Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemodelan tingkat pengangguran di Indonesia dengan random effect spasial autoregression (Sar-Re) Hadira Thumaninah Jibril; Susilo Susilo; Rachmad Kresna Sakti
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 8, No 4 (2022): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020221721

Abstract

Telah banyak kajian mengenai tingkat pengangguran , namun penelitian ini memasukkan unsur spasial atau unsur lokasi dalam pemodelan tingkat pengangguran terbuka, dengan objek penelitian adalah seluruh wilayah di Indonesia dari tahun 2010 hingga tahun 2019 yang belum pernah dilakukan. Data yang digunakan adalah data sekunder terkait kasus pengangguran pada setiap provinsi di Indonesia. Untuk itu, penelitian ini akan mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengangguiran terbuka di Indonesia dengan memasukkan unsur spasial dalam pemodelannya. Variabel respon dalam penelitian ini adalah tingkat pengangguran terbuka (Y) dan peubah prediktor adalah variabel X1 yaitu Produk Daerah Regional Bersih (PDRB), X2 adalah Tingkat Upah Minimum, X3 adalah Tingkat Pendidikan SMA, X4 adalah Tingkat Pendidikan Universitas, X5 adalah Presentase Penduduk Usia 15-24 Tahun, X6 adalah Tenaga kerja sektor perkotaan (Urban), X7 adalah Tenaga Kerja Sektor Pertanian, X8 adalah Tenaga Kerja Sektor Informal. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis Random Effect Spasial Autoregressi. Hasil analisis menunjukkan bahwa Model Random Effect Spasial Autoregression (SAR-RE) adalah pemodelan yang terbaik untuk permasalahan tingkat pengangguran terbuka di Indonesia berdasarkan nilai AIC. Nilai ρ pada model SAR yang merupakan koefisien spasial lag dan berpengaruh signifikan. Hasil yang diperoleh yakni: (1). Tingkat Pengangguran Terbuka suatu wilayah dipengaruhi oleh Tingkat Pengangguran Terbuka wilayah sekitarnya. (2). Variabel-variabel yang mempengaruhi Tingkat PengangguranTerbuka adalah tingkat Upah Minimum Provinsi (UMP), persentase tingkat pendidikan terakhir (SMA dan UNIV), persentase tenaga kerja sektor pertanian (AGRI) dan persentase tenaga kerja sektor informal (INFORMAL).
Faktor Penyebab Munculnya Stres Kerja Pada Karyawan Perbankan di Makassar Jibril, Hadira Thumaninah; Karim, Kasnaeny
YUME : Journal of Management Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v7i1.6298

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab munculnya stres kerja pada karyawan perbankan di kota Makassar. Untuk menjawab permasalahan penelitian, maka metode  analisis  yang  digunakan  adalah analisis faktor, dengan terlebih dahulu mengumpulan data melalui kuisioner, dan disebarkan kepada 100 orang responden (sampel). Metode penentuan jumlah sampel berdasarkan kuota yakni 25 orang merupakan karyawan bank yang berdomisili di wilayah utara kota Makassar, 25 orang berasal dari wilayah Timur Makassar, 25 orang berasal dari wilayah Selatan Makassar, dan 25 orang berasal dari wilayah Barat Makassar. Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  terdapat 2 (dua) faktor penyebab munculnya stres kerja pada karyawawan perbankan, yakni : (1)  Kondisi kerja dan keluarga dan (2). Rutinitas pekerjaan di tempat karyawan berkerja. Kata Kunci: Stres kerja,; karyawan;  kondisi pekerjaan; rutinitas; dan perbankan  
WOMEN'S DECISIONS TO BE AN ENTREPRENEURSHIP IN THE INFORMAL SECTOR IN MAKASSAR Karim, Kasnaeny; Jibril, Hadira Thumaninah
Hasanuddin Economics and Business Review VOLUME 3 NUMBER 2, 2019
Publisher : Faculty of Economics and Business, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26487/hebr.v3i2.2028

Abstract

This study aims to determine the factors underlying women with high school education levels up to Bachelor, for entrepreneurship in the informal sector. Answer the research problem; the data were collected through 22 informants and then analyzed using a qualitative phenomenological approach. The results showed that six factors were underlying the decision of women to become entrepreneurs in the informal sector, which consisted of leisure time factors, Socio-cultural factors, Marriage factors, Ease factors, Capital Factors, and Economic Factors.
Determination of the Causes of Job Mobility in Employment Jibril, Hadira Thumaninah
Hasanuddin Economics and Business Review VOLUME 7 NUMBER 2, 2023
Publisher : Faculty of Economics and Business, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26487/hebr.v7i2.4877

Abstract

The purpose of this study is to examine and identify the factors that contribute to job mobility (changing jobs) among employees in Makassar City's informal sector. 100 respondents provided the primary data that was used. There were 28 variables under investigation, and factor analysis was used to process the data. Further analysis is possible for a total of 21 variables. The significance value in the validity test was over 0.05, hence the remaining 7 variables were eliminated. According to the study's findings, there are seven elements that influence people's decisions to change jobs. These variables include economic factors, labor quality factors, information technology proficiency factors, length of working hours factors, family factors, employment status factors, and distance factors.
CHARACTERISTICS OF HUMAN RESOURCES NEEDED BY THE BANKING INDUSTRY IN MAKASSAR Jibril, Nabila Mukmininah; Jibril, Hadira Thumaninah; Tajibu, Muhammad Jibril
Bisma: Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 19 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bisma.v19i2.53771

Abstract

This study aims to determine the characteristics of human resources (HR) that are needed by banks in recruiting employees. The study was conducted by distributing questionnaires to banks that were the research samples consisting of 10 banks, both conventional and sharia in Makassar. The questionnaire results were then processed using the Cochran Q test analysis tool, to determine the similarity of opinion among respondents regarding the indicators that are considered to be the characteristics of the required HR. Based on the analysis results, the criteria for human resources that are needed by the banking industry are having a high education, having a background in management and other sciences, having work experience or having an internship while studying, having computer and foreign language skills, communication skills, and having work discipline. The implication of this research is on the development of curriculum in higher education so that it is in line with the needs required in the banking industry, and so that college graduates can be absorbed. This research fills the gap by focusing on the specific HR attributes prioritized by  banks in Makassar, a topic that has received limited attention in previous studies.