loevera ini dilakukan selama 15 menit, lokasi pengompresan pada dahi, aksila, dan lipatan paha anak dan dilakukan observasi suhu tubuh anak selama 5 menit, 10 menit, dan 15 menit setelah pengompresan aloevera. Hasil yang didapatkan saat penerapan intervensi kompres aloevera Pada An.M dengan hipertermi di ruang rawat inap adelweis RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, bahwa sebelum dan sesudah intervensi diberikan mengalami penurunan suhu tubuh anak, sebelum diberikan kompres aloevera suhu tubuh anak 37,50C sedangkan setelah diberikan kompres aloevera suhu tubuh anak menjadi 36,60C. Berdasarkan hasil pengkajian, diagnosa, rencana asuhan keperawatan, implementasi dan evaluasi serta penerapan evidence based nursing didapatkan pengaruh dan terbukti efektif pemberian terapi kompres aloevera untuk menurunkan suhu tubuh anak. Perawat dapat menambah intervensi tambahan pada anak hipertermi dengan melakukan terapi kompres aloevera.
SIKAP IBU DALAM PENANGANAN DIARE PADA ANAK BALITA Yuni Hermanita; Dian Roza Adila; Raja Fitrina Lestari; Agnita Utami
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 11 No 2 (2022): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v11i2.2309

Abstract

Diare menjadi urutan kedelapan penyebab kematian terbesar bagi balita di dunia juga di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan seriusnya dampak akibat diare yang terjadi, seperti adanya dehidrasi, malnutrisi, bahkan kematian, sehingga penanganan diare harus menjadi penentu keberhasilan pencegahan pertumbuhan kasus, penting bagi ibu dalam memberikan tanggung jawab dan perhatian terhadap balita dalam sikap penanganan diare. Tujuan ini penelitian ini mengetahui gambaran sikap ibu dalam penanganan diare pada anak balita di Puskesmas Harapan Raya. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan desain deskriptif, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling terhadap 85 responden, dari jumlah populasi sebanyak 107 orang. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner skala likert dengan analisa univariat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan mayoritas responden memiliki sikap positif dalam penanganan diare sebanyak 46 orang (54,1%), namun dilihat dari karakteristik responden berdasarkan sikap mayoritas ibu dengan usia dewasa awal (21- 35 tahun) sebanyak 23 orang (27,1%) memiliki sikap negatif, mayoritas ibu berpendidikan tinggi Diploma hingga Sarjana sebanyak 37 orang (43,5%) memiliki sikap negatif, sedangkan pekerjaan IRT sebanyak 23 orang (27,1%) ibu bersikap positif dan negatif sama banyak. Alasan ibu memiliki sikap positif dikarenakan, Ibu sangat setuju penanganan diare pada balita untuk membawa ke pelayanan kesehatan seperti, Puskesmas dan Rumah Sakit, sedangkan ibu bersikap negatif dikarenakan, ibu sangat tidak setuju menghentikan pemberian makanan pada balita dan lebih banyak memberikan asupan air saja. Berdasarkan sikap yang digambarkan menandakan bahwasanya ibu harus lebih aktif untuk mencari informasi dalam memilih penanganan diare secara baik pada balita, dan pihak Puskesmas Harapan Raya dapat melakukan promosi kesehatan terkait penanganan diare pada balita.
Edukasi Vaksinasi COVID-19 Dosis Ketiga (Booster): Tak Kenal Maka Tak Kebal Raja Fitrina Lestari; Susi Erianti; Ennimay Ennimay
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 4, No 3 (2022): November
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v4i3.376

Abstract

The spread of covid-19 in indonesia is on the rise. the provision of a covid-19 vaccine from the government is still one of the efforts to prevent and control the transmission of the covid-19 disease. the government continues to intensify the implementation of the covid-19 vaccine, especially the third dose of covid-19 vaccine (booster) for eligible indonesians. the purpose of this community service is to provide an understanding of the third dose of covid-19 vaccination (booster) with the lecture method of distributing flyer, leaflet containing knowledge about the third dose of vaccination (booster). in this activity, a total of those who have undergone the third dose of covid-19 vaccination (booster) starting from the leadership and employees of pt. lingga cargo as many as 7 employees (25%) of the 28 employees. the next hope is to continue to strive to accelerate the third dose of covid-19 vaccination (booster) program by providing education related to vaccination and collaborating with related parties both across programs and across sectors and also reminding the public to continue to follow the health protocol even though they get the third dose of vaccine. vaccination is one of the important components in the pandemic handling strategy to reduce the risk of severe illness and death from covid-19.
Protokol Keluar dan Masuk Rumah Selama Pandemi Covid-19 Raja Fitrina Lestari; Lita Lita
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 3, No 2 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v3i2.201

Abstract

The spread of COVID-19 in Indonesia has significantly increased and become widespread throughout various areas and countries along with the spike of the number of cases and/or the number of deaths.  Therefore, it needs accelerated handling in the form of Large-scale social restrictions (Indonesian: Pembatasan Sosial Berskala Besar or PSBB) in order to curb the spread of COVID-19. The aim of this outreach program is make videos on protocol to leave and enter the house during the COVID-19 pandemic. The method used is to make the videos and then spread them to the community via social media. The aim of this activity is to provide useful information via social media, which is Youtube channel, about the protocol to leave and enter the house during COVID-19 pandemic. The result shows that there are advantages provided to the viewers, and the videos gained 28 likes, 65 subscribers, and have been watched 71 times. Regarding health protocol compliance, it is also hoped to provide assistance program for community by monitoring and reminding them to apply health protocol when both entering and leaving their houses amid the pandemic, and also by intensifying 3M campaign ( maintaining distance, washing hands, wearing masks) as well as 3T campaign (tracing, treatment, testing). Both are equally important to be well implemented in order to curb the spread of COVID-19
Sosialisasi Evaluasi Penerapan Komunikasi Efektif SBAR dalam Pelaksanaan Handover oleh Perawat Susi Erianti; Raja Fitrina Lastari; Ennimay Ennimay
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 5, No 2 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v5i2.502

Abstract

Penerapan komunikasi efektif sangat penting dalam pelayanan keperawatan terutama dalam pelaksanaan handover. Pada pertukaran shift dalam keperawatan dilakukan handover untuk menyampaikan informasi terkait kondisi pasien. Kegiatan timbang terima atau handover bersifat menyeluruh  yang dilakukan oleh tim kesehatan sehingga dalam pelaksanaannya dibutuhkan komunikasi yang efektif baik oleh perawat yang berjaga sebelum timbang terima (handover) kepada perawat yang berjaga setelah timbang terima (handover) sehingga semua informasi tentang pasien dapat dilaksanakan oleh perawat untuk mendukung kualitas pelayanan yang lebih baik.  Komunikasi efektif yang dimaksud ialah komunikasi efektif yang ontime, lengkap, akurat, mudah dipahami oleh penerima informasi untuk mencegah kejadian tidak diharapkan dan kejadian nyaris cidera serta kesalahan – kesalahan informasi untuk meningkatkan keselamatan pasien. Model komunikasi yang dilaksanakan adalah model komunikasi efektif SBAR. Hasil sosialisasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan perawat sebelum (pre test) yaitu 70 % menjadi 87% setelah (post test ) artinya ada perbedaan pengetahuan perawat setelah dilakukan sosialiasi penerapan komunikasi efektif SBAR dalam pelaksanaan handover. Dengan meningkatnya pengetahuan perawat tersebut diharapkan penerapan pelaksananan komunikasi efektif SBAR sesuai dengan standar demi meningkatkankan keselamatan pasien dalam handover.