Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Living Values Education Program Untuk Meningkatkan Karakter Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar dalam Pembelajaran PPKN Sunarno Sunarno; Bahrul Sri Rukmini; Ari Metalin Ika Puspita
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 1 (2023): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i1.4328

Abstract

Pendidikan karakter penting diberikan sejak dini untuk menanamkan karakter dan nilai-nilai yang positif. Salah satu karakter yang perlu dimiliki siswa adalah karakter nasionalisme karena maraknya kasus dekstruktif dalam konteks kebangsaan.  Hal tersebut tidak mudah dilakukan, apalagi dengan pembelajaran yang monoton. Permasalahan-permasalahan tersebut memaksa guru untuk segera melakukan inovasi pembelajaran, khususnya terkait penanaman nilai-nilai karakter nasionalisme. Salah satu teknik yang dapat diterapkan adalah dengan menerapkan Living Values Education Program (LVEP). LVEP merupakan sebuah program pendidikan nilai yang menghadirkan berbagai pengalaman dan metode praktis  bagi guru dan fasilitator untuk membantu anak-anak dan remaja mengeksplorasi dan mengembangkan nilai-nilai penting personal dan sosial. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh Living Values Education Program (LVEP) terhadap karakter nasionalisme siswa sekolah dasar dalam pembelajaran PPKn. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis quasi˗eksperiment. Data dikumpulkan melalui wawancara dan angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan paired sample t-test. Hasil analisis uji beda nilai pretest dan posttest penerapan LVEP menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan karakter nasionalisme siswa. Hal ini menunjukkan terdapat pengaruh LVEP terhadap karakter nasionalisme siswa sekolah dasar. Hasil penelitian ini mendukung penelitian-penelitian LVEP sebelumnya.
The Relevance of Financial Services Authority Policy Direction on Fintech Lending in Realising Sustainable Development Goals Nancy Silvana Haliwela; Sunarno Sunarno; Ahmad Masum
Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : PROGRAM STUDI MAGISTER HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jphi.v7i3.469-491

Abstract

Sustainable Development Goals (SDGs) in the economic sector cover various aspects, including poverty-oriented economic development. The financial sector has undergone modernisation marked by the emergence of financial technology (fintech). In Indonesia, fintech is regulated by Financial Services Authority Regulation (POJK) No. 40 of 2024, but this regulation has weaknesses. This study aims to identify the relevance between SDG principles and current fintech practices and to formulate the direction of POJK No. 40 of 2024 on fintech lending in realising SDGs in Indonesia. The research method used is normative juridical based on literature, referring to laws and regulations, books, journals, and supporting data. The analysis was conducted descriptively through a legal and conceptual approach. The results of the study indicate that fintech lending has a strong connection with the SDGs pillars, so fintech policies need to be directed in line with the vision of sustainable development. The regulations in POJK No. 40 of 2024 have the potential to hinder the establishment of business entities and trigger the emergence of illegal services. Therefore, a balance of policies and increased socialisation are needed to improve the legal culture of society.