Abstrak. Artikel ini merupakan artikel kajian konseptual teoritis di bidang public relations (PR) yang bertujuan memberikan pemikiran dalam memahami berbagai praktik PR untuk mendukung pembangunan masyarakat. Pendekatan studi pustaka yang digunakan adalah pendekatan integratif. Metode ini dipilih dengan pertimbangan bahwa studi pustaka merupakan metode yang relevan untuk menganalisis kajian yang kompleks dan dinamis perkembangannya, seperti kajian PR. Melalui studi pustaka, artikel ini mendeskripsikan adanya tiga pendekatan utama yang berupaya menjelaskan hubungan organisasi-publik, yaitu two-way symmetrical communication, organisation-public relations (OPR), dan rhetorical enactment. Ketiga pendekatan tersebut dikritik sebagai pendekatan normatif, terlalu berorientasi pada kepentingan organisasi dan dikembangkan di negara-negara Barat yang memiliki konteks sosial, budaya, ekonomi dan politik yang berbeda. Public relations ditempatkan sebagai fungsi manajemen untuk mencapai tujuan organisasi dibandingkan untuk mengakomodasi kepentingan dan harapan publik. Untuk merespon hal ini, artikel ini memberikan alternatif pendekatan komunikasi pembangunan partisipatori yang berorientasi pada publik sebagai subjek pembangunan. Pendekatan ini memberikan alternatif perspektif untuk memahami bagaimana konteks sosial masyarakat, seperti dinamika relasi kuasa atau pun kondisi sosial budaya, membentuk hubungan organisasi-publik. Pendekatan ini dinilai lebih sesuai dalam memahami fenomena di negara berkembang yang kuat dengan aspek multikultur. Hal ini diperlukan untuk mengurangi etnosentrisme pemahaman PR yang didominasi negara Barat. Di bagian akhir artikel ini diberikan rekomendasi model komunikasi partisipatori yang memberdayakan (empowerment) dan membangun rasa memiliki (ownership) masyarakat untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Abstract. Using an integrative literature review, this article aims to provide review on approaches that support the social function of public relations (PR). Based on the literature review, this article discusses three dominant approaches to understand organisation-public relationships: two-way symmetrical communication, organisation-public relations (OPR), and rhetorical enactment. These approaches are constructed to explain how the organisation build good relationships with their public. Nevertheless, these approaches have been criticized as normative approaches of how organisations should engage their publics, which is unlikely can be implemented fully by organisations. The approaches also tend to be organisation-centric to fulfil the organisation’s goals rather than public interest. The approaches were also mainly developed based on studies in Western context, which have difference social, cultural, economy and political context. This article, accordingly, offers development communication as an alternative approach that focuses on public as the subject of development, as well as provides better lens to understand phenomenon in developing countries and multicultural societies. This article also proposes participatory communication model that incorporates empowerment and public ownership as key indicators to support sustainable development.